
Selang beberapa menit, Fang Lin tidak berhenti berdecak kagum pada Skill Creator, ia tak menyangka dirinya akan mempunyai skill hebat semacam ini.
"Tuan~... Simpan kesenangan anda untuk sementara waktu! Lebih baik anda bermeditasi agar tidak terjadi suatu kesalahan saat proses pemahaman berlangsung..." Ucap Yue dan membuat Fang Lin tersentak.
"Ah, maaf... Aku lupa." Fang Lin dengan segera menelan pil yang ia pegang lalu melakukan posisi sila.
Sebelum memejamkan matanya, ia bertanya kepada Yue, "Apa yang kau lakukan saat aku bermeditasi?" Tanyanya penasaran.
Yue dengan santai menjawab sembari tersenyum, "Memandang anda bermeditasi sampai proses pemahaman selesai!"
Fang Lin mengangkat alisnya ketika mendengar itu, ia menggelengkan kepalanya pelan dan melambaikan tangannya ke samping.
Seketika tumpukan koin emas yang berjumlah 100 ribu muncul di lantai, "Belilah sesuatu di luar sambil menungguku... Oh ya, gunakan topeng ini dan juga ketika kau bosan, kau gunakan bola film untuk menonton..." Ucap Fang Lin setelah mengeluarkan topeng putih polos dan juga Artefak Bola Film.
Yue tersenyum lebar ketika melihat itu semua, ia memasukkan seluruh koin emas dan bola film lalu memakai topeng putih polos itu di wajahnya, "Terima kasih tuan! Aku sayang anda!" Ucapnya dengan lantang.
Fang Lin tertawa pelan mendengarnya, ia kemudian menghela nafas panjang dan memejamkan matanya secara perlahan.
Di sisi lain, Yue yang melihat tuannya sudah bermeditasi langsung berjalan menuju pintu keluar kamar.
***
Kemunculan Yue di lantai paling dasar penginapan menarik perhatian beberapa pengunjung serta pelayan yang ada di sana, dan salah satu penjaga bertubuh besar berjalan mendekatinya.
"Maaf nona... Tetapi siapa anda?" Tanyanya ketika sudah berada di hadapan Yue.
"Apa maksudmu?" Tanya Yue dengan heran.
"Dalam satu minggu ini, saya telah berjaga... Namun saya tidak pernah sekalipun melihat anda masuk ke dalam penginapan ini."
Yue terdiam sesaat ketika mendengarnya, ia tersenyum tipis dan menjawab, "Aku bersama tuanku menginap selama 6 bulan lebih di penginapan ini, jadi wajar saja jika kau tidak pernah melihatku..."
"6 bulan lebih?" Penjaga tersebut mengerutkan alisnya sebelum menundukkan badannya serendah mungkin, "Maafkan saya nona! Saya tidak tau kalau anda bersama dengan tuan Fang Lin!"
"Lupakan saja..." Yue tidak mempermasalahkan hal tersebut lebih lanjut dan memilih untuk berjalan keluar dari penginapan itu.
Fang Lin, tentu namanya sudah tidak asing lagi di telinga para pekerja yang ada di penginapan Samudera Biru.
***
5 bulan yang lalu, seorang pelayan mengetuk pintu kamarnya karena masa waktu untuk menginap di penginapan sudah habis.
Namun sudah cukup lama pelayan tersebut mengetuknya, tidak ada jawaban sama sekali dari penyewa kamar.
Jadi pelayan itu memanggil Manajer yang mengelola penginapan ini serta beberapa penjaga berbadan besar. Ketika mereka berhasil membuka pintu kamar, betapa terkejutnya mereka melihat sosok Fang Lin yang sedang melayang di udara sambil bermeditasi.
Ribuan jenis energi mengelilingi tubuhnya dengan cepat dan membuatnya terlihat seperti seorang Dewa.
Tentu kejadian itu membuat mereka tak bisa berkata-kata, mereka terjatuh dengan kondisi tubuh yang bergetar.
__ADS_1
Selang beberapa jam, sang Manajer mendapatkan kembali kesadarannya, ia menoleh ke arah sekitarnya dan mendapati para pekerja yang masih berlutut dengan tatapan mata yang kosong.
Manajer tersebut mengumpulkan tenaganya dan menyadarkan mereka satu persatu. Setelah mereka semua kembali tersadar, mereka keluar dari kamar tersebut dan menutup pintunya secara hati-hati.
"Tutup sementara penginapan, kita akan adakan rapat nanti malam..." Manajer berkata dan pergi dari sana tanpa menunggu jawaban dari para pekerja.
"Manajer Gun, dia sepertinya ingin membahas orang itu." Ucap seorang pelayan pria dengan nada yang bergetar.
"Kau benar. Ayo kita lakukan apa yang diperintahkannya..."
Pelayan dan dua penjaga itu turun ke lantai dasar dan mengumumkan kepada para pengunjung kalau penginapan akan ditutup atas perintah dari pengelola sang Manajer.
Mereka juga mengeluarkan para penyewa kamar dan memberikan ganti rugi yang setimpal.
Para pelayan dan penjaga yang lainnya tentu bertanya-tanya mengenai hal itu, mereka yang penasaran tentu bertanya, namun jawaban dari ketiganya sama, "Manajer Gun Shan yang memberi perintah"
Malam tiba dan rapat dimulai, sang Manajer tanpa basa-basi langsung memberitahu mengenai Fang Lin, ia meminta mereka semua untuk menutup mulut dan jangan sampai keberadaan tentang Fang Lin tersebar luas.
Tentu banyak yang tidak percaya dengan omongan Manajer, mereka meminta bukti atas hal itu dan membuat Gun Shan mau tak mau menunjukkan Fang Lin.
Reaksi para pekerja yang ingin melihat Fang Lin tidak jauh berbeda dengan Gun Shan dan ketiga orang yang lainnya.
Setelah melihatnya, para pekerja langsung percaya dan mereka berjanji akan menutup mulut tentangnya.
Gun Shan memiliki alasan tersendiri mengenai ini, is memiliki firasat baik jika dirinya memiliki hubungan baik dengan Fang Lin.
Setelah rapat tersebut berakhir, keesokan harinya penginapan kembali dibuka dan para pengunjung mulai kembali berdatangan.
Note: Gun Shan dan yang lainnya tau nama Fang Lin dari daftar pengunjung penginapan.
***
Kota Muxiao, Pasar.
Yue dengan santainya berjalan-jalan di antara kerumunan orang, ia menolehkan kepalanya ke kira dan kanan untuk mencari jajanan yang enak.
"Hmm... Apa itu? Sebuah gulali?" Yue berjalan ke salah satu kedai kecil yang menjual gulali.
Ketika sampai ia terdiam sejenak dan menganggukkan kepalanya pelan, "Aku ingin satu gulali terenak disini!"
"Siap nona, ada lagi?" Tanya sang penjual.
Yue dengan segera menggelengkan kepalanya dan penjual itu mulai menyiapkan gulali yang dipesan olehnya.
Sembari menunggu, Yue menyebarkan kesadarannya ke seluruh arah, "Kasihan sekali..." Gumamnya lalu mengalihkan pandangannya ke arah penjual gulali.
Disaat yang bersamaan penjual gulali tersebut memberikan gulali yang dipesan oleh anak kecil berjubah hitam di depannya, "Harganya 1 Perak nona..."
Yue mengangguk dan memberikan 1 koin emas ke sang penjual, "Ambil saja kembaliannya." Yue langsung berjalan pergi setelah mengambil gulali miliknya.
__ADS_1
Sang penjual gulali tidak sempat berkata-kata karena Yue sudah menghilang dari pandangannya, "Terima kasih..." Ucapnya tersenyum lembut.
Di sisi lain, Yue saat ini sedang berdiri tepat di depan sebuah rumah makan sederhana, ia berjalan masuk sembari memakan gulali miliknya.
Kedatangan Fang Lin langsung disambut oleh penjaga kasir, "Apakah ada sesuatu yang anda inginkan nona?" Tanyanya penasaran.
Yue mengangguk cepat dan ia memesan 10 porsi makanan terenak di tempat ini untuk dibungkus.
Sang penjaga kasir cukup terkejut mendengarnya namun ia dengan segera melakukan apa yang diminta oleh anak kecil itu.
Beberapa menit kemudian, penjaga kasir itu memberikan semua pesanan Yue dan betapa terkejutnya dia ketika anak kecil itu meletakkan 1 koin emas di atas meja.
"Eh? Tapi..." Ucapan penjaga kasir terhenti ketika melihat perempuan kecil berjubah hitam itu sudah menghilang dari rumah makan, ia terdiam dan berterima kasih dalam hatinya.
Di perjalanan, Yue melewati beberapa tempat kumuh yang ada di pinggir kota lalu mengetuk pintu sebuah rumah yang tidak terlalu besar.
"Ya, ada apa?" Seorang perempuan remaja membuka pintu tersebut, ia sedikit menundukkan kepalanya ketika melihat seorang perempuan kecil di depannya.
"Apakah kau tersesat?" Tanyanya sembari jongkok.
Yue menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Ini untukmu dan anak-anak jalan yang kau rawat." Yue mengulurkan tangannya yang memegang kantung berisi makanan.
Perempuan remaja itu terdiam sebelum menerima nya, ia memeriksa kantungnya dan cukup terkejut melihat ada banyak makanan di dalamnya, "Terima kasih... Eh?" Alisnya mengerut ketika dirinya tidak menemukan keberadaan Yue.
"Siapa dia sebenarnya?" Batinnya lalu menutup kembali pintu rumahnya.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
Promo Novel: Legenda Raja Kultivator.
Keabadian? Bukanlah Tujuan Utamaku.
Kekayaan? Kekuasaan? Itu juga bukan tujuanku.
Kekuatan, itu adalah Tujuanku!
Menjadi kuat hingga dijuluki Raja Kultivator, adalah kepuasan dari seorang kultivator bernama Xiao Chen.
Namun dia tidak tau kalau masih banyak orang yang jauh lebih kuat darinya.
Hingga akhirnya dia tersadar setelah kematian menghampirinya.
Xiao Chen bertekad dalam hatinya untuk menjadi kuat dan melampaui semua orang, namun untuk menjadi apa yang diinginkannya tidaklah mudah.
Banyak jalan berduri dan lautan darah yang harus dilewatinya!
Akankah Xiao Chen berhasil melewati itu semua? Dan menjadi yang terkuat di Alam Semesta?
__ADS_1