System Sang Immortal

System Sang Immortal
Menghidupkan Kembali Zhou Liyan II


__ADS_3

Setelah semua itu, Fang Lin meminta roh Zhou Liyan untuk masuk ke dalam tubuh kosong yang sudah ia ciptakan sebelumnya.


Zhou Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk patuh, ia sesaat tertegun saat melihat tubuhnya yang sedang terbaring di tanah-- proporsi tubuh tersebut sangatlah bagus dan bahkan bisa dibilang sempurna.


Tanpa banyak berpikir lagi, Zhou Liyan langsung memasuki tubuh tersebut. Ketika Roh-nya sudah menghilang, perlahan tubuh kosong Zhou Liyan mulai bereaksi.


Zhou Fan yang menyaksikan itu hanya membisu, jantungnya berdebar cukup kencang karena takut terjadi suatu kesalahan. Untung saja kekhawatirannya tidak terjadi, tubuh Zhou Liyan mulai bernafas dan tidak lama setelah itu matanya perlahan terbuka.


"Anakku..." Zhou Fan kembali memeluk anaknya, ia hanya bisa mengucapkan rasa syukur berulang kali karena masih mempunyai kesempatan untuk bisa hidup bersama anaknya.


Zhou Liyan hanya bisa diam dan membalas pelukan dari ayahnya, ia tersenyum dengan perasaan senang yang tidak bisa dijelaskan.


.....


Beberapa waktu berlalu, Zhou Fan dan Zhou Liyan berdiri di hadapan Fang Lin, keduanya menundukkan badan sambil mengucapkan sumpah setia padanya.


Fang Lin tadinya ingin mengatakan sesuatu, namun ia tidak jadi dan hanya menanggapi semua itu dengan senyuman.


"Apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" Fang Lin bertanya seusai mereka berdua menegakkan badannya kembali.


"Saya mungkin akan menguasai Alam Iblis secara keseluruhan, dan menjadi Dewa Iblis selanjutnya." jawab Zhou Fan dengan suara tenang.


Fang Lin mengangguk beberapa kali sebelum berkata, "Melakukan hal itu pasti membutuhkan usaha keras serta waktu yang lama, dan pastinya ada banyak ras yang akan menolak kehadiranmu sebagai pemimpin di Alam Iblis dan perang mungkin bisa terjadi kapan saja. Apa kau siap dengan semua itu?"


"Saya siap, Tuan. Sebagai bawahan anda, saya akan berusaha sekeras mungkin untuk memenuhi ekspetasi yang inginkan." jawab Zhou Fan dengan penuh percaya diri.


"Bagus, kalau begitu akan pergi dulu." Fang Lin tersenyum, dan ia menatap Zhou Liyan, "Jangan merepotkan ayahmu lagi, oke? Berusahalah untuk mengikuti jejak ayahmu..."


Zhou Liyan menggaruk kepala sambil tersenyum masam, dan ia kemudian berkata dengan nada semangat, "Saya akan berusaha untuk tidak merepotkan ayah lagi, saya juga akan menjadi kuat agar bisa melindungi ayah dan terus mengabdi pada anda, Tuan!"


"Semangat yang bagus." Fang Lin memegang pundak Zhou Fan sebelum ia menghilang dari sana dalam sekejap.


***


Dunia Jiwa, Istana Es.


Di Aula Istana, Fang Lin muncul di sana-- ia mengedarkan pandangannya dan tidak menemukan siapa-siapa selain dirinya seorang.


"Apakah mereka ada di kamar?" Fang Lin bertanya-tanya dengan alis yang sedikit terangkat, ia berjalan menuju lorong dan memasuki salah satu ruangan yang ada di sana.

__ADS_1


Ketika memasuki ruangan tersebut, Fang Lin menemukan keempat Istrinya sedang duduk di atas tempat tidur dan menonton sebuah film menggunakan Artefak bola film.


Kedatangan Fang Lin membuat keempat Istrinya itu memasang raut wajah senang, "Sayang! Akhirnya kau kembali!" Xue Hua langsung turun dari kasur dan memeluknya.


Sedangkan ketiga istrinya tidak bergerak dari kasur dan hanya menyaksikan itu sambil tersenyum. Fang Lin sendiri mengelus rambut putih Xue Hua dan ia berkata, "Padahal aku kembali dengan cepat, tapi kau sepertinya sudah sangat rindu padaku."


"Hehehe... Memangnya kenapa? Tidak boleh, kah?" Xue Hua bertanya sambil tersenyum lebar, memperlihatkan gigi bersihnya.


"Tentu saja tidak dong." Fang Lin mengangkat Xue Hua dan membopongnya, membuat wanita cantik berambut putih itu kegirangan, "Omong-omong, di mana Yue berada?" tanya Fang Lin sembari berjalan ke tempat tidur.


"Ah, seperti biasa. Dia sedang mengawasi bawahan yang sedang latihan..." jawab Qiao Yu cepat.


Fang Lin tidak mengatakan apa-apa dan ia duduk di atas tempat tidur, Shui Ru yang ada di sebelahnya itu langsung meraih lengannya dan memeluknya.


Suasana hening selama beberapa waktu, mereka semua fokus menonton film sedang ditampilkan oleh bola film.


Beberapa saat kemudian, Yue muncul tidak jauh dari tempat tidur dan kedatangannya menarik perhatian Fang Lin, "Kamu sudah kembali, bagaimana perkembangan mereka?" tanya Fang Lin sambil mengelus rambut Xue Hua yang masih berada dalam bopongannya.


Yue tidak menjawab sebelum ia duduk di kasur, "Lumayan, ada banyak bawahan yang sudah berkembang pesat sejak terakhir kali aku mengawasi mereka." jawab Yue dengan suara tenang sembari menatap layar film, lalu melanjutinya, "Perempuan yang dibawa Diablo, dia mempunyai bakat yang cukup bagus. Kalau dia dilatih dengan benar, aku yakin dia setidaknya bisa menyaingi Bai Hu atau Fei Yulan."


"Oh, itu kabar bagus." Fang Lin tersenyum tipis, lalu berkata, "Ada baiknya kau tidak perlu sering mengawasi para bawahan latihan, atau aku bisa menggantikanmu."


Yue sedikit mengangkat alisnya dan menatap wajah suaminya, "Memangnya kenapa?" tanyanya dengan raut wajah keheranan.


Yue terdiam sejenak sebelum menghela nafas panjang, "Baik..."


Fang Lin tersenyum dan mengacak-acak rambut Yue, "Pintar. Kalau begitu, aku akan membuat makanan..." ucap Fang Lin dan ia bangkit berdiri dari tempat tidur, "Bayi besar, apa kau ingin ikut denganku?" tanya Fang Lin pada Xue Hua yang masih berada dalam bopongannya.


"Em... Tidak, aku mau nonton saja." jawab Xue Hua sambil tersenyum, dan ia turun dari gendongan suaminya lalu kembali ke tempat.


"Bagaimana dengan kalian?" Fang Lin bertanya kepada empat istrinya yang lain, dan mereka bertiga menolak karena sedang seru menonton film-- kecuali Yue.


Fang Lin tidak mengatakan apa-apa lagi dan ia berjalan keluar dari ruangan tersebut, Yue sendiri mengikuti suaminya itu dari belakang.


***


Dapur Istana Es.


Fang Lin dan Yue bekerja sama untuk menyiapkan makanan yang ingin dibuat, sembari memasak mereka berdua sekalian mengobrol.

__ADS_1


"Sosok berzirah besi hitam?" Yue sedikit mengangkat alisnya saat mendengar cerita suaminya, "Dan dia bilang, dia berasal dari Alam Semesta yang berbeda?"


"Benar..." Fang Lin mengangguk pelan, lalu melanjutinya, "Dia mempunyai aura yang tidak biasa, aku rasa dia berasal dari Dunia Evangellion."


"Hm? Bagaimana bisa kamu berspekulasi seperti itu?" tanya Yue penasaran, tetapi matanya tetap tertuju pada bahan masakan yang sedang ia potong saat ini.


"Entahlah, tapi aku samar-samar merasakan auranya sedikit mirip dengan Diablo dan Khatz." jawab Fang Lin dengan suara yang cukup ragu.


"Begitu, ya. Lalu, apa lagi?"


"Sebenarnya dia mengizinkanku untuk memasuki portal itu, tapi dia memperingatkan kalau aku akan sulit kembali ke sini setelah masuk ke dalamnya."


"Ucapan dia tidak salah, teleportasi tidak akan berguna untuk berpindah ke satu Alam Semesta ke Alam Semesta lainnya dikarenakan kebanyakan Absolute menyegel Alam Semesta ciptaan mereka karena takut ada makhluk asing yang mengacau."


"Ah, tapi skill teleportasi sebenarnya bisa melakukan perpindahan antar Alam Semesta, bukan?"


"Benar. Jangkauan skill teleportasi itu tidak ada batasannya, selama kamu tau titik lokasi untuk melakukan teleportasi maka kamu bisa ke tempat tersebut dalam sekejap-- walaupun jaraknya yang tidak masuk akal sekalipun."


Fang Lin mengangguk paham mendengar itu, lalu berkata, "Sebenarnya aku meniru portal itu dengan skill Copy milikku."


Ucapan yang dilontarkan Fang Lin membuat Yue menghentikan aktivitasnya, ia menatap suaminya itu dan bertanya untuk memastikan, "Benarkah?"


Fang Lin menatap Yue juga dan ia tersenyum tipis, "Tentu saja, apa kamu ingin melihatnya?"


Yue menanggapinya hanya dengan mengangguk, ia berjalan menghampiri Fang Lin dan berdiri di sebelahnya.


Fang Lin tidak mengatakan apa-apa, ia terdiam sejenak sebelum melambaikan tangannya ke samping. Dalam sekejap, sebuah portal awan hitam muncul.


Mata Yue sedikit melebar saat menyaksikan hal itu, ia berjalan mendekati portal tersebut yang jaraknya hanya belasan meter saja, "Portalnya... Sepertinya memang bisa menuju ke Alam Semesta yang berbeda." Yue berkata dengan suara pelan saat dirinya sudah berada tepat di depan portal tersebut.


"Bagaimana menurutmu? Apa yang harus kita lakukan dengan ini?" tanya Fang Lin penasaran sembari menghilangkan portal itu.


Yue terdiam sejenak sebelum mengangkat pundaknya, "Aku juga tidak tau, tapi ada baiknya untuk meneliti apa yang ada dibalik portal itu."


"Baiklah, aku mengerti..."


Fang Lin dan Yue kembali melakukan aktivitas mereka, obrolan terus berlanjut sampai masakan yang ingin mereka hidangkan selesai dibuat.


Fang Lin kemudian meletakkan seluruh makanan tersebut ke atas nampan kayu yang panjang, lalu membawanya ke tempat empat istrinya berada.

__ADS_1


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2