
"Kami sudah selesai tuan!" Serempak para pasukan bayangan dengan lantang.
Fang Lin mengangguk pelan ketika mendengar itu, "Lalu, Apakah kalian sudah mengetahui markas utama 'Tengkorak Kematian'?" Tanya Fang Lin sambil melirik seluruh pasukan bayangannya.
Salah satu bayangan dari Fang Lin langsung menjawab, "Saya tau tuan! Markas utama mereka saat ini ada di benua Tengah, Lebih tepatnya berada di kekaisaran Wei, Gunung Kabut Merah.
"Dukungan dari kekaisaran Wei ya..." Ucap Fang Lin seraya mengeluskan dagunya seperti sedang berfikir.
"Urusan itu lebih baik ku kesampingkan, Sekarang aku harus fokus menyerap Aura Pembunuh dari Seruling Kematian terlebih dahulu" Batin Fang Lin menganggukan kepalanya pelan.
"Kubiarkan mereka panik terlebih dahulu karena telah kehilangan seluruh markas cabangnya, Setelah kepanikan mereka mereda baru aku bantai habis mereka" Batin Fang Lin sambil tersenyum lebar.
"Baiklah, Kalian masuklah" Ucap Fang Lin memerintah.
"Baik Tuan!" Serempak mereka semua dengan lantang, Kemudian dalam beberapa detik mereka sudah berada di dalam bayangan Fang Lin.
Melihat pasukan bayangannya sudah masuk ke dalam, Fang Lin kemudian bergumam pelan, "Mungkin aku harus menerima kesengsaraan surgawi untuk naik tingkat ke Dewa Baja, Agar pasukan bayanganku juga ikut meningkat"
"Yue bisakah aku langsung naik ke tingkat Dewa Baja sekaligus? Aku tidak ingin naik tingkat satu per satu, Itu terlalu lama" Tanya Fang Lin.
[Tuan bisa melakukannya, Tetapi tuan akan mendapatkan petir kesengsaraan surgawi yang sangat kuat yaitu Petir Semesta, Petir semesta adalah petir yang sangat kuat bahkan seorang Dewa yang memiliki daya tahan setara sebuah bintang saja bisa menjadi debu.
Dan jika tuan yang terkena petir tersebut, Maka jangan harap tuan akan selamat]
~Glek~
Fang Lin menelan ludah kasar ketika mendengar penjelasan dari Yue, Seorang dewa saja bisa terluka parah apalagi dirinya? Sesuai yang Yue jelaskan, Dia akan langsung mati jika terkena petir itu.
"Yue apakah ada cara lain, Agar aku dapat menahan petir semesta?" Tanya Fang Lin dengan wajah yang sedikit pucat, Walaupun dia bisa hidup kembali tapi dia akan kehilangan 5 bintang, Jika saat ini dirinya ditahap True God dia akan langsung turun ke Immortal Emperor bintang 7, Jelas itu akan merugikan dirinya.
[Tuan harus memfokuskan untuk membuka tanda naga sampai 100.000 tanda, Agar kekuatan fisik tuan naik hingga 50X lipat]
"Bagaimana cara membuka tanda naga Yue?" Tanya Fang Lin heran,
[Sama seperti berkultivasi, Tuan dapat merasakan ditubuh tuan terdapat tanda naga yang tak terhingga, Saat tuan merasakan tanda naga tersebut, Tuan dapat membuka tanda tersebut]
__ADS_1
Mendengar penjelasan dari Yue, Fang Lin hanya mengangguk paham dan mencoba untuk membuka tanda naga, Namun dirinya langsung dihentikan oleh Yue.
[Tuan, Apakah anda lupa? Kalau 2 minggu dari sekarang desa tuan akan diserang oleh aliran hitam]
Fang Lin langsung menepuk jidatnya ketika mendengar itu, "Sial... Aku melupakan hal itu, Aku terlalu membuang-buang waktu untuk menyerap pil 50% kekuatan Dewa Perang" Gerutu Fang Lin kemudian beranjak berdiri dan beberapa detik kemudian langsung menghilang dari sana.
***
Di Luar Gua, Tempat Pi Yu dan Ji Xi berada.
Fang Lin tiba-tiba muncul di depan kedua bawahannya, Di sisi lain Pi Yu dan Ji Xi terkejut dengan kemunculan tuannya secara tiba-tiba, Mereka langsung berlutut ketika melihat tuan mereka, "Tuan!" Ucap mereka berdua secara serempak.
"Em... Ikuti aku, Kita akan ke rumahku terlebih dahulu" Ucap Fang Lin kemudian melesat tanpa menunggu jawaban dari bawahannya.
Pi Yu dan Ji Xi saling berpandangan sebentar kemudian mengangguk bersama, Mereka berdua langsung melesat mengikuti tuannya.
.....
"Sebenarnya aku bisa saja menggunakan teleportasi atau perobek ruang, Tetapi firasat ku mengatakan untuk tidak menggunakan skill teleportasi" Batin Fang Lin menghela nafas pelan.
"Tunggu... Aku kan bisa terbang" Batin Fang Lin menepuk jidatnya, Dia lupa akan hal itu, Fang Lin langsung berhenti dari larinya dan diikuti oleh kedua bawahannya.
"Saya bisa tuan" Ucap Ji Xi
"Saya juga sama.... Apakah tuan ingin terbang saja?" Tanya Pi Yu.
"Em... Lebih baik kita terbang, Itu lebih menghemat waktu" Ucap Fang Lin lalu terbang begitu saja.
Pi Yu dan Ji Xi langsung mengikuti tuannya terbang di langit. Fang Lin langsung terbang dengan kecepatan penuh sambil melihat ke arah bawah, Untuk melihat sesuatu yang janggal.
.....
5 Jam kemudian.
Fang Lin saat ini sudah hampir sampai di desanya, Dalam perjalanan pulang dia tidak mendapatkan suatu keanehan, "Mungkin hanya perasaanku saja" Batin Fang Lin yang terus melihat kebawah.
__ADS_1
Dalam beberapa kilometer lagi Fang Lin sudah mencapai desanya, Kali ini dia memperlambat kecepatan terbang nya karena akan turun sebentar lagi.
"Siapa mereka?" Batin Fang Lin sambil mengerutkan keningnya, Ia saat ini melihat 5 orang berpakaian biru tua yang berada diantara pepohonan dan sedang mengawasi desa yang dia tinggali.
Fang Lin langsung berhenti dan diikuti oleh kedua bawahannya, "Ji Xi tanyakan mereka kenapa mengawasi desa secara diam-diam, Jika mereka tidak menjawab langsung saja bunuh 4 orang itu dan paksa sisanya untuk menjawab" Ucap Fang Lin sambil menunjuk ke bawah di antara pepohonan.
"Baik Tuan" Ucap Ji Xi kemudian langsung turun ke bawah.
Melihat Ji Xi yang sudah turun kebawah, Fang Lin juga mengikutinya karena sekalian untuk turun.
Tidak sampai 20 detik, Ji Xi sudah menyelesaikan apa yang tuannya katakan, Kini hanya tersisa 1 orang pria paruh baya yang satu tangannya sudah terputus oleh Ji Xi.
"Apa yang kau dapat" Tanya Fang Lin yang sedang turun dari langit.
Ji Xi yang melihat tuannya langsung menjawabnya dengan cepat, "Dia mengatakan kalau mereka berasal dari sekte Mawar Biru, Sekte Aliran Putih Menengah" Ucap Ji Xi sambil menjambak pria paruh baya yang sudah babak belur tersebut lalu menunjukkan mukanya ke arah Fang Lin.
Fang Lin yang mendengar perkataan Ji Xi langsung mengerutkan kedua alisnya, "Sekte Mawar Biru? Apa tujuan mereka?" Tanya Fang Lin heran, Setaunya sekte ini berteman baik dengan Sekte seribu pedang bahkan dirinya di kehidupan sebelumnya pernah berlatih tanding dengan salah satu murid mereka.
"Tujuan mereka adalah untuk mencari informasi tentang keberadaan sumber daya yang sangat banyak di desa tuan dan mereka bekerja sama dengan sekte aliran hitam yaitu Sekte Gunung Hitam untuk mencari informasi tentang kebenaran sumber daya yang banyak tersebut" Ucap Ji Xi menjelaskan kemudian melepas tangannya dari pria paruh baya tersebut dan membuat pria paruh baya tersebut dalam kondisi berlutut.
"Hm? Jadi sekte mereka adalah dalang dari penyerangan desaku di kehidupan sebelumnya" Batin Fang Lin sambil mengelus-eluskan dagunya.
Pria paruh baya yang tangannya putus tersebut sedang menatap Fang Lin dalam diam, Dirinya sudah pasrah jika akan mati sebentar lagi.
Fang Lin kemudian melirik pria paruh baya tersebut, "Kau sangat santai ya... Walaupun sebentar lagi menghadapi kematian" Ucap Fang Lin sambil tersenyum tipis.
Pria paruh baya tersebut hanya mendengus kesal, "Hmph... Jika aku mati, Aku masih dapat bereinkarnasi dan terlebih lagi sekte ku tidak akan bertahan lama pastinya setelah aku melihat kekuatan kalian" Jawab Pria paruh baya tersebut.
Fang Lin yang mendengar jawaban dari pria paruh baya tersebut langsung tertawa, "Hahahaha.... Kau pikir akan bisa bereinkarnasi lagi? Jiwa mu lebih baik aku musnahkan, Sebenarnya aku ingin kau menjadi pasukan roh ku akan tetapi kau terlalu lemah" Ucap Fang Lin sambil memegang kepala pria paruh baya tersebut.
"Teknik Roh Ke-4: Pemusnah Roh" Ucap Fang Lin pelan.
Note: Nama jurusnya diganti dari 'Pemanggil Pasukan Roh' jadi '5 Teknik Roh, Btw Roh sama Jiwa itu sama ya.
Seketika wajah pria paruh baya tersebut menjadi pucat dan dimatanya sudah tidak terdapat lagi pupil mata, Jiwa pria paruh baya tersebut sudah hancur ketika Fang Lin selesai mengucapkan jurusnya.
__ADS_1
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.