
Fang Lin menginjak berkali-kali kepala Wei Xu Fen, Bahkan dia sesekali menendang kepala Wei Xu Fen.
Di sisi lain, Seluruh orang yang sedang berada di ruang kaisar dan melihat kejadian itu hanya melebarkan mata, Kaisar Wei Xu Fen sendiri hanya mengutuk Fang Lin dalam hatinya ketika kepalanya di tendang oleh seorang pemuda yang umurnya baru ribuan tahun, Dalam seumur hidupnya seorang Wei Xu Fen dihina sampai seperti ini
Fang Lin sengaja melakukan tindakan seperti ini karena menurutnya seorang kaisar memiliki harga diri yang tinggi, "Sepertinya menyiksa mu seperti ini tidak akan membuatmu jera" Ucap Fang Lin sambil membuat pedang Qi di tangan kirinya.
~Slashh~
Fang Lin langsung memotong semua jari tangan kanan Wei Xu Fen dan membuat darah kaisar itu menjadi muncrat kemana-mana.
Wei Xu Fen melebarkan matanya ketika seluruh jarinya terpotong dengan cepat, Dia tidak bisa menjerit kesakitan karena saat ini mulutnya tidak bisa bergerak, Perlahan air matanya keluar secara perlahan, Ia ingin menangis namun tidak bisa.
Fang Lin yang melihat Wei Xu Fen menangis tanpa mengeluarkan suara hanya tertawa pelan, "Hahaha... Kau menangis hanya kerena jarimu putus? Apakah kau seorang kaisar?" Tanya Fang Lin dengan tatapan menjijikan.
Wei Xu Fen tidak mempedulikan kata-kata dari pemuda berjubah biru itu dan masih terus meringis kesakitan.
"Ini masih belum seberapa, Masih ada siksaan yang lebih sadis dari pada ini" Ucap Fang Lin sambil tersenyum lebar.
Mendengar itu membuat kaisar dari kekaisaran Wei itu merinding ketakutan, Dirinya tidak mengetahui letak kesalahannya, Namun dirinya mulai menyesal ketika melakukan kesalahan yang membuat pemuda berjubah biru didepannya murka.
Fang Lin terus menyiksa Wei Xu Fen dengan cara memotong-motong jari tangan dan kakinya secara kecil-kecil, Ia juga beberapa kali merobek mulut dan kuping Wei Xu Fen.
Sebelumnya dia sudah membeli pil regenerasi tubuh dan pil pemulih stamina untuk Wei Xu Fen agar kaisar itu tidak mati kehabisan darah atau kehabisan tenaga.
Fang Lin terus menerus menyiksa Wei Xu Fen sampai berjam-jam, Bahkan anak dari Wei Xu Fen ada yang pingsan karena tidak kuat melihat ayahnya disiksa seperti itu. Para patriak, Jendral dan prajurit yang ada disana hanya menutup mata mereka agar tidak melihat adegan penyiksaan itu.
"B-bunuh... B-bunuh aku" Ucap Wei Xu Fen dengan nada bergetar, Dirinya tidak kuat lafi menerima penyiksaan seperti ini.
Fang Lin berhenti memotong jari Wei Xu Fen ketika mendengar itu, Ia mendengus kesal saat melihat wajah putus asa dari kaisar Wei didepannya, "Mati? Percayalah... Di neraka kau akan menyesal dengan pilihanmu, Kau akan bertemu para iblis yang siap menyiksamu lebih parah daripada ini" Ucap Fang Lin pelan kemudian melanjutkan aktivitasnya yaitu memotong jari Wei Xu Fen.
__ADS_1
.....
1 Jam kemudian, Fang Lin berhenti melakukan penyiksaan nya terhadap Wei Xu Fen, "Untung saja aku memakai perisai tak kasat mata, Jadi bajuku tidak kotor sama sekali" Gumam Fang Lin lalu melirik tubuh Wei Xu Fen yang sudah bersimbah darah.
Tubuh Wei Xu Fen hampir semuanya tidak lengkap, Kaki dan tangan kiri dia sudah terpotong, Satu telinganya juga sudah terputus, Dan bola mata kanannya sudah Fang Lin ambil.
Fang Lin mendekati telinga kanan Wei Xu Fen yang masih utuh kemudian mengucapkan sesuatu, "Jika kau bunuh diri, Aku akan mengambil jiwamu dan membawamu ke neraka paling dalam, Aku berjanji" Ucap Fang Lin pelan lalu menjauh dari tubuh Wei Xu Fen dan menarik aura naganya.
"Fiuhh.... Mengeluarkan aura naga selama beberapa jam membuat Qi alam ku terkuras banyak" Ucap Fang Lin menghela nafas panjang.
Fang Lin kemudian melirik malas semua orang yang berada di istana, "Sepertinya mereka tidak bisa bangun karena merasakan aura nagaku selama berjam-jam" Gumam Fang Lin pelan yang melihat seluruh orang yang berada disana masih dalam posisi tertidur.
"KUHARAP KALIAN JERA DENGAN KELAKUAN KALIAN YANG HAUS AKAN KEKUATAN! JIKA KALIAN MEMBUNUH ORANG YANG TIDAK BERSALAH, AKU AKAN MERATAKAN SELURUH KEKAISARAN WEI... TIDAK... AKU AKAN MERATAKAN SELURUH ORANG YANG TERLIBAT SAJA" Ucap Fang Lin sambil mengalirkan Qi Dewa ke suaranya.
Suara Fang Lin langsung menggema ke seluruh kota WeiBei dan membuat kota itu menjadi sedikit kacau, Di sisi lain Fang Lin yang selesai berucap seperti itu langsung menyebarkan Qi Dewanya ke segala arah.
~Whosshh~
Seketika istana yang tadinya berdiri kokoh kini hanya tersisa tanah, Bahkan tidak ada sedikitpun puing yang ada disana, Namun tidak ada korban jiwa saat Fang Lin menyebarkan Qi Dewanya kecuali yang sudah dia bunuh sebelumnya.
"Ini sebuah peringatan untuk kalian... Aku harap kalian tidak bertidak keji lagi" Gumam Fang Lin dan dalam sekejap menghilang dari sana.
~Whosh~
***
Di atas langit, Fang Lin tiba-tiba muncul di sebelah Mue Lian dan membuat Mue Lian sedikit terkejut.
"Yo Mue Lian... Apakah kamu bosan menungguku" Tanya Fang Lin dengan senyuman.
__ADS_1
Mue Lian menggelengkan kepalanya secara cepat ketika mendengar itu, "Tidak tuan... Hanya baru beberapa jam saja itu tidak terasa untukku" Ucap Mue Lian pelan.
"Baiklah kalau kau tidak bosan, Mari pergi... Ada satu tempat lagi yang ingin ku kunjungi" Ucap Fang Lin lalu melesat ke arah utara.
Mue Lian yang melihat tuannya melesat dengan cepat langsung bergegas mengekori tuannya, Di sisi lain Fang Lin sedang melesat dengan kecepatan tinggi sambil berpikir, "Aku sebelumnya berniat untuk membunuh seluruh orang yang berada di istana, Namun setelah dipikir-pikir lagi jika aku membunuh seorang kaisar dan seluruh keluarganya maka akan terjadi konflik internal, Lalu kekaisaran lain yang mendengar kematian kaisar Wei langsung memojokkan kekaisaran Wei dan bukan hal yang tidak mungkin akan terjadi perang nantinya" Batin Fang Lin yang memikirkan kalau keputusannya sudah sangat tepat.
"Pavilliun Gagak Emas... Kalian semua yang berada disana, Terlibat ataupun tidak akan mati" Ucap Fang Lin pelan kemudian mengeluarkan pedang Naga Hitam dari inventorynya dan berhenti tepat diatas Paviliun Gagak Emas.
Fang Lin melapisi pedangnya dengan energi langit dan bumi lalu mengarahkan pedangnya ke belakang, "Serangan Naga, Tingkat Ketiga: Siluet Naga Emas!" Ucap Fang Lin sambil mengarahkan pedangnya ke arah Pavilliun Gagak Emas.
~ROOOAAARRR~
Siluet Naga Emas muncul dari pedang Fang Lin lalu melesat cepat ke arah Pavilliun Gagak Emas dan beberapa saat kemudian saat siluet Naga Emas tersebut menabrak Pavilliun Gagak Emas.
~BOOOMM~
Ledakan besar terjadi layaknya meteor besar yang menghantam bumi, Suara ledakan tersebut bahkan membuat para hewan yang berada di sekitar kota WeiBei menjadi ketakutan, Kumpulan asap berkumpul di satu tempat yaitu sebuah kawah yang cukup besar.
[Ding! Membunuh 7 kultivator Tingkat Kaisar, Mendapatkan 21 Juta Poin System]
[Ding! Membunuh 12 Kultivator Tingkat Raja, Mendapatkan 23 Juta Poin System]
[Ding!...]
[Ding!...]
Suara notifikasi terdengar di telinga Fang Lin, "Sepertinya pilihanku sudah tepat" Gumam Fang Lin pelan lalu melihat kawah yang berada tepat dibawahnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: Mulai besok update seperti biasanya yaitu 2 kali sehari, Jadi jangan lupa like dan share ke temen kalian buat baca ni novel biar author tambah semangat hehe.