System Sang Immortal

System Sang Immortal
Membantai Lagi


__ADS_3

Fang Lin saat ini sedang berjalan santai bersama Mue Lian ke Gunung Kabut Merah, "Tuan... Biarkan saya saja yang membantai para pembunuh itu, Tuan lebih baik istirahat saja" Ucap Mue Lian dengan nada khawatir.


Fang Lin mendengar itu hanya tertawa pelan, Seorang tingkat dewa kelelahan karena pembantaian kecil seperti ini? Itu mustahil, "Kau tidak perlu khawatir, Aku tidak akan kelelahan karena pembantaian kecil seperti ini" Jawab Fang Lin sambil tersenyum.


Mue Lian hanya tersenyum balik ketika mendengar itu, "Baiklah tuan... Sesuai yang anda mau" Ucap Mue Lian menunduk.


Fang Lin hanya mengabaikannya dan terus berjalan lurus, "Sepertinya sudah sampai" Ucap Fang Lin pelan saat melihat sebuah gedung yang cukup besar dan memiliki 3 lantai.


"Kau tunggu disini saja, Biar aku yang urus" Ucap Fang Lin dan langsung melesat tanpa menunggu jawaban dari Mue Lian.


Mue Lian sendiri yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, "Seperti biasanya, Tuan jarang sekali menunggu jawaban dari bawahannya" Ucap Mue Lian dan beberapa saat kemudian menghilang dari sana.


Fang Lin yang melesat langsung mengeluarkan pedang Naga Hitamnya, Ia langsung menebas semua penjaga yang ada disana seperti tahu, Sesekali dirinya membelah dua badan para penjaga untuk uji coba.


~Slash~


~Slash~


Para penjaga tidak sempat berteriak karena ketika ada yang melihat pemuda tampan berjubah biru itu maka sedetik kemudian yang melihatnya akan langsung mati.


[Ding! Membunuh 73 Kultivator Tingkat Pendekar Elite, Mendapatkan 219 Ribu Poin System]


"Ah sial... Sepertinya ada satu yang lolos" Ucap Fang Lin lalu mengayunkan pedangnya ke tanah untuk membersihkan darah di pedangnya, Saat ini Fang Lin berada di tengah-tengah puluhan mayat yang tanpa kepala bahkan ada yang terbelah dua dengan rapi.


***


Di Dalam Markas Tengkorak Kematian.


"Ada penyerang!! Ada Penyerang!! Dia bahaya!!!" Teriak salah satu penjaga yang berhasil lolos dari Fang Lin.


"Ha?! Apa maksudmu? Memangnya berapa orang yang menyerang tempat ini?" Tanya pria botak yang kekar.

__ADS_1


"I-itu... C-cuma sa~"


~Slash~


Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Tiba-tiba kepala penjaga itu terlepas dari tubuhnya dan terlihat pemuda tampan berjubah biru dibelakangnya.


[Ding! Membunuh Kultivator Tingkat Pendekar Elite, Mendapatkan 3.000 Poin System]


"Bisa-bisanya aku meloloskan satu orang bodoh, Walaupun aku lengah tetap saja membuatku kesal" Ucap Fang Lin mendengus kesal, Wajar Fang Lin kesal, Ia adalah pewaris dewa perang namun dirinya meloloskan satu orang yang berada di ranah pendekar elite.


Pria botak berbadan kekar terkejut melihat temannya mati, Namun raut wajah keterkejutannya langsung diganti dengan raut wajah marah, "Beraninya bangs*t!! Mati kau!!" Teriak pria kepala botak itu melesat maju menggunakan pedang sambil mengeluarkan aura pembunuh.


Fang Lin yang melihat itu hanya berdecak kesal, "Cih, Mengeluarkan aura pembunuh sekecil ini? Kau bercanda?" Tanya Fang Lin dengan nada merendahkan.


Dengan wajah memerah, Pria berkepala botak itu langsung dengan brutal menyerang Fang Lin, Tidak hanya dirinya, Pembunuh yang sedang berada disana dan melihat kejadian itu juga ikut menyerang pemuda tampan berjubah biru itu.


Fang Lin yang menghindari semua serang pria botak itu dengan mudah hanya memutar bola mata malas, "Kalian mati saja tanpa rasa sakit" Gumam Fang Lin dan melesat secepat cahaya.


~Whossh~


"Langkah cahaya benar-benar mengerikan, Bahkan teknik ini hampir menyamai teleportasi jika di sebuah ruangan" Gumam Fang Lin berdecak kagum.


Fang Lin kemudian menatap para pembunuh yang sedang ketakutan, Ia sekali lagi menggunakan langkah cahaya dan benar saja tidak sampai satu menit, Fang Lin membunuh seluruh orang yang berada di lantai 1.


***


Di lantai 3, Tempat perkumpulan para petinggi.


Saat kesepuluh petinggi itu sedang berbicara ringan, Tiba-tiba seorang pembunuh bayaran yang memiliki tingkat Jendral masuk dengan nafas tergesa-gesa.


"Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau tiba-tiba masuk dengan cara seperti itu?!" Tanya pria paruh baya berjubah merah dengan nada yang sedikit tinggi.

__ADS_1


"M-maafkan saya tuan, Tapi di lantai 2 ada seorang pemuda berjubah biru yang membantai seluruh orang yang ada disana" Ucap pembunuh bayaran itu sambil menenangkan dirinya.


"Apaaa!!! Bagaimana mungkin?!" Tanya pemuda berpakaian hitam dengan nada marah.


"Dia datang" Ucap Ju Zhi pelan.


Kesembilan petinggi yang berada disana melebarkan matanya, Jantung mereka berdetak lebih kencang dari sebelumnya, Raut wajah kesembilan petinggi itu juga menjadi panik ketika mendengar itu.


Melihat raut wajah panik dari semua petinggi, Membuat Ju Zhi menghela nafas kasar, "Jangan panik! Kalian siapkan artefak yang berguna untuk melindungi diri kalian!! Aku akan memanggil leluhur untuk membantu kita!!!" Ucap Ju Zhi dengan lantang.


Para petinggi mencoba menenangkan diri mereka masing-masing dan beberapa saat kemudian langsung pergi ke ruang artefak untuk mengambil artefak yang berguna.


Ju Zhi yang sudah sendiri berada di ruangan perkumpulan segera mengambil kalung berlian berwarna biru dan langsung memecahkannya.


~Whossh~


Seketika muncul seorang kakek sepuh dengan rambut yang sedikit memutih dan memiliki jenggot hitam yang cukup panjang, Kakek sepuh mendengus pelan ketika dirinya tiba-tiba dipanggil oleh keturunannya, "Apa yang kau lakukan bocah? Kenapa kau tiba-tiba memanggilku?" Tanya kakek sepuh itu lalu duduk santai di sebuah kursi.


Mendengar itu membuat Ju Zhi menggarukkan kepalanya yang tidak gatal, "Maaf mengganggu kultivasi kakek, Tetapi bisakah kakek membantuku? Ada orang yang kuat menyerang tempat ini dan aku serta para petinggi tidak bisa melawan orang itu.


Kakek sepuh itu mengelus janggutnya yang panjang dan berkata dengan tenang, "Berapa orang yang menyerang tempat ini?"


"Cuma satu orang kek, Dia sangat tangguh dan telah membunuh banyak bawahanku kek" Jawab Ju Zhi dengan nada yang sedikit ketakutan, Ia takut kakeknya akan marah ketika mendengar ini, Namun perkiraannya salah ketika melihat reaksi kakeknya.


Mendengar jawaban dari cucunya membuat raut wajah kakek sepuh itu menjadi serius, "Sepertinya orang itu sangat kuat.. Tetapi karena kau keturunan ku, Aku akan membantumu" Ucap kakek sepuh itu dengan pelan.


"Persiapkan artefak dan senjata yang kuat, Aku juga akan melakukan persiapan di dunia jiwaku" Lanjut kakek sepuh itu kemudian memunculkan gerbang jiwanya dan memasuki gerbang itu.


Ju Zhi hanya menganggukkan kepalan pelan, "Baiklah kek, Aku akan melakukannya dengan cepat" Jawab Ju Zhi dan melesat ke arah ruang senjata dan artefak.


Bersambung...

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2