
Fang Lin yang melihat para budak diam langsung menjelaskan tentang dunia Abyss kepada mereka, Tidak lupa ia menceritakan tentang musuh-nya Xiao Chen dan peperangan yang nanti akan datang.
Usai menceritakan hal tersebut, Para budak mulai paham mengenai dunia Abyss, "Siapa yang membuat dunia Abyss, Raja? Dan kenapa Raja dipilih menjadi salah satu peserta semesta?" Tanya salah satu budak di barisan depan sambil mengangkat satu tangan-nya.
"Aku tidak tau kenapa aku dipilih, Tetapi kemungkinan aku dipilih karena aku memiliki bakat yang tinggi..." Jawab Fang Lin dengan nada tenang.
Mendengar itu, Budak yang barusan bertanya mengangguk-kan kepala-nya, Begitu juga dengan budak yang lain-nya.
Sedangkan Fang Lin yang melhat itu hanya diam, Ia kemudian membalik-kan badan-nya dan menatap ke arah Zu, "Dimana pria berjubah merah yang ku-bawa ke dunia ini?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.
"Dia berada di salah satu rumah es yang tuan buat, Saya mengikatnya menggunakan Qi agar dia tidak dapat kabur..." Jawab Zu cepat.
Mendengar itu Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Kalau begitu antarkan aku ke tempat-nya..." Ucap Fang Lin lalu menimpali-nya, "Dan untuk kalian, Pergi ke berbagai arah lalu umumkan kepada para budak di dunia ini, Kalau kalian adalah pelatih tambahan yang diperintahkan oleh diriku..." Timpal Fang Lin sambil melirik para bayangan Inti.
"Baik Tuan!" Jawab mereka secara serempak.
"Ayo pergi, Zu" Ucap Fang Lin sambil melayang ke langit.
Zu sendiri mengangguk-kan kepala-nya, Ia mengikuti tuan-nya dari belakang sambil menunjuk-kan arah ke rumah es yang di tempati pria berjubah merah darah tersebut.
.
***
Kedatangan Fang Lin ke tempat tinggal para budak, Tentu membuat mereka semua heboh. Ribuan budak langsung berkumpul di tempat Fang Lin mendarat.
Fang Lin sendiri yang melihat mereka begitu antusias atas kedatangan-nya hanya tersenyum tipis, Namun ia tidak menyapa mereka melainkan masuk ke dalam rumah yang terbuat dari es.
Sedangkan Zu hanya diam di pintu keluar rumah es tersebut, Ia berkata kepada para budak untuk tidak bergemuruh karena tuan-nya menginginkan ketenangan.
Di sisi lain, Fang Lin yang sudah berada di dalam rumah es tersebut langsung menuju ke salah satu ruangan yang ada disana.
Saat Fang Lin masuk ke ruangan tersebut, Ia mendapati Xu Jian yang kini sedang tertidur di lantai.
__ADS_1
"Bangun-lah, Jangan berpura-pura tidur atau aku akan menyiksa-mu..." Ucap Fang Lin dengan nada santai.
Xu Jian yang sedang tertidur langsung membuka mata-nya secara perlahan, Ia bangun dan menoleh ke arah Fang Lin, "Apa tujuan-mu membawa-ku kemari?! Dan tempat apa ini?!" Ucap Xu Jian bertanya dengan nada kesal.
Mendengar itu Fang Lin tersenyum tipis, Ia melepaskan ikatan yang mengikat Xu Jian hanya dengan tatapan lalu menyuruh-nya berdiri.
Xu Jian sendiri langsung berdiri karena sudah tidak ada pilihan lagi, Ia menghadap ke arah Fang Lin dan menatap-nya dengan tatapan penuh dendam.
"Hentikan tatapan buruk-mu itu..." Ucap Fang Lin dan disaat yang bersamaan mata-nya berubah menjadi warna emas.
"Eh-?" Tatapan Xu Jian menjadi kosong ketika dia menatap mata Fang Lin yang berubah menjadi emas.
Dan beberapa saat setelah itu, Xu Jian terjatuh pingsan.
Fang Lin sendiri yang melihat-nya terjatuh pingsan hanya diam, Ia lalu membalik-kan badan-nya dan berjalan keluar dari rumah es tersebut.
Saat berada di luar rumah es, Fang Lin dapat melihat ribuan budak yang masih menunggu diri-nya keluar, Ia melirik ke arah Zu yang berada di sebelah-nya dan berkata, "Pria berjubah merah yang ada di dalam, Beberapa ingatan-nya sudah ku-hilangkan... Jadi jika dia bangun, Tolong telepati diri-ku" Ucap Fang Lin memberi perintah.
Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya lalu menatap ke arah para budak yang tepat berada di depan-nya, Ia tanpa basa-basi langsung menjelaskan tentang dunia Abyss dan pelatih tambahan yang baru.
Para budak yang mendengar semua itu hanya bisa diam dengan perasaan terkejut, Mereka tidak menyangka kalau Raja mereka adalah salah satu peserta semesta. Meskipun mereka semua tidak tau pasti tentang 'Peserta Semesta' tetapi mereka yakin kalau itu adalah suatu hal yang berada diluar nalar mereka.
"Kalau begitu aku pergi dulu. Kalian semua berlatih-lah menjadi kuat dan jangan kecewakan aku di masa depan nanti" Ucap Fang Lin mengingatkan.
"Baik, Raja! Kami tidak akan mengecewakan anda!" Jawab ribuan budak secara serempak.
Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya dan menghilang dari sana tanpa jejak sedikit-pun.
Melihat tuan-nya sudah pergi, Zu langsung menyuruh para budak untuk melanjutkan aktifitas mereka kembali, Ia lalu masuk ke dalam rumah es di belakang-nya untuk melihat keadaan pria berjubah merah darah tersebut.
***
Dunia Abyss, Kota Fang.
__ADS_1
Fang Lin saat ini tepat berada di atas langit kota Fang, Ia menyebarkan kesadaran-nya ke seluruh arah untuk melihat perkembangan penduduk kota Fang.
Saat menyebarkan kesadaran-nya, Fang Lin cukup terkejut ketika melihat rata-rata ranah kultivasi penduduk kota Fang berada di Holy Tyrant, "Perkembangan mereka cukup cepat..." Gumam Fang Lin tersenyum puas.
Fang Lin kemudian menarik kembali kesadaran-nya lalu terbang menuju mansion milik-nya.
Tak butuh waktu lama, Fang Lin kini berada di pintu masuk mansion milik-nya, Ia dengan segera membuka pintu mansion dan sedikit terkejut ketika melihat ke-empat calon istri-nya sudah menunggu di balik pintu sembari tersenyum.
"Fang Gege! Kamu kembali!" Ucap mereka ber-empat serempak dan langsung memeluk Fang Lin secara bersamaan.
"Fang Gege... Aku sangat rindu pada-mu tau!" Ucap Xue Hua dengan nada manja.
"Benar! Apakah Fang Gege tidak rindu kami?!" Sambung Qiao Yu bertanya.
Sedangkan Mue Lian dan Shui Ru hanya tersenyum tipis mendengar-nya, Mereka berdua hanya diam dan terus memeluk Fang Lin dengan erat.
Fang Lin sendiri hanya tersenyum ketika mendengar ocehan kedua calon istri-nya itu, "Lepaskan pelukan kalian terlebih dahulu... Kita akan masuk ke dalam" Ucap Fang Lin dengan nada tenang.
"Tidak... Kita masuk sambil berpelukan!" Balas Xue Hua menolak dan di-angguki setuju oleh Qiao Yu.
Mendengar itu Fang Lin langsung tersenyum kecut sambil menggelengkan kepala-nya pelan, Ia menutup pintu masuk mansion dan langsung teleportasi ke sofa besar yang ada di ruang tengah.
~Whoooshh~
Seketika Fang Lin dan ke-empat istri-nya berada di dekat sofa, "Kita sudah sampai di sofa... Kalian bisa lepaskan aku sekarang..." Ucap Fang Lin sambil tersenyum tipis.
"Eh? Kenapa kita sampai cepat sekali?" Batin Qiao Yu saat melihat sekitar-nya.
Sedangkan Xue Hua, Shui Ru dan Mue Lian langsung melepaskan pelukan mereka dari Fang Lin.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1