
Mereka tentu terkejut ketika melihat ayah mereka yaitu Li Zu Xing tersenyum, Bukan tanpa alasan mereka terkejut seperti itu.
Karna sudah hampir ratusan ribu tahun ayah mereka tidak tersenyum seperti ini setelah kematian dari adik bungsu mereka.
Li Xiang Zi yang menyadari keanehan ayahnya langsung bertanya, "Maafkan aku yang lancang ini, Tetapi kenapa ayah saat ini terlihat bahagia? Bahkan sampai tersenyum seperti itu" Tanya Li Xiang Zi sambil menatap ayahnya.
Li Zu Xing yang mendengar perkataan dari anak pertamanya sedikit menaikkan alisnya, "Memangnya harus ada alasan jika ayah ingin tersenyum?" Tanya kembali Li Zu Xing dengan heran. Ia lalu menatap ke anak-anaknya yang lain, Akan tetapi anak-anaknya langsung menghindari tatapannya.
Li Xiang Zi langsung mengangkat bahunya dan seolah mengatakan, Ya memang harus ada alasan jika seseorang sedang bahagia.
Melihat itu Li Zu Xing langsung menghela nafas panjang, Ia lalu mengatakannya dengan nada yang sedikit keras, "Dengarkanlah nak, Guru ayah yaitu Shen Xiong ingin menghadiri turnamen para DemiGod yang nantinya akan diutus untuk memerangi para iblis"
"Tentu kesempatan itu tidak akan ayah sia-siakan, Ayah akan bertemu dengan guru dan menghabiskan waktu untuk mengobrol bersamanya" Ucap Li Zu Xing berbohong.
Saat ini dirinya harus berbohong ke seluruh anak-anaknya, Meski dia tidak tau siapa pembunuh dari anak bungsunya, Akan tetapi dia memilih untuk bermain aman agar dapat mengetahui siapa dalang dibalik semua itu.
Li Zu Xing memang sudah mencurigai anak-anaknya, Tetapi dirinya tidak memiliki bukti yang kuat untuk menuduh mereka.
Dia mempunyai banyak alasan untuk mencurigai anak-anaknya, Namun dia memilih diam dan menunggu sampai waktunya tiba.
Li Xiang Zi yang mendengar perkataan dari ayahnya tentu terkejut, Ia lalu membatin dan diam-diam tersenyum dalam hati, "Guru dari ayah? Berarti seorang Absolute akan datang ke pertandingan tersebut?!"
Tentu hal tersebut adalah informasi yang penting baginya, Karena jika seorang Absolute memandang baik seseorang, Maka seseorang tersebut akan mendapatkan berkah darinya.
Walaupun itu hanya sebuah tanaman spiritual ataupun sebuah pil, Tetapi yang pasti... Apa yang diberikan oleh Sang Absolute akan sangat berharga bagi mereka yang mendapatkan berkah.
Setelah Li Zu Xing mengatakan hal tersebut, Kegaduhan seketika terjadi dan membuat ruang tahta yang dulunya sepi kini menjadi ramai setelah ratusan ribu tahun lamanya.
Li Zu Xing sendiri yang melihat rasa antusias anak-anak mereka hanya tersenyum lembut, "Aku meyakini kalau didalam hati kalian masih ada kebaikan, Akan tetapi rasa baik kalian telah tertutupi oleh rasa iri dan serakah" Batin Li Zu Xing menggelengkan kepalanya pelan.
"Aku memang akan akan menghukum kalian jika kalian adalah dalang dari pembunuhan putri bungsuku, Tetapi aku tidak akan pernah membunuh kalian meskipun kalian telah melakukan hal sekeji itu" Lanjut Li Zu Xing membatin lalu memejamkan matanya perlahan.
__ADS_1
Di sisi lain, Para anak dari Li Zu Xing langsung berhenti berbicara ketika mereka melihat ayah mereka menutup matanya.
Mereka langsung terdiam dan beberapa dari mereka ikut memejamkan mata, Mereka tidak ingin ayah mereka terganggu akibat suara berisik dari mereka.
***
Di Dunia Jiwa Fang Lin, Gua wilayah luar Hutan Terlarang.
Kini Fang Lin sedang memejamkan matanya di kasur yang empuk bersama kedua calon istrinya, Dia kini sedang memikirkan dimana tempat yang cocok untuk dijadikan Kolam Suci.
"Hmm... Apakah cocok ditempat yang sebelumnya Bai Hu menerima petir kesengsaraan?" Batin Fang Lin berpikir.
Fang Lin berpikir seperti itu karena sebelumnya dia lupa untuk memperbaiki tanah yang telah menjadi kawah tersebut.
Walaupun kawah yang terbuat dari petir kesengsaraan Bai Hu tidak terlalu besar, Akan tetapi kawah tersebut cukup untuk menampung setengah dari penghuni Hutan Terlarang.
Fang Lin langsung menepis pikirannya untuk menjadikan kawah tersebut sebagai Kolam Suci, Karna dia berpikir kalau hewan yang berbeda kelamin tidak boleh disatukan agar di masa depan tidak akan terjadi sebuah kesalahpahaman.
Fang Lin lalu kembali berpikir dan hal tersebut memang membutuhkan waktu yang lama.
Sekitar 10 menit Fang Lin berpikir, Akhirnya dia mendapatkan sebuah ide. Fang Lin berpikir untuk membuat 4 kolam yang berbeda.
Kolam pertama adalah kolam yang digunakan untuk para monster jantan, Sedangkan kolam ketiga untuk para monster betina.
Kolam yang ketiga dam yang keempat juga sama seperti kolam sebelumnya, Ketiga untuk pria dan keempat untuk wanita, Tetapi kedua kolam tersebut dikhususkan untuk manusia saja.
Fang Lin dari dulu sudah berencana untuk membuat pasukan yang kekuatannya setara dengan para dewa.
Tetapi sebelum rencana tersebut terwujud. Dirinya harus mempunyai sebuah tempat yang dapat menampung manusia ataupun ras lainnya untuk belajar ditempat tersebut.
Mirip seperti sebuah sekte atau organisasi, Dia harus mempunyai tempat yang luas untuk mengajari para pasukannya nanti.
__ADS_1
Fang Lin mulai berpikir untuk mengambil wilayah yang disekitarnya terdapat hutan, Pegunungan dan juga tempat yang berbahaya.
"Haa... Aku harus melakukan itu semua" Ucap Fang Lin dengan nada malas. Ia lalu membuka matanya secara perlahan dan bangun dari sana.
Fang Lin lalu menoleh ke arah kiri dan kanan, Ia melihat kalau Mue Lian dan Shui Ru sedang tertidur pulas, "Akhir-akhir ini mereka lebih memilih tidur agar bisa bersama-ku" Gumam Fang Lin pelan sambil tersenyum.
Dirinya tidur karna dirinya memiliki tubuh spesial yang dapat menyerap Qi dengan sendirinya, Bisa dibilang dia saat ini tertidur akan tetapi tubuhnya tetap bekerja untuk menyerap Qi.
Meskipun begitu, Dia tidak akan melarang istrinya untuk tidur. Meskipun istrinya akan sangat lemah dia masa depan, Dia tidak terlalu peduli.
Karna jika ada musuh yang lebih kuat nanti, Dia hanya perlu berkembang dan menjadi lebih kuat dari pada musuh-musuhnya nanti.
Fang Lin kemudian merebahkan kembali tubuhnya di tengah-tengah kedua wanita cantik itu, Ia ingin menikmati saat-saat ini sebelum dirinya pergi berperang beberapa puluh tahun nanti.
***
Di Alam Agung, Istana Surgawi.
Saat ini Dian Qi beserta anak-anaknya sedang mendiskusikan sebuah rencana perang yang akan terjadi 2 tahun lagi.
Mereka mendiskusikan ini ditempat yang sangat aman dan tidak ada yang dapat mendengar mereka kecuali orang-orang yang berada di ruangan tersebut.
Lebih tepatnya saat ini mereka berada di sebuah ruang bawah tanah, Namun ruangan tersebut sangatlah mewah layaknya penginapan terbaik kota-kota besar.
"Bagaimana dengan pasukan elit dari pangilma pertama?" Tanya Dian Qi sambil memejamkan matanya.
Dian Wu yang mendengar itu segera menjawab perkataan ayahnya, "Jumlah mereka saat ini sekitar 10 juta dan sudah berada di ranah Asal Mula" Ucap Dian Wu cepat.
"Para pasukan elit sudah diberi latihan khusus dan sumber daya yang melimpah, Jika kita beruntung mereka semua akan mencapai ranah Tyrant 2 tahun lagi" Timpal Dian Wu menjelaskan.
Dian Qi hanya mengeluskan janggutnya sambil menganggukkan kepalanya ketika mendengar itu, Meski hal tersebut sudah meningkatkan kekuatan mereka secara signifikan akan tetapi untuk memenangkan perang tersebut akan membutuhkan banyak korban.
__ADS_1
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.