
Sementara itu, Fang Lin kini sedang melesat di udara dengan kecepatan cahaya. Senyum yang lebar terlihat jelas di wajahnya, sudah cukup lama ia tidak merasakan perasaan sebahagia ini setelah membantai banyak orang.
"Target selanjutnya siapa lagi, ya?" Fang Lin memejamkan matanya untuk memikirkan itu.
Meskipun Fang Lin berpikir demikian akan tetapi dirinya tidak mau mencari masalah dengan sembarang orang, ia hanya menargetkan orang-orang yang sifat arogannya besar.
Alasan Fang Lin menargetkan orang yang seperti itu dikarenakan dirinya sangat menikmati raut wajah keputusasaan mereka ketika dihadapkan dengan kenyataan pahit.
Pada saat Fang Lin sedang memikirkan tindakannya nanti, ia berhenti ketika merasakan fluktuasi energi yang besar dari arah barat.
Tidak lama setelah itu, Fang Lin bisa menemukan kalau daratan saat ini sedang bergetar hebat karena sesuatu.
"Wah, apa ini? Apakah sesuatu yang menarik?" Fang Lin bertanya-tanya dalam hati sembari menyeringai kecil, ia kemudian mengubah jalur lesatannya ke arah barat untuk mencari tau peristiwa yang menyebabkan daratan bergetar.
***
Di kota Bintang Es, hampir sebagian wilayah kini ditutup oleh lahar api yang begitu panas. Banyak sekali kultivator yang mati di sana karena tidak sempat melarikan diri, dan peristiwa itu disebabkan oleh sekelompok orang bertopeng merah yang setiap dari mereka mempunyai basis kultivasi di ranah Heavenly God.
Di hadapan sekelompok Heavenly God tersebut ada kelompok lainnya yang mempunyai ranah tidak jauh berbeda dari mereka.
Keluarga Tang adalah sekelompok orang yang dimaksud, sebagian besar dari mereka mempunyai ranah Heavenly God sementara sisanya berada di ranah Saint.
"Ah Shui, apakah kau sudah mengerti dengan tindakan yang telah dirimu serta orang-orangmu lakukan?!" seorang kakek tua berjanggut putih dengan sepasang pupil mata kuning bertanya, tatapannya terlihat sangat tajam dan marah.
Seorang kakek tua lainnya yang tidak mempunyai janggut ataupun kumis menyeringai kecil, "Tang Shan, sudah lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?"
"Ah Shui... Jawab pertanyaanku dulu!"
Whoooosh!
Aura kuning muda merembes keluar dari tubuh kakek tua yang bernama Tang Shan, dan aura itu mampu membunuh seorang Golden Soul sekalipun.
Meskipun demikian, nyatanya aura yang dikeluarkan Tang Shan tidak begitu berpengaruh di hadapan sekelompok orang bertopeng merah.
"Kenapa juga aku harus menjawab pertanyaanmu, Tang Shan? Kau memiliki mata, seharusnya kau sudah tau kalau aku melakukan hal ini bukan untuk bermain-main saja." Ah Shui tersenyum sinis.
Niat Membunuh merembes keluar dari tubuh Tang Shan, "Dasar brengsek, apa tujuanmu melakukan ini sama seperti waktu itu?!"
Ah Shui tidak menanggapi itu dan hanya tersenyum mengejek saja.
__ADS_1
Tang Shan benar-benar marah karena tidak ada tanggapan dari orang itu, ia mengirim telepati pada seluruh orang-orang yang bersamanya untuk membentuk formasi Array.
Namun ketika rencana baru saja ingin dimulai, awan di atas kota Bintang Es seketika berubah menjadi berwarna merah darah.
Fluktuasi energi iblis yang murni perlahan mulai menyelimuti setiap sisi wilayah tersebut sehingga menimbulkan perasaan gelisah serta takut dari para kultivator yang ada di sana.
Mereka semua yang tinggal di kota Bintang Es ingin kabur dari sana, hanya saja tindakan mereka dibatalkan ketika mendapati dinding energi tipis yang menutupi kota.
"Apa-apaan ini...?" Tang Shan mengedarkan Kesadaran Spiritualnya ke seluruh bagian kota Bintang Es, dan ia tidak menemukan satu celah pun yang bisa dijadikan akses untuk keluar kota, "Bajingan Ah Shui, apa tujuanmu melakukan ini?" Tang Shan bertanya dengan perasaan marah yang bergejolak di hatinya.
"Aku sudah melakukan hal sejauh ini dan kau masih bertanya? Ada apa denganmu, Tang Shan?" Ah Shui menggelengkan kepalanya, lalu senyum lebar terukir di wajahnya, "Yah, tapi akan kuberitahu kau satu hal. Aku mempunyai tujuan untuk menghancurkan tiga keluarga Kuno dan mengambil alih Dunia Wuxing ini!"
Setelah Ah Shui menyerukan itu, ruang yang ditutupi awan merah langsung robek dan seekor gurita raksasa keluar dari sana.
Groaaar~!
Gurita raksasa tersebut meraung keras dan menciptakan gelombang suara yang menghancurkan daratan di bawahnya.
Mata Tang Shan dan yang lainnya melebar secara sempurna melihat Gurita raksasa tersebut, makhluk itu hanya membutuhkan satu langkah lagi mencapai ranah Supreme Being.
"Guahahahahaha! Mulai hari ini, kota Bintang Es akan rata dengan tanah! Dan keluarga Kuno Tang akan musnah dari Alam Semesta ini!" ucap Ah Shui dengan suara lantang.
"A-apa...?" Ah Shui begitu terkejut dengan situasi yang tak terduga ini, reaksi serupa juga diperlihatkan oleh orang-orang yang bersamanya.
Tang Shan sendiri juga terkejut dengan hal ini, padahal dinding energi yang menutupi kota Bintang Es barusan mempunyai ketahanan yang mampu menahan serangan dari seorang Heavenly God tingkat lima belas sekalipun.
"Apakah pemuda itu yang menghancurkannya?" Tang Shan bertanya-tanya, ia juga menyadari keberadaan orang yang baru saja muncul itu.
Tetapi beberapa detik setelah itu, Tang Shan langsung menepis seluruh pertanyaannya saat ini dan melakukan telepati pada orang yang bersamanya untuk mengevakuasi penduduk kota Bintang Es.
"Kami mengerti."
Semua orang yang berada di belakang Tang Shan langsung menghilang dalam sekejap ketika mendapatkan perintah dari kepala keluarga mereka.
Ah Shui tersentak dari kebingungannya ketika menyadari orang-orang yang bersama Tang Shan menghilang dari sana.
"Sialan, bunuh mereka semua! Jangan biarkan satu orangpun lolos dari kota ini!" Ah Shui berteriak, dan ketujuh Heavenly God di belakangnya langsung bergerak pergi dari sana untuk mematuhi perintahnya.
Tang Shan yang sudah memperkirakan itu langsung menciptakan Domain untuk mengurung mereka semua.
__ADS_1
"Kalian pikir kalian bisa kabur seenaknya dariku?" Tang Shan memunculkan dua pedang pendek di tangannya, "Seharusnya kalian tau resiko jika mengganggu keluarga Tang!"
Whooosh!
Tang Shan melesat maju ke arah Ah Shui dan tujuh Heavenly God lainnya.
Ketujuh Heavenly God itu langsung mengepung Tang Shan dan menyerangnya, sementara Ah Shui hanya diam di tempat karena sedang mencoba mengambil alih domain ini.
Tang Shan merapatkan giginya ketika dihadapkan dengan tujuh Heavenly God sekaligus, meskipun ia berada di tingkat 13 sekalipun sementara lawannya di bawah tingkat 5 tetapi membutuhkan sedikit usaha untuk mengalahkan mereka.
"Kalau domain ini berhasil di ambil alih, aku akan berada di posisi sulit." Tang Shan berkata dalam hati sembari bertukar serangan dengan lawannya.
Ketika pertarungan berlangsung selama sepuluh menit, akhirnya Ah Shui berhasil mengambil alih domain.
Meskipun begitu, raut wajah Ah Shui tidak terlihat senang melainkan kesal karena Tang Shan berhasil membunuh dua Heavenly God yang bersamanya.
Pertarungan berhenti sesaat setelah domain Tang Shan telah di ambil alih, kelima Heavenly God yang tersisa mengambil jarak sejauh ratusan meter dan melayang tepat di belakang Ah Shui.
"Bagus, sungguh bagus! Kemampuanmu sama sekali tidak menurun, malahan meningkat dari terakhir kali kita bertemu." Ah Shui menepuk tangannya saat memuji Tang Shan, namun hawa langsung berubah menjadi dingin ketika tatapannya menjadi tajam, "Tapi, kau akan mati di sini begitupula dengan seluruh darah keluarga Tang!"
Tang Shan menggertakkan giginya, jelas situasinya buruk saat ini dikarenakan bertambahnya satu lawan yang setara dengannya.
"Ini buruk, walaupun aku sudah membunuh dua Heavenly God tapi Ah Shui bukanlah lawannya yang mudah." Tang Shan mempererat genggamannya, skenario terburuk yang bisa dipikirkannya adalah terbunuh di sini.
Setelah keheningan beberapa saat, Ah Shui lewat telepati langsung memerintah kelima Heavenly God yang tersisa untuk menyerang Tang Shan secara bersamaan.
Namun, pada saat mereka semua hendak menyerang Tang Shan secara bersamaan. Ruang domain tiba-tiba saja retak, dan tidak lama setelah itu hancur berkeping-keping.
Tentu saja itu mengejutkan Ah Shui dan kelima Heavenly God di sana, bahkan Tang Shan sendiri tidak terkecuali.
"Keparat, siapa kau...?" Ah Shui bisa menemukan seorang pemuda beberapa saat lalu yang kini sedang memperlihatkan senyumnya.
"Aku...? Namaku adalah Fang Lin, tolong ingat itu."
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
Note: Domain itu adalah sebuah dimensi lain yang digunakan untuk mengurung lawan, tidak seperti kekosongan tanpa batas, domain sendiri mempunyai keunikannya tersendiri tergantung pada bakat sang pengguna.
__ADS_1