
"Guru?..." Lirih Xiao Chen saat melihat Ju Lao Zi yang sedang bertarung dengan Fang Lin.
Ju Lao Zi sendiri hanya melirik Xiao Chen sesaat dan memberi tanda padanya untuk memulihkan diri. Sedangkan Xiao Chen yang mengetahui itu cepat-cepat memulihkan luka miliknya dan menelan pil yang dapat meningkatkan kekuatannya.
"Kau sangat kuat anak muda...." Ju Lao Zi mengatakan itu di sela-sela pertarungan, Ia yakin kalau sosok yang dilawannya sekarang masih menyembunyikan sebagian besar kekuatannya.
Fang Lin sendiri hanya mendengus pelan ketika mendengar itu, raut wajahnya semakin serius dan ia meningkatkan kecepatan serta kekuatan tebasannya.
"Kakek tua ini bahkan lebih berbahaya dari Xiao Chen..." Batin Fang Lin saat melihat permainan tombak milik Ju Lao Zi yang begitu hebat.
Di sisi lain, Xiao Chen selesai dengan persiapannya dan ia langsung melesat ke arah Fang Lin dengan kecepatan cahaya.
Mereka berdua menyerang Fang Lin secara bersamaan dengan kekuatan dan kecepatan yang luar biasa.
Fang Lin diam-diam berdecak kesal dan ia mengeluarkan aura naga serta aura membunuhnya.
Whooooshhh!
Xiao Chen dan Ju Lao Zi terkejut ketika melihat aura yang dikeluarkan Fang Lin, serangan mereka melambat karena aura naga yang dikeluarkan Fang Lin memberatkan tubuh mereka.
Menyadari gerakan mereka melambat, Fang Lin tidak tinggal diam dan ia mulai mengeksekusi jurus-jurus miliknya, tidak hanya itu saja ia juga membuat zirah yang terbuat dari elemen es suci di seluruh tubuhnya agar serangan mereka yang dilontarkan kepadanya tidak dapat melukainya.
Berhari-hari mereka bertarung dan keringat mulai membasahi tubuh Xiao Chen serta Ju Lao Zi, mereka berdua sudah mengeluarkan jurus masing-masing akan tetapi mereka tidak dapat menembus zirah es yang dikenakan Fang Lin.
"Apakah zirah itu terbuat dari elemen es biasa? Kenapa begitu kuat?!" Ju Lao Zi bergumam dengan nada terkejut sekaligus marah, Ia mulai sedikit frustasi karena tidak dapat menembus zirah es tersebut.
"Tidak guru... Itu bukan elemen bisa. Qi semesta yang kumiliki saja tidak dapat menembus es miliknya.." Ucap Xiao Chen yang tidak sengaja mendengar gurunya bergumam.
Mata Ju Lao Zi melebar ketika mendengar itu, Ia tidak bisa menahan rasa terkejutnya ketika mengetahui elemen es milik Fang Lin memiliki eksistensi lebih tinggi dari Qi semesta.
__ADS_1
"T-idak mungkin..." Ju Lao Zi bergumam dengan nada tidak percaya, Ia menatap Fang Lin yang sedang menahan serangan mereka berdua dan menelepati Xiao Chen.
"Pergilah... Dan bawa semua orang yang kau bisa untuk pergi dari sini"
Mendapat telepati dari gurunya membuat Xiao Chen terkejut, "Apa maksud guru?! Kita akan pergi begitu saja setelah orang itu membunuh banyak orang-orang ku?!" Xiao Chen tidak bisa menahan rasa kesalnya, Ia tidak percaya gurunya yang memiliki sifat pantang menyerah itu menyuruh dirinya untuk mundur.
"Kau tidak paham... Kita tidak akan bisa menang melawan orang ini mau selama apapun kita bertarung"
Xiao Chen terdiam ketika mendengar itu, Ia sangat paham dengan itu akan tetapi ia tidak dapat menerima kalau dirinya harus kabur dari peperangan ini, terlebih lagi sudah banyak korban yang berjatuhan.
"Aku tidak bisa guru... Aku tidak akan mundur meskipun aku kalah di peperangan ini"
"Apakah kau sudah gila?!! Jangan biarkan ego mu menguasai dirimu! Jika kau melanjutkan peperangan ini, secara tidak langsung kau telah membunuh orang-orang mu dan juga keluarga mu!"
"A-aku..." Xiao Chen tidak dapat berkata-kata lagi ketika mendengar itu.
"Domain Wilayah: Penjara Es Suci..." Ucap Fang Lin dan seketika sebuah ruangan es tercipta.
Xiao Chen dan Ju Lao Zi terkejut ketika domain tersebut tercipta, mereka menghentikan serangan mereka dan dengan segera mundur menjauh.
"Apakah domain ini terbuat dari elemen es yang tidak dapat dihancurkan itu?" Xiao Chen bertanya dengan pelan dan rasa takut mulai menyelimuti dirinya.
"Kemungkinan besar iya..." Jawab Ju Lao Zi dengan nada serius.
Fang Lin sendiri yang melihat mereka berbicara satu sama lain langsung menjentikkan jarinya.
Klik.
Sriiingggg.
__ADS_1
Seketika puluhan rantai es muncul dari berbagai arah lalu mengikat kaki serta tangan Xiao Chen dan Ju Lao Zi, mereka berdua tidak dapat bereaksi sama sekali karena rantai es tersebut datang dan mengikat mereka dengan kecepatan luar biasa.
"BAJINGAN KAU FANG LIN!!! Lepaskan ikatan ini sekarang juga!!" Xiao Chen berteriak sesaat setelah rantai es tersebut mengikat dirinya.
Sedangkan Ju Lao Zi hanya bisa pasrah ketika dirinya sudah terikat dengan rantai es itu, Ia seratus persen yakin kalau Xiao Chen dan dirinya akan mati di tangan Fang Lin.
Mendengar teriakan Xiao Chen membuat Fang Lin tertawa pelan, "Hahaha... Apakah kau tidak menyangka kalau kau akan berakhir seperti ini?" Fang Lin bertanya dengan nada sinis.
Xiao Chen mengumpat terus-menerus dan mencoba untuk membebaskan dirinya, akan tetapi mau sekeras apapun usahanya ia masih tidak bisa melepaskan ikatan rantai es tersebut.
"Percuma saja... Kau tidak akan lepas dari rantai es iti..." Ucap Fang Lin saat melihat Xiao Chen berusaha keras untuk menghancurkan rantai es itu, "Bagaimana kalau kita membuat sesi pertanyaan? Jika kau dan kakek itu dapat menjawab pertanyaan yang ku berikan, aku akan melepaskan pengikut kalian" Timpal Fang Lin memberi penawaran.
Sebenarnya Fang Lin tidak ingin repot repot melakukan ini dan ingin langsung membunuh mereka berdua, tetapi entah kenapa mata dewa miliknya tidak dapat melihat ingatan Xiao Chen dan juga Ju Lao Zi.
Mendengar itu Xiao Chen yang sedang mengumpat langsung terdiam, Ia mengerutkan alisnya dan berkata, "Apakah kau mencoba untuk menipuku?! Berhentilah! Itu tidak akan berguna!" Xiao Chen berpikir kalau Fang Lin ingin menipunya dengan tawaran seperti itu.
"Kenapa kau sebegitu tidak percayanya padaku? Apakah aku memiliki tampang penipu? Lagipula aku tidak memiliki niatan untuk membantai seluruh pengikut mu" Fang Lin berkata dengan nada serius.
Xiao Chen kembali terdiam ketika mendengarnya, selang beberapa waktu ia menoleh ke arah gurunya dan menatapnya seakan meminta pendapat kakek tua itu.
Ju Lao Zi yang mengerti akan tatapan Xiao Chen langsung menatap ke arah Fang Lin, Ia menyipitkan matanya dan menghela nafas pendek, "Terima penawarannya... Meskipun aku sedikit ragu dengan orang itu akan tetapi kita tidak mempunyai pilihan lain" Ucap Ju Lao Zi menjelaskan.
Mendengar itu Xiao Chen berdecak pelan, situasinya sekarang membuat ia tidak bisa menolak penawaran Fang Lin, "Baiklah... Aku terima penawaran mu. Namun jika kau berbohong, aku bersumpah akan membunuh dan mencincang mu hingga bagian terkecil" Xiao Chen mengatakan ini dengan aura membunuh yang merembes keluar dari tubuhnya.
Fang Lin tersenyum tipis dan tanpa basa-basi ia mulai melontarkan pertanyaannya kepada mereka berdua.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1