System Sang Immortal

System Sang Immortal
Tipe Dantian


__ADS_3

Di Atas Langit area medan tempur.


Tiba-tiba saja seorang pria bertopeng hitam muncul di atas langit, Di tangan kanan pria bertopeng hitam itu terdapat seorang pria berjubah biru tua yang sedang pingsan.


"Sepertinya perang akan terjadi beberapa bulan lagi, Dan itu adalah waktu yang cukup untuk aku menyerap seluruh energi yang ada di dantian orang ini" Gumam Fang Lin lalu menjentik-kan jari-nya menggunakan tangan kiri.


~Klik~


Seketika sebuah meja panjang yang terbuat dari es muncul di langit dan melayang. Fang Lin sendiri yang melihat kemunculan meja es di depan-nya langsung mengangkat tangan kanan-nya yang sedang memegang Dian Wei.


Fang Lin langsung menaruh Dian Wei ke atas meja es di depan-nya, Ia kemudian mengarahkan tangan kanan-nya ke arah perut Dian Wei lalu memejamkan mata-nya.


~Whooooshhhh~


Dalam sekejap aura emas yang mengandung energi dewa langsung melapisi tangan kanan Fang Lin dan disaat yang bersamaan beberapa jenis energi keluar dari perut Dian Wei.


Energi-energi yang keluar dari perut Dian Wei langsung melesat masuk ke arah tubuh Fang Lin dan membuat area di sekitar mereka dipenuhi dengan energi milik Dian Wei.


......................


Butuh waktu 1 Bulan untuk Fang Lin menyerap seluruh energi yang ada di tubuh Dian Wei, "Haah... Akhirnya selesai juga" Ucap Fang Lin sembari menghela nafas panjang.


Fang Lin langsung membuat kursi es di dekat sana dan menduduki-nya, "Aku sudah menyerap seluruh energi-nya Yue, Lalu langkah apa lagi yang harus ku-lakukan?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.


Fang Lin sebenar-nya tidak tau cara merebut dantian seseorang, Ia saat ini hanya bisa mengikuti instruksi dari Yue saja.


[Setelah tuan menyerap-nya, Tuan hanya perlu mengambil dantian yang dimiliki orang itu dan setelah itu tuan harus memperbaiki kerusakan yang ada di dantian tersebut]


Fang Lin yang mendengar-nya langsung mengangguk-kan kepala-nya pelan, Ia lalu kembali berdiri dan kembali melapisi tangan kanan-nya dengan Qi Dewa.


Fang Lin dengan segera menusuk perut Dian Wei menggunakan tangan kanan-nya. Meskipun ia telah menusuk-nya akan tetapi perut Dian Wei sama sekali tidak terluka melainkan menembus-nya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Fang Lin kembali menarik tangan kanan-nya yang menusuk perut Dian Wei.


Di telapak tangan kanan Fang Lin terdapat sebuah bola berwarna biru gelap yang memiliki beberapa retakan.


"Baru pertama kali aku melihat wujud dari dantian seorang kultivator" Gumam Fang Lin pelan saat memegang bola biru gelap tersebut.


[Itu hanya wujud sementara saja tuan, Fakta-nya Dantian seorang kultivator itu tidak memilik bentuk]


Mendengar itu Fang Lin hanya diam, Ia mengangkat bola biru tersebut ke depan dan beberapa saat kemudian sebuah Api berwarna putih muncul di tangan kanan Fang Lin.


Api putih tersebut membakar bola biru gelap yang ada di tangan kanan Fang Lin dan perlahan retakan yang ada di bola tersebut menutup.


Fang Lin sendiri yang melihat-nya hanya diam, Ia membutuhkan waktu sekitar 10 Menit untuk memperbaiki retakan yang ada di dantian tersebut.


~Fuhhhhh~


Fang Lin menghela nafas panjang ketika bola dantian yang ada di tangan kanan-nya sudah di perbaiki, "Ku-pikir dantian ini akan menjadi sedikit lebih cerah jika sudah ku-perbaiki" Gumam Fang Lin pelan saat melihat kondisi warna dari Dantian tersebut sama seperti sebelum-nya.


[Tuan hanya perlu memejamkan mata selama 1 menit, Sisanya Yue akan mengurusnya]


Mendengar jawaban Yue, Fang Lin hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan, Ia dengan segera menutup matanya dan membiarkan Yue melakukan apa yang dia inginkan.


Tak terasa sudah 1 menit, Fang Lin dengan segera membuka matanya, Ia sedikit menaik-kan alis-nya ketika mengetahui kalau bola biru gelap sudah tidak ada di tangan-nya.


[Ding! Berhasil memasang Dantian Keabadian Tipe 3]


"Keabadian Tipe 3? Bisa kau jelaskan apa maksudnya Yue?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.


[Keabadian Tipe 3, Keabadian Regenerasi. Pemilik dari keabadian ini dapat dengan mudah meregenerasi luka-luka yang mematikan. Perlu diketahui juga kalau luka-luka yang dimiliki oleh pemilik membutuhkan energi yang cukup untuk beregenerasi]


Fang Lin yang mendengar hal itu langsung mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Kalau begitu, Sihir Immortal-ku yang satu-nya memiliki tipe apa?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.

__ADS_1


[Keabadian Tipe 4, Keabadian Reinkarnasi. Pemilik yang abadi karena setiap kali mati, Pemilik dapat hidup kembali di suatu tempat secara acak]


Fang Lin kembali mengangguk-kan kepala-nya paham ketika mendengar itu, Ia kemudian mengangkat tangan kiri-nya dan tak lama setelah itu muncul pedang energi.


~Slasshhhhh~


Fang Lin dengan segera menebas tangan kanan-nya dan membuat Yue terkejut.


[Tuan! Kau sudah gila ya?!]


Fang Lin sendiri yang mendengar-nya hanya tersenyum tipis, "Aku hanya ingin membuktikan apa yang kau katakan" Balas Fang Lin santai.


Yue yang mendengar-nya sama sekali tidak membalas ucapan tuan-nya, Ia paham kalau cara ini adalah yang paling cepat untuk membuktikan Keabadian milik tuan-nya.


Di sisi lain, Fang Lin yang mengetahui Yue tidak membalas perkataan-nya hanya diam, Ia saat ini sedang fokus melihat tangan kanan-nya yang sedang mengucurkan darah.


"Oh... Menarik" Ucap Fang Lin saat melihat tangan kanan-nya tumbuh kembali.


"Mungkin regenerasi-nya akan semakin cepat jika aku sudah terbiasa dengan keabadian ini" Timpal Fang Lin pelan sambil tersenyum puas. Ia sekarang sudah satu langkah lebih kuat dari sebelum-nya, Kini diri-nya semakin yakin untuk berperang melawan Xiao Chen di masa depan.


Fang Lin kemudian menghilangkan pedang energi di tangan kiri-nya lalu menatap ke arah meja es di depan-nya, "Orang ini sepertinya sedang sekarat, Terlebih lagi dantian-nya sudah ku-ambil" Ucap Fang Lin saat melihat seorang manusia dengan wujud yang kurus kering tanpa daging.


"Sebagai ucapan terima kasih-ku, Aku akan membiarkan-mu hidup lebih lama tanpa adanya dantian" Timpal Fang Lin dan mengangkat tangan kanan-nya ke arah Dian Wei.


Tak lama setelah mengangkat tangan kanan-nya, Muncul sebuah api putih di telapak tangan-nya. Api putih tersebut perlahan melayang mendekati Dian Wei dan membakar-nya.


Saat sampai ke tubuh Dian Wei, Api putih tersebut dengan cepat merembes ke seluruh tubuh Dian Wei dan di saat yang bersamaan tubuh-nya yang terluka perlahan pulih.


Fang Lin sendiri yang melihat api putih tersebut menyelimuti tubuh Dian Wei hanya diam, Ia memerhatikan-nya secara teliti karena takut ada kesalahan dalam proses-nya.


Bersambung...

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2