
Ratusan ribu kultivator tersebut langsung mengambil berbagai jenis sumber daya di daratan dengan rakus, mereka tidak menyadari keberadaan Fang Lin dan juga Guard Emperor.
"Siapa orang-orang ini...?" Fang Lin bergumam kecil, nadanya terdengar penasaran.
Sementara Guard Emperor mendongakkan kepalanya dan menemukan beberapa orang yang terakhir keluar dari lingkaran kuno tersebut, masing-masing dari mereka mempunyai basis kultivasi Supreme Being tingkat rendah sampai tinggi.
"Sepertinya mereka yang memimpin ratusan ribu kultivator ini." ucap Guard Emperor pada Fang Lin, lalu melakukan teleportasi ke hadapan para Supreme Being tersebut.
Fang Lin sedikit terkejut ketika melihat Guard Emperor pergi ke hadapan mereka, mau tak mau dirinya melakukan hal yang serupa dan melayang di samping anak kecil itu.
Delapan Supreme Being yang melihat kemunculan mereka berdua langsung memasang ekspresi terkejut sekaligus waspada.
"Siapa kalian?!" tanya seorang Supreme Being di tingkat menengah.
"Namaku adalah Ming Qaoshi, gelarku adalah Guard Emperor sekaligus orang yang memimpin dunia Xiangu." Guard Emperor tanpa ragu memberitahukan identitasnya, lalu menunjuk ke arah pemuda di sebelahnya, "Dan dia adalah temanku, Fang Lin."
"Guard Emperor?"
Seseorang yang berada di tingkat tinggi langsung melayang maju, dia adalah seorang wanita cantik bertubuh seksi yang mengenakan gaun cukup minim.
"Namaku adalah Xie Xian, aku adalah salah satu Tetua dari sekte Bintang Abadi." perempuan seksi tersebut menangkupkan tangannya sembari sedikit membungkukkan badan.
"Sekte Bintang Abadi, ya?" Ming Qaoshi mengangguk beberapa kali, ia mengetahui sekte tersebut karena mereka sempat punya hubungan selama beberapa waktu di masa lalu, "Bisakah kau memberitahu nama dari tempat ini?"
"Hm?" Xie Xian sedikit mengangkat alisnya sebelum menjawab bahwa mereka sekarang berada di Alam 7 Harta Surgawi, Dunia Hanggu.
"Bukankah Dunia Hanggu sedang dalam kondisi perang? Apakah itu sudah berakhir?" tanya Ming Qaoshi penasaran.
"Begitulah, sekte kami yang menjadi pemenangnya." jawab Xie Xian sembari tersenyum kecil.
Fang Lin yang mendengar percakapan di antara mereka berdua sedikit memahami situasi Dunia Hanggu, kemungkinan besar perang yang terjadi di sana dipicu oleh kehadiran Alam ini.
Walaupun begitu, Fang Lin tidak bisa menyimpulkan kalau apa yang sedang dipikirkannya saat ini adalah kebenaran.
"Omong-omong, bagaimana bisa anda berada di sini? Setauku, akses untuk masuk dan keluar dari Alam ini hanya ada satu saja." tanya Xie Xian menyelidik, tentu saja dia merasa curiga karena Alam yang telah mereka ambil alih terdapat orang lain.
__ADS_1
Ming Qaoshi langsung memberitahu alasan mengapa dirinya dan Fang Lin bisa berada di sini.
Mendengar penjelasan yang diberikan oleh Ming Qaoshi sukses membuat alis Xie Xian dan Supreme Being di sana mengerut.
"Portal hitam...?" mata Xie Xian kali ini mengarah ke Fang Lin, lalu bertanya, "Teman Dao, apakah aku bisa memeriksa ingatanmu saat pertama kali menemukan portal hitam itu?"
Fang Lin mengangguk kecil, tidak ada salahnya untuk memberikan ingatan tersebut padanya. Ia kemudian mengirim sejumlah ingatan saat dirinya menemukan portal hitam itu kepada Xie Xian dan juga Ming Qaoshi.
Meskipun Guard Emperor tidak memintanya tetapi Fang Lin memberikan ingatan miliknya tersebut.
Guard Emperor tidak memberikan reaksi sementara alis Xie Xian semakin mengerut setelah memeriksa ingatan asing yang baru saja diberikan oleh Fang Lin.
"Daratan itu, tempat apa?" tanya Xie Xian penasaran.
Sebelum Fang Lin sempat menjawabnya, Ming Qaoshi yang terlebih dahulu melakukannya.
"Itu adalah dimensi milikku, alasanku bersamanya karena aku sedang berusaha menyelidiki portal hitam tersebut."
Xie Xian yang mendengarnya mengangguk kecil, kemudian melakukan telepati pada kelima Supreme Being bersamanya.
"Sepertinya portal tersebut mengirim objek ke tempat acak." ucap Xie Xian menyimpulkan.
Ming Qaoshi mengangguk setuju ketika mendengar itu, Fang Lin juga memikirkan hal yang sama.
"Kalau begitu, tolong bawa kami keluar dari sini, nona Xie." ucap Ming Qaoshi.
Xie Xian langsung mengiyakannya, kemudian dia membawa mereka keluar dari sana menggunakan kalung teleportasi yang dibuat khusus untuk Alam ini.
Sesaat setelah mereka bertiga muncul di Dunia Hanggu, belasan Supreme Being langsung datang dengan sangat cepat dan satu di antara mereka berada di tingkat Puncak.
"Qaoshi...?" seorang kakek tua melayang maju ketika mengucapkan itu.
"Ling Mo, kita bertemu kembali setelah sekian lama." Ming Qaoshi tersenyum hangat.
"Tunggu, apa yang sedang kau lakukan di sini? Kenapa anakku bersamamu?" tanya kakek tua bernama Ling Mo tersebut.
__ADS_1
"Hm? Lebih baik anakmu saja yang menjelaskan situasinya..." ucap Ming Qaoshi tenang.
Sementara itu, Xie Xian langsung mendekati kakek tua yang tidak lain adalah ayahnya sendiri, kemudian menjelaskan situasinya lebih lanjut.
Alis Ling Mo berubah-ubah ketika mendengar penjelasan dari anaknya, matanya melirik ke arah Fang Lin dan mulai memahami situasinya.
"Sepertinya peristiwa ini baru terjadi pertama kali." Ling Mo memberikan pendapatnya.
"Aku setuju, karena itu aku akan menyelidiki situasinya lebih jauh lewat bawahanku. Kalau mau, kita bisa bertukar informasi mengenai masalah ini di masa depan nanti..." ucap Ming Qaoshi sembari mengangguk kecil.
Ling Mo tidak menolaknya, ia ingin menyelesaikan masalah ini secepat mungkin karena tidak ingin ada orang lain lagi yang nyasar di Alam 7 Harta Surgawi dan mencuri sumber daya milik sektenya.
"Kalau begitu, kami pamit terlebih dahulu." Ming Qaoshi tidak berniat lama-lama di tempat ini, ia menangkupkan tangannya ketika mengucapkan itu.
Fang Lin yang sedari tadi diam juga melakukan hal serupa.
Ling Mo dan Xie Xian juga menangkupkan tangan mereka, kemudian kakek tua itu berkata, "Kuharap kita bisa bekerja sama dengan baik dalam menyelesaikan masalah ini."
"Ya, aku juga berharap demikian." balas Ming Qaoshi cepat, kemudian dia bersama Fang Lin menghilang dari sana dalam sekejap.
"Sedari tadi kau menatap pemuda itu secara khusus, ada apa?" tanya Ling Mo sembari menoleh ke arah putrinya.
"Dia tampan dan termasuk ke dalam tipeku." jawab Xie Xian tanpa mengelak.
Ling Mo langsung terbatuk pelan, ia sedikit tak menyangka putrinya akan menjawab demikian. Sudah cukup lama Xie Xian tidak melirik pria dan berbicara seperti itu.
"Apakah kau mau ayah bantu dalam mengenalkannya? Siapa tau saja kalian berjodoh..." Ling Mo.menawarkan, menurutnya basis kultivasi pemuda itu tidaklah buruk.
"Tidak, aku belum mau mengenalnya lebih dalam." Xie Xian menggelengkan kepalanya pelan, "Aku kembali dulu, permisi Ayah."
Tanpa menunggu balasan ayahnya, Xie Xian langsung pergi dari sana dalam sekejap. Ling Mo sendiri menghela nafasnya, lalu memerintahkan para Supreme Being yang ada di sana untuk menyelidiki portal hitam itu.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1