
Dunia Jiwa Fang Lin.
Di tengah-tengah hamparan padang rumput, terdapat banyak bangunan yang tercipta dari kayu dan juga batu.
Fang Lin muncul di atas langit, ia mengedarkan pandangannya dan mendapati beberapa bawahan intinya yang sedang bertarung santai satu sama lain.
"Mereka berkembang pesat... Sepertinya Yue sudah melatih mereka dengan baik." Fang Lin tersenyum saat menggumamkan hal tersebut.
Ia kemudian mengedarkan kesadarannya dan mendapati orang tuanya, Shui Ru serta Li Fan sedang berkultivasi di suatu bangunan, tidak jauh dari mereka ia mendapati Yue yang sedang mengawasi.
Fang Lin langsung menghilang dari sana dan tak lama kemudian dirinya kembali muncul di samping Yue, "Tampaknya kau melatih mereka dengan baik..."
Yue tersenyum tipis, "Mereka juga bekerja keras untuk menjadi kuat, sepertinya mereka tidak ingin menjadi beban bagi anda, tuan."
Fang Lin tidak membalas perkataan Yue dan hanya diam.
Tingkat kultivasi ayah, ibu serta Shui Ru kembali ke ranah Fana, itu karena mereka mempunyai tubuh baru.
Dalam satu tahun ini, mereka bertiga sudah berada di ranah Saints Emperor dan hal tersebut adalah suatu pencapaian yang bagus bagi mereka. Sedangkan untuk Li Fan, dia sudah mencapai ranah Spiritual God Berlian Tanda Putih.
"Kau sudah berkembang pesat, tuan. Kapan anda ingin melakukan penerobosan?" Tanya Yue penasaran.
"Aku akan melakukannya setelah aku menyelesaikan kultivasi..." Jawab Fang Lin cepat.
"Berarti anda ingin melakukan malapetaka Petir Semesta sekali lagi?"
"Benar... Aku memanfaatkan malapetaka tersebut untuk meningkatkan tingkat tubuhku."
"Ide yang bagus, tuan."
Fang Lin tersenyum tipis mendengarnya, ia kemudian menoleh ke arah Yue yang ada di sebelahnya, "Sampaikan kepada mereka, kalau aku akan kembali dalam waktu kurang dari 10 tahun lagi."
"Baik, tuan."
"Kalau begitu aku akan kembali. Latih mereka dengan baik, aku percayakan semuanya padamu..." Fang Lin berkata dan diangguki patuh oleh Yue.
Melihat anggukan Yue, Fang Lin langsung menghilang dari sana.
***
Dunia Abyss.
Fang Lin kembali ke dalam kubah es yang berada di hamparan padang rumput. Ia dengan segera melakukan posisi meditasi dan mengeluarkan 9 botol Cairan Penyerapan Surgawi.
__ADS_1
Fang Lin menghela nafas panjang dan mulai meminum satu persatu isi dari botol tersebut.
Ketika selesai, Fang Lin perlahan memejamkan matanya dan menarik nafasnya dalam-dalam, ia kemudian menghembuskan nafas dari mulut lalu menggunakan teknik Nafas Naga.
Berbagai macam energi datang dari luar kubah lalu memasuki tubuh Fang Lin dengan cepat, angin sejuk juga perlahan mulai muncul.
.....
Tahun demi tahun terus berlalu, berbagai cuaca telah terlewati di Dunia Abyss.
Fang Lin yang telah berkultivasi di dalam kubah es kini membuka matanya perlahan, ia menghembuskan nafas panjang dari mulutnya lalu terdiam sejenak.
"9 tahun telah aku lewati, Qi yang aku miliki saat ini sudah setara dengan Dewa Tertinggi Level 27. Aku bisa menerobos kapan saja." Gumamnya lalu menimpalinya, "Mungkin aku harus berkultivasi selama 2 tahun lagi untuk setara dengan Dewa Tahta?"
Fang Lin bergumam dengan nada ragu, ia kemudian membeli 2 botol Cairan Penyerapan Surgawi lalu meminum keduanya sekaligus.
Tidak butuh waktu sampai 1 menit untuk Fang Lin menghabiskannya, ia menghancurkan botol tersebut sampai tak tersisa lalu kembali berkultivasi.
Saat hendak memejamkan matanya, tiba-tiba saja Fang Lin mendapatkan telepati dari Yue.
"Anda tidak kembali, tuan?"
"Tidak untuk saat ini. Aku akan kembali berkultivasi selama 2 tahun lagi, agar Energi dalam tubuhku setara dengan Dewa Tahta..."
"Ya..."
Percakapan keduanya berakhir sampai disitu.
Fang Lin sendiri langsung memejamkan matanya dan menggunakan teknik Nafas Naga kembali.
***
Dunia Jiwa Fang Lin, Di sebuah bangunan yang sederhana.
Saat ini Yue sedang berdiri di hadapan Fang Qin, Xia Mei, Shui Ru dan juga Li Fan.
"Tuan, dia ingin melanjutkan kultivasinya... Setidaknya 2 tahun lagi untuk menyelesaikannya." Yue memberitahu dengan suara tenang.
Fang Qin dan Xia Mei hanya bisa diam, begitu juga dengan Shui Ru.
"Sepertinya guru ingin cepat-cepat menjadi kuat... Apakah dia akan baik-baik saja, kakak Yue?" Tanya Li Fan dengan raut wajah yang terlihat sedih.
Yue tersenyum tipis mendengarnya lalu menepuk pundak Li Fan, "Kau tau? Gurumu adalah sosok yang tangguh. Aku berani bertaruh, kalau dia dapat berlatih hingga seribu tahun sekalipun... Jadi kau tidak perlu terlalu khawatir padanya." Yue mencoba untuk menghiburnya.
__ADS_1
Li Fan mengangguk paham, "Aku juga ingin berlatih seperti guru!" Li Fan berkata dengan penuh semangat.
Melihat semangat Li Fan membuat Yue senang, "Bagus! Aku akan membantumu. Apakah kalian ingin ikut berlatih juga? Atau mau beristirahat selama beberapa hari?" Yue bertanya sembari menatap orang tua dan juga calon istri tuannya.
"Aku ikut..." Shui Ru menjawab, begitu juga dengan Fang Qin dan Xia Mei.
Mereka bertiga ingin menjadi kuat agar tidak merepotkan Fang Lin lagi di masa depan nanti.
Melihat mereka mau, Yue langsung membawa mereka ke tempat para bawahan inti berlatih.
***
Dunia Jiwa Fang Lin, Padang Rumput Tanpa Ujung.
Yue, Fang Qin, Xia Mei, Shui Ru dan juga Li Fan muncul di atas sebuah kubah penghalang yang menutupi padang rumput tanpa ujung.
Di tengah-tengah padang rumput tanpa ujung, para bawahan inti saling bertarung satu sama lain dengan niat penuh membunuh.
Kekuatan para bawahan inti sudah terbilang sangat kuat, jadi Yue menciptakan kubah penghalang agar dampak dari pertarungan mereka semua tidak terkena bangunan-bangunan yang sudah menjadi tempat tinggal mereka.
"Mengerikan... Sama sekali tidak ada keraguan di mata mereka untuk membunuh satu sama lain." Li Fan tidak bisa berhenti berdecak ngeri.
"Mereka sudah kulatih menjadi bawahan profesional... Jadi jika latihannya sudah selesai, mereka akan kembali seperti biasanya." Jawab Yue santai sambil memperlihatkan senyum bangga di wajahnya.
Li Fan mengangguk paham, "Kalau salah satu dari mereka ada yang terluka parah, bagaimana? Atau bahkan ada dari mereka yang mati karena terkena suatu serangan yang fatal..." Tanya Li Fan penasaran.
Yue menggelengkan kepalanya pelan, "Kubah yang kuciptakan bukanlah kubah biasa... Jika ada salah satu makhluk yang di dalam kubah terluka parah, maka dia akan dipindahkan secara paksa ke luar kubah. Sedangkan untuk serangan yang fatal, akan langsung ditangkis atau dilenyapkan oleh hukum yang kuciptakan di dalam kubah." Yue menjelaskan secara panjang lebar.
Li Fan yang menyimak penjelasan Yue secara seksama tidak bisa berhenti takjub, begitu juga dengan yang lainnya.
"Kau benar-benar hebat, kakak Yue! Aku jadi penasaran, dari mana sebenarnya dirimu berasal?" Li Fan tidak bisa menahan rasa penasarannya. Semenjak ia bertemu dengan Yue, dia sama sekali belum mengetahui latar belakangnya dan hanya mengetahui namanya saja.
Yue tersenyum tipis, "Aku tidak bisa memberitahunya... Tetapi yang pasti, aku berasal dari tempat yang sangat jauh!"
"Kalau begitu kakak Yue, kau sekarang berada di ranah apa?" Tanya Li Fan penasaran.
"Hmm... Aku juga tidak akan memberitahunya, tetapi kira-kira tidak jauh lebih lemah dari tuan." Jawab Yue sambil tersenyum.
Li Fan mengangguk pelan mendengarnya, ia tidak bertanya lebih lanjut mengenai identitas kakak Yue dan memilih untuk mengamati pertarungan yang terjadi tepat di bawahnya.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1