
Alam Longxu adalah sebuah Alam tingkat tinggi, memiliki dua benua yang saling berperang satu sama lain dalam waktu yang sangat lama. Perang dari kedua benua tersebut berakhir ketika seorang pria berpakaian aneh datang ke alam ini bersama dengan rombongannya.
Pria tersebut memperkenalkan dirinya sebagai Diablo, dia memiliki puluhan juta pasukan yang berada di tingkat Prajurit Dewa ke atas. Berkat kedatangannya, kedua pemimpin dari masing-masing benua berdamai meskipun membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk itu terjadi.
Diablo menjadi pemimpin di sana, keberadaannya dihormati oleh berbagai kalangan tetapi ada juga yang tidak menyukainya.
***
Alam Longxu, Istana Shadow Monarch.
Istana Shadow Moncarch diberi nama oleh Diablo atas saran dari tuannya. Sebelum Fang Lin menugaskan Diablo untuk menguasai semua Alam, dia memberitahu pada iblis itu untuk memberi nama 'Shadow Monarch' ke tempat yang menjadi wilayah utama di sebuah Alam.
Alasan Fang Lin melakukannya karena ia ingin Alam yang sudah menjadi wilayahnya mempunyai identitas spesial, yaitu 'Shadow Monarch'.
Di sebuah ruangan tetutup, Diablo dan Fei Yulan saling berhadap-hadapan di sebuah meja.
"Kita sudah menguasai 17 Alam Tingkat Tinggi, 31 Alam Menengah dan 84 Alam Rendah. Tetapi dari semua Alam itu, tidak ada satupun tanda-tanda calon istri tuan." Diablo menghela nafas panjang setelah mengatakannya.
Diablo bisa menguasai banyak Alam dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun karena dirinya membentuk banyak Grup, yang dimana masing-masing dari anggotanya memiliki kekuatan luar biasa.
Fei Yulan terdiam mendengar ucapan Diablo, beberapa menit kemudian ia berbicara, "Kalau begitu mari kita kuasai Alam Tingkat Tinggi lagi. Sepertinya kondisi Alam ini sudah terbilang stabil setelah kita menguasainya, jadi kita bisa meninggalkannya."
"Aku tau... Namun masih banyak pengkhianatan di dalam istana ini, aku yakin beberapa dari mereka sangat tidak senang dengan kedatangan kita beberapa bulan yang lalu. Aku tidak mau korban kembali berjatuhan." Balas Diablo dengan suara pelan.
Fei Yulan berdiri, "Baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu..."
Fei Yulan menghilang dari sana tanpa menunggu jawaban Diablo, sedangkan iblis itu kembali menghela nafas panjang.
"Aku penasaran dengan kabar tuan, apakah dia berhasil menang melawan Alam Dewa? Dan berhasil menyelamatkan gurunya?" Batin Diablo bertanya-tanya.
"Aku ingin melakukan telepati dengan tuan, tetapi aku takut mengganggunya." Diablo sedikit murung saat mengatakan.
Diablo berdiri dan ketika ingin pergi dari sana, tiba-tiba saja ia mendapatkan telepati dari seseorang.
"Diablo, bagaimana kabarmu?" Bai Hu bertanya dengan nada semangat.
Diablo sedikit terkejut mendengar suaranya, ia tersenyum dan menjawab, "Tentu saja aku baik-baik saja. Bagaimana dengan dirimu?"
__ADS_1
"Hehehe... Tentu saja aku baik-baik saja. Ah, omong-omong kau sekarang berada dimana?"
"Aku berada di Alam Longxu, salah satu Alam Tertinggi yang berhasil aku kuasai."
"Oh... Bagaimana kabar nona Fei Yulan?"
"Dia baik-baik saja. Memangnya kenapa?"
"Tidak ada. Aku hanya bertanya saja..."
"Apa kabar dengan tuan? Apakah dia masih melawan Alam Dewa?"
"Tuan baik-baik saja, dia saat ini sedang berkultivasi di Dunia Abyss dan juga tuan berhasil mengalahkan Alam Dewa hanya dengan pasukan bayangannya. Gila bukan? Alam Dewa Benar-benar kuat, tetapi tuan dapat mengalahkan mereka."
"Hahaha... Hebat, aku memang sudah memperkirakan hal itu. Potensi tuan tidak terbatas, memenangkan peperangan semacam ini seharusnya mudah baginya." Diablo berkata sambil tertawa senang, "Ah, iya. Apakah tuan berhasil menyelamatkan gurunya?"
"Gurunya? Maksudmu Guru tuan?"
"Iya, apakah berhasil?"
Telepati Bai Hu terputus dan membuat Diablo terheran, "Apa yang terjadi? Dan kenapa dia menjawab seperti itu?" Diablo terheran dan mencoba untuk menelepati kembali Bai Hu.
Namun mau berapa kali Diablo mencobanya, ia tidak dapat menghubungi Bai Hu, "Aneh... Dia sama sekali tidak menjawab."
Diablo mulai khawatir dengan Bai Hu, ia berpikir kalau terjadi sesuatu dengan orang itu. Diablo kemudian menghubungi para bawahan inti tuannya yang lain tetapi tidak bisa.
Saat mencoba untuk menghubungi yang lainnya, tiba-tiba saja Diablo ditelan dengan kegelapan tanpa batas.
"A-apa-apaan?!" Diablo terkejut karena tidak sempat bereaksi.Ia mengedarkan kepalanya dan tidak bisa melihat apa-apa selain kegelapan.
Diablo mencoba untuk menyebarkan Kesadaran Spiritualnya namun dia tidak dapat melakukannya seolah terhalang sesuatu yang tidak dapat ditembus.
"Menarik sekali. Di Alam Semesta ini terdapat makhluk yang tidak berpengaruh dengan hukum mutlak sang High Absolute..."
Suara yang begitu berat terdengar dari berbagai arah. Diablo mengerutkan alisnya dan perasaan gelisah menyelimuti hatinya, suara tersebut membuatnya cukup merinding.
"Siapa kau?" Diablo bertanya tanpa basa-basi.
__ADS_1
"Salam kenal, namaku adalah Azazel."
"Lalu, kenapa kau membawaku kemari? Azazel."
"Aku hanya penasaran denganmu, makhluk yang tidak terikat dengan Hukum Alam Semesta. Potensimu cukup besar meskipun tidak sebesar tuanmu."
"Tuanku? Darimana kau mengenalnya?" Diablo mulai meningkatkan rasa waspadanya.
"Heh... Tuanmu itu sudah menjadi perbincangan hangat di kalangan Absolute Universe, bahkan salah satu anggota dari tujuh dosa besar ingin bertarung dengannya."
Tentu apa yang dikatakan oleh Azazel membuat Diablo kebingungan, tetapi ia dapat menyimpulkan semuanya dalan waktu kurang dari setengah menit.
"Kalau begitu bebaskan aku, kau sudah tidak penasaran denganku lagi bukan?"
"Tentu saja. Ah, iya... Berhubung kau tidak terikat dengan Hukum Alam Semesta, sebaiknya kau menyembunyikan fakta tersebut." Ucap Azazel lalu menimpalinya, "Karena High Absolute tidak akan tinggal diam jika dia mengetahui ada makhluk sepertimu, dan saat itu terjadi maka orang-orang terdekatmu dalam bahaya."
Sesaat setelah kata-kata tersebut berhenti, Diablo kembali ke ruangan tertutup sebelumnya. Raut wajahnya tidak bisa dijelaskan karena masih mencerna apa yang dikatakan oleh makhluk yang bernama 'Azazel' itu.
"Merepotkan...." Diablo berdecak pelan setelah terdiam selama beberapa menit, ia kemudian menghilang dari sana tanpa jejak sedikitpun.
***
Dunia Abyss.
20 Tahun Berlalu.
Di dalam sebuah Gua yang tidak terlalu besar, seorang pria berjubah hitam mewah dengan rambut hitam panjang sedang duduk berkultivasi. matanya perlahan terbuka dan menampilkan pupil mata berwarna biru safir.
Fang Lin menghembuskan nafas dari mulutnya setelah berkultivasi 20 tahun tanpa berhenti, dia tersenyum lalu bergumam, "Aku sudah mencapai Dewa Nirwana Level 4, kekuatanku benar-benar sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya."
Setelah mencapai Dewa Tahta, Fang Lin sudah tidak perlu menggunakan malapetaka Petir Semesta untuk naik ke ranah selanjutnya, yang penting jika Qi-nya sudah cukup untuk naik ke ranah selanjutnya maka akan langsung naik tanpa persyaratan.
"Bagaimana kabar mereka? Aku harap baik-baik saja..." Fang Lin sebenarnya ingin menyapa mereka setelah sekian lama, namun mengingat kekuatannya masih belum cukup untuk kembali ke masa lalu, mau tak mau ia harus menundanya.
Bersambung....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1