
"Sudah berapa lama aku bertarung dengannya? Sepertinya sudah cukup lama..."
Di kegelapan tanpa batas Diablo bergumam sembari menyaksikan penghalang Zhang Shi Xuan yang diserang oleh lekukan energi kegelapan.
"Apakah perang puncak sudah dimulai? Jika iya, sudah berapa lama? Dan, bagaimana situasi di sana?" Diablo tidak bisa berhenti memikirkan semua itu, ia sebenarnya ingin mengakhiri pertarungan ini dengan cepat tetapi ia tau kalau hal itu tidak akan mudah untuk dilakukan.
Diablo terdiam sejenak selama beberapa waktu sebelum tersentak karena baru menyadari sesuatu, "Tunggu, kenapa aku tidak meminta bala bantuan saja?!" Diablo menepuk jidatnya, bagaimana bisa ia melupakan hal sesederhana ini? Padahal dirinya sudah berada di dalam Domainnya sendiri, yang artinya ia mempunyai hak untuk melakukan telepati.
Tanpa banyak berpikir lagi Diablo langsung menghubungi Tuannya lewat telepati.
"Oh, Diablo. Apa ada sesuatu yang terjadi?"
"Em... Begini..." Diablo sebenarnya cukup malu untuk menceritakan kejadian yang ia alami saat ini, tetapi karena tidak mau membuang waktu lagi dirinya mulai menjelaskan apa yang terjadi.
"Jadi menurutmu, dia adalah seorang Dewa Inti yang mempunyai aura Kematian?"
"Benar, Tuan."
"Baiklah, aku akan mengirimkan beberapa bantuan padamu. Kau tunggu saja..."
"Terima kasih, Tuan. Dan maafkan saya karena telah mengecewakan anda..."
"Hahahaha... Kau tenang saja, aku sama sekali tidak merasa kecewa. Kalau bukan karena Dewa Inti itu, kau pasti sudah menyelesaikan tugasmu."
"Terima kasih, Tuan. Kalau begitu, saya akan mengurusnya terlebih dahulu."
"Tentu, tapi sebelum itu aku ingin bertanya sesuatu."
"Silahkan, Tuan. Saya akan menjawab sesuai dengan apa yang saya ketahui."
"Kau punya kekasih, ya?"
Pertanyaan yang dilontarkan oleh Fang Lin membuat Diablo tersedak nafasnya sendiri, "Apa maksud anda, Tuan? Saya sama sekali tidak mempunyai kekasih."
__ADS_1
"Ah, begitukah? Ternyata rumor itu tidak benar..."
"Rumor? Apa saya boleh mengetahuinya, Tuan?"
"Oh, tentu. Bai Hu mengatakan kalau kau mempunyai seorang kekasih, dan katanya kalian berdua menjadi sepasang kekasih saat bertemu di Alam Iblis." ucap Fang Lin memberitahu, lalu melanjutinya, "Karena pernyataan dia tidak disertai bukti, aku dan beberapa orang hanya menganggapnya sebagai rumor. Tapi, sebagian besar langsung pada percaya dan mereka akan mengadakan pesta jika kau kembali bersama dengan kekasihmu."
Mendengar itu, urat-urat di kepala Diablo mulai bermunculan, kedua tangannya mengepal erat dan aura membunuh merembes keluar dari tubuhnya, "Ah... Begitu ya, Tuan. Terima kasih karena anda telah bersedia memberitahu soal rumor itu." ucap Diablo dengan suara bergetar, saat ini dirinya berusaha untuk menahan amarahnya.
"Hahahaha... Sepertinya kau kesal karena rumor palsu itu." Fang Lin tertawa cukup lantang, lalu melanjutinya, "Kalau begitu, aku akan memutuskan telepati ini. Jika kau bertemu dengan Bai Hu, jangan saling membunuh ya." Fang Lin kembali tertawa lantang sebelum memutuskan telepatinya.
Whooosh!
Aura membunuh Diablo semakin merembes keluar dari tubuhnya, "Dasar sialan kau, Bai Hu! Lihat saja, aku akan menghajar kau! Dasar kucing keparat!"
***
Di Dunia Jiwa, Istana Es.
Saat ini, Fang Lin sedang duduk bersama Xue Hua dan Yue di sofa yang empuk. Tidak lama setelah itu, Yang Jian, Fei Yulan, Bai Hu dan Mo Chan muncul beberapa belas meter di hadapannya.
"Apakah kalian alasan kalian dipanggil kemari?" Fang Lin bertanya dengan suara tenang.
"Kami tidak tau, Tuan." jawab mereka bersamaan.
"Itu karena aku belum memberitahunya, hahahaha...." Fang Lin langsung tertawa lantang usai mengatakan itu, tetapi di ruangan tersebut hanya dia saja yang tertawa.
"Sayang, selera humormu sungguh buruk..." Yue berkata dan membuat Fang Lin membisu.
"Itu benar. Suami, sepertinya kamu harus banyak belajar..." Xue Hua ikut menanggapi sembari menganggukkan kepalanya pelan.
"Ehem, lupakan soal tadi. Aku memanggil kalian kemari untuk memberikan tugas pada kalian." Fang Linn terdiam sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya, "Pergilah ke Alam Iblis, bantu Diablo dan Aliansi Istana Iblis untuk memenangkan perang melawan Dewa Iblis."
Perkataan Fang Lin tentu mengejutkan perkataan empat bawahan di depannya, "Apakah Diablo kesulitan melawan Dewa Iblis, Tuan? Saya rasa itu cukup mustahil karena di antara semua bawahan anda, dialah yang terkuat." Fei Yulan mengangkat satu tangannya saat menanyakan itu, ia benar-benar tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.
__ADS_1
"Singkatnya, Dewa Iblis memanggil seseorang yang mempunyai kekuatan setara dengan Dewa Inti di Alam Dewa. Diablo kesulitan untuk menghabisi orang tersebut, dan dia memintaku untuk mengirim bala bantuan." jawab Fang Lin menjelaskan.
"Ah, begitu. Saya paham, Tuan." Fei Yulan menganggukkan kepalanya.
"Em... Tuan, bisakah saya tidak ikut serta dalam tugas ini?" Bai Hu bertanya dengan satu tangan yang terangkat ke atas.
Semua mata langsung tertuju kepada Bai Hu ketika dia mengatakan itu. Fang Lin sendiri langsung memasang senyum mengejek dan bertanya, "Oh, memangnya kenapa?"
"Em... Begini, Tuan. Sebenarnya akhir-akhir ini perasaan saya sedang dalam keadaan yang tidak baik, kalau saya memaksakan diri takutnya saya malah mengacaukan tugas ini." jawab Bai Hu dengan suara tenang.
"Begitukah?" Fang Lin sedikit memiringkan kepala, "Tapi aku rasa itu bukanlah alasan yang sebenarnya."
Bai Hu menahan nafasnya, melihat senyuman yang ditunjukkan oleh Tuannya ia merasa ada sesuatu yang tidak beres.
"T-tuan... Apakan anda..." belum sempat Bai Hu menyelesaikan kata-katanya, Fang Lin langsung memotongnya, "Ketika aku berbicara dengan Diablo sebelumnya, aku sempat menceritakan rumor yang kau sebarkan tentangnya... Dan anehnya, aku merasa kalau dia menjadi marah saat mendengar itu. Apa kau tau alasannya?"
Deg.
Jantung Bai Hu seakan berhenti sesaat ketika mendengar ucapan Tuannya, ia menjadi salah tingkah dan kepalanya sedikit menunduk ke bawah, "Mati aku..." gumam Bai Hu tanpa sadar.
"Hehehehe... Sepertinya rumor itu palsu, ya." Fang Lin terkekeh pelan dan membuat beberapa orang di sana terkejut, "Pergi saja, aku sudah mengingatkan dia untuk tidak membunuhmu." ucap Fang Lin dengan nada mengejek.
Jantung Bai Hu langsung berdebar kencang mendengarnya, kepalanya semakin menunduk ke bawah dan kemudian ia menghela nafas pasrah, "Baik, Tuan." jawabnya lemas.
Fang Lin tersenyum lebar melihat raut wajah Bai Hu, bayangan yang ada di bawah kakinya kemudian menyebar ke arah empat bawahan di depannya, "Aku mengirim beberapa pasukan bayangan ke dalam bayangan kalian, aku yakin mereka bisa membantu." ucap Fang Lin, lalu bertanya, "Omong-omong, apa kalian tau koordinat Alam Iblis?"
Yang Jian dan yang lainnya langsung menggeleng tidak tau ketika mendengar itu. Fang Lin sendiri hanya diam, dan tidak lama setelahnya ingatan asing muncul di dalam pikiran mereka berempat.
"Sekarang sudah tau, bukan?" tanya Fang Lin memastikan, dan mereka menganggukkan kepala cepat.
"Kalau begitu, kami izin pamit terlebih dahulu, Tuan." Fei Yulan menundukkan badannya dan diikuti oleh tiga orang di sampingnya.
Fang Lin hanya mengiyakan saja dan di detik selanjutnya mereka berempat menghilang dalam sekejap dari pandangannya.
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.