
Pagipun tiba, Fang Lin perlahan membuka matanya lalu bangun dalam keadaan setengah sadar.
"Hoaamm..." Fang Lin menguap sambil melihat ke arah sekitarnya.
Fang Lin sedikit terkejut ketika melihat Mue Lian berada disamping kiri sedangkan Shui Ru berada disamping kanan, "Mereka sepertinya tertidur pulas" Gumam Fang Lin sambil tersenyum.
Fang Lin lalu beranjak berdiri lalu berjalan ke arah luar gua, Ia berencana menjenguk Harimau Putih di tempat sebelumnya.
Walaupun dirinya tidak tau apakah Harimau Putih sudah sadar atau belum, Tetapi menjenguknya bukan hal yang salah bukan?.
.....
Saat ini Fang Lin sudah berada di tempat istirahat Naga Hitam dan Harimau Putih. Fang Lin sedikit mengerutkan alisnya ketika tidak melihat Naga Hitam dan Harimau Putih disekitarnya.
"Hmm? Apakah Harimau Putih sudah sadar? Atau Naga Hitam membawanya?" Gumam Fang Lin bertanya-tanya.
Beberapa saat memikirkan hal itu, Fang Lin sama sekali belum menemukan jawaban atas pertanyaannya tadi. Tidak ingin menunggu lebih lama lagi, Fang Lin langsung menyebarkan kesadarannya hingga puluhan kilo meter.
Fang Lin mengamati seluruh tempat lewat kesadarannya dan tak lama kemudian dirinya menemukan Harimau Putih yang kini sedang mengejar seekor cheetah berwarna kuning tua di sebuah padang rumput yang cukup luas.
Fang Lin menjadi keheranan saat melihat hal itu, "Untuk apa Harimau Putih mengejar cheetah itu?" Batin Fang Lin dengan nada penasaran. Ia lalu berteleportasi ke sebuah tebing yang menjulang tinggi kemudian duduk di ujung tebing tersebut.
Fang Lin juga menyadari kalau Naga Hitam sedang mengawasi Harimau Putih dari atas langit, "Sepertinya Naga Hitam tidak ingin kejadian seperti sebelumnya terulang" Gumam Fang Lin sambil tersenyum tipis.
Di sisi lain, Saat ini Harimau Putih terus mengejar cheetah didepannya, "Ck... Larinya begitu cepat mungkin kecepatannya setara dengan ranah Half-Immortal, Padahal cheetah itu hanya berada di ranah kaisar" Ucap Harimau Putih berdecak kesal lalu mempercepat lesatannya.
Sedangkan cheetah yang menyadari hal itu langsung mengumpat, "Bajing*n itu belum menyerah juga ya..." Ucap cheetah tersebut lalu memutar arah ke arah hutan.
Dia berpikir akan lebih mudah jika melewati hutan, Karena dirinya tau kalau hutan tersebut terdapat banyak hewan buas yang lebih kuat dari Harimau Putih.
Cheetah tersebut langsung memasuki hutan dan membuat Harimau Putih tertawa melihat itu, "Hahaha... Cheetah bodoh, Memasuki sebuah hutan tanpa tau siapa penguasanya" Ucap Harimau Putih sambil tertawa pelan saat melihat Cheetah tersebut memasuki Hutan Terlarang.
Harimau Putih tetap melesat masuk kedalam hutan sambil menelepati ke salah satu penghuni Hutan Terlarang.
__ADS_1
***
Di Wilayah Dalam Hutan Terlarang, Sarang Beruang Coklat.
Di sebuah gua yang cukup besar terdapat seekor beruang coklat setinggi 2,5 meter sedang tertidur disana.
Mata beruang tersebut tiba-tiba terbuka ketika mendapatkan telepati dari seseorang yang dia kenal.
"Hey beruang gendut, Tolong bantu aku menangkap cheetah berwarna kuning tua yang sedang melesat ke arah Wilayah Inti Hutan"
Alis beruang coklat sedikit terangkat ketika mendengar itu, "Hmm... Dari arah mana?" Tanya beruang tersebut dengan nada malas.
"Arah barat, Dia memiliki kecepatan setara dengan Half-Immortal, Jadi kau siapkan sebuah jebakan di rute larinya"
"Baiklah, Tetapi syaratnya berikan 30% daging dari cheetah itu" Jawab Beruang coklat sambil beranjak bangun dari tidurnya.
"Haiss... Baiklah, Nanti akan kuberikan"
***
Saat ini Fang Lin sedang di Wilayah Inti Hutan terlarang, Lebih tepatnya dia kini berada di salah satu batang pohon dekat rute yang ingin dilewati oleh cheetah tersebut.
Fang Lin berpikir untuk mencederai kaki sang cheetah agar Harimau Putih dapat mengejar cheetah tersebut. Ia sengaja melakukan hal itu sebab ingin menanyakan Rantai pengikat yang mengikat bola inti Harimau Putih.
.....
Sekitar 10 menit Fang Lin menunggu, Tetapi dirinya belum melihat tanda-tanda cheetah tersebut lewat.
Dan beberapa saat kemudian, Tiba-tiba muncul seekor beruang coklat disana, Beruang coklat tersebut menggali sebuah tanah dengan sangat cepat dan menciptakan sebuah lubang sedang yang cukup dalam.
Fang Lin sendiri mengangkat satu alisnya ketika melihat itu, "Beruang itu ingin menjebak cheetah yang dikejar Harimau Putih?" Batin Fang Lin dengan nada heran saat melihat beruang coklat tersebut menutupi lubang yang baru saja dibuat dengan gumpalan daun dan ranting.
Setelah beruang coklat tersebut menutupi lubangnya dengan rapi, Beruang tersebut langsung celingak-celinguk melihat ke arah sekitar lalu bersembunyi dibalik sebuah pohon yang cukup besar.
__ADS_1
Fang Lin yang sedari tadi melihat itu hanya tersenyum tipis, "Sepertinya dia suruhan Harimau Putih, Hmm... Apakah mereka berteman atau budak dan tuan?" Gumam Fang Lin dengan nada penasaran
Tak lama setelah bergumam seperti itu, Seekor cheetah tiba-tiba muncul sambil melesat dengan kecepatan tinggi, Cheetah tersebut berlari ke arah jebakan yang baru dibuat oleh Beruang coklat.
Saat beberapa meter cheetah tersebut berada di depan jebakan yang dibuat beruang coklat, Tiba-tiba cheetah tersebut menghindar dengan cepat dan membuat beruang coklat terkejut.
Sedangkan Fang Lin yang melihat itu hanya tersenyum tipis, "Bukan hanya cepat saja tetapi insting dan reaksi dari cheetah itu sangatlah bagus" Ucap Fang Lin sambil tersenyum lalu membuat bola Qi dan melayangkannya di udara.
Fang Lin lalu mengarahkan tangan kirinya ke arah cheetah yang sedang melesat tersebut dan menyentil bola Qi yang sedang melayang ke arah kaki cheetah tersebut.
~Whoooshhh~
Cheetah yang merasakan kalau bahaya sedang mendekatinya langsung mencoba menghindarinya, Walaupun dirinya tidak tau dari arah mana bahaya tersebut mendekat.
Tetapi dia terlambat saat sebuah serangan mendarat di kakinya dengan kecepatan tinggi.
~Brugghhh~
Dalam sekejap cheetah tersebut terpental dan menabrak sebuah pohon besar, Satu kaki belakang cheetah langsung hancur akibat terkena serangan tadi.
Di sisi lain, Mata beruang coklat langsung melebar saat melihat serangan yang tidak diketahui dari mana asalnya mengarah ke cheetah yang diburu Harimau Putih.
Beruang coklat tetap berada dibalik pohon karena tidak ingin serangan itu mengenai dirinya juga, Ia lebih memilih untuk menunggu Harimau Putih agar lebih aman.
Di sisi lain, Harimau Putih masih terus melesat dengan kecepatan maksimalnya, Ia sedikit terkejut ketika melihat cheetah yang dikejarnya terluka.
Dia berpikir jika itu semua berkat jebakan yang dibuat oleh Beruang coklat, Akan tetapi dirinya melihat beruang coklat di balik pohon dan belum keluar dari sana.
Harimau putih sedikit mengerutkan alisnya, "Apa yang dia lakukan? Kenapa dia diam disana dan tidak menghabis cheetah itu?" Gumam Harimau Putih dengan nada heran lalu kembali fokus berlari, Dia memutuskan untuk menanyakan hal itu langsung ke beruang coklat.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1