
Dian Qi saat ini sedang memikirkan tentang kedepan-nya, "Dantian keabadian milik Wei'er kini sudah hilang, Jadi perjanjian Alam Agung dengan Alam Sembilan Surga akan di batalkan" Batin Dian Qi lalu menimpali-nya dengan cepat, "Tetapi aku tidak tau resiko yang di dapatkan Alam Agung karena telah membatalkan perjanjian itu" Timpal Dian Qi membatin.
"Harus-kah aku berbohong kepada para utusan itu? Tetapi bagaimana jika ketahuan?" Batin Dian Qi bertanya-tanya.
Dian Qi terus memutar otak-nya untuk menyelesaikan masalah ini, Namun mau dipikir-kan berapa kali-pun ia masih belum mendapatkan jalan keluar untuk masalah ini.
"Haahh... Apa yang harus ku-lakukan" Gumam Dian Qi dengan nada frustasi.
Dian Wu yang melihat ayah-nya begitu frustasi hanya bisa diam, Ia kemudian melihat ke arah Dian Wei dan tersenyum kecut, "Kau sejak dulu memang suka sekali membuat masalah, Meskipun begitu aku dan ayah selalu saja memaafkan kesalahan-mu" Gumam Dian Wu saat melihat adik-nya yang masih terbaring lemas di atas meja.
Saat memerhatikan adik-nya, Dian Wu sedikit mengerut-kan alis-nya ketika melihat sebuah benda yang terselip di mulut Dian Wei, "Eh? Apa itu?" Tanya Dian Wu dengan nada penasaran sambil berdiri dari duduk-nya.
Dian Qi sendiri yang mengetahui anak-nya berdiri sedikit keheranan, Namun ia tidak menghiraukan hal itu dan masih memejamkan mata-nya.
Dian Wu berjalan ke arah Dian Wei dan mengambil sebuah benda yang terselip di mulut-nya, Ia sedikit mengangkat alis-nya ketika mengetahui kalau benda tersebut adalah sepucuk kertas lipat kecil yang di segel oleh Qi.
"Ayah... Ini... Ada sebuah kertas yang terselip di mulut adik" Ucap Dian Wu sambil menoleh ke arah ayah-nya.
Dian Qi yang mendengar itu langsung membuka mata-nya, Ia langsung menegak-kan badan-nya dan menatap ke arah Dian Wu, "Kertas? Bisa kau berikan itu?" Pinta Dian Qi sembari mengulurkan tangan kanan-nya.
Dian Wu hanya mengangguk-kan kepala-nya patuh dan dengan segera memberikan sepucuk surat tersebut ke ayah-nya.
Dian Qi mengerut-kan alis-nya ketika mengetahui kalau sepucuk kertas tersebut di segel oleh Qi yang kuat, "Orang yang memberikan kertas ini, Dia sengaja melemahkan segel-nya agar aku dapat membuka-nya" Gumam Dian Qi berdecak pelan.
Dian Qi dengan segera membuka segel tersebut secara paksa dan membuat ledakan energi kecil di sekitar-nya.
~Booom~
__ADS_1
Di saat ledakan itu terjadi, Qi yang menyegel kertas ini juga ikut menghilang. Dian Qi yang melihat segel itu menghilang langsung membuka kertas yang terlipat itu tanpa ragu.
Dian Qi membaca kertas tersebut dengan teliti dan raut wajah-nya berubah-ubah setiap membaca isi dari kalimat yang ada di kertas tersebut.
Di sisi lain, Dian Wu yang melihat ayah-nya sedang membaca kertas tersebut dengan berbagai macam ekspresi langsung berjalan mendekati ayah-nya, Ia menghentikan langkah-nya disaat ia sudah berada di belakang ayah-nya.
Dian Wu mulai membaca kertas tersebut dan beberapa saat kemudian beberapa kerutan muncul di alis-nya, "Siapa dia?" Gumam Dian Wu dengan nada penasaran.
'Siapapun yang menemukan kertas ini, Aku yakin kau memiliki hubungan dekat dengan orang itu. Aku menyelipkan kertas ini karena ingin membuat sebuah penawaran pada pihak Alam Agung.'
'Penawaran-nya adalah aku akan membantu masalah apapun yang kalian miliki selama 3x, Namun sebagai ganti-nya aku ingin seluruh Artefak, Senjata dan Kitab tingkat Dewa milik Alam Agung di berikan pada-ku.'
'Jika kau tertarik, Kau dapat pergi ke daratan Huimu di arah selatan. Oh ya, Perlu kalian ketahui kalau peperangan ini sama sekali tidak menguntungkan Alam Agung dan juga seluruh Artefak, Senjata dan Kitab milik Alam 100 Pelangi sudah ku-rebut"
Itu adalah isi dari surat yang Dian Qi dan Dian Wu baca saat ini, Mereka berdua kini sedang berada di posisi terkejut sekaligus tidak percaya.
"Apa-apaan orang ini?! Dia memberikan penawaran yang tidak masuk akal" Ucap Dian Wu dengan nada marah.
Di sisi lain, Dian Qi hanya terdiam mendengar ucapan anak-nya, Ia saat ini sedang berpikir mengenai keaslian kertas yang ia baca sebelum-nya, "Sungguh berlebihan jika memberikan-nya seluruh barang tingkat Dewa, Tetapi apakah dia benar-benar bisa menyelesaikan masalah kita saat ini?" Tanya Dian Qi dengan nada penasaran.
Mendengar itu tentu membuat Dian Wu terkejut, "Ayah! Kau tidak berpikir akan menerima penawaran itu bukan? Bagaimana mungkin ayah bisa percaya dengan bualan orang yang menulis surat ini?" Ucap Dian Wu dengan nada yang sedikit tinggi.
Dian Qi yang mendengar-nya langsung melirik ke arah anak-nya itu, Ia terdiam sesaat sebelum menghela nafas panjang, "Haah... Kau ini bodoh atau apa? Kau pikir isi dari surat ini hanya bualan saja? Kalau begitu bisa kau jelaskan kultivator mana yang bisa mengambil dantian Dian Wei hanya dalam beberapa bulan saja?" Tanya Dian Qi dengan nada sinis.
Perlu diketahui, Mengambil dantian milik Kultivator adalah hal yang tabu, Dan itu melanggar peraturan yang di tetapkan Alam Tinggi. Tetapi peraturan itu tidak dihiraukan oleh orang yang menganut aliran iblis, Mereka yang berasal dari aliran sana bisa mengambil dantian orang lain secara paksa, Namun proses untuk melakukan itu harus dilakukan selama bertahun-tahun.
Dian Wu yang mendapati pertanyaan dari ayah-nya langsung terdiam, Ia sama sekali tidak bisa menjawab-nya karena memang ia tidak pernah bertemu dengan orang yang bisa melakukan proses perebutan dantian hanya dalam kurun waktu beberapa bulan saja.
__ADS_1
"Masalah yang kita hadapi ini menyangkut masa depan Alam Agung, Aku tidak bisa untuk tidak menghiraukan surat ini" Lanjut Dian Qi dengan nada serius.
Dian Wu hanya bisa mengangguk-kan kepala-nya pasrah, Ia juga baru menyadari kalau orang misterius itu bisa mengambil Dantian Dian Wei hanya dalam beberapa bulan saja, Terlebih lagi Dantian milik adik-nya itu spesial.
Melihat anak-nya terdiam membuat Dian Qi menggelengkan kepala-nya pelan, "Bawa para petinggi Alam Agung kemari, Sisa-kan beberapa saja untuk mengawasi para pasukan yang sedang melesat ke alam 100 Pelangi" Ucap Dian Qi memerintah.
"Baik ayah..." Jawab Dian Wu cepat dan tanpa basa-basi pergi dari sana.
Dian Qi yang melihat kepergian anak-nya hanya diam, Ia kembali memejamkan mata-nya dan menyusun kata-kata untuk rapat yang di adakan-nya nanti.
***
Di Dunia Abyss, Istana Xiao Chen.
Saat ini Xiao Chen sedang berkultivasi di singgasana-nya, Posisi-nya sekarang bukan-lah bermeditasi melainkan duduk, "Ada apa guru? Jarang sekali kau ingin bertemu dengan-ku" Ucap Xiao Chen sambil membuka mata-nya.
"Hohoho, Apakah kau tidak rindu dengan guru-mu ini?" Tanya seorang kakek tua berjubah emas sambil berjalan ke arah Xiao Chen dari kegelapan.
Xiao Chen yang mendengar-nya langsung menggelengkan kepala-nya pelan, "Tidak sama sekali" Jawab Xiao Chen sambil tersenyum tipis.
Pria berjubah emas itu hanya berdecak pelan ketika mendengar jawaban murid-nya itu, Ia berjalan mendekati Xiao Chen dan duduk di kursi singgasana sebelah murid-nya itu, "Bagaimana pengendalian-mu terhadap Qi semesta? Apakah sudah berkembang?" Tanya pria berjubah emas itu dengan nada penasaran.
Xiao Chen langsung mengangguk-kan kepala-nya dan berkata, "Jika di presentasekan mungkin sekitar 70%?" Jawab Xiao Chen sedikit ragu.
"Hmm... Bagus-lah. Kalau begitu, Aku disini mau menyampa-" Ucapan kakek tua tersebut terhenti ketika seseorang muncul tiba-tiba di depan Xiao Chen.
"Xiao Meng menghadap Raja dan Tuan Ju Lao Zi..." Ucap Xiao Meng sambil berlutut.
__ADS_1
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.