
Fang Lin melihat ke kiri dan kanan, Diri-nya dapat melihat banyak sekali penjara besi disekitar-nya dan saling bertumpukan, "Mereka mengumpulkan budak sebanyak ini?" Gumam Fang Lin sedikit terkejut. Tentu Fang Lin bereaksi seperti ini karena dia baru memasuki pasar budak pertama kali-nya.
Bahkan di kehidupan sebelum-nya Fang Lin tidak pernah sekalipun menginjak pasar budak, Bukan karena apa tetapi dirinya takut jika dia akan melakukan sesuatu yang tidak dia rencanakan sebelum-nya seperti membebaskan para budak dan membunuh para penjual budak.
Dulu di kehidupan sebelum-nya Fang Lin bisa dibilang hanyalah Kultivator pengecut, Ia tidak akan melakukan sesuatu hal yang beresiko meskipun dirinya tau kalau orang tersebut membutuhkan pertolongan.
Meskipun sifatnya saat ini masih sama, Tetapi dirinya akan sebisa mungkin untuk menolong orang lain jika orang tersebut membutuhkan pertolongan.
Memikiran itu Fang Lin hanya menggelengkan kepala-nya pelan, "Memang seharusnya aku membeli mereka" Ucap Fang Lin sudah memutuskan tekad-nya dengan bulat.
Setidaknya Fang Lin akan membuat mereka setia kepada-nya dan menjadikan mereka warga Kota Fang sekaligus prajurit Kota Fang. Setelah memutuskan-nya Fang Lin memutuskan untuk mencari pria besar sebelum-nya menggunakan kesadaran-nya.
~Whooshhh~
Fang Lin dapat melihat kalau pria besar tadi sedang mengumpulkan beberapa anak kecil dengan cara cukup kasar, Ia langsung menarik kesadaran-nya dan menghampiri pria besar tersebut.
.....
Di tempat lain.
Manajer Jun kini sedang mengumpulkan semua budak anak kecil yang ada ditempat-nya bersama dengan beberapa bawahan-nya.
Budak anak kecil yang mengetahui kalau mereka sedang di kumpulkan menjadi terheran dan beberapa dari mereka bahkan ada yang menangis karena takut.
Melihat beberapa budak anak kecil menangis membuat Manajer Jun marah, "Hey! Jangan menangis, Bangs*t" Teriak kesal Manajer Jun.
Namun bukan-nya diam mereka malah menangis lebih kencang dan membuat Manajer Jun semakin marah, Ia mengepalkan tangan-nya ke atas dan langsung mengarahkan ke arah satu anak yang menangis.
"Hentikan" Sebuah suara yang sedikit Familiar terdengar di telinga Manajer Jun dan membuat dirinya menghentikan pukulan-nya, Ia lalu menengok ke arah sumber suara tersebut dan mendapati pria bertopeng hitam sang pembeli tersayang-nya.
__ADS_1
Manajer Jun langsung tersenyum lebar ketika melihat Fang Lin, Ia menyembunyikan tangan-nya yang hendak memukul anak kecil tadi dan langsung menghampiri-nya dengan cara berlari kecil.
"Ah tuan... Anda disini, Apakah ada sesuatu yang inginkan?" Tanya Manajer Jun dengan nada ramah.
Fang Lin melirik ke arah kumpulan anak kecil itu dan menghela nafas-nya pelan, "Maafkan aku" Ucap Fang Lin pelan.
Manajer Jun sedikit menaik-kan alisnya ketika mendengar itu, "Apa maksud anda tu-" Tidak sempat melanjutkan kata-katanya tiba-tiba tubuh Manajer Jun langsung meledak bersamaan dengan para bawahan-nya yang berada didekat-nya.
Para budak anak kecil yang melihat tubuh pria besar itu tiba-tiba meledak langsung berteriak histeris sambil menangis, Sedangkan Fang Lin yang melihat mereka menangis semakin kencang hanya menggelengkan kepala-nya pelan.
Fang Lin mengangkat 1 jari lalu menaruh-nya di depan bibir sebagai tanda untuk tenang, "Shhh... Diam-lah..." Ucap Fang Lin pelan, Namun suara-nya kali ini sangat-lah tenang dan membuat seluruh budak anak kecil yang menangis menjadi terdiam.
Melihat mereka sudah berhenti menangis Fang Lin hanya tersenyum tipis, Ia lalu menggunakan Qi-nya untuk menyingkirkan genangan darah dan daging yang berada di lantai ke sebuah kotak kayu besar.
Para budak anak kecil yang melihat genangan darah dan potongan daging tersebut terbang dengan sendiri-nya ke kotak kayu langsung takjub.
"Mulai hari ini kalian bebas dari sini dan aku memberikan suatu pilihan untuk kalian" Ucap Fang Lin dan membuat para anak kecil tersebut menjadi gembira.
Di saat mereka sedang bergembira, Tiba-tiba satu anak dari para kumpulan budak mengangkat tangan kanan-nya, "Tuan... Sebelum-nya kami berterima kasih karena tuan telah membebaskan kami, Lalu bisakah saya mengetahui pilihan yang ingin tuan berikan?" Tanya seorang anak pria yang memiliki umur sekitar 13 tahun.
Fang Lin yang mendengar itu sedikit menaik-kan alisnya, "Hoo... Apakah dia benar seorang anak laki-laki berumur 13 tahun?" Gumam Fang Lin pelan dengan nada heran sekaligus tertarik.
[Tuan, Dia adalah seorang reinkarnator]
Mendengar jawaban tiba-tiba dari Yue membuat Fang Lin sedikit melebarkan matanya, "Haah... Akhir-akhir ini banyak sekali reinkarnator yang kutemukan" Batin Fang Lin menggelengkan kepala-nya sambil menghela nafas pelan.
Fang Lin lalu segera menjawab pertanyaan dari anak kecil tadi, "Tentu pilihan-nya tidak akan merugikan kalian. Kalian akan menjadi murid sekte-ku atau pergi dari sini dan memulai hidup baru" Ucap Fang Lin dan menbuat semua budak anak kecil terpaku pada-nya.
"Murid sekte? Apakah paman itu benar-benar punya sekte?"
__ADS_1
"Entahlah, Aku tidak tau juga"
"Hey kalian berhenti-lah berbisik-bisik, Nanti paman itu dapat mendengar kalian!"
Para budak anak kecil itu mulai bergemuruh dan saling berbicara satu sama lain, Mereka saat ini sedang mendiskusikan pilihan yang diberikan oleh Fang Lin.
Sedangkan Fang Lin yang melihat itu hanya tersenyum tipis, "Jika kalian sudah selesai memilih, Temui aku di pintu keluar" Ucap Fang Lin sambil berjalan menjauh dari para budak.
.....
Saat ini Fang Lin sedang berjalan keluar dan melihat beberapa bawahan Manajer Jun yang sedang melayani beberapa pembeli yang ingin membeli budak, Ia hanya menghiraukan hal tersebut dan terus berjalan.
Sesampainya didekat pintu keluar, Fang Lin membalik-kan badan dan menyebarkan kesadaran-nya, "Semoga kalian tenang disana" Gumam Fang Lin pelan lu memetik jari-nya.
~Klik~
Seketika seluruh bawahan manajer Jun dan pembeli yang ingin membeli budak langsung menjadi bongkahan es.
Di sisi lain, Para budak yang melihat hal itu langsung berteriak histeris, Mereka terkejut sekaligus takut ketika melihat para bawahan Manajer Jun dan pembeli budak menjadi bongkahan es.
Fang Lin yang mendengar teriakan mereka hanya menggelengkan kepalanya, "Berhenti-lah berteriak..." Ucap Fang Lin pelan namun terdengar hingga ke seluruh ruangan.
Para budak yang sebelum-nya berteriak kini menjadi diam ketika mendengar suara tersebut, Entah kenapa mereka harus menuruti suara misterius itu.
Fang Lin yang melihat mereka berhenti berteriak hanya tersenyum tipis, Ia kemudian menjelaskan tentang apa yang terjadi di sini.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1