System Sang Immortal

System Sang Immortal
Masa Lalu II


__ADS_3

Fang Lin memejamkan mata dan mencerna seluruh ingatan yang baru saja didapatkannya. Selang beberapa saat, ia menghela nafas panjang dan disaat yang bersamaan matanya perlahan terbuka.


"Terima kasih, guru. Aku akan selalu menyimpan ingatan ini sepanjang hidupku, dan berjanji tidak akan akan pernah melupakannya..." Fang Lin tersenyum saat mengatakan itu.


Yuan Zhong sendiri hanya terkekeh pelan. Mereka berdua kemudian mengobrol dan menghabiskan waktu bersama, tanpa sadar waktu sudah terlewati setengah hari.


Fang Lin berdiam diri dihadapan Yuan Zhong, raut wajahnya terlihat muram karena sebentar lagi mereka berdua akan berpisah.


Yuan Zhong tersenyum hangat, "Fang'er, mari sudahi obrolan ini. Kau juga mempunyai beberapa urusan sebelum kembali ke masa depan, bukan?"


Fang Lin sedikit melebarkan mata, "Ah, apa guru juga mengetahuinya?"


"Tentu saja, dasar murid sialan. Padahal gurumu ini belum punya satu kekasihpun, tapi kau malah mendahuluiku dan mempunyai empat kekasih yang sangat cantik. Ugh, itu membuatku iri..." Yuan Zhong begitu kesal saat melihat masa depan Fang Lin.


Fang Lin sendiri langsung tertawa, "Sebenarnya aku sudah menambah satu wanita lagi, guru. Jadi, bisa dibilang aku mempunyai lima kekasih sekarang..."


Yuan Zhong tidak terlalu terkejut, "Pasti dia adalah wanita cantik bermata merah muda yang selalu berada di sisimu, kan?" Tanyanya memastikan.


"Benar. Namanya Yue, guru..." Jawab Fang Lin cepat.


"Ah, kau sungguh membuatku iri." Yuan Zhong berdecak pelan sambil menggelengkan kepala.


Fang Lin tertawa pelan, dan kemudian berkata, "Baiklah. Aku pergi dulu, guru. Maaf kalau aku tidak bisa berlama-lama di sini, karena waktu yang kumiliki sekarang sangatlah terbatas."


Yuan Zhong senang melihat muridnya itu kembali ceria, "Tak apa, aku sudah senang kau kemari..."


"Kalau begitu, aku pergi dulu. Lain waktu, aku akan kembali ke masa lalu dan mengobrol denganmu, guru!" Fang Lin langsung terbang pergi usai mengatakan itu.


Yuan Zhong tersenyum tipis, "Tentu..."


***


Halaman Mansion Dewa Perang.


Kini, roh Fang Lin berdiri tepat di depan seseorang yang sedang melakukan posisi lotus dan menyerap sesuatu, orang itu adalah dirinya di masa lalu.

__ADS_1


Fang Lin tersenyum tipis, tanpa banyak berbicara ia langsung memasuki dunia jiwa dari dirinya di masa lalu. Melakukan hal tersebut adalah perkara yang mudah baginya, karena meski mereka berasal dari masa yang berbeda akan tetapi Dunia Jiwa mereka tetap terhubung satu sama lain.


***


Dunia Jiwa.


Fang Lin dapat melihat sebuah rumah sederhana dan tidak jauh dari sana terdapat sekelompok orang yang sedang berlatih bela diri. Mereka adalah Qiao Yu, Xue Hua dan Mue Lian.


Melihat kembali ketiga kekasihnya membuat perasaan Fang Lin menjadi lega, ia kemudian terbang mendekati mereka tanpa diketahui.


Setelah itu, Fang Lin menanamkan hukum energi semesta di masing-masing roh kekasihnya. Tentu saja, hukum tersebut tidak akan bisa diketahui olehnya di masa sekarang ini atau nanti sebelum dia kembali ke masa lalu.


Note: Fang Lin di time line masa lalu gak akan tau kalau hukum energi semesta sudah ditanam di tubuh Qiao Yu, Xue Hua dan Mue Lian. Dia bakalan tau nantinya setelah kembali ke masa lalu, yang dimana masa tersebut adalah masa sekarang ini.


Fang Lin kemudian menghela nafas panjang usai menanamkan hukum energi semesta ke dalam roh ketiga kekasihnya, senyum tipis terukir di wajahnya dan tidak lama setelah itu kepalanya berdengung kencang.


"Ah, sialan. Jadi sudah waktunya, ya." Fang Lin berdecak kesal, dengungan di kepalanya adalah tanda kalau energinya akan habis sebentar lagi.


Fang Lin melihat ketiga kekasihnya selama beberapa saat, lalu menghilang dari sana tanpa jejak sedikitpun.


***


Halaman Mansion Dewa Perang.


Di dalam lorong waktu, Fang Lin sedari tadi menghela nafas panjang karena memikirkan nasib gurunya. Bisa dibilang dirinya ada murid terburuk karena membiarkan gurunya menerima takdir semacam itu, apalagi semuanya terjadi karena dirinya sendiri.


***


Kekosongan tanpa batas.


Yue sedari tadi mondar mandir di tempatnya berada, ia tidak bisa tenang karena kekasihnya itu sudah ada di masa lalu cukup lama.


"Apa yang dilakukan Fang Gege sekarang? Apa dia sedang kembali, atau masih berada di sana? Tapi, seharusnya dia sudah menerima tanda kalau energinya akan segera habis, bukan?"


Banyak sekali pertanyaan yang ada di kepala Yue saat ini, ia bahkan sampai tidak bisa mengedipkan matanya.

__ADS_1


"Oh, Yue? Apa yang sedang kamu lakukan?" Fang Lin tiba-tiba saja keluar dari portal hijau.


Yue langsung menatap ke arah portal hijau, dan dia langsung menghela nafas panjang lewat mulut, "Memangnya apa lagi? aku kan menunggumu, Fang Gege..." Jawabnya sambil memutar bola mata malas.


"Hahahaha... Kau tampak gelisah, makanya aku bertanya." Fang Lin tertawa pelan, rohnya kemudian masuk ke dalam tubuhnya yang sedang bermeditasi itu.


Beberapa saat kemudian, Fang Lin perlahan membuka mata dan kemudian bangkit berdiri. Dia meregangkan tubuhnya yang terasa pegal, lalu menatap Yue yang sedang berjalan menghampirinya.


"Bagaimana di sana?" Tanya Yue ketika sampai.


Fang Lin tersenyum dan menjawab, "Semuanya berjalan lancar, dan aku sudah menemukan sosok yang telah terkena hukum penghapusan identitas."


Yue terdiam sejenak sebelum bertanya siapa sosok tersebut. Fang Lin sendiri dengan cepat menjawab, kalau dia adalah Yuan Zhong, gurunya sang Dewa Perang.


"Begitu, ya. Jadi nama itu tidak hanya kebetulan saja terlintas di dalam pikiranku." Batin Yue dan melihat senyuman dari pria tampan itu memudar, "Apa kamu baik-baik saja?"


"Bisa dibilang tidak. Tapi, apa yang harus kulakukan? Dia memilih takdir seperti itu, jadi aku tidak bisa berbuat banyak untuknya..." Jawab Fang Lin dengan suara pelan.


Yue menghela nafas pendek, "Lalu, apakah kamu sudah memberikan hukum semesta ke mereka bertiga?" Tanya Yue penasaran.


"Tentu. Mungkin aku perlu ke Dunia Abyss untuk bisa merasakan lokasi dari mereka bertiga." Jawab Fang Lin cepat.


Yue tidak bertanya lagi, ia kemudian menutup lorong waktu dan tanpa sadar darah keluar dari salah satu lubang hidungnya.


Fang Lin sendiri langsung menyadari hal tersebut dan langsung memegang pipi Yue dengan kedua tangannya, "Maaf... Sepertinya kau kelelahan karena aku."


"Eh? Ah... Kamu tidak perlu khawatir, Fang Gege." Yue baru menyadari darah yang keluar dari hidungnya, dan ia langsung membersihkannya, "Aku baik-baik saja..."


Yue tersenyum saat mengatakan itu, sedangkan Fang Lin menghela nafas panjang, "Ayo keluar..."


Yue mengangguk dan dalam sekejap mereka berdua menghilang dari kekosongan itu tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2