System Sang Immortal

System Sang Immortal
Pergi Dari Alam Dewa


__ADS_3

Alam Dewa, Lantai Dewa Naga Emas.


Bai Hu tidak hanya menyiksa Li Xiang Zi saja, tetapi ia juga menyiksa anak-anak dari Kaisar Dewa yang lainnya.


Meskipun secara normal mereka adalah paman dan bibinya tetapi ia tidak pernah segan untuk menyiksa mereka tanpa ampun. Bai Hu terus menyiksa mereka dan hal itu disaksikan Kaisar Dewa, Binatang Primordial dan para Dewa Inti.


Disaat Bai Hu menyiksa mereka, Fang Lin tiba-tiba saja muncul di belakang pria berambut putih itu.


"Bai Hu..."


Suara Fang Lin tentu menghentikan Bai Hu, ia berbalik dan berkata, "Ya tuan?"


Fang Lin terdiam sejenak lalu bertanya, "Apakah kau tau alasan aku berperang melawan Alam Dewa? Aku tiba-tiba saja melupakan alasannya."


Bai Hu sedikit mengangkat alisnya, ia ingin mengatakan sesuatu tetapi dirinya tidak tau harus mengatakan apa, "Saya juga tidak ingat tuan..." Jawabnya dengan suara kebingungan, "Apakah untuk membalaskan dendam saya?"


Fang Lin menggelengkan kepalanya, "Aku sudah memikirkannya, namun itu bukan alasan utamanya. Aku berperang dengan Alam Dewa untuk seseorang, hanya saja aku tidak mengingatnya sama sekali." Jawab Fang Lin menjelaskan.


Fang Lin kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Li Zu Xing yang berada tidak jauh darinya, "Apakah kau mengetahuinya?" Tanya Fang Lin penasaran.


Li Zu Xing terdiam sejenak dan tak lama setelah itu mengerutkan alisnya, "Aku tidak mengerti... Aku juga tidak mengingatnya." Ucapnya dengan suara bingung, "Apakah terjadi penghapusan identitas?"


"Mungkin saja... Sepertinya dia dekat denganku, aku melupakannya." Fang Lin cukup gelisah saat mengatakannya, ia benar-benar penasaran dengan sosok tersebut.


Semua orang yang mendengar percakapan keduanya juga ikut bingung, mereka semua juga tidak tau alasan Fang Lin berperang melawan Alam Dewa.


"Penghapusan identitas?" Xiao Chen mengerutkan alisnya. Ia pernah mendengar hal ini dari Michael, dia mengatakan kalau 'Penghapusan Identitas' adalah sebuah peraturan Alam Semesta yang mutlak, bahkan seorang Absolute Universe tidak memiliki kendali atas peraturan tersebut.


Peraturan Alam Semesta ada 2 Jenis yang bebas dan mutlak. Peraturan Bebas adalah peraturan Alam Semesta yang bisa dikendalikan penuh oleh seorang Absolute Universe, tetapi hanya berlaku di Alam Semesta yang diciptakan sendiri.


Sedangkan Peraturan Mutlak adalah peraturan Alam Semesta yang tidak bisa dikendalikan oleh Absolute Universe, dan hanya untuk seorang High Absolute saja yang dapat mengendalikannya.


"Michael bilang kalau Peraturan Mutlak adalah hal yang paling mengerikan, bahkan untuk sekelas Absolute Universe saja tidak akan berani melanggarnya." Xiao Chen membatin dan mulai penasaran mengenai siapa yang terkena Penghapusan Identitas.


Di sisi lain, dikerumunan Dewa-Dewi Inti yang melayang di langit terdapat seorang wanita cantik dengan rambut dan mata hitam sempurna, dia salah satu Dewi tercantik di Alam Dewa, Dewi Kehidupan.

__ADS_1


Semenjak beberapa menit yang lalu, perasaannya begitu sedih namun dirinya tidak tau alasannya, ia mencoba untuk menghilangkan perasaan tersebut namun terlalu sulit baginya, "Hatiku begitu sesak, kenapa ini bisa terjadi? Apakah akan ada hal buruk yang akan menimpaku?" Batin Dewi Kehidupan bertanya-tanya.


"Hey, kau kenapa?" Dewa Petir yang kebetulan berada di samping Dewi Kehidupan bertanya dengan nada penasaran.


Dewi Kehidupan menoleh dan menjawab, "Entahlah... Aku juga tidak mengerti. Perasaanku sangat sedih dari beberapa menit yang lalu, namun aku tidak tau alasannya."


Dewa Petir terdiam sejenak lalu berkata, "Kalau begitu kembali saja ke lantaimu, aku yakin Kaisar Dewa akan mengijinkannya."


"Tidak, aku ingin menyaksikan ini sampai akhir..." Jawab Dewi Kehidupan dengan kepala yang menggeleng pelan.


Dewa Petir tidak mengatakan apapun dan hanya menghela nafas pelan, "Apakah dia masih menyuka- eh? Siapa yang kumaksud ya?" Batinnya dengan alis yang mengerut.


Dewa Petir berpikir keras tetapi ia tidak dapat mengingatnya, "Aku ingin mengatakan nama dari orang itu tetapi aku tidak dapat mengingat namanya. Apa yang terjadi?"


Ketika Dewa Petir sedang berpikir, tiba-tiba saja terdengar ledakan yang begitu keras.


Bam!


Ledakan tersebut berasal dari Bai Hu yang dimana anak-anak dari Kaisar Dewa terpental ke daratan dengan sangat kencang.


Bai Hu menatap mereka dengan tatapan yang begitu tajam, ia memejamkan matanya lalu menghembuskan nafas dari mulut, "Aku memaafkan kalian... Meskipun ini bukan hukuman yang sepadan tetapi menyiksa kalian membuang-buang waktuku." Ucap Bai Hu dengan suara pelan dan hanya dapat didengar oleh Fang Lin serta Li Zu Xing saja.


Fang Lin berkata seperti itu karena kemungkinan dirinya tidak akan kembali ke Alam Dewa, ia akan fokus untuk berkembang lebih kuat di Dunia Abyss.


Fang Lin sebenarnya penasaran, kenapa dirinya berperang melawan Alam Dewa, ia yakin kalau ini ada sangkut pautnya dengan Penghapusan Identitas yang dikatakan Yue beberapa waktu lalu.


Tetapi untuk sekarang Fang Lin ingin meningkatkan kekuatannya terlebih dahulu, ia tidak mau membiarkan Xu Yuan hidup lebih lama lagi.


"Jika aku sudah mengalahkannya, aku mempunyai banyak waktu untuk mencari keberadaan calon istriku serta mencari tau sosok yang terkena Penghapusan Identitas itu." Batin Fang Lin.


Bai Hu menggelengkan kepalanya pelan, "Saya tidak akan menyesal tuan." Jawabnya cepat.


Fang yang mendengarnya langsung menganggukkan kepalanya pelan, ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Kaisar Dewa yang berada di dekatnya, "Aku harap kau melakukan tindakan yang serupa."


Setelah menyelesaikan kata-katanya Fang Lin, Bai Hu dan komandan pasukan bayangan langsung menghilang dari sana dalam sekejap.

__ADS_1


Li Zu Xing tidak mengatakan apa-apa, ia mendongakkan kepalanya ke atas dan mendapati penghalang aurora yang menutupi dimensi ini lenyap.


"Jadi, apa yang terjadi?"


Tiba-tiba saja Shen Xiong dalam wujud manusianya muncul di hadapan Kaisar Dewa, tentu hal tersebut membuat Li Zu Xing berlutut begitu juga dengan Dewa Inti dan Binatang Primordial yang ada di sana.


Sesaat setelah semuanya berlutut, Kaisar Dewa langsung menjelaskan apa yang terjadi serta memberitahu alasan mereka (Kubu Fang Lin) menyerang.


Shen Xiong yang mendengar apa yang dikatakan oleh Kaisar Dewa langsung meneleportasi paksa anak-anak dari Li Zu Xing kehadapannya.


"Kalian benar-benar memalukan... Apa alasannya sampai kalian melakukan itu?" Tanya Shen Xiong dengan raut wajah datar.


Anak-anak dari Kaisar Dewa yang masih dalam keadaan terkejut hanya bisa diam ketika ditanyakan itu, hingga membuat Shen Xiong sedikit mengeluarkan auranya.


Aura yang dikeluarkan Shen Xiong membuat seluruh makhluk hidup yang ada di sana sesak nafas.


"Masih tidak ingin menjawab?" Tanya Shen Xiong dengan alis yang sedikit terangkat.


Li Xiang Zi selaku anak pertama langsung mengambil tindakan dengan cepat, ia buru-buru menjelaskan alasan mereka membunuh Dewa Harimau Putih dan Li Quan Shi.


Setelah mendengar alasan mereka membunuh sepasang suami istri itu, Shen Xiong menarik kembali auranya, ia kemudian melirik ke arah Li Zu Xing, "Apakah Kurama dan Wukong mati dalam peperangan ini?" Tanya Shen Xiong penasaran, saat berada di sini ia sama sekali tidak merasakan keberadaan mereka berdua.


Li Zu Xing terdiam sejenak sebelum menjawab, "Kurama, dia mati. Sedangkan Sun Wukong, aku tidak tau kondisinya karena terakhir kali kami berdua terpisah saat bertarung dengannya."


"Terpisah?"


"Kami berdua bertarung di dalam domain miliknya. Ketika Sun Wukong terpental karena serangan dia, saya terjebak di dalam sebuah ruangan es yang meniadakan banyak hukum." Ucap Li Zu Xing menjelaskan.


Shen Xiong tidak mengatakan apa-apa dan menghilang dari sana, sesaat setelah dia menghilang sebuah suara menggema di dimensi tersebut.


"Urus kekacauan ini, jangan sampai kejadian ini terulang."


Suara tersebut adalah suara Shen Xiong yang baru saja pergi. Li Zu Xing yang mendengarnya langsung berdiri dan meminta Dewa Inti dan Binatang Primordial kembali ke tempat masing-masing.


Sedangkan anak-anak Kaisar Dewa akan dipenjarakan dan menunggu keputusan mengenai hukuman yang berat untuk mereka.

__ADS_1


Bersambung....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2