System Sang Immortal

System Sang Immortal
Lian Qianchen


__ADS_3

Setelah Diablo pergi dari sana, ia bergerak menuju ke arah Selatan. Alasannya adalah, ia merasakan fluktuasi energi yang begitu besar berkumpul di saja-- sepertinya ada beberapa orang kuat yang sedang bertarung.


Hanya dalam beberapa menit saja, Diablo berhasil sampai ke tempat yang dirinya maksud. Dalam jarak pandangannya saat ini, ia melihat beberapa domain jurus yang sedang diaktifkan.


Di tengah-tengah domain itu terdapat seseorang yang sedang melawan Dua Iblis yang menurut Diablo cukup kuat.


"Perempuan dari ras Xana lagi?" Diablo sedikit mengangkat alisnya, "Tapi... Dia kuat. Berbeda dengan mereka yang kuselamatkan sebelumnya."


Diablo menyaksikan pertarungan itu selama beberapa waktu, dan ia mulai bergerak ketika perempuan tersebut benar-benar terpojok.


Kedatangan Diablo secara tiba-tiba mengejutkan Dua iblis yang sedang melawan perempuan dari ras Xana itu, keduanya langsung mengambil jarak saat merasakan keberadaan Diablo yang tidak mengenakkan.


"Siapa kau?" perempuan dari ras Xana itu menyipitkan mata, melihat punggung Diablo yang tepat berada di hadapannya.


"Aku Fang Dia, salah seorang dari Aliansi Istana Iblis." jawab Diablo cepat.


Perempuan itu mengerutkan alisnya, ia sedikit mengetahui informasi tentang sosok yang bernama 'Fang Dia', "Dilihat dari ciri-cirinya, dia sepertinya tidak berbohong." pikirnya dengan raut wajah serius, "Namaku Lian Qianchen, aku mengenalmu. Kau dikenal sebagai seorang Manusia kuat yang selalu membantu kelompok dari pihak yang sama."

__ADS_1


"Ya, begitulah." Diablo hanya menanggapi singkat, lalu melanjuti, "Lebih baik kau berhenti berbicara, aku akan membunuh dua Iblis ini."


Sebelum Diablo ingin melakukan sesuatu, Lian Qianchen memegang pundaknya, "Apa kau meremehkanku karena seorang wanita?" nadanya terdengar tidak senang.


Diablo menoleh ke samping tetapi matanya melirik ke arah perempuan bergaun merah di belakangnya, "Aku tidak meremehkanmu, aku bisa membunuh mereka berdua dengan cepat. Jadi, lepaskan tanganmu."


Lian Qianchen mendengus kesal sebelum menarik Diablo ke belakang secara kasar, "Pergilah, aku tidak membutuhkan bantuanmu. Meskipun kau bisa membunuh mereka berdua dan aku tidak, tapi tetap saja aku tidak sudi dibantu oleh seorang Pria." ucap Lian Qianchen dingin.


Melihat tingkah Lian Qianchen membuat Diablo tak habis pikir, padahal ia berniat membantunya lantas kenapa dirinya diperlakukan secara kasar?


"Apakah kau tidak punya telinga? Pergi sebelum aku menyerangmu juga." Lian Qianchen memberikan sorot mata tajam saat mengatakan itu.


Lian Qianchen mendengus kesal sekali lagi, "Apanya yang menyesal? Hmph!"


Pertempuran Lian Qianchen dengan dua iblis itu kembali berlanjut, area yang berada dalam jangkauan ratusan kilometer menjadi berantakan akibat dampak dari serangan mereka bertiga.


....

__ADS_1


Beberapa jam berlalu.


Nafas Lian Qianchen sudah memburu, banyak luka di sekujur tubuhnya dan energi spiritualnya sudah tidak tersisa banyak. Ia sudah tidak bisa memulihkan diri lagi karena itu memerlukan energi yang cukup banyak.


Sedangkan kondisi dari kedua Iblis itu bisa dibilang cukup baik, walaupun tidak ada luka di tubuh mereka tetapi Qi mereka sudah terkuras cukup banyak.


"Gawat. Aku benar-benar bisa mati di sini..." gumam Lian Qianchen kesal, sesaat ia mulai menyesali tindakannya yang menolak bantuan dari Diablo-- tetapi kepalanya langsung menggeleng cepat, "Tidak, kenapa juga aku harus menyesal? Walaupun dia bisa membantuku, tetapi sangat memalukan mendapatkan bantuan dari seorang Pria."


Lian Qianchen memegang kedua belatinya dengan erat, air mulai menyelimuti tubuhnya dan membentuk sebuah armor dengan desain mewah.


Whooosh!


Dalam sekejap mata, Lian Qianchen sudah berada di dekat kedua Iblis itu dan ia langsung menyerang keduanya dengan kekuatan penuh.


Dua Iblis yang diserang oleh Lian Qianchen langsung menciptakan jarak masing-masing, lalu mulai mencari celah untuk menyerang perempuan bergaun merah itu.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2