
Note: ada beberapa perubahan di chapter 'Bala Bantuan'.
Di sebelah barat Medan Perang.
Fei Yulan saat ini sedang membantai musuh yang ia lihat di depannya, mereka semua berjumlah lebih dari sepuluh ribu tetapi wanita cantik bergaun merah muda itu bisa menghabisi mereka dalam kejapan mata.
"Dimana Diablo berada?" Fei Yulan menghela nafas pendek, padahal kesadaran spiritualnya sudah menyebar sejauh ratusan ribu kilometer akan tetapi dirinya sama sekali tidak menemukan keberadaan Iblis itu, "Kalau dia berada di dalam Domain sekalipun, seharusnya ada sedikit jejak yang dia tinggalkan."
"Ya, sudahlah. Cepat atau lambat kita akan bertemu ini..." Fei Yulan menggeleng pelan dan ia kembali membantai musuh menggunakan cambuk berdurinya.
***
"Raja, ada seseorang dari pihak Aliansi Istana Iblis yang sedang membantai pasukan dari kubu kita!" seorang pria paruh baya berkata dengan raut wajah panik, ia mengetahui hal ini lewat Artefak Penghubung yang ia berikan kepada salah satu temannya.
Liam Mong yang sedang menulis rune-rune kuno di sebuah buklet kayu sedikit mengerutkan alisnya, ia menoleh ke arah pria paruh baya yang barusan berkata seperti itu dan mendapati wajahnya yang dipenuhi keringat dingin.
"Kau bilang 'seseorang', bukan? Apa dia hanya seorang diri saja?" tanya Liam Mong dan ia masih terus menulis rune-rune kuno di buklet kayu tanpa harus melihat.
"Benar, dia hanya seorang diri." jawab cepat pria paruh baya itu.
Liam Mong kembali mengalihkan pandangannya pada buklet kayu di tangannya dan kemudian berkata, "Pergilah."
Pria paruh baya yang mendengar itu melebarkan matanya, ia tak menyangka kalau Raja Iblis Liam Mong akan tetap santai setelah mendengar kabar darinya.
"T-tapi raja..."
"Kau sudah berani?" Liam Mong mengeluarkan aura dominasi dan membuat pria paruh baya itu langsung bertekuk lutut.
"M-maafkan saya, Raja. S-saya telah lancang..."
Liam Mong mendengus pelan sebelum menarik auranya kembali, sedangkan pria paruh baya itu langsung izin undur diri dari sana.
__ADS_1
"Meskipun dia datang kemari, mustahil dia bisa melewat Array yang telah aku ciptakan." Liam Mong bergumam dengan nada sinis, dan ia kembali fokus mengerjakan rune-rune kuno di buklet kayu.
.....
Setelah beberapa batang dupa terbakar.
Liam Mong yang masjh mengerjakan rune-rune kuno di buklet kayu langsung menghentikan aktivitasnya saat merasakan Array Penghalang yang dirinya ciptakan di bagian paling depan hancur.
"Apa-apaan?" Liam Mong sedikit melebarkan mata ketika merasakan Array Penghalang keduanya baru saja dihancurkan, ia dengan segera bangkit berdiri dan keluar dari tendanya.
Tanpa banyak bicara lagi, Liam Mong langsung menyebarkan kesadaran spiritualnya dan ia menemukan seorang wanita cantik bergaun merah muda sedang membantai pasukan dari kubu-nya, "Sialan, ternyata dia sekuat itu?!" Liam Mong tidak bisa untuk tidak mengumpat, ia langsung memerintahkan orang kepercayaannya untuk mempersiapkan pasukan yang ada.
"Brengsek. Dia membunuh puluhan ribu Iblis dengan mudah? Keparat..." Liam Mong menggertak giginya, lalu mengeluarkan sebuah kuas hijau dari udara kosong, "Aku harus menggunakan Array itu, kalau tidak-- aku yang akan mati di sini."
Liam Mong buru-buru menuliskan sebuah rune di udara kosong, tulisan yang ia lakukan meninggalkan jejak Qi Iblis yang begitu kental.
Ketika itu baru berlangsung selama beberapa saat, jantung Liam Mong berdebar kencang saat ia mulai mendengar suara ledakan beruntun.
Bam!
Karena kegagalan tersebut, ledakan terjadi dan membuat Liam Mong terpental beberapa belas meter.
"Brengsek!" Liam Mong mengumpat marah, dan ketika ia bangkit berdiri-- kedua matanya melebar secara sempurna saat melihat ada seorang wanita cantik sedang berdiri di langit sembari memegang cambuk berduri.
"Kalau tidak salah, aku merasakan energi Iblis yang begitu kental di sini." Fei Yulan mengedarkan pandangannya, dan matanya kemudian tertuju ke arah daratan, "Ah, di sana kau rupanya."
Liam Mong yang melihat Fei Yulan sedang menatap dirinya langsung bergetar ketakutan, ketika ia ingin menciptakan penghalang untuk melindungi dirinya-- tiba-tiba saja pandangannya menjadi terbalik dan membuatnya melebarkan mata tak percaya, "T-tidak mungkin..."
"A-aku dibunuh dengan mudah? Sia-" pandangan Liam Mong menjadi gelap sebelum dia menyelesaikan kata-katanya.
"Sepertinya dia adalah pemimpin dari pasukan di wilayah ini." Fei Yulan menebak-nebak, karena Iblis yang baru saja dibunuhnya tadi mempunyai basis kultivasi paling tinggi di antara semua makhluk di wilayah ini, "Ya sudahlah, itu semua tidak penting. Toh, di mataku mereka semua hanyalah makhluk lemah."
__ADS_1
Cambuk berduri di tangan kanan Fei Yulan mengeluarkan cahaya merah muda, dan ia kembali membantai semua makhluk yang ada di sekitarnya.
***
Pusat Medan Perang, Bagian Utara.
Saat ini, Mo Chan sudah membunuh banyak sekali Iblis, jika dibandingkan dengan ketiga rekannya mungkin pembunuhannya adalah yang paling banyak.
Tanpa Mo Chan ketahui, dia sudah membunuh tiga Iblis yang menyandang gelar sebagai 'Raja Iblis'. Tentu saja alasan Mo Chan tidak mengetahui hal itu karena mereka bertiga adalah makhluk lemah di matanya.
Dua Raja Iblis lainnya melarikan diri saat melihat Mo Chan membunuh tiga Raja Iblis dengan mudah.
Ketika Mo Chan sedang mengayunkan pedangnya dan membunuh ribuan Iblis dalam sekejap, alisnya sedikit terangkat saat mengetahui ada sebuah Laser Pembunuh yang sedang mengarah ke tempatnya berada.
Booom!
Ledakan yang begitu besar terjadi ketika Laser Pembunuh tersebut mengenai Mo Chan, kepulan asap memenuhi langit dan tidak lama setelah itu menghilang dalam sekejap mata.
"Aku... Terluka?" Mo Chan cukup terkejut saat melihat tangan kirinya yang menangkis Laser Pembunuh barusan terluka parah, ia langsung mengalihkan pandangannya ke arah serangan itu berasal dan menemukan seorang Iblis berjubah hitam gelap sedang memegang sebuah meriam, "Senjata tingkat Dewa? Wah, wah... Aku tak menyangka akan melihat senjata semacam itu di sini."
Wang Ling hanya diam mendengarnya, ia saat ini berada dalam kondisi terkejut. Bagaimana tidak? Meriam Nirwana adalah senjata yang cukup mematikan di Alam Dewa, tetapi melihat Mo Chan baik-baik saja setelah mendapatkan serangan dari Meriam tersebut membuatnya tidak bisa untuk tidak terkejut.
"Sebenarnya siapa kalian ini?!" Wang Ling tidak bisa menahan amarahnya, walaupun ia tau kalau musuh di depannya saat ini lebih kuat darinya tetapi ia tidak terlihat peduli soal itu.
Mo Chan terdiam sejenak mendengar itu, lalu berkata, "Meskipun aku memberitahumu, kau tetap tidak akan tau."
Ucapan yang dilontarkan Mo Chan jelas membuat Wang Ling kebingungan, di saat ia ingin mengatakan sesuatu-- tiba-tiba saja suara gemuruh terjadi dan diikuti dengan daratan yang hancur sejauh belasan juta kilometer.
Wang Ling tentu menjadi waspada ketika itu terjadi, tetapi tidak hanya dia saja yang bersikap seperti itu-- Mo Chan dan semua makhluk yang ada di Alam Iblis ikut waspada terhadap fenomena ini.
BersAmbung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.