
Sekitar dua puluh menit berlalu, Fang Lin dan Diablo sudah menunggu cukup lama namun mereka berdua belum melihat tanda-tanda dari kedatangan pria berjubah biru muda itu.
"Dalam sepuluh menit... Jika orang itu masih belum datang juga, kita akan pergi dari sini dan mengambil alih kerajaan ini." Fang Lin tiba-tiba berkata lewat telepati.
"Sesuai keinginan anda tuan..." Diablo sedikit menundukkan badannya ketika menjawab itu.
Beberapa menit kemudian, mereka yang masih menunggu tiba-tiba saja melihat beberapa penjaga muncul dari ujung lorong dan sedang berjalan kesini, tampaknya mereka adalah penjaga yang rutin melewati lorong ini.
Fang Lin dan Diablo hanya diam ketika para penjaga itu melawati mereka berdua, suasana masih hening dan beberapa saat setelah para penjaga itu keluar dari lorong ini, tiba-tiba saja seorang pria berjubah biru muda muncul tepat di depan Diablo.
"Iblis Primordial... Diablo. Apa yang kau lakukan disini?..." Arthur Wesley bertanya kepada Diablo yang ada dihadapannya.
Diablo sendiri langsung membatalkan sihir Stealth miliknya dan diikuti oleh Fang Lin.
Kemunculan Diablo sama sekali tidak membuat pria berjubah biru itu terkejut, akan tetapi setelah melihat kemunculan Fang Lin dia langsung melompat mundur.
"Siapa kau?!" Tanyanya dengan nada terkejut.
Diablo mengerutkan alisnya ketika melihat tingkah Arthur, begitu juga dengan Fang Lin yang keheranan.
"Apa maksudmu? Apakah kau sedari awal tidak dapat merasakan kehadiran tuanku?" Tanya Diablo penasaran.
"Tuan?!" Arthur cukup terkejut ketika mendengarnya, ia tak menyangka iblis primordial semacam Diablo menjadikan seorang manusia sebagai tuan.
"Jawab pertanyaanku tadi..." Diablo ingin memastikan apa yang dikatakan Arthur sebelumnya.
Arthur terdiam sesaat ketika mendengarnya, "Ya... Sebelumnya aku hanya mengetahui keberadaan mu saja, tidak dengan tuan mu itu." Arthur menjawab sambil menatap ke arah Fang Lin dari atas hingga bawah.
"Dia seperti manusia biasa... Tetapi entah kenapa rasanya aku tidak ingin menjadikan orang ini sebagai musuh." Batin Arthur dan ia kembali menatap ke arah Diablo.
Iblis itu saat ini sedang mengerutkan alisnya, ia sungguh bingung kenapa kehadiran tuannya tidak dapat dirasakan oleh Arthur sedangkan keberadaan dirinya dapat diketahui dengan mudah.
__ADS_1
Fang Lin yang mendengar ucapan Arthur kurang lebih sudah mengetahui alasan orang itu terkejut, "Kemungkinan sihir Copy yang kumiliki dapat menguatkan sihir yang aku salin." Batin Fang Lin.
Di sisi lain, Diablo menghela nafas panjang lalu menggelengkan kepalanya pelan, "Seharusnya aku tidak perlu keheranan bukan? Potensi yang tuan miliki saja bisa dibilang tak terbatas, kenapa aku harus terkejut ketika sihir Stealthnya lebih kuat dariku." Batin Diablo dan ia diam-diam tersenyum tipis.
"Ya sudahlah, itu tidak penting..." Diablo berkata dan tanpa berbohong sedikitpun ia memberitahu kalau dirinya bersama dengan tuannya akan mengambil alih kerajaan Xuhuan.
Diablo tidak peduli kalau Arthur mengetahuinya dan menyerangnya, karena itu sama sekali tidak akan berpengaruh kepada mereka berdua.
Arthur melebarkan matanya ketika mendengar itu, ia tak menyangka kalau Diablo akan mengatakan hal tersebut secara terang-terangan.
"Kau yakin ingin melakukannya? Apakah kau tidak tau kalau Kerajaan ini dilindungi oleh makhluk yang sangat kuat?" Tanya Arthur memastikan.
"Makhluk yang sangat kuat? Siapa yang kau maksud?" Diablo bertanya dengan nada penasaran. Sebenarnya ia ingin mengabaikan pertanyaan tersebut karena ia dan tuannya sudah benar-benar yakin kalau mereka berdua dapat mengambil alih Kerajaan ini, akan tetapi yang memberikan pertanyaan itu adalah Arthur Wesley, seorang pahlawan yang dijuluki Dewa Pedang.
Arthur menggelengkan kepalanya ketika melihat Diablo tidak mengetahui informasi semacam itu, "Makhluk itu... Dia bernama Sun Wukong. Kekuatan yang dimilikinya sangatlah dahsyat, dan dia adalah makhluk yang membawaku ke tempat ini." Arthur menjelaskan sesingkat mungkin. Sejujurnya ia tidak ingin berada di tempat ini, namun makhluk tersebut mengancam akan menghancurkan jiwanya jika dia berencana kabur dari tempat ini.
Deg.
Jantung Fang Lin berhenti sesaat ketika mendengar nama 'Sun Wukong', raut wajah berubah menjadi serius karena dirinya hampir saja mengacaukan tempat yang dilindungi oleh Dewa Kera.
"Jika memang Dewa Monyet menjaga tempat ini, maka aku akan dihadapkan dengan situasi berbahaya..." Batin Fang Lin dan ia diam-diam menghela nafas lega. Ia tidak ingin mengulangi kecerobohannya di masa lalu, karena dirinya tidak tau sifat dari Sun Wukong.
"Tuan? Apakah ada sesuatu yang mengganjal pikiran anda?" Tanya Diablo dengan suara pelan.
Fang Lin menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Sosok yang dimaksud dia adalah Dewa Kera... Salah satu dari binatang Primordial yang menjadi pilar kekuatan dari Semesta ini."
"Hmm... Jadi apa langkah selanjutnya tuan? Apakah kita akan mundur atau tidak?" Tanya Diablo dengan nada penasaran.
Fang Lin tidak menjawabnya melainkan mengalihkan pandangannya ke arah Arthur, "Kalau begitu bagaimana dengan dua kerajaan lainnya? Apakah kedua wilayah itu juga dilindungi oleh Sun Wukong?" Tanya Fang Lin penasaran. Ia harap kalau kedua Kerajaan itu tidak dilindungi olehnya, karena jika jawabannya 'Iya' maka dirinya baru saja menyinggung sosok yang salah.
Arthur Wesley dengan cepat menganggukkan kepalanya, "Ya... Semua yang ada di Alam ini berada di bawah perlindungannya." Jawab Arthur.
__ADS_1
Fang Lin berdecak kesal ketika mendengarnya, ia langsung memegang pundak Diablo dan teleportasi pergi dari sana.
Whooosh!
Menghilangnya mereka berdua membuat Arthur terdiam, ia menghela nafas kecewa karena tidak sempat menanyakan alasan Iblis Primordial itu bisa berada di semesta ini.
"Apakah dia bisa melakukan perpindahan antar semesta? Atau dia dipanggil oleh sosok tuannya itu?" Gumam Arthur penasaran dan dengan cepat pria berjubah biru itu menghilang dari tempatnya.
***
Di Atas Langit Istana Xuhuan.
Fang Lin dan Diablo tiba-tiba saja muncul dibalik awan.
"Jaga kapal terbang ini... Aku akan mencari mereka bertiga." Fang Lin berkata usai mengeluarkan kapal terbang Star Universe.
Diablo menganggukkan patuh ketika mendengarnya, ia dapat melihat tuannya yang sudah menghilang dari hadapannya, "Apa Dewa Monyet sekuat itu? Sampai membuat tuan tergesa-gesa seperti ini?" Gumam Diablo bertanya-tanya.
Di sisi lain, Fang Lin menyebarkan kesadarannya dan melihat Hua Ran, Diao Chan dan Sylvia kini sedang mengantri di pintu masuk gerbang.
"Astaga... Aku lupa kalau mereka belum diberikan serbuk ungu yang dapat mengubah aura mereka menjadi Demi-Human." Fang Lin terkejut ketika mengatakannya, ia dapat melihat ketiga wanita itu mendapatkan tatapan aneh dari Demi-Human yang ada disekitarnya.
Fang Lin tanpa basa-basi langsung mempercepat lesatannya dan tidak butuh waktu sampai 1 detik untuk dirinya berada di sebelah mereka bertiga.
Tentu kedatangan Fang Lin membuat ketiga wanita tersebut terkejut, namun mereka hanya diam ketika Fang Lin melapisi tubuh mereka dengan Qi.
"Kita akan pergi..." Ucap Fang Lin pelan namun dapat terdengar jelas oleh mereka bertiga.
Whooshhh!
Seketika keempat sosok berjubah hitam menghilang dari antrian menuju gerbang Kerajaan Xuhuan dan membuat para Demi-Human yang di sana terkejut sekaligus kebingungan.
__ADS_1
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.