System Sang Immortal

System Sang Immortal
Vampir Darah Vs Serigala Giok


__ADS_3

Giant Api berwajah garang yang melihat kematian dua rekannya sekaligus langsung meraung marah, emosinya menjadi tak terkendali dan aura membunuh merembes keluar dari tubuhnya.


Sorot matanya menatap tajam ke tempat Yang Ho berada, ketika hujan racun telah berhenti-- ia tanpa banyak bicara langsung melesat ke arah bagian kepala kalajengking raksasa itu.


Kedua tinjunya mengeluarkan aura api, dan ia dengan segera melakukan serangan beruntun ketika sudah sampai.


Yang Ho sendiri tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya berada, ia cukup yakin kalau lapisan pelindung yang ia ciptakan bisa melindungi dirinya dari serangan Giant Api itu.


"Aku akan membunuhmu! Dasar Raja Iblis lemah!" Giant Api berwajah garang merasa sangat marah, setidaknya setiap pukulan yang ia lancarkan bisa menghancurkan sebuah benua.


Yang Ho sendiri tertawa ketika mendengar itu, ia berkata dengan nada mengejek, "Kalau aku lemah, seharusnya kau tidak kehilangan dua rekanmu. Kamu bodoh! Bodoh!"


Giant Api yang mendengarnya menjadi tambah marah, kecepatan serangannya mulai menggila dan membuat sebagian besar lapisan pelindung yang melindungi Yang Ho hancur.


Di sisi lain, dua Giant Api lainnya tidak memerhatikan rekan mereka begitu saja. Keduanya menyerang kalajengking raksasa itu, dan kali ini seluruh kemampuan yang mereka miliki dikerahkan.


***


"Zhou Fan, aku pergi dulu..." Diablo bangkit berdiri dari kursinya, begitu juga dengan Kaisar Iblis di sampingnya.


"Mau ke mana?" tanya Zhou Fan penasaran.


Diablo mengangkat pundaknya dan menjawab, "Entahlah... Tapi aku ingin mengawasi perang secara langsung, sekaligus membunuh musuh yang kutemui."


Zhou Fan terdiam sejenak ketika mendengar itu, raut wajahnya terlihat rumit. Diablo tentu menyadarinya dan ia langsung berkata, "Kau tenang saja, aku akan menyamar dan tidak membunuh musuh terlalu banyak..."


Perlu diketahui, jika seandainya Diablo membantai musuh yang ditemuinya maka cepat atau lambat ia akan menjadi pusat perhatian Dewa Iblis. Tentu saja, puncak peperangan akan jauh menjadi lebih cepat dari perkiraan-- karena Dewa Iblis tidak akan tinggal diam melihat Diablo membantai pasukannya dalam jumlah yang banyak.


"Apa kau baru saja membaca pikiranku?" Zhou Fan memiringkan kepalanya.


"Tidak. Aku bisa menebaknya dari raut wajahmu..." Jawab Diablo sembari menggeleng pelan.

__ADS_1


"Ah... Sejelas itu, ya." Zhou Fan tersenyum pahit, "Kapan kau akan kembali?"


"Aku juga tidak tau, tetapi aku akan kembali jika kau membutuhkan bantuanku." Diablo berkata, dan ia melemparkan sebuah giok hijau seukuran telapak tangannya.


Zhou Fan sendiri langsung menangkapnya, dan ia mengetahui fungsi dari giok hijau tersebut, "Baiklah, berhati-hatilah... Jangan sampai identitasmu terbongkar."


Diablo hanya mengangguk pelan dan ia langsung menghilang dari sana dalam sekejap. Kepergian iblis itu membuat Zhou Fan duduk kembali di kursinya, ia menatap jendela kaca di ruang pengendali kapal yang menampilkan lautan tanpa ujung, "Semoga saja kau tidak membuat masalah yang serius..." gumam Zhou Fan dan matanya perlahan mulai terpejam.


***


Di dalam kesadaran spiritualnya-- Diablo bisa melihat pertempuran yang terjadi di mana-mana, alisnya sedikit terangkat ketika menemukan dua ras Vampir Darah yang sedang terpojok melawan sekelompok musuh dari ras Serigala Giok.


"Tampaknya mereka membutuhkan bantuan..." Diablo bergumam, "Tapi akan kuamati terlebih dahulu."


.....


"Ki Lian! Kita tidak akan bisa menang melawan mereka! Jumlahnya terlalu banyak!" seorang pemuda bermantel merah darah berkata dengan suara lantang, namanya adalah Ki Muyang.


"Hahahaha... Matilah kau, dasar Vampir busuk!" salah satu Serigala Giok tertawa lantang.


"Meskipun kemampuan unik ras-mu adalah regenerasi, tetapi sudah menjadi rahasia umum kalau kemampuan itu tidak bisa berlangsung selamanya!" timpal Serigala Giok lainnya.


"Kami hanya perlu menunggu waktu sampai kau kehabisan Energi untuk beregenerasi, hahahaha..." tawa Serigala Giok satunya lagi.


Mendengar ucapan itu dari ketiga Serigala Giok yang mengeroyoknya membuat Ki Lian kesal, aura berwarna merah merembes keluar dari tubuhnya dan ledakan kemudian terjadi.


Tentu saja ketiga Serigala Giok yang menyerang Ki Lian terpental cukup jauh ke belakang. Meskipun begitu, ledakan tadi sama sekali tidak cukup untuk membuat mereka bertiga mendapatkan luka yang serius.


Ki Lian jelas mengetahui fakta itu, sedari awal ia memang tidak ada niat untuk memberikan luka pada mereka bertiga-- dirinya hanya ingin menciptakan jarak agar mempunyai waktu untuk mempersiapkan jurus terkuatnya.


"Apa yang akan kau lakukan?! Jangan bodoh, Ki Lian! Kau bisa mati jika menggunakan jurus itu!" Ki Muyang berteriak marah, ia mengetahui segel tangan yang sedang dilakukan oleh saudaranya itu.

__ADS_1


"Tidak ada pilihan yang lain! Kita berdua bisa mati jika terus begini!" sahut Ki Lian, dan kemudian muncul sebuah kubah segel kuno yang menutupi area sejauh seratus ribu kilometer.


Ketika itu terjadi, raut wajah Serigala Giok menjadi buruk, sensasi yang mereka rasakan saat ini membuat bulu kuduk mereka menjadi berdiri.


"Aku tau jurus ini..." Serigala Giok yang mempunyai banyak bekas luka di tubuhnya berkata dengan raut wajah serius, "Kubah Darah Penghisap, jurus terlarang dari ras Vampir Darah. Jurus ini dilarang karena bisa membunuh penggunanya, tetapi dibalik pengorbanan itu-- jurus tersebut adalah mimpi buruk bagi makhluk hidup yang mempunyai darah dalam tubuhnya."


"Berarti apa yang harus kita lakukan?! Aku tidak mau mati di sini!" salah satu rekan Serigala Giok bertanya, raut wajahnya terlihat sangat panik.


"Sudah jelas kita harus segera kabur dari tempat ini..." Jawabnya dan ia langsung melesat kabur dari sana.


Kedua Serigala Kuno lainnya langsung mengikuti dari belakang. Di sisi lain, Ki Muyang yang sedang berhadapan dengan empat Serigala Giok sedikit terkejut ketika melihat mereka tiba-tiba saja kabur.


"Mau pergi? Tak akan kubiarkan!" Ki Muyang mendengus dingin, ia menggunakan beberapa jurusnya dan berhasil membuat tiga dari empat Serigala Giok terpaksa menanggapinya.


"Ayo bunuh dia dengan cepat! Kita harus segera pergi dari sini!" salah satu Serigala Giok bersuara dengan lantang, ia mengeluarkan semua cakarnya dan menyerang Ki Muyang secara membabi buta.


Kedua Serigala Giok yang mendengar itu hanya bisa patuh, mereka mau tak mau harus mendengarkannya karena situasi sekarang sangat tidak memungkinkan untuk kabur.


***


Di luar kubah Darah Penghisap.


Seorang pemuda tampan seperti manusia pada umumnya sedang melayang di udara, dia mempunyai rambut putih polos dengan pupil mata berwarna merah cerah.


Dia adalah Diablo, yang kini wujudnya telah berubah sepenuhnya.


"Konsep kubah ini cukup menarik..." Diablo bergumam, dalam sekali lihat ia tau kalau kubah ini bisa menyerap darah makhluk hidup yang berada dalam jangkauannya.


Tetapi kubah tersebut mempunyai beberapa kelemahan yang cukup fatal, salah satunya adalah makhluk hidup yang ada di dalam sana bisa keluar tanpa adanya halangan. Jika seandainya musuh mempunyai kecepatan yang setara dengan kecepatan cahaya, maka kubah ini hanyalah sebuah lelucon bagi mereka.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2