
Kini Fang Lin dan 2 bawahan barunya sedang berada di luar toko Antik Pi Yu, Fang Lin memandangi sebentar toko antik Pi Yu dan baru menyadari sesuatu, "Pantas saja ada yang aneh, Saat aku mengeluarkan aura True God ku, Bangunan ini sama sekali tidak hancur ternyata terpasang sebuah array pertahanan disini" Batin Fang Lin berdecak pelan.
Fang Lin lalu melirik kedua bawahannya atau lebih tepatnya dia menatap Ji Xi, "Ubah wujudmu menjadi manusia, Jika ada orang yang melihat wujud iblis mu, Aku yakin orang itu akan pingsan" Ucap Fang Lin memerintah.
"Baik tuan" Ucap Ji Xi sambil mengangguk pelan.
~Whoossh~
Aura merah tiba-tiba muncul disekitar tubuh Ji Xi hingga menutupi sampai tak terlihat, Dalam beberapa detik aura merah tersebut mulai memudar dan memperlihatkan sosok pria tampan berambut merah dan memiliki mata yang merah terang, Ji Xi juga memakai jubah merah dan membuat dirinya sangat tampan memakai itu.
"Saya sudah selesai tuan" Ucap Ji Xi sambil menunduk ke arah Fang Lin.
"Em, Lumayan" Ucap Fang Lin mengangguk pelan melihat penampilan Ji Xi lalu berjalan keluar dari gang kecil dan mencari cabang Pavilliun Gagak Emas.
...
"Pertama-tama aku akan mencari informasi terlebih dahulu disini" Ucap Fang Lin sambil mendongak ke atas dan melihat bangunan yang megah juga bertingkat, Saat ini dia berada di depan cabang Pavilliun Gagak Emas untuk mencari siapa pembantai klan Xue.
"Sebenarnya aku ingin membantai mereka agar lebih cepat, Tetapi aku sedikit kasihan dengan orang yang tidak bersalah" Gumam Fang Lin lalu mulai melangkah masuk dan diikuti oleh kedua bawahannya.
Saat Fang Lin memasuki bangunan Pavilliun Gagak Emas, Dirinya dan 2 bawahannya menjadi pusat perhatian semua orang, "Apakah mereka semua tidak pernah melihat orang tampan?" Batin Fang Lin sambil berdecak dan sesekali melihat sekitarnya.
Tak berapa lama kemudian, Seorang pelayan wanita menghampiri Fang Lin dengan kepala yang menunduk, "T-tuan ada yang bisa saya bantu?" Tanya Pelayan wanita tersebut dengan gugup.
"Aku ingin bertemu dengan orang yang manajer bangunan ini" Ucap Fang Lin dengan pelan.
"A-apa tuan sudah membuat janji sebelumnya?" Tanya pelayan tersebut yang masih gugup.
"Belum... Tapi beritahu kepadanya kalau aku menjual pil tingkat 5" Ucap Fang Lin sambil menunjukkan pil tingkat 5 yang baru saja dia beli di shop system dengan asal.
Pelayan wanita tersebut melebarkan matanya ketika melihat pil tingkat 5 berada di tangan pemuda tampan didepannya, Dengan segera pelayan perempuan itu menganggukan kepalanya dengan cepat dan langsung berlari kecil menuju lantai atas.
Sesampainya di lantai paling atas atau lebih tepatnya lantai 5, Pelayan perempuan itu langsung mengetuk ruangan manajernya.
__ADS_1
~Tok~
~Tok~
"Masuklah!" Ucap seseorang yang berada didalam ruangan tersebut.
Pelayan perempuan tersebut langsung membuka pintunya dan masuk dengan cepat, Ia melihat seorang pria paruh baya yang memakai baju hijau tua dan saat ini sedang menyeruput teh hangat.
"Ada apa?" Tanya pria paruh baya itu melirik pelayan perempuan didepannya.
"I-itu tuan, Ada seorang pemuda yang ingin bertemu tuan, Dia ingin menjual pil tingkat 5" Ucap pelayan perempuan itu sedikit gugup.
~BRUKK~
"Apaa?!! Pil tingkat 5?!" Teriak pria paruh baya itu sambil menggebrak meja, Dia adalah pemegang cabang Pavilliun Gagak Emas, Cu He.
"Dimana dia?! Ayo antar aku!" Ucap Cu He beranjak berdiri dan langsung berlari ke pintu keluar.
Pelayan perempuan itu langsung berlari sambil menunjukkan jalan kepada tuannya, Mereka berdua menjadi pusat perhatian ketika berlari menuruni tangga.
"Mungkin saja ada tamu penting yang mendatangi tempat ini"
"Kau salah, Mungkin dia hampir bangkrut, Lihat saja wajahnya hahahaha"
Bisikan diantara para pelanggan pun terjadi, Mereka semua menebak-nebak tentang apa yabg terjadi pada pemilik cabang Pavilliun Gagak Emas.
Di sisi lain Fang Lin yang melihat pelayan perempuan yang tadi dia temui sedang berlari pelan ke arahnya bersama seorang pria paruh baya hanya menatap datar mereka berdua.
"Ah... Apakah anda yang menjual pil tingkat 5?" Tanya Cu He dengan nafas yang sedikit memburu.
Fang Lin tersenyum lalu menganggukan kepalanya, Dia langsung mengeluarkan pil yang dia asal beli di inventory.
Saat mengeluarkan pil tingkat 5 dari inventorynya, Aura yang dikeluarkan pil tersebut cukup hebat menurut Cu He dan seluruh orang yang disekitar sana, Tapi bagi Fang Lin dan 2 bawahannya pil tingkat 5 tidak akan dipakai oleh mereka.
__ADS_1
Cu He saat ini menatap Fang Lin sebagai harta karun yang tidak boleh dilepas begitu saja, "Tuan muda... Lebih baik kita mengobrol di ruangan saya" Ucap Cu He sambil tersenyum.
"Baiklah, Antar aku" Balas Fang Lin sambil tersenyum.
Cu He hanya menganggukkan kepalanya dan mempersilakan Fang Lin untuk mengikutinya, Saat Fang Lin mengikuti Cu He menaiki tangga dia langsung saja menjadi pusat perhatian para pelanggan yang sedang berbelanja disana
"Whoaa... Siapa pria itu? Dia sangat tampan"
"Em... Bahkan pemilik cabang Pavilliun Gagak Emas sangat ramah kepadanya"
"Uh... Itu membuatku iri"
Di sisi lain Fang Lin yang mendengar itu hanya tersenyum sinis dalam hatinya, Mereka tidak tau saja kalau pria paruh baya didepannya akan terbunuh jika membuat kesalahan yang membuatnya marah.
Di lantai 5, Ruangan manajer Cu He, Fang Lin saat ini sedang duduk manis disebuah kursi empuk dekat meja manajer Cu He, "Aku tidak ingin basa-basi, Apa kau ingin sebuah pertukaran?" Tanya Fang Lin lalu menyilangkan kakinya.
"Pertukaran? Apa maksud anda tuan muda?" Tanya Cu He heran, Dia saat ini duduk berhadap-hadapan didepan Fang Lin.
"Aku akan memberi pil tingkat 5 ini, Tapi kau harus memberikan ku sebuah informasi" Ucap Fang Lin santai.
"Informasi? Apa yang ingin anda tau tuan muda?" Tanya Cu He dengan sedikit raut wajah serius.
"Apa kau tau siapa yang membantai klan Xue 5 tahun lalu? Klan kecil Xue dari benua barat" Tanya Fang Lin.
"Klan Xue? Em... Sebentar saya ingat-ingat dulu tuan muda" Ucap Cu He lalu mengeluskan dagunya dengan pelan.
Sekitar 5 Menit Fang Lin menunggu jawaban dari Cu He, Akhirnya pria paruh baya didepannya memberi jawaban, "Saya tau tuan! Tapi bisakah anda rahasiakan?" Tanya Cu He.
"Em... Tenang saja, Aku pandai menyimpan rahasia" Jawab Fang Lin disertai dengan senyumannya.
"Baiklah, Kalau saya tidak salah dengar yang pernah membantai klan kecil itu adalah Pembunuh Bayaran 'Tengkorak Kematian' yang disuruh oleh kaisar Wei" Ucap Cu He sambil menatap Fang Lin dengan keseriusan.
Bersambung...
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.