
Ao Zhang yang melhat Dian Wei kabur dengan kecepatan tinggi hanya tersenyum tipis, "Sepertinya aku harus mengakhiri ini lebih cepat" Gumam Ao Zhang dan seketika 3 buah anak panah-nya di lapisi oleh petir biru.
~Bzzrtttt~
~Bzzrtttt~
"Teknik Panah Bulan, Ke-2: Kecepatan Tertinggi" Ucap Ao Zhang dan langsung melepaskan ketiga anak panah yang ada di tali busur-nya.
~Whooooshhhhh~
Ketiga anak panah tersebut langsung melesat ke arah Dian Wei dengan kecepatan yang tidak bisa di-lihat oleh Spiritual God sekalipun.
Di sisi lain, Dian Wei yang sedang melesat di udara langsung melebarkan mata-nya ketika ia merasakan gumpalan energi yang sedang mengarah ke diri-nya dengan kecepatan tinggi.
Dian Wei langsung mengeluarkan artefak pertahanan-nya karna sudah mengetahui kalau gumpalan energi itu adalah serangan kedua dari Ao Zhang.
Namun baru sedetik Dian Wei mengeluarkan artefak pertahanan-nya, Tiba-tiba saja ia memuntahkan darah yang cukup banyak, "S-sialan..." Umpat Dian Wei lalu menunduk-kan kepala-nya untuk melihat kondisi tubuh-nya.
Dian Wei semakin melebarkan mata-nya ketika mendapati tiga bolongan di tubuh-nya, "A-apakah a-aku akan mati disini?!" Tanya Dian Wei dengan nada pasrah dan perlahan pandangan-nya menjadi kabur.
~Whoooshhhhh~
Dian Wei langsung terjatuh di udara karena seluruh tubuh-nya sudah mati rasa dan juga Qi yang tersimpan di dalam dantian-nya perlahan keluar dari tubuh-nya seakan mengalami kebocoran.
Di sisi lain, Ao Zhang yang melihat Dian Wei terjatuh dari langit sedikit mengerut-kan kening-nya ketika mengetahui dantian yang dimiliki Dian Wei retak, "Ini... Bagaimana mungkin dantian-nya retak?" Tanya Ao Zhang dengan nada heran.
Setaunya meretak-kan atau menghancurkan dantian orang lain adalah hal yang sulit, Terlebih lagi orang yang sudah berada di ranah Spiritual God ke-atas, "Serangan-ku sebelum-nya tidak mungkin bisa meretak-kan dantian orang itu. Karena jika ingin meretak-kan atau menghancurkan dantian seseorang harus memiliki teknik khusus" Ucap Ao Zhang pelan. Ia terdiam sesaat untuk memikirkan apa yang terjadi pada Dian Wei, Namun setelah beberapa saat ia masih belum dapat menemukan jawaban-nya.
"Lebih baik aku melihat kondisi orang itu secara langsung" Gumam Ao Zhang dan tanpa basa-basi melesat ke arah Dian Wei.
Ao Zhang yang sedang melesat langsung berhenti ketika melihat kemunculan pria bertopeng hitam di samping Dian Wei, "Siapa dia?" Tanya Ao Zhang saat melihat pria bertopeng hitam tersebut meraih Dian Wei yang terjatuh di udara.
"Hei Ao Zhang, Lebih baik kau tidak usah mencari masalah dengan orang itu" Ucap roh busur yang tiba-tiba menelepati Ao Zhang.
Ao Zhang sendiri yang mendengar itu sedikit terkejut, "Apa maksud-mu?" Tanya Ao Zhang dengan nada penasaran.
"Entah-lah... Aku tidak bisa menjelaskan detail-nya, Tetapi yang pasti pria bertopeng hitam itu ratusan kali lebih kuat dari-mu" Jawab roh busur dengan suara yang sedikit bergetar.
Ao Zhang yang mendengar-nya langsung melebarkan mata, Ia tidak bisa untuk tidak terkejut ketika mendengar apa yang dikatakan oleh roh busur, "Ratusan kali lebih kuat dari-ku?! Apa kau tidak melebih-lebihkan kekuatan orang itu?" Tanya Ao Zhang memastikan.
"Tidak, Aku sama sekali tidak melebih-lebihkan-nya. Ini hanya penilaian kasar-ku saja, Jika aku bisa melihat kekuatan-nya sekali saja, Ada kemungkinan kalau orang itu ribuan kalian lebih kuat dari-mu" Jawab Roh busur menjelaskan.
Mendengar itu Ao Zhang hanya bisa menarik nafas dingin, Ia dengan segera memasuk-kan busur-nya ke dunia jiwa lalu melesat pergi dari sana.
Meskipun Ao Zhang tidak terlalu percaya dengan perkataan roh busur, Namun ia tidak ingin mengambil resiko tentang itu.
Di sisi lain, Pria bertopeng hitam saat ini sedang memegang kerah belakang jubah Dian Wei seperti mengangkat leher kucing, Ia menolehkan kepala-nya dan mendapati Ao Zhang yang sedang melesat kabur, "Dia sepertinya tau kalau aku lebih kuat dari-nya" Gumam Fang Lin pelan lalu kembali menoleh ke arah Dian Wei.
"Yue, Apakah benar anak ini memiliki dantian spesial?" Tanya Fang Lin memastikan.
[Benar tuan]
Mendengar jawaban Yue, Fang Lin hanya terdiam, Ia kemudian melihat ke arah luka yang di derita Dian Wei dan sedikit menaik-kan alis-nya, "Apa ini? Kenapa luka di tubuh-nya perlahan memulih?" Tanya Fang Lin dengan nada keheranan saat diri-nya melihat 3 lubang yang ada di tubuh Dian Wei perlahan menutup.
"Kondisi ini sangat mirip dengan Raja Iblis yang ku-lawan di seruling kematian" Gumam Fang Lin pelan.
[Itu adalah efek dari Dantian Spesial milik-nya tuan]
"Dantian spesial-nya lagi? Memang-nya dantian apa yang dia miliki?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.
[Dantian Keabadian, Sebuah Dantian yang dapat membuat seseorang menjadi Abadi ketika memiliki dantian tersebut]
Mendengar itu Fang Lin langsung menaik-kan kedua alis-nya, "Dantian Keabadian? Aku baru pertama kali mendengar-nya" Gumam Fang Lin pelan lalu menimpali-nya dengan cepat, "Lalu kenapa kau menyuruh-ku untuk membawa-nya?" Tanya Fang Lin keheranan.
Sebelum-nya Fang Lin disuruh oleh Yue untuk membawa Dian Wei, Ia sendiri tidak bertanya mengenai itu dan langsung melakukan apa yang Yue katakan.
[Tuan serap seluruh isi yang ada di dantian orang tersebut dan jika tuan berhasil melakukan-nya, Maka tuan akan mendapatkan keabadian yang mutlak]
Fang Lin yang mendengar penjelasan Yue tentu terkejut, "Jadi kau bermaksud untuk aku merebut dantian spesial milik orang ini?" Tanya Fang Lin memastikan.
[Benar tuan]
Fang Lin yang mendapatkan jawaban dari Yue langsung terdiam sesaat, "Untuk apa aku melakukan ini? Bukan-kah aku mempunyai sihir Immortal?" Tanya Fang Lin dengan nada heran.
[Tuan, Immortal/Keabadian mempunyai berbagai macam tipe, Dan jika tuan mempunyai semua tipe dari Immortal/Keabadian, Maka tidak ada eksistensi manapun yang bisa membunuh tuan]
[Perlu tuan ketahui, Jika tuan mempunyai sihir Immortal, Bukan berarti tidak ada yang bisa membunuh tuan]
[Di seluruh Alam Semesta banyak sekali orang-orang yang memiliki kekuatan di luar nalar, Bahkan mereka bisa membunuh tuan yang sudah sekuat ini hanya dengan tatapan saja]
Fang Lin yang sedari tadi menyimak perkataan Yue hanya bisa menahan nafas-nya, Ia sebenar-nya tidak ingin mempercayai hal itu, Namun saat ini yang mengatakan-nya adalah Yue, Jadi diri-nya mau tak mau harus mempercayai hal itu.
Beberapa saat kemudian, Fang Lin menghela nafas panjang, "Haah... Baik-lah kalau begitu..." Ucap Fang Lin dan dalam sekejap menghilang dari sana.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: Biar gak lupa.
Tingkat Kultivasi
- Pendekar (1-9)
Awal
Menengah
Puncak
- Pendekar Elite (1-9)
__ADS_1
Awal
Menengah
Puncak
- Transformasi (1-9)
Awal
Menengah
Puncak
- Jendral (1-9)
Awal
Menengah
Puncak
- Jendral Elite (1-9)
Awal
Menengah
Puncak
- Raja (1-9)
Awal
Menengah
Puncak
- Kaisar (1-9)
Awal
Menengah
Puncak
- Kaisar Surgawi (1-9)
Awal
Menengah
Puncak
- Saints (1-9)
Awal
Menengah
Puncak
- Saints Emperor (1-9)
Awal
Menengah
Puncak
- Half-Immortal
Hitam
Putih
Merah
- Immortal
Hitam
Putih
Merah
Tingkat Kultivasi To God
- Asal Mula (1-9)
- Tyrant (1-9)
- Holy Tyrant (1-9)
- Grand Dao (1-9)
- Holy Dao (1-9)
- Monarch (1-9)
- Holy Monarch (1-9)
__ADS_1
- Menuju Dewa (1-9)
- Immortal King (1-9)
- Immortal Emperor (1-9)
- Supreme Being -- Half God -- True God
Kultivasi Spiritual God:
Perak
- Putih
- Merah
- Hitam
Emas
- Putih
- Merah
- Hitam
Berlian
- Putih
- Merah
- Hitam
Tingkatan Kultivasi (Prajurit Dewa)
- Dewa Pemula (1-19)
- Dewa Hijau (1-19)
- Dewa Kuning (1-19)
- Dewa Biru (1-19)
- Dewa Merah (1-19)
- Dewa Hitam (1-19)
- Dewa Terakhir (1-19)
Tingkatan Kultivasi (Jendral Dewa)
- Dewa Asal Mula (1-29)
- Dewa Perunggu (1-29)
- Dewa Perak (1-29)
- Dewa Baja (1-29)
- Dewa Emas (1-29)
- Dewa Kristal (1-29)
- Dewa Giok (1-29)
Tingkatan Kultivasi (Raja Dewa)
- Dewa Petarung (1-39)
- Dewa Sejati (1-39)
- Dewa Bumi (1-39)
- Dewa Langit (1-39)
- Dewa Kuno (1-39)
- Dewa Tertinggi (1-39)
Tingkatan Kultivasi (Kaisar Dewa)
- Dewa Tahta (1-49)
- Dewa Dunia (1-49)
- Dewa Nirwana (1-49)
- Dewa Penguasa (1-49)
Tingkat Keabadian (Immortal God)
- Dewa Surgawi (1-59)
- Dewa Abadi (1-59)
- Dewa Mutlak (1-59)
- Dewa Semesta (1-59)
Tingkat Kemutlakan (Absolute)
__ADS_1
- Sang Absolute Universe