System Sang Immortal

System Sang Immortal
Invasi Peserta Turnamen Semesta II


__ADS_3

Setelah kehancuran domain Penjara Es Suci, Yun Shandes mencoba mengambil alih pertarungan. Dia tampak tersenyum, dan terus memprovokasi Fang Lin lewat pembicaraan.


"Sayang, jangan tanggapi dia."


Ketika Fang Lin hendak mengumpat marah pada Yun Shandes, Yue melarangnya dan membuat ia langsung mengurungkan niatnya itu.


"Aku mengerti, aku tidak akan membuat fokusku terbagi." Fang Lin yang sudah bisa menebak isi pikiran istrinya itu langsung membalas demikian.


"Bukan itu maksudku." ucap Yue, lalu segera melanjutinya, "Semakin banyak kamu menanggapi dia maka akan semakin mudah dia mengambil alih jiwamu."


"Huh...?" Fang Lin mengerutkan alisnya karena bingung.


"Aku baru menyadari sesuatu, setiap kamu menanggapi perkataannya akan ada beberapa hukum asing menempel di jiwamu. Sepertinya itu adalah cara yang dia gunakan untuk mengambil alih jiwa mereka." Yue menjelaskan dengan tenang, ia menyinggung ketiga Absolute yang jiwanya diambil alih oleh Yun Shandes.


"Begitukah? Apakah aku bisa membersihkan hukum asing tersebut dari Jiwaku?" tanya Fang Lin penasaran.


"Ya, kamu bisa gunakan Api Emas untuk membersihkannya." jawab Yue cepat.


Fang Lin mengangguk paham dan tidak berbicara lebih jauh lagi.


"Omong-omong, kenapa kamu tidak melakukan regenerasi ketika Domain mengalami kerusakan? Seharusnya dengan begitu, kamu mampu mengurungnya lebih lama dari sebelumnya." Yue tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, kejadian itu sedikit mengganjal dalam pikirannya.


"Aku sengaja, supaya dia berpikir kalau menghancurkan domainku bukanlah hal yang mustahil." Fang Lin menjawab dengan tenang.


"Lalu apa untungnya?" Yue masih tetap tidak mengerti.


"Agar dia berpikir kalau aku tidak bisa melakukan regenerasi pada domainku."


"Tapi, itu sedikit tidak masuk akal. Setiap Absolute setidaknya mampu melakukan hal sedasar itu pada dimensi pribadinya."


"Makanya aku akan membuat dia terjebak dalam pemikiran itu."


"Baiklah, anggap dia terjebak dalam pemikiran itu. Lalu, apa yang ingin kamu lakukan?"


"Aku akan berusaha membuka semua kartu yang dia punya, lalu setelah mengukur setiap celah yang dia miliki barulah aku menjebaknya di dalam domain bersamaan dengan komandan pasukan bayangan." Fang Lin memberitahu, dan kembali menjelaskan secara rinci.

__ADS_1


Yue mendengar dengan cermat apa yang suaminya itu rencanakan, lalu menganggukkan kepalanya paham.


Mencari tau semua kartu as yang dimiliki musuh, lalu mengurungnya di dalam domain bersamaan dengan makhluk bayangan di ranah Absolute dan membuatnya kelelahan dengan pertarungan tanpa henti.


"Itu rencana yang sempurna, meskipun belum tentu berakhir baik tapi presentase untuk berjalan sesuai rencana cukup tinggi." Yue bergumam pelan, "Baiklah, aku mengerti. Maaf jika membuat fokusmu terganggu."


"Itu tidak masalah..." Fang Lin memutuskan telepatinya, lalu menciptakan kembali domain Penjara Es Sucinya.


"Lagi...?" Yun Shandes menyeringai tipis, lalu memainkan cambuknya dengan cepat.


Mereka berdua terus bertukar serangan yang menghasilkan dampak luar biasa pada sekitarnya, setiap kali domain Penjara Es Suci hancur maka Fang Lin akan terus membuat ulang kembali.


Sementara itu, komandan pasukan bayangan dan para klon Fang Lin mulai mendominasi pertempuran di Dunia Abyss. Meskipun jumlah musuh beberapa kali lipat lebih banyak, namun masing-masing dari mereka mempunyai keabadian dan regenerasi yang di luar akal sehat.


46 Absolute yang berada di pihak Yun Shandes merasa kalau pertarungan semacam ini sia-sia saja, mereka tidak akan menang kalau sumber kekuatannya belum hilang.


Beberapa dari mereka menghubungi Yun Shandes dan membicarakan masalah ini padanya, sementara pemuda tampan itu mencari solusi di tengah-tengah pertarungannya.


"Satu-satunya cara adalah mengalahkan dia, tapi ini akan sulit. Apalagi, dia sudah mulai tidak menanggapi provokasiku..." Yun Shandes sebenarnya cukup bingung karena lawannya menjadi pendiam, "Apa dia sudah mengetahui syarat teknik 'Mencuri Jiwa Dewa'? Tapi, itu tidak mungkin..."


Fang Lin bisa melihat sedikit kekhawatiran di wajah lawannya, tapi ia tidak bereaksi sama sekali karena enggan menimbulkan kecurigaan yang tak perlu.


"Dia belum mengeluarkan kartunya sejauh ini, apa dia masih merasa cukup percaya diri?" Fang Lin bertanya-tanya dalam hati.


Tidak lama setelah Fang Lin memikirkan hal itu, Yun Shandes mengeluarkan gada emas setinggi dua meter.


Yun Shandes memegang gada emas tersebut dan pada saat yang bersamaan cambuknya menghilang menjadi prismatik cahaya.


Setelah dipegang oleh Yun Shandes, gada emas itu mengeluarkan cahaya emas yang begitu terang. Di detik selanjutnya, siluet manusia raksasa muncul di belakang pemuda itu sembari memegang senjata yang sama persis tetapi dalam bentuk energi semesta murni.


Fang Lin bisa merasakan perasaan yang sama ketika menyaksikan transformasi Kaisar Dewa, aura yang keluar dari siluet tersebut begitu agung seolah siluet itu adalah Dewa dari segala Dewa.


Whooosh!


Siluet itu mulai bergerak seolah mempunyai kesadaran tersendiri, dia melesat maju dan melancarkan serangan yang kekuatannya setara dengan Yun Shandes.

__ADS_1


Di sisi lain, Yun Shandes mengeluarkan beberapa Artefak dan dia dengan segera mengaktifkannya.


Mulai dari Pagoda yang mengeluarkan Laser Pembunuh mematikan, portal yang mengeluarkan beberapa monster di ranah Absolute sampai ilusi dan racun di tingkat Semesta.


"Heboh sekali..." Fang Lin diam-diam tersenyum pahit, beberapa tetes keringat muncul di wajahnya, "Baiklah, aku juga tidak mau kalah."


Meskipun Fang Lin hampir menguras sebagian besar energi yang berada dalam dantiannya, tetapi ia sama sekali tidak ragu mengeluarkan jurus-jurus terkuat miliknya.


Paus Biru Pelahap Semesta, Busur Delapan Elemen, Api Plasma, Lubang Hitam Pemusnah dan kelima bentuk dari segel Ashura.


Fang Lin mengeksekusi semua jurus itu pada waktu yang bersamaan, gerbang portal raksasa muncul di belakangnya dan tidak lama setelah itu keluar satu sosok bertangan enam.


Sosok itu adalah Raja Ashura, dia adalah Absolute yang bahkan Yue sendiri mengakui dan memuji kekuatannya.


"Sudah lama kau tidak memanggilku, ini adalah kali kedua setelah pertama kali kau mencoba menarik perhatianku." raja Ashura berkata dengan tenang sambil melihat pertarungan yang sedang dilakukan oleh Fang Lin dan beberapa Absolute.


"Tuan Ashura, sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk mengobrol..." balas Fang Lin cepat, dia saat ini dalam posisi lumayan terpojok dan seringkali menerima serangan beruntun yang membuatnya terluka parah.


"Aku keluar karena melihat situasinya cukup genting dan menarik, apa aku harus mulai ikut campur?" tanya Raja Ashura sambil memunculkan beberapa senjata di beberapa tangannya.


"Aku mohon, Tuan Ashura!" Fang Lin menjawab, dan sesaat setelah itu dia terlempar jauh ke belakang karena menerima secara langsung Laser Pembunuh yang dikeluarkan oleh Artefak Pagoda.


"Baiklah..." raja Ashura tersenyum tipis, tiba-tiba saja dia menghilang dari tempatnya lalu kembali muncul di hadapan monster-monster dan siluet yang menggenggam gada emas.


Mereka mematung sejenak dengan kemunculan raja Ashura.


"Sudah lumayan lama aku tidak bertarung, kuharap kalian mampu menghiburku." raja Ashura tersenyum tipis, lalu mulai melancarkan serangan menggunakan keenam tangannya itu.


Yun Shandes sedikit melebarkan matanya, ia langsung mengetahui kalau sosok itu adalah Absolute terkuat di dalam domain ini.


"Tsk, ternyata dia punya kartu as semacam ini." Yun Shandes berdecak kesal, lalu melakukan teleportasi untuk melewati raja Ashura dan menghampiri Fang Lin yang sudah berhasil memulihkan diri.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2