
Setelah Xiao Chen masuk ke dalam bayangannya, Fang Lin langsung menghilangkan Domain Es miliknya.
Fang Lin kemudian mengedarkan kesadarannya ke seluruh wilayah Xiao Chen dan mendapati kedua kubu yang masih bertempur, "Akan ku akhiri perang ini sekarang juga..." Gumam Fang Lin pelan.
"Hentikan peperangan ini... Aku Fang Lin sudah membunuh raja kalian, Xiao Chen." Fang Lin berkata dengan suara pelan namun suaranya menggema di seluruh wilayah Xiao Chen.
Sesaat setelah mengatakan itu, Para pasukan bayangannya yang ada di seluruh penjuru wilayah langsung menghilang dan membuat kubu Xiao Chen terkejut sekaligus bingung.
"Raja sudah kalah?! B-agaimana mungkin?!!" Salah seorang pria yang berada di ranah Dewa tidak bisa menahan rasa terkejutnya.
Tidak hanya dia saja yang bereaksi seperti itu, akan tetapi seluruh orang yang berada di kubu Xiao Chen merasa tidak percaya dengan apa yang mereka dengar barusan.
Rasa takut, gelisah dan khawatir perlahan muncul di hati para kubu Xiao Chen, hampir 40 persen orang-orang yang ada di sana merasa frustasi dan berpikir kalau mereka akan mati di tempat ini.
"Kalian tidak perlu takut... Aku tidak akan membunuh kalian melainkan memberikan pilihan yang tentu akan mengubah hidup kalian di masa depan." Ucap Fang Lin dengan nada tenang, sebelum ia mengatakan pilihan yang dimaksud, Ia akan memberitahu perjanjian antara dirinya dengan Xiao Chen.
Hanya butuh waktu kurang dari 1 menit untuk Fang Lin menjelaskannya, di dalam kesadarannya ia dapat melihat orang-orang yang berasal dari kubu Xiao Chen saat ini saling berselisih satu sama lain.
Sebagian dari mereka ingin tetap berperang dan membalaskan dendam kematian raja mereka. Sedangkan sebagian lainnya memilih untuk berpindah haluan ke kubu Fang Lin.
Mereka yang berpindah haluan kebanyakan takut dengan kematian, mereka tidak memiliki kesetiaan sama sekali dan hanya memihak kepada yang kuat saja. Namun tidak semua orang yang berpindah haluan tidak memiliki kesetiaan dan takut akan kematian, hanya saja mereka sudah memahami kenapa raja mereka membuat perjanjian semacam itu.
Fang Lin yang melihat mereka terus berselisih langsung menghela nafas panjang, "Xiao Chen, keluarlah..." Ucap Fang Lin dan seketika sebuah bayangan muncul dihadapannya sembari berlutut.
"Xiao Chen menghadap ke Shadow God."
"Berdirilah..." Fang Lin berkata dan kemudian menjentikkan jarinya.
Klik.
Seketika ribuan kaca es muncul di atas langit seluruh wilayah Xiao Chen, di kaca es tersebut memperlihatkan seorang pria tampan yang mengenakan zirah es dan sesosok bayangan yang memiliki tinggi sekitar 2,5 meter.
__ADS_1
"Hentikan perselisihan kalian... Biarkan raja kalian yang mengumumkannya sendiri." Ucap Fang Lin pelan namun suaranya dapat terdengar ke seluruh penjuru arah wilayah Xiao Chen.
"Raja? Apa maksudnya? Bukankah barusan dia mengatakan kalau raja sudah mati? "
"Apakah dia telah berbohong pada kita?"
"Tidak mungkin... Jika raja belum mati pasti dia akan mengumumkan kalau apa yang dikatakan orang itu sebelumnya adalah kebohongan."
"Tunggu... Makhluk bayangan yang berada di sebelah orang itu mirip seperti raja."
"Itu bukan mirip lagi, tetapi dia adalah raja kita, Xiao Chen!"
Daratan tiba-tiba saja bergemuruh diakibatkan suara orang-orang yang berasal dari kubu Xiao Chen, mereka semua tidak bisa untuk tidak terkejut ketika mengetahui kalau makhluk bayangan yang berada di sebelah pria berzirah es itu memiliki rupa yang mirip dengan raja mereka.
Di sisi lain, Fang Lin yang melihat mereka semakin gaduh hanya diam dan melirik ke arah Xiao Chen, "Katakan apa yang ingin kau katakan... Aku akan menunggumu hingga selesai." Ucap Fang Lin dengan nada tenang.
"Baik tuan..." Xiao Chen menganggukkan kepalanya ketika menjawab itu.
Xiao Chen kemudian menatap kaca besar yang terbuat dari es di depannya lalu tersenyum, "Aku adalah Xiao Chen, raja kalian sebelumnya." Ucap Xiao Chen lalu menimpalinya, "Seperti yang kalian tau kalau aku sudah kalah di pertarungan terakhir ku saat masih menjadi manusia, dan sebelum kematian menjemput ku... Aku telah membuat perjanjian dengan Fang Lin." Xiao Chen kemudian menjelaskan sekali lagi perjanjian yang telah ia buat dengan Fang Lin.
"Dua pilihan ada di tangan kalian. Pilihan pertama, Kalian kembali ke Alam Tanah Kultivator dan menjalani kehidupan kultivator seperti biasanya. Atau pilihan yang kedua, menjadi salah satu bagian dari pasukan tuanku... Yaitu Fang Lin." Ucap Xiao Chen memberikan dua pilihan kepada mereka.
Semua orang yang berasal dari kubu Xiao Chen langsung terdiam dan memikirkan jalan yang akan mereka pilih, suasana menjadi hening dan tak ada suara sedikitpun kecuali suara angin.
"Di pilihan yang pertama, Kalian bisa menentukan hidup kalian tanpa dibatasi oleh seseorang. Sedangkan pilihan yang kedua, hidup kalian akan dipenuhi dengan peraturan dan menjalankan pelatihan yang berat." Xiao Chen menjelaskannya dengan suara tenang.
"Meskipun begitu di pilihan yang kedua, Kalian akan mencapai puncak kultivasi jika kalian beruntung masih bisa hidup sampai saat itu tiba." Lanjut Xiao Chen menjelaskan.
Mendengar itu semua tentu membuat mereka semua bimbang, dan tak lama setelah itu seorang pria yang berada di ranah Spiritual God mengangkat tangannya, "Aku akan ikut... Meskipun mustahil bagiku untuk mencapai puncak kultivasi, namun aku tidak ingin menyia-nyiakan hidupku dengan bersantai tanpa melewati pertarungan yang menyenangkan." Ucap Spiritual God tersebut dengan nada lantang.
Orang-orang yang tidak jauh dari Spiritual God tersebut tentu terkejut mendengar alasannya.
__ADS_1
Xiao Chen sendiri yang mendengar itu langsung tersenyum tipis, "Tuan, haruskah kita membagi mereka menjadi dua barisan agar mempermudah kita di akhir nanti?" Xiao Chen bertanya dengan suara pelan.
"Ide bagus..." Jawab Fang Lin lalu menimpalinya, "Kalian yang ingin menjadi pasukan ku berdirilah di bagian barat, sedangkan kalian yang ingin kembali ke alam masing-masing berdirilah di bagian timur."
Usai mengatakan itu, semua orang langsung pergi ke wilayah yang mereka ingin tuju, banyak dari mereka yang pergi ke bagian barat dan banyak juga dari mereka yang pergi ke bagian timur.
Membutuhkan waktu beberapa hari untuk mereka pergi ke bagian barat dan timur, kini bagian utara dan selatan telah menjadi kosong dan hanya tersisa bangunan-bangunan saja.
Fang Lin yang melihat itu semua langsung tersenyum tipis, Ia kemudian menyuruh Xiao Chen kembali masuk ke dalam bayangannya lalu melesat pergi ke arah barat.
Sesampainya di bagian barat, Fang Lin dapat melihat puluhan juta orang yang kini sedang berdiri di daratan atau melayang di udara.
"Aku akan memasukkan kalian ke dalam dunia jiwaku... Namun sebelum itu aku akan membuat kontrak terlebih dahulu." Ucap Fang Lin dengan lantang dan mengeluarkan 4 bendera array yang memiliki warna berbeda-beda.
Apa yang baru saja dikatakan Fang Lin tentu membuat mereka keheranan, namun rasa heran mereka dengan cepat digantikan dengan rasa terkejut akan sesuatu.
"Jangan bilang kontrak tuan dan budak?!"
"Kemungkinan iya, memangnya apa lagi selain itu."
"Kenapa kau tidak terlihat panik?! bukankah kontrak itu tentu akan merugikan kita?"
"Merugikan? Hmm... Apa maksudmu kau jadi tidak bisa berkhianat jika suatu saat nanti ada seseorang yang lebih kuat dari tuan baru kita?"
"Jelas bukan!? Aku masih waras yang tidak ingin kehilangan nyawaku!"
"Hmph, sampah!"
Disaat semua orang sedang membicarakan hal tersebut, tiba-tiba saja sebuah penghalang biru tua seperti array muncul dari empat arah dan mulai menutupi mereka.
Tak butuh waktu lama untuk penghalang tersebut terbentuk sempurna dan kini mereka telah terkurung tanpa bisa melawan sedikitpun.
__ADS_1
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.