System Sang Immortal

System Sang Immortal
Perang, Fang Lin Vs Xiao Chen X


__ADS_3

Naga Hitam mengumpat kesal ketika mengetahui dirinya terkurung di dalam penghalang Qi yang diciptakan oleh Bai Hu, Ia dapat melihat Li Fan dan Yun Feng yang sudah memasuki penghalang Qi.


Di sisi lain, Bai Hu langsung menyuruh mereka berdua untuk menyerang Hu Jiazhen secara bersamaan sedangkan ia memulihkan luka luar yang diberikan oleh Naga Hitam.


"Baiklah Saudara Bai, kau berdiam diri saja disini... Biarkan kami berdua yang mengalahkan Naga Hitam itu" Li Fan berkata dengan nada yang penuh percaya diri.


Bai Hu sendiri hanya tersenyum tipis mendengarnya, Ia kemudian memejamkan matanya dan fokus untuk menyembuhkan luka luar miliknya.


Usai mengatakan itu Li Fan langsung melesat dengan cepat dan diikuti oleh Yun Feng, mereka berdua mulai menyerang Hu Jiazhen dengan kecepatan yang luar biasa.


Naga Hitam sendiri cukup kesulitan menghadapi mereka berdua, perasaannya sedikit mengganjal ketika merasakan kalau mereka berdua jauh lebih unggul darinya, hanya saja mereka saat ini seperti sedang menahan kekuatan mereka.


"BAJINGAN!!" Naga Hitam terus-terusan mengumpat dan ia mulai mengeksekusi jurus-jurus miliknya dengan aliran Qi yang begitu melimpah.


Naga Hitam sudah tidak peduli lagi kalau dirinya akan kehabisan Qi, Ia sudah tau kalau dirinya akan mati ditangan mereka, jadi ia berniat untuk mengeluarkan semua kemampuan miliknya sebelum kematian menjemputnya.


Li Fan yang melihat Naga Hitam itu meningkatkan kecepatan serta daya serangnya hanya tersenyum tipis, Ia dan Yun Feng menangkis seluruh jurus yang dikeluarkan pria berjubah hitam itu dengan mudah.


"Ayo kita akhiri saja ini... Aku sudah bosan." Yun Feng mengatakan ini lewat telepati.


Li Fan yang mendapatkan telepati tersebut langsung menganggukkan kepalanya, "Baiklah... Aku juga mulai bosan bermain dengannya." Balas Li Fan dan ia mulai meningkatkan kecepatan serta daya serang miliknya.


Permainan pedang Li Fan yang semakin cepat dan kuat tentu membuat Naga Hitam terkejut, Bahkan ia hampir tidak bisa menangkis serangan pria berjubah putih itu.


"Kalian benar-benar bajingan... Aku tidak menyangka kalian menyembunyikan kekuatan kalian." Naga Hitam mengatakan itu dengan suara pelan dan tak lama setelahnya dia terpental ketika mendapatkan tendangan dari Li Fan.


BOOOM!


Suara benturan keras terjadi, Naga Hitam mengeluarkan darah segar yang cukup banyak dari mulutnya ketika dirinya menabrak dinding penghalang milik Bai Hu.


"Keugh..." Naga Hitam memegang perutnya dan merasakan kalau beberapa tulang rusuk miliknya sudah patah.


Cough.

__ADS_1


Cough.


Naga Hitam terbatuk pelan dan di setiap batuknya mengeluarkan darah yang cukup banyak, kini bisa dibilang kondisinya berada di tahap sekarat karena tidak ada satupun dari tubuhnya yang dapat digerakkan.


Di sisi lain, Bai Hu hanya bisa menahan nafasnya karena terkejut ketika melihat Li Fan dan Yun Feng dapat mengalahkan Hu Jiazhen hanya dalam kurun waktu beberapa menit.


"Sekuat apa mereka berdua sekarang? Mengalahkan Spiritual God Emas bertanda hitam hanya dalam kurun waktu dua menit? Itu sedikit mustahil bagiku bahkan bagi orang lain sekalipun" Diam-diam Bai Hu merasa takjub kepada mereka berdua, Ia kemudian terbang mendekati Naga Hitam yang sekarat dan berniat untuk membuatnya pingsan.


"Maafkan aku saudara Bai, sepertinya aku terlalu kuat ketika menendangnya." Li Fan meminta maaf dengan tulus saat melihat kedatangan Bai Hu.


Bai Hu hanya tersenyum dan berkata, "Jangan pikirkan itu... Jika kalian tidak membantu, mungkin aku masih bertarung dengan orang ini."


Setelah mengatakan itu Bai Hu menoleh ke arah Hu Jiazhen yang terduduk lemas sembari bersender di penghalang Qi nya, "Maafkan aku yang telah membuat dirimu seperti ini." Bai Hu meminta maaf dan dengan segera dia menotok bagian dada Hu Jiazhen.


Tok.


Tok.


"Tidurlah..." Bai Hu menjawabnya dengan suara pelan, Ia kemudian mengalirkan Qi nya untuk menyembuhkan luka luar dan dalam pria berjubah hitam itu.


Usai menyembuhkannya Bai Hu membopong Hu Jiazhen dibelakang punggungnya, "Apakah Nie Li sudah menyelesaikan pertarungannya?" Tanya Bai Hu sambil melihat Li Fan.


"Sudah saudara Bai. Dia berkata kalau dia sudah kembali ke barisan belakang pasukan bayangan" Jawab Li Fan cepat.


"Baiklah... Ayo kita kembali." Bai Hu mengatakan itu lalu melesat cepat ke barisan belakang pasukan bayangan.


Li Fan dan Yun Feng menganggukkan kepala mereka dan mengikuti Bai Hu dari belakang.


***


Domain Penjara Es Suci.


Dalam 3 hari ini Fang Lin begitu banyak menanyakan pertanyaan, dirinya membutuhkan waktu selama itu karena Xiao Chen selalu menolak menjawab pertanyaan miliknya.

__ADS_1


Meskipun Fang Lin sudah menjanjikan akan melepaskan para pengikutnya, namun pria berjubah biru itu tetap tidak puas dengan janjinya.


Walaupun Xiao Chen suka menolak beberapa pertanyaannya, Ia tidak marah sama sekali karena Ju Lao Zi selalu menjawab pertanyaan yang tidak dijawab oleh Xiao Chen.


"Baiklah pertanyaan terakhir. Siapa orang yang memberikanmu berkah? Dan dari mana asal dirimu kakek tua?" Fang Lin bertanya dengan suara pelan namun dapat di dengar jelas oleh mereka berdua.


Xiao Chen terdiam ketika mendengar itu, Ia tidak dapat memberitahu identitas orang itu karena dirinya sudah berjanji. Sedangkan Ju Lao Zi mengerutkan alisnya, "Apa maksudmu? Bukankah sudah jelas kalau aku adalah salah satu tetua yang berasal dari Sekte Lembah Petir" Ju Lao Zi berkata dan menatap Fang Lin dengan tatapan aneh.


"Kau pikir aku dapat dibohongi semudah itu? Aku tau tubuhmu yang sekarang bukan tubuh asli... Melainkan tubuh orang lain yang berisi pecahan kesadaran mu." Fang Lin mengatakan ini dengan senyum tipis diwajahnya.


Mendengar itu tentu membuat Xiao Chen terkejut, Ia langsung menoleh ke arah Ju Lao Zi dan bermaksud untuk menanyakan apa yang dikatakan Fang Lin.


"Apa maksudnya guru?! Kenapa dia mengatakan hal itu?" Xiao Chen tidak bisa menahan rasa penasarannya untuk bertanya, Ia sebenarnya tidak ingin memusingkan perkataan Fang Lin barusan jika orang itu adalah kultivator biasa, sayangan dia adalah salah peserta turnamen semesta yang pastinya bukan orang biasa.


Ju Lao Zi menggeleng kepalanya tidak tau, Ia sendiri tidak mengerti dengan pertanyaan yang diajukan oleh Fang Lin barusan.


"Aku juga tidak mengerti..." Ju Lao Zi menjawab dengan suara yang pelan.


Xiao Chen yang mendengar itu sedikit mengerutkan alisnya, "Sesaat aku melihat raut wajah guru yang berbohong." Batin Xiao Chen dan perasaan curiga muncul dihatinya.


Fang Lin berdecak pelan ketika Ju Lao Zi tidak ingin mengakuinya, dalam sekali lihat ia dapat mengetahui kalau kakek tua itu tidak akan mengakui identitasnya meskipun disiksa berapa kali pun.


"Aku harus mencari cara lain agar kakek tua itu mau memberitahu identitasnya..." Fang Lin membatin dan memutar otaknya dengan cepat.


"Hey, Kau mau tau identitas orang yang memberikan aku berkah?" Xiao Chen mengatakan ini dengan suara yang sedikit keras.


Fang Lin tersentak ketika mendengarnya, "Hmm? Kau ingin menjawabnya? Kalau begitu katakan..." Balas Fang Lin cepat.


"Chen'er, Kita tidak boleh membuka mulut tentang orang itu... Apakah kau melupakannya?" Ju Lao Zi tiba-tiba membuka mulut dan melarang Xiao Chen untuk memberitahu identitas orang itu.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2