
Sebelas tahun berlalu.
Tidak hanya para bawahan saja yang berlatih keras untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya, tetapi Fang Lin beserta para Istrinya juga melakukan hal yang sama.
Saat ini, Fang Lin sudah mencapai ranah Dewa Surgawi Level 22-- itu semua berkat ia berkultivasi di Dunia Abyss dan memakai Cairan Penyerapan Surgawi.
Di aula Istana Es, Fang Lin bersama kelima Istrinya sedang duduk di sebuah sofa empuk sembari memperhatikan kelima anak mereka yang sudah berumur delapan tahun.
Fang Hai (Laki-laki), adalah anak Fang Lin dari Qiao Yu.
Fang Li Dao (Laki-laki), adalah anak Fang Lin dari Xue Hua.
Shui Ling Fang (Perempuan), adalah anak Fang Lin dari Shui Ru.
Qiao Mi Lian (Perempuan), adalah anak Fang Lin dari Mue Lian.
Qixuan Yihua (Perempuan), adalah anak Fang Lin dari Yue.
"Mereka sudah berkultivasi selama beberapa hari, tapi tidak ada seorangpun dari mereka yang sudah menyelesaikan latihannya." gumam Fang Lin dan perkataannya barusan dapat di dengar oleh kelima Istrinya.
"Sepertinya mereka bersemangat karena kamu telah kembali dari latihan, dan mengawasi mereka berkultivasi." sahut Qiao Yu pertama kali.
"Itu benar, suami. Mereka pasti ingin menunjukkan bakat mereka yang luar biasa padamu..."
Ketiga Istrinya yang lain juga mengatakan hal yang sama dan membuat Fang Lin terkekeh pelan, "Kurasa tanpa perlu ditunjukkan, aku sudah mengetahui bakat mereka masing-masing."
Kelima Istrinya tidak menyangkal hal tersebut karena apa yang dikatakan oleh suami mereka adalah kebenaran.
"Kalian belum pernah memberikan mereka pengalaman langsung bertarung, bukan?" tanya Fang Lin untuk memastikan.
"Kami belum melakukannya, suami. Yue bilang kalau itu akan dilakukannya olehmu sendiri..." jawab Mue Lian cepat.
Fang Lin tersenyum tipis mendengar itu, ia memang berniat untuk memberikan pengalaman pertama bertarung pada anak-anaknya dan dirinya akan membawa mereka ke Alam Tanah Kultivator agar mereka mengetahui-- sekejam apa Dunia Kultivator itu.
"Tentang apa yang kubicarakan beberapa waktu lalu, apakah kalian sudah memutuskannya?" tanya Fang Lin penasaran, tentu saja untuk membawa anak-anaknya ke Alam Tanah Kultivator membutuhkan persetujuan dari para Istrinya.
__ADS_1
"Aku tidak masalah jika kamu membawa Lihua ke sana, tapi kamu harus memastikan keselamatannya." jawab Yue dengan suara tenang.
"Aku juga sama, suami. Aku yakin kamu bisa menjaga Mi Lian di sana..." timpal Qiao Yu menjawab.
Istri-istrinya yang lain juga berkata hal yang sama, Fang Lin yang melihat mereka menyetujuinya langsung tersenyum, "Kalian tenang saja, Alam Tanah Kultivator bukanlah tempat yang berbahaya untuk mereka." balas Fang Lin santai.
"Tapi tetap saja kamu harus mengawasinya dengan serius, tidak ada yang tau dengan apa yang terjadi ke depannya." sahut Yue serius.
Fang Ling hanya terbatuk pelan mendengarnya sebelum menganggukkan kepala paham.
......
Beberapa jam berlalu.
Qixuan Yihua perlahan membuka mata, ia menarik nafasnya dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan. Senyum lebar terukir di wajahnya ketika ia menemukan ayahnya sedang menatapnya sambil tersenyum, "Bagaimana ayah?! Penyerapan energi spiritualku yang terbaik, bukan?!" Qixuan Yihua bertanya dengan suara lantang sembari berjalan menghampiri Fang Lin.
Fang Lin sendiri terkekeh pelan, ketika Qixuan Yihua sudah sampai-- dia langsung memeluk ayahnya dengan manja.
"Penyerapan energi spiritualmu memang baik, tapi di antara kalian berlima-- aku rasa Fang Hai adalah yang terbaik." ucap Fang Lin sambil mengusap kepala anak perempuannya itu.
Qixuan Yihua langsung mengembungkan pipinya ketika mendengar itu, ia kesal karena bukan dirinya yang dianggap terbaik oleh ayahnya.
Qixuan Yinhua tersenyum lebar mendengarnya, rasa kesal sebelumnya langsung menghilang dan digantikan dengan rasa senang tak berkesudahan. Ia memeluk ayahnya dengan erat dan memintanya untuk mengelus rambutnya.
Kelima Istrinya yang melihat tingkah manja Qixuan Yinhua hanya tertawa pelan.
Beberapa waktu berlalu, satu-persatu anak-anak Fang Lin mulai menyudahi kultivasi. Mereka langsung menghampir ayah mereka dan memeluknya secara bersamaan.
"Kalian ini sungguu anak-anak yang manja..." Fang Lin terkekeh pelan sembari mengelus rambut mereka satu-persatu, "Ayah mempunyai sebuah rencana, yang di mana rencana tersebut akan membuat kalian mengerti tentang Dunia Kultivator. Apakah kalian bersedia mengikutinya?"
"Bukankah kita semua sudah melewati pelajaran itu, Ayah? Kenapa kita harus melakukannya lagi?" tanya Fang Hai penasaran.
"Sebelumnya kalian hanya mempelajari materinya saja dari Ibu kalian, dan sekarang adalah waktunya bagi kalian untuk menghadapi Dunia Kultivator secara langsung." jawab Fang Lin dengan suara tenang.
"Bukankah Dunia Kultivator itu sangat kejam? Ibu bahkan pernah menceritakan kalau dia hampir menjadi budak di sana." Fang Hai kembali bertanya.
__ADS_1
Fang Lin terbatuk pelan mendengarnya, ia melirik ke arah Qiao Yu dan mendapati Istrinya itu sedang tersenyum pahit.
"Aku kebablasan menceritakan masa kecilku, suami." ucap Qiao Yu lewat telepati.
Fang Lin hanya menggeleng pelan untuk menanggapi itu, ia memandang anak-anaknya lalu bertanya, "Apa kalian mengetahui arti 'Budak' itu apa?"
"Bawahan, ayah! Seperti paman Bai Hu, budak!" jawab Qiao Mi Lian dengan antusias.
Fang Lin kembali terbatuk ketika mendengar itu, ia melirik ke arah Mue Lian dan mendapati Istrinya itu memasang senyum pahit seperti Qiao Yu sebelumnya.
"Aku hanya menjelaskannya secara halus, suami. Aku tak tau kalau dia akan berpikir budak dan bawahan itu sama."
Fang Lin menghela nafas panjang dan ia kemudian menjelaskan perbedaan budak dan bawahan pada anak-anaknya.
Setelah menjelaskan itu, Fang Lin terdiam sejenak untuk melihat reaksi yang akan mereka lakukan.
"Berarti aku salah dong, Ayah?" tanya Qiao Mi Lian dengan suara yang sedikit lantang.
"Tidak, kamu hanya salah paham dengan penjelasan Ibumu..." jawab Fang Lin sambil tersenyum.
"Begitu, ya. Apakah itu berarti ibu tidak pintar dalam memberikan penjelasan?" tanya Qiao Mi Lian dengan tatapan polos.
Fang Lin tersedak nafasnya sendiri ketika mendengar itu, begitu juga dengan Mue Lian.
"Mi Lian, kamu ini mau ibu hukum, ya?" Mue Lian mendengus ketika mengatakan itu.
"Hiiyy~ Aku hanya bercanda, bu!" Qiao Mi Lian langsung menyembunyikan wajahnya dari balik jubah ayahnya.
Hal itu mengundang gelak tawa dari keempat Istri Fang Lin.
"Ayah, memangnya di mana kita akan melakukan rencana yang ayah bicarakan sebelumnya?" tanya Fang Li Dao penasaran.
"Ah, itu... Kita akan melakukannya di Alam Tanah Kultivator." jawab Fang Lin cepat, lalu tersenyum tipis, "Saat berada di sana, kalian akan melakukan yang namanya mengembara... Dan kalian hanya boleh melakukan itu seorang diri tanpa ditemani oleh siapapun."
Ucapan yang dilontarkan oleh Fang Lin tentu membuat kelima anaknya terkejut mendengar itu.
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.