
Fang Lin membuka matanya dan mendapati langit-langit berwarna putih, ia bangun lalu mengedarkan pandangannya.
"Apakah ini mimpi lagi?" Fang Lin bertanya-tanya ketika mengetahui dirinya berada di kekosongan tanpa batas.
"Mimpi apa yang kau maksud?" Tiba-tiba saja Shinwa muncul di depannya.
Fang Lin bangkit berdiri ketika melihat kemunculannya lalu menggelengkan kepalanya pelan, "Tidak ada. Aku hanya memimpikan hal yang tidak penting saja." Jawabnya santap.
Shinwa mengangguk ketika mendengar, "Kalau begitu, persiapkan dirimu... Kau akan menyerap Kepingan Esensi Semesta untuk melakukan penerobosan."
Fang Lin mengerutkan alisnya ketika mendengar itu, "Esensi semesta? Apa maksudmu?" Tanyanya penasaran.
"Esensi Semesta tidak lain adalah Energi Murni Semesta. Jika kau menyerapnya, kau akan naik tingkat dalam sekejap dan setelah itu kau dapat menggunakan Energi Semesta." Jawab Shinwa menjelaskan lalu menimpalinya, "Kau tau bukan, apa itu Energi Semesta?"
"Ya, aku tau. Yue pernah menjelaskannya kepadaku." Jawab Fang Lin santai.
"Yue? Siapa yang kau maksud?" Tanya Shinwa penasaran, setaunya informasi tentang Energi Semesta tidak ada yang mengetahuinya bahkan seorang Dewa sekalipun.
Fang Lin mengangkat alisnya, "Memangnya kau tidak mengenal dia?" Fang Lin tidak menjawab, melainkan melontarkan sebuah pertanyaan
Shinwa menggelengkan kepalanya "Aku tidak mengenal sosok yang bernama Yue. Ah... Tunggu, apakah yang kau maksud adal-." Ucapan Shinwa tiba-tiba saja terhenti.
"Adalah???" Fang Lin mengangkat kedua alisnya dan meminta Shinwa untuk melanjutkan perkataannya.
"Tidak jadi, seperti aku salah orang." Shinwa berkata lalu menjentikkan jarinya.
Klik.
Dalam sekejap muncul pecahan-pecahan Energi berwarna hijau tua di sekitar Fang Lin.
"Itu adalah pecahan Energi Semesta, kau hanya perlu menyerap semuanya." Shinwa kembali berkata dan di detik selanjutnya dia menghilang.
Fang Lin yang menyaksikan tingkah aneh Shinwa hanya diam, "Dia mengalihkan pembicaraan, sepertinya dia menyembunyikan sesuatu." Fang Lin membatin dan kemudian duduk bersila.
Fang Lin menarik nafasnya dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan, ia memejamkan matanya dan dalam sekejap aura putih keluar dari tubuhnya.
.........
3 Tahun Kemudian.
Pecahan terakhir yang mengandung Energi Semesta Murni berhasil Fang Lin serap, ia membuka matanya perlahan dan senyum tipis terukir jelas di wajahnya.
Aura putih keemasan yang keluar dari tubuhnya perlahan meredup. Fang Lin menghela nafas panjang lalu kembali berdiri.
"Dewa Tahta Level 2..." Ucap Fang Lin dengan nada senang.
Sesaat setelah mengatakan hal tersebut, tiba-tiba muncul sosok pria tampan berjubah merah gelap di depannya.
Meskipun Fang Lin baru pertama kali melihatnya, tetapi ia tau kalau dia adalah Shinwa, sosok Petir Semesta.
"Kau berhasil..." Shinwa berkata sembari tersenyum.
__ADS_1
Fang Lin ikut tersenyum dan membalas, "Terima kasih, ini semua juga berkata dirimu..."
Shinwa tertawa pelan mendengarnya, "Aku hanya membantumu saja... Sisanya kau yang berusaha."
"Aku ingin menanyakan sesuatu. Apakah sosok Malapetaka Petir yang lainnya memiliki kesadaran tersendiri sepertimu?" Tanya Fang Lin penasaran.
Shinwa menganggukkan kepalanya, "Tidak semua, tetapi kebanyakan iya..." Jawab Shinwa cepat.
Fang Lin mengangguk paham mendengarnya, "Pantas saja..." Gumam Fang Lin pelan.
"Memangnya ada apa?" Tanya Shinwa.
"Tidak ada, aku hanya sekedar bertanya saja..." Jawab Fang Lin cepat lalu menimpalinya, "Apakah aku sudah bisa pergi dari sini?" Timpalnya bertanya.
Shinwa menganggukkan kepalanya pelan, "Kau dapat melakukannya... Aku disini hanya mengucapkan perpisahan saja." Jawab Shinwa santai.
Fang Lin hanya menganggukkan kepalanya pelan ketika mendengar itu, "Kalau begitu aku pergi dulu, sampai jumpa!" Fang Lin langsung menghilang dari sana usai mengatakan hal tersebut.
Shinwa tersenyum lembut dan berkata dengan suara pelan, "Saya berani bertaruh, kalau dia akan menjadi Absolute Universe tidak lama lagi."
Yue yang berada di sebelahnya tersenyum tipis, "Tidak perlu bertaruh karena itu adalah suatu hal yang pasti." Balas Yue santai.
Shinwa tertawa pelan mendengarnya, "Dia sepertinya melupakan pedangnya, saya menyimpannya saat dia pingsan." Shinwa melambaikan tangannya dan memunculkan sebuah pedang putih yang memiliki desain mewah, pedang Raja Surgawi.
Yue langsung mengambil pedang tersebut dan berkata, "Terima kasih sudah mengambilnya."
Shinwa menganggukkan kepalanya pelan ketika mendengar itu, "Saya akan pergi dari sini, apakah anda ingin tetap disini?"
Di detik selanjutnya Shinwa juga menghilang dari sana. Beberapa saat setelah kepergiannya, kekosongan tersebut hancur berkeping-keping.
***
Dunia Abyss, Padang Rumput Tanpa Ujung.
Fang Lin muncul di atas langit, beberapa saat kemudian Yue muncul di hadapannya.
Yue menundukkan badannya lalu berkata dengan suara lantang, "Selamat tuan! Anda telah naik tingkat ke Dewa Tahta..."
Fang Lin tersenyum, "Terima kasih. Aku mencapai semua ini berkatmu." Ucap Fang Lin sembari mengelus kepala Yue.
Yue sendiri menegakkan kembali badannya dengan pipi yang mengembung, "Jangan pernah berkata seperti itu lagi tuan! Anda menjadi lebih kuat, itu semua berkat bakat dan usaha anda! Yue hanya membantu saja!" Yue berkata dengan raut wajah kesal.
Fang Lin sedikit terkejut ketika melihat Yue kesal, ia tersenyum tipis lalu mengacak-acak rambut wanita cantik di depannya, "Baiklah, baiklah. Aku paham..." Ucap Fang Lin sambil tertawa pelan.
Yue tidak meronta ketika tuannya melakukan itu, malahan raut wajahnya memerah karena merasa sedikit malu.
Melihat raut wajah Yue yang memerah, Fang Lin semakin yakin kalau wanita cantik di depannya menyukai dirinya.
"Yue... Bolehkah aku bertanya sesuatu?" Tanya Fang Lin ketika sudah berhenti mengacak-acak rambut Yue.
Yue sendiri langsung menatap tuannya dan menjawab, "Silahkan saja, tuan. Apakah ada sesuatu yang serius?"
__ADS_1
"Apakah kau menyukaiku?" Tanya Fang Lin tanpa basa-basi.
Yue sedikit melebarkan matanya ketika mendengar itu, "Hmph! Tentu saja tidak!" Yue membuang mukanya saat menjawabnya.
"Kau yakin? Aku benar-benar serius sekarang..." Fang Lin bertanya memastikan.
"Tentu saja! Aku seribu persen yakin!" Jawab Yue cepat.
Note: Yahahaha ditolak.
Fang Lin menghela nafas panjang lalu berkata, "Maafkan aku karena telah menanyakan hal bodoh. Apakah kau ingin masuk ke dalam Dunia Jiwa? Aku akan pergi ke Alam Dewa sekarang..."
"Ya, saya ingin tetapi sebelum itu, saya ingin mengembalikan pedang anda." Yue berkata sembari melambaikan tangannya ke samping.
Seketika pedang Raja Surgawi muncul di tangannya.
Fang Lin yang melihat pedang Raja Surgawi sedikit terkejut, ia langsung mengambilnya ketika Yue mengulurkan tangan untuk membiarkan pedang tersebut.
"Terima kasih..." Fang Lin tersenyum tipis dan hanya diangguki oleh Yue.
Suasana menjadi sedikit canggung dan Fang Lin tanpa banyak bicara langsung memindahkan Yue ke Dunia Jiwanya.
Setelah itu, Fang Lin menyimpan pedang Raja Surgawi di inventory lalu mempersiapkan dirinya untuk pertarungan seperti mengonsumsi pil.
Usai mempersiapkan diri, Fang Lin langsung menghilang dari sama dalam sekejap.
Bersambung....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
Numpang Promosi Novel! Mulai Update Januari Nanti!
Novel: Legenda Raja Kultivator.
Keabadian? Bukanlah Tujuan Utamaku.
Kekayaan dan Kekuasaan? Itu juga bukan tujuanku.
Tujuanku yang sebenarnya adalah Kekuatan!
Menjadi yang terkuat hingga dijuluki Raja Kultivator adalah suatu kepuasan bagi seorang kultivator bernama Xiao Chen.
Namun kekuatannya yang sekarang bagaikan semut yang bahkan tidak pantas dipandang oleh kultivator-kultivator kuat dari berbagai macam Dunia.
Hingga akhirnya dia tersadar setelah kematian menghampirinya.
Xiao Chen bertekad dalam hatinya untuk menjadi yang terkuat dan melampaui semua orang, namun untuk menjadi apa yang diinginkannya tidaklah mudah.
Banyak jalan berduri dan lautan darah yang harus dilewatinya!
Akankah Xiao Chen berhasil melewati itu semua? Dan menjadi yang terkuat di Alam Semesta?
__ADS_1