
Beberapa jam setelah pasukan bayangan Fang Lin menyerang wilayah Xiao Chen, sudah banyak manusia dan monster dari kubu Xiao Chen terbunuh.
Sedangkan dari kubu Fang Lin belum ada satupun korban jiwa dan hanya pasukan bayangan saja yang terluka dan kalah.
Fang Lin saat ini hanya diam di atas kapal dan mengamati seluruh wilayah Xiao Chen lewat kesadarannya, Ia sudah menemukan keberadaan musuhnya tersebut dan diam-diam terkejut ketika mengetahui Xiao Chen sudah berada di ranah Dewa Kristal Level 23.
"Perkembangan orang itu sungguh menakutkan dalam 20 tahun terakhir... Jelas sekali dia dapat melampaui ku jika aku terus membiarkannya hidup" Gumam Fang Lin dengan nada tak berdaya.
Fang Lin kemudian melirik ke arah Sylvia dan Fang Ji yang berada di dekatnya lalu berkata, "Kalian tunggulah disini..." Fang Lin langsung menghilang usai mengatakan itu.
Sylvia dan Fang Ji hanya diam ketika melihat Fang Lin pergi, mereka berdua kemudian kembali menatap ke arah peperangan yang ada di bawah mereka.
Di sisi lain, Fang Lin yang sebelumnya berada di bagian utara dari wilayah Xiao Chen kini telah berpindah ke barat, tepat di bawahnya terdapat tim Pi Yu dan Naga Putih yang sedang mengamati perang dari barisan belakang.
"Mungkin aku akan membantai mereka dari sini..." Gumam Fang Lin dan seketika sebuah seruling merah darah yang mengandung aura kematian begitu pekat muncul di tangannya.
Jantung Fang Lin berdetak cukup cepat ketika mengetahui dirinya akan membunuh manusia yang tak bersalah, "Maafkan aku..." Fang Lin bergumam dan kemudian menimpalinya, "Teknik 2 Nyanyian Seruling Kematian, Yang Pertama: Pembantai..." Fang Lin mendekatkan seruling kematian ke bibirnya dan mulai meniupnya.
Sebuah lantunan suara yang begitu indah keluar dari seruling kematian tersebut dan membuat orang-orang yang berada di daratan begitu terkejut.
Lantunan suara indah tersebut bergema di wilayah bagian barat dan membuat kubu Fang Lin merasa nyaman dengan permainan seruling tersebut, akan tetapi itu semua tidak berlaku di kubu Xiao Chen.
Orang-orang yang berasal dari kubu Xiao Chen di wilayah barat kini mereka semua sedang menutup telinga mereka sekencang-kencangnya, semua lubang yang ada di kepala mereka mengeluarkan darah yang begitu banyak seakan-akan mereka sedang menerima siksaan neraka.
__ADS_1
Perlahan-lahan pasukan dari kubu Xiao Chen mulai tumbang, sebagian dari mereka ada yang mati sedangkan sebagian lainnya berada di kondisi sekarat.
Poin-poin Fang Lin meningkat drastis karena yang baru saja dia bunuh adalah makhluk hidup yang berada di tingkat To God. Meskipun poin Fang Lin meningkat begitu banyak, namun ia tidak merasa senang sama sekali.
Fang Lin membunuh banyak sekali makhluk hidup hanya untuk memenangkan peperangan ini dan tentu saja hal tersebut membuatnya merasa sedih, Ia tidak naif atau semacamnya hanya saja ia tidak bisa membayangkan kalau dirinya berada di kubu Xiao Chen.
***
Di Halaman Depan Istana Xiao Chen.
Xiao Chen saat ini tidak dapat menahan amarahnya lagi ketika mengetahui masalah yang terjadi di wilayah barat, "Bajingan... Aku berjanji aku akan menyiksamu di domain neraka milikku!!" Ucap Xiao Chen dengan nada yang ditekan.
Amarah Xiao Chen tidak dapat dikendalikan lagi, Ia sekarang sudah tidak peduli lagi meskipun Mei Yi yang berada di dekatnya merasa ketakutan.
Di sisi lain, Ju Lao Zi yang melihat kemarahan muridnya langsung berjalan mendekatinya, Ia menepuk pundak pria tampan berjubah biru itu dan mencoba menenangkannya.
Xiao Chen sendiri menggertakkan giginya dengan keras, Ia sangat marah namun apa yang dikatakan gurunya tadi adalah kebenaran.
Xiao Chen menarik nafasnya cukup dalam dan menghembuskannya secara perlahan, Ia mencoba menenangkan dirinya dan sekali lagi menarik aura membunuhnya.
Melihat Xiao Chen sudah meredakan amarahnya, Ju Lao Zi langsung melepas cengkramannya, "Kau buatlah penghalang yang terbuat dari Qi semesta ke seluruh wilayah mu... Dengan ini lantunan suara dari seruling itu tidak akan bekerja kepada pasukan mu" Ucap Ju Lao Zi memberi perintah. Meskipun hal itu memakan Qi banyak karena wilayah Xiao Chen sangatlah luas, akan tetapi ini adalah salah satu cara agar pasukan mereka tidak dibantai habis.
Xiao Chen sendiri menganggukkan kepalanya paham, Ia mengangkat satu tangannya ke atas dan seketika sebuah penghalang berbentuk kubah muncul di atasnya.
__ADS_1
Penghalang kubah tersebut dengan cepat membesar dan hanya dalam kurun beberapa puluh menit kubah penghalang itu sudah menutup seluruh wilayah Xiao Chen.
Dan disaat itu juga hukum yang ada di dalam jangkauan penghalang kubah tersebut ditiadakan, Artinya teknik, elemen, artefak dan senjata tidak akan berfungsi di domain Qi semesta.
Tetapi itu hanya berlaku di kubu Fang Lin, sedangkan kubu Xiao Chen masih bisa memakai segala hukum tersebut meski berada di domain Qi semesta.
Hal itu tentu membuat kubu Xiao Chen diuntungkan sedangkan kubu Fang Lin tidak.
Usai membuat penghalang tersebut Xiao Chen dengan segera melayang di udara, Ia meminta Ju Lao Zi untuk menjaga Mei dan dengan segera pergi dari sana.
Dengan kecepatan yang lebih cepat dari cahaya Xiao Chen melesat ke arah barat dan berniat untuk membunuh Fang Lin.
Di sisi lain, Fang Lin yang melihat penghalang kubah tersebut meniadakan segala hukum hanya bisa berdecak kesal, Ia kemudian menyimpan seruling kematiannya lalu mengeluarkan pedang Raja Neraka dan pedang Raja Surgawi, "Meskipun aku tidak dapat menggunakan efek dari kedua pedang ini, akan tetapi pedang ini masih sangat berguna untukku" Gumam Fang Lin pelan.
Kubah penghalang memang meniadakan segala hukum yang ada di dalam jangkauannya, Tetapi itu tidak berlaku untuk energi.
Fang Lin masih dapat menggunakan energinya begitu juga dengan pengikutnya, "Tidak hanya energi ku saja tetapi elemen es suci ku masih dapat digunakan... Sepertinya Job Holy Ice memiliki eksistensi lebih tinggi dari Qi semesta" Fang Lin kembali bergumam sambil tersenyum tipis.
Tak lama setelah bergumam seperti itu tiba-tiba saja sebuah laser pembunuh yang terbuat dari Qi semesta melesat ke arah Fang Lin dengan cepat.
Fang Lin yang mengetahui kalau serangan tersebut sangat berbahaya tidak tinggal diam, Ia membuat dinding es yang cukup tebal di depannya dan berniat untuk menahan serangan laser pembunuh tersebut.
Fang Lin ingin menguji coba apakah Holy Ice miliknya memiliki eksistensi yang lebih tinggi dari Qi semesta atau tidak, Jika saja jawabannya 'Iya' maka dirinya akan sangat diuntungkan.
__ADS_1
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT