System Sang Immortal

System Sang Immortal
Mengembalikan Ingatan Hu Jiazhen


__ADS_3

Diablo langsung diam usai dirinya menceritakan kejadian sebelumnya kepada tuannya.


"Ayah, ibu dan Shui Ru... Aku berjanji akan menghidupkan kalian kembali." Gumam Fang Lin dengan raut wajah sedih.


Fang Lin menghela nafas panjang dan bertanya, "Yue, apakah kau tau kemana mereka bertiga dipindahkan?"


[Maksud tuan Qiao Yu, Xue Hua dan Shui Ru?]


"Ya..." Fang Lin mengangguk ketika menjawab itu.


[Saya tidak tau tuan... Karena artefak kalung itu meneleportasikan pengguna ke tempat yang acak.]


"Apakah mereka masih berada di semesta ini?" Fang Lin kembali bertanya dengan nada penasaran.


[Ya tuan. Mereka masih ada di semesta ini, meskipun mereka teleportasi ke tempat yang berbeda-beda namun mereka dipastikan aman]


Mendengar itu Fang Lin diam-diam tersenyum tipis, Ia merasa bersyukur karena dirinya telah menghadiahkan Qiao Yu, Xue Hua dan Mue Lian sebuah kalung pelindung, namun di sisi lain ia merasa sedih karena lupa memberikan orang tuanya serta Shui Ru artefak yang dapat melindungi mereka.


"Para boneka bayanganku... Kemari lah." Fang Lin berkata dan beberapa detik kemudian ratusan bayangan muncul di hadapannya.


Jumlah bayangan terus bertambah hingga akhirnya 1.000 boneka bayangan kini telah berlutut dihadapannya.


Melihat mereka semua sudah berkumpul Fang Lin langsung menoleh ke arah Diablo yang tidak jauh darinya, matanya berubah menjadi keemasan dan seketika seluruh ingatan iblis itu terlihat oleh dirinya.


Di sisi lain, Diablo hanya diam ketika tuannya menatap dirinya, Ia tentu tau kalau saat ini tuannya sedang melihat ingatan miliknya.


Fang Lin sendiri memejamkan matanya usai melihat ingatan Diablo tetang kejadian sebelumnya, "Xu Yuan... Wajahmu tertera jelas diingatan ku" Fang Lin kembali bergumam kemudian ia melambaikan tangannya ke samping.


Seketika sebuah buku lusuh yang hanya memiliki cover hitam polos muncul ditangan kiri Fang Lin, dan beberapa saat kemudian muncul seorang pria bertudung hitam dengan sabit yang mengeluarkan aura kematian.


"Ada apa tuan?" Tanya pria bertudung itu dengan nada datar.


"Bisakah kau membunuhnya?" Fang Lin mengatakan ini usai dirinya menulis nama Xu Yuan di lembaran buku itu.


Pria bertudung tersebut terdiam sesaat sebelum menggelengkan kepalanya pelan, "Maaf tuan... Saya tidak dapat melakukannya, dia adalah seorang Dewa. Aku tidak dapat membunuh orang-orang yang memiliki eksistensi sama atau lebih dari diriku..." Pria bertudung menjelaskan.


Fang Lin menghela nafas kecewa ketika mendengar itu dan ia menyimpan kembali buku catatan kematian ke dalam inventorynya dan disaat yang bersamaan pria bertudung didekatnya langsung menghilang tanpa jejak.


"Kalian semua... Carilah markas Xu Yuan, jangan ada yang menghubungiku sampai salah satu dari kalian menemukannya." Fang Lin memberi perintah kepada boneka bayangan.


"Baik tuan..." Para boneka bayangan langsung menghilang setelah menjawab perintah dari tuannya.

__ADS_1


Melihat kepergian mereka Fang Lin langsung menoleh ke arah Diablo, "Ayo kita ke kapal terbang." Ucap Fang Lin dan langsung terbang pergi dari sana tanpa menunggu jawaban Diablo.


Diablo sendiri langsung mengangguk patuh dan ia mengikuti tuannya dari belakang.


Sesampainya di kapal terbang Star Universe, Fang Lin dan Diablo langsung berjalan masuk ke dalam kapal terbang tersebut.


Di dalam, Fang Lin dapat melihat ribuan orang yang kini sedang menatapnya dengan tatapan yang berbeda-beda, mereka sudah mengetahui kondisi di luar sana.


"Kalian semua... Kita akan pindah dari dunia ini dan mencari keberadaan ketiga calon istriku, aku juga akan menciptakan wilayah di beberapa alam tinggi. Angkat tangan jika ada sesuatu yang ingin kalian tanya." Fang Lin berkata dengan suara yang tenang.


Mereka semua saling menatap satu sama lain hingga akhirnya Yang Jian mengangkat tangannya, "Tuan. Bisakah saya mengetahui apa yang terjadi?" Yang Jian tidak dapat menahan rasa penasarannya.


Para bawahan inti yang lain menghela nafas pendek ketika mendengar itu, mereka berpikir kalau Yang Jian tidak dapat menilai suasana hati seseorang. Sedangkan Fang Lin yang mendapatkan pertanyaan langsung terdiam.


Beberapa saat kemudian, Fang Lin mulai menjelaskan apa yang terjadi, Ia memberitahu kepada mereka kalau Raja Kegelapan yang telah meluluhlantakkan kota Fang dan juga area sekitarnya.


Semua orang yang ada di sana hanya bisa menahan nafas ketika mendengar seluruh penjelasan tuannya, mereka juga begitu marah dengan orang yang bernama Xu Yuan ini.


Bai Hu yang ikut mendengarkan juga tidak bisa untuk tidak marah, bahkan sedikit aura membunuhnya keluar dari tubuhnya ketika mendengar nama 'Raja Kegelapan'.


"Orang itu... Berani sekali dia membunuh keluarga tuan." Rasa benci Bai Hu kepada Raja Kegelapan semakin meningkat.


Di sisi lain, Fang Lin yang melihat reaksi Bai Hu hanya diam, "Karena tidak ada yang ingin bertanya, aku akan pergi." Ucap Fang Lin lalu pergi dari sana setelah berdiam diri beberapa menit.


"Hmm? Apa?" Tanya Fang Lin dengan alis terangkat.


Bai Hu tidak menjawab melainkan melambaikan tangannya.


Seekor Naga Hitam yang memiliki ukuran kurang dari 10 kilometer muncul dan tergeletak lemas di lantai kapal terbang, "Hu Jiazhen... Ingatannya telah diubah, apakah tuan dapat mengembalikan ingatannya yang dulu?" Bai Hu bertanya dengan nada penuh harap.


Mata Fang Lin sedikit melebar ketika melihat Hu Jiazhen tergeletak di lantai, karena banyak sekali masalah yang menimpanya sampai membuat dirinya lupa dengan Naga Hitam itu.


Fang Lin tanpa banyak bicara langsung memeriksa keadaan Naga Hitam tersebut, Ia kemudian menyembuhkannya dengan Api Putih lalu memejamkan mata untuk melihat seluruh ingatan Hu Jiazhen.


Alisnya mengerut ketika dirinya sama sekali tidak mendapati ingatan terdahulu Hu Jiazhen, "Sepertinya ingatan yang dia miliki telah dihapus secara permanen..." Ucap Fang Lin dengan nada pelan dan membuat raut wajah Bai Hu menjadi sedih.


"Xiao Chen..." Panggil Fang Lin dan dalam sekejap sosok bayangan muncul dihadapannya sembari berlutut.


"Xiao Chen menghadap Shadow God."


"Apakah kau yang menghapus ingatan Naga Hitam ini secara permanen?" Fang Lin tanpa basa-basi bertanya sembari menunjuk ke arah Hu Jiazhen

__ADS_1


Xiao Chen sendiri langsung menoleh ke arah Naga Hitam dan ia langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Haha... Maafkan saya tuan. Saya menghapus ingatannya karena dia selalu mengamuk ketika ada kesempatan." Xiao Chen tertawa hambar ketika menjawab pertanyaan tuannya.


Bai Hu langsung menatap tidak senang Xiao Chen, sedangkan Fang Lin menghela nafas panjang, "Lalu apakah kau bisa mengembalikan ingatannya?" Fang Lin kembali bertanya.


"Hehehe... Tentu saja tuan. Saya sempat membaca seluruh ingatan miliknya untuk mendapatkan informasi anda dan tentu ingatan tersebut masih tersimpan jelas di otak saya." Xiao Chen terkekeh pelan ketika menjawabnya.


Fang Lin tersenyum dan memberi perintah, "Kalau begitu kirim ingatannya kembali."


"Baik tuan!" Xiao Chen langsung berjalan mendekati kepala Hu Jiazhen lalu menyentuh dahi dari Naga Hitam itu menggunakan satu tangannya.


Tangan Xiao Chen mengeluarkan cahaya putih dan beberapa saat kemudian cahaya tersebut meredup.


"Saya sudah melakukannya tuan!" Xiao Chen mengatakan ini saat sudah menghadap ke arah Fang Lin.


"Bagus, kalau begitu kau tunggulah disini bersama Bai Hu. Cek kondisi Hu Jiazhen jika dia sudah siuman dari pingsannya." Ucap Fang Lin lalu pergi dari sana tanpa menunggu jawaban dari mereka berdua.


Xiao Chen sendiri menganggukkan kepalanya patuh lalu menoleh ke arah Bai Hu, Ia mendekati pria berjubah putih itu kemudian meminta maaf atas tindakannya di masa lalu.


Bai Hu sedikit terkejut ketika mendengarnya dan ia langsung tersenyum, "Aku menerima permintaan maaf mu" Bai Hu langsung memaafkan Xiao Chen, karena menurutnya tidak perlu menyimpan dendam diantara mereka berdua selama mereka masih berada di pihak yang sama.


Di sisi lain, Fang Lin berjalan ke arah ruang pengendali kapal dan tepat dibelakangnya terdapat Diablo yang mengikuti layaknya pengawal.


Saat sudah berada di depan pintu masuk ruang pengendali kapal Fang Lin langsung berbalik dan menatap Diablo, "Berhenti mengikuti ku dan berjaga saja disini." Fang Lin mengatakan ini dengan suara yang tenang.


"Baik tuan... Sesuai keinginan anda." Diablo menundukkan badannya sembari menaruh tangannya di dada.


Fang Lin hanya diam dan memasuki ruang pengendali kapal.


"Yue, Alam tinggi mana yang menurutmu tepat dijadikan salah satu wilayah ku?"


[Hmm... Alam Para Monster Dewa. Mungkin Alam itu akan cocok dijadikan tempat sebagai wilayah anda, tetapi perlu tuan ketahui kalau tempat itu dikuasai monster-monster yang tidak biasa dan juga kuat.


Rumor mengatakan kalau salah satu dari binatang primordial menempati alam itu.]


Mendengar itu dari Yue membuat Fang Lin cukup tertarik, "Baiklah... Kirimkan aku koordinat alam itu." Ucap Fang Lin menyetujui saran Yue dan seketika ingatan asing muncul di kepalanya.


Fang Lin dengan segera mengalirkan Qi ke kapal terbang Star Universe lalu menciptakan portal dimensi menuju Alam Para Monster Dewa.


Portal dimensi berwarna biru tua muncul tepat di depan kapal terbangnya. Fang Lin sendiri yang melihat itu tanpa basa-basi langsung menjalankan kapal terbangnya dan memasuki portal dimensi itu.


Bersambung...

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2