
Mendengar perkataan tuannya, Mereka berdua memiringkan sedikit kepala mereka, "Sesuatu? Apa itu tuan?" Tanya Yang Jian dengan nada heran. Ia berpikir kalau tuannya ingin memberikan sebuah artefak yang dapat membantu penyerapan Qi.
Fang Lin yang mendengar itu hanya tersenyum tipis, "Kolam Suci, Sebuah kolam yang dapat membantu kalian menyerap Qi hingga 500x lipat" Ucap Fang Lin pelan.
Yang Jian dan Guo Ren tentu terkejut ketika mendengar itu, Bahkan Mue Lian dan Shui Ru yang sedari tadi mendengar juga ikut terkejut.
Mereka berempat langsung menatap Fang Lin dengan tatapan tidak percaya. Di sisi lain, Fang Lin yang mendapatkan tatapan seperti itu langsung tersenyum, "Kalian tidak percaya dengan perkataan-ku?" Tanya Fang Lin saat melihat tatapan tidak percaya mereka.
"Tentu saja kami tidak percaya, Bahkan seumur hidupku, Aku tidak pernah mendengar Kolam Suci yang memiliki efek seperti itu" Jawab Mue Lian dan diangguki oleh kedua orang didekatnya.
Fang Lin yang mendengar itu hanya menggarukan kepalanya pelan, Memang jika dirinya tidak pernah memiliki system mungkin dia tidak akan percaya dengan kata-kata yang dia keluarkan tadi.
Akan tetapi setelah dirinya memiliki system alias Yue, Dia percaya bahwa yang tidak ada akan menjadi ada selama system masih berada disisinya.
"Aku tidak berbohong dengan perkataan-ku, Tetapi kolam tersebut hanya berlaku pada ranah Fana dan To God saja, Setelah seseorang telah menjadi Spiritual God maka kolam suci tersebut tidak akan jauh berbeda seperti kolam air biasa" Ucap Fang Lin menjelaskan.
Mendengar penjelasan dari Fang Lin membuat mereka menganggukkan kepala mereka berkali-kali, "Hmm... Jika itu benar, Maka Kolam Suci sangat berguna untuk penghuni Hutan Terlarang" Ucap Mue Lian sambil mengeluskan dagunya.
"Tapi Fang Gege, Jika Kolam Suci memiliki efek sebagus itu, Artinya air dari kolam tersebut sangatlah berharga bukan" Timpal Mue Lian sambil mendongak ke arah Fang Lin.
Mendengar itu Fang Lin menganggukkan kepalanya pelan, "Memang langka jika orang lain yang memilikinya, Tetapi berbeda denganku yang mempunyai Kolam Suci seluas dengan lautan" Ucap Fang Lin sambil tersenyum.
Alis Mue Lian sedikit terangkat ketika mendengar itu, "Itu bagus Fang Gege! Jika sudah sebanyak itu, Pasti dapat menampung seluruh penghuni Hutan Terlarang" Balas Mue Lian dengan antusias. Tentu dia antusias mendengar itu, Saat ini dirinya sudah mencapai ranah Half-God, Meski dirinya sudah Half-God akan tetapi dia masih terlemah di ranah tersebut.
Dengan adanya Kolam Suci, Dirinya dapat meningkat dengan cepat dan bukan hal yang tidak mungkin dia akan mencapai ranah True God dalam waktu dekat.
__ADS_1
Melihat Mue Lian yang begitu bersemangat, Fang Lin hanya tersenyum, Ia lalu memegang pipi Mue Lian dengan kedua tangannya lalu memutar-mutarkan tangannya, "Kamu sangat bersemangat ya... Bagaimana kalau kita berendam di Kolam Suci bersama?" Tanya Fang Lin sambil menggoda Mue Lian.
Wajah Mue Lian langsung memerah seperti tomat ketika mendengar itu, Ia langsung menepis tangan Fang Lin dan memalingkan wajahnya ke arah yang lain, "U-ugh... B-berhentilah menggodaku Fang Gege" Balas Mue Lian dengan terbata-bata.
Fang Lin yang melihat tingkah Mue Lian hanya tertawa pelan. Sedangkan Shui Ru yang sedari tadi menyaksikan itu hanya tersenyum tipis.
Shui Ru berjalan pelan ke arah Fang Lin, Kemudian mendekatkan dadanya ke lengan kiri Fang Lin, "Jika saudari Lian tidak ingin berendam bersama Fang Gege, Biarkan aku yang menggantikan dia" Ucap Shui Ru dengan suara lembut yang menggoda.
"Saat berendam, Aku akan memberikan Fang Gege sebuah hadiah yang membuat Gege puas" Lanjut Mue Lian dengan nada yang menggoda.
Wajah Fang Lin sedikit memerah ketika mendengar itu, Ia lalu melirik gunung besar yang dimiliki Shui Ru kemudian menelan ludahnya dengan kasar.
Di sisi lain, Mue Lian langsung menatap tajam Shui Ru yang kini sedang di samping Fang Lin, "Saudari Ru memang liar ya..." Ucap Mue Lian dengan nada yang mencoba menahan amarah.
Tanpa sadar eratan tangannya yang sedang memegang Naga Hitam semakin kencang dan tentu hal tersebut membuat Naga Hitam sesak, "N-nona... B-bisakah kau meninju sebuah pohon saja?" Tanya Naga Hitam dengan susah payah.
Naga Hitam hanya menghela nafas lega lalu terbang ke arah pundak tuannya, Ia langsung melilit tubuhnya kembali di pundak tuannya kemudian memejamkan matanya.
Sedangkan Shui Ru yang melihat itu sedari tadi hanya menjulurkan lidahnya ke arah Mue Lian, "Siapa suruh malu-malu? Hahaha..." Ucap Shui Ru dengan nada mengejek.
"Hmphh... Aku tidak malu!" Jawab Mue Lian mendengus kesal. Ia lalu berjalan ke arah Fang Lin sambil menghentakkan kakinya ke tanah dengan kuat.
Saat berada di samping kanan Fang Lin, Mue Lian langsung melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Shui Ru.
Fang Lin yang melihat kelakuan mereka berdua hanya tersenyum kecut, Ia lalu kembali menatap Yang Jian dan Guo Ren dan mengatakan, "Kalian kembali berkultivasi saja, Jika Kolam Suci yang kukatakan sebelumnya sudah siap, Aku akan memanggil kalian kembali" Ucap Fang Lin dengan nada memerintah.
__ADS_1
Yang Jian dan Guo Ren langsung menganggukkan kepalanya patuh dan dengan sekejap menghilang dari sana.
"Ayo kembali ke gua" Ucap Fang Lin sambil memegang tangan kedua calon istrinya.
Shui Ru dan Mue Lian hanya menganggukkan kepalanya pelan dan tak sampai satu detik mereka berlima langsung menghilang dari sana.
***
Di sebuah gua, Wilayah luar hutan terlarang.
Saat ini Fang Lin sedang membaringkan tubuh Harimau Putih di kasur yang dia tiduri sebelumnya, Ia kemudian menghela nafasnya pelan, "Sepertinya dia akan terbangun beberapa jam lagi" Gumam Fang Lin pelan kemudian berbalik dan menatap kedua wanita cantik yang sedang duduk di kursi kayu.
Fang Lin hanya tersenyum melihat itu, Dia lalu berjalan pelan ke arah mereka berdua dan duduk disana, "Naga Hitam keluarlah dan diam di meja" Ucap Fang Lin.
Naga Hitam langsung terbang dari pundak tuannya dan mendarat di meja kayu dekat tuannya duduk.
Fang Lin lalu menatap Mue Lian dan Shui Ru satu persatu dan berkata, "Aku meminta saran kalian untuk nama yang cocok untuk Naga Hitam" Ucap Fang Lin dan membuat mereka berdua terkejut.
Naga Hitam yang mendengar itu juga ikut terkejut, Namun dia hanya diam karena menurutnya tidak ada salahnya jika tuannya memberikan sebuah nama untuknya.
Karna semenjak dirinya lahir, Dia tidak pernah diberikan sebuah nama oleh orang tuanya.
Di sisi lain, Fang Lin yang melihat Naga Hitam hanya tersenyum tipis, "Sepertinya dia memang tidak punya nama" Batin Fang Lin lalu kembali menatap kedua calon istrinya.
Bersambung...
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.