System Sang Immortal

System Sang Immortal
Piringan Yin dan Yang


__ADS_3

Fang Lin diam-diam mengaktifkan mata dewa-nya, Ia mencoba membaca gulungan kertas yang di pegang Zhang Wei dalam keadaan terbalik.


Fang Lin sedikit menaik-kan satu alis-nya ketika melihat isi dari gulungan kertas tersebut, "Salah satu artefak dewa yang dimiliki Alam 100 Pelangi dapat memusnahkan sebuah Alam? Bahkan Alam tingkat tinggi sekalipun?" Batin Fang Lin dan diam-diam ia tersenyum tipis.


"Bukan-kah berarti artefak itu sangat berharga? Hehehe... Sepertinya aku mendapatkan jackpot" Batin Fang Lin kembali sambil tertawa dalam hati.


Di sisi lain, Zhang Wei yang melihat Fang Lin hanya diam dan mematung sedikit mengerut-kan alis-nya, Saat diri-nya ingin membuka mulut untuk bertanya, Tiba-tiba saja Fang Lin menghilang dari hadapan-nya.


~Whooooshhh~


Tentu menghilang-nya Fang Lin membuat mereka berlima terkejut, "Sebenarnya teknik apa itu... Selama aku hidup, Aku tidak pernah melihat teknik semacam itu" Ucap pria berjubah kuning dengan nada heran.


Zhang Wei yang mendengar-nya hanya mengangkat kedua pundak-nya tidak tau, Ia juga sama sekali tidak pernah melihat teknik semacam itu kecuali teknik perobek ruang.


~Klik~


Sesaat setelah Fang Lin menghilang, Zhang Wei langsung menjentik-kan jari-nya dan seketika ruangan tersebut di tutupi oleh Qi.


Melihat Zhang Wei menutup ruangan dengan Qi membuat ke-empat pria paruh baya lain-nya keheranan, "Apa yang kau lakukan?" Tanya pria berjubah ungu dengan nada penasaran.


Zhang Wei yang mendengar-nya hanya diam dan tidak menanggapi, Ia menaruh gulungan kertas yang berada di tangan-nya ke meja lalu melebarkan gulungan tersebut.


"Kalian baca-lah sendiri" Ucap Zhang Wei dengan nada tenang.


Mendengar hal itu membuat mereka ber-empat semakin kebingungan. Tanpa basa-basi mereka langsung membaca tulisan yang ada di gulungan kertas tersebut.

__ADS_1


Mata dari ke-empat pria paruh baya tersebut langsung melebar ketika membaca isi dari gulungan tersebut, "A-artefak yang dapat menghancurkan Alam?! Memang-nya ada?!" Tanya pria berjubah kuning dengan jantung yang berdegup kencang.


Zhang Wei menggelengkan kepala-nya tidak tau, "Aku tidak tau, Karna aku juga baru mendengar artefak semacam itu" Jawab Zhang Wei lalu menimpali-nya dengan cepat, "Kita diharuskan untuk mempercepat perang ini, Jika tidak maka Alam Kegelapan akan menyadari keberadaan Artefak tersebut" Timpal Zhang Wei menjelaskan.


Ke-empat pria paruh baya yang mendengar perkataan Zhang Wei langsung mengangguk-kan kepala paham, "Baik-lah... Ayo kita awasi perang ini secara langsung" Ucap pria paruh baya berjubah ungu dan diangguki oleh yang lain.


Mereka berlima akhirnya pergi dari sana dan menuju ke luar kapal terbang.


Di sisi lain, Dong Zhu yang mengetahui kalau pihak Alam Agung belum membunyikan terompet sedikit mengerut-kan alis-nya, "Ada yang aneh..." Gumam Dong Zhu dan membuat Jung Xi yang berada di sebelah menoleh ke arah-nya.


"Apa yang aneh?" Tanya Jung Xi dengan nada serius ketika melihat kerutan di wajah Dong Zhu.


Dong Zhu yang mendengar-nya langsung menolehkan kepala-nya ke arah Jung Xi, Ia terdiam sesaat dan kemudian menjelaskan kejanggalan yang terjadi.


Jung Xi melebarkan mata-nya ketika mendengar penjelasan dari Dong Zhu, Ia langsung mengalihkan pandangan-nya ke arah area medan tempur sembari menyipitkan mata-nya, "Apakah mereka benar-benar ingin melanggar peraturan?!!" Tanya Jung Xi dengan nada yang penuh amarah dan tanpa sadar ia mengeluarkan aura Spiritual God Emas-nya di udara.


Jung Xi yang mendengar itu langsung tersentak, "Ugh... Maaf" Ucap Jung Xi pelan lalu menarik aura-nya kembali.


Melihat Jung Xi yang sudah tenang, Dong Zhu langsung membalik-kan badan-nya, "Jangan lupa dengan pesan-ku sebelum-nya" Ucap Dong Zhu mengingatkan lalu melesat pergi dari sana tanpa menunggu jawaban Jung Xi.


Jung Xi sendiri hanya mengangguk-kan kepala-nya untuk menanggapi itu, Ia melihat ke arah Dong Zhu yang melesat di udara lalu mengubah tatapan-nya menjadi dingin ketika Dong Zhu sudah tidak berada dalam pandangan-nya.


"Alam Agung... Jika kalian melanggar peraturan perang. Aku bersumpah akan membunuh kalian semua" Ucap Jung Xi bersumpah lalu melesat terbang ke arah benteng Alam 100 Pelangi.


Di Atas Langit, Fang Lin saat ini sedang duduk di sebuah kursi es, Di depan-nya saat ini terdapat sebuah meja es yang melayang di udara.

__ADS_1


Di atas meja es tersebut terdapat sebuah kota kayu yang sedikit panjang, "Ini adalah kotak artefak tingkat dewa milik Alam 100 Pelangi yang belum ku-buka" Ucap Fang Lin lalu menimpali-nya dengan cepat, "Samar-samar kotak ini mengeluarkan energi yang mirip dengan orang itu" Timpal Fang Lin dengan nada tenang.


Fang Lin kemudian menghela nafas cukup panjang lalu membuka kotak kayu di depan-nya menggunakan dua tangan.


Saat membuka kotak kayu tersebut, Fang Lin sedikit menaik-kan alis-nya ketika melihat tiga benda yang saling bertumpukan.


Fang Lin dengan segera mengambil benda yang berada di paling atas. Sebuah piringan datar yang terbuat dari besi, Di pinggiran piringan tersebut terdapat beberapa ukiran naga ber-ukuran kecil, Sedangkan di tengah-tengah piringan tersebut terdapat sebuah logo Yin dan Yang.


"Yue, Kau tau apa kegunaan dari Artefak ini?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran sembari melihat-lihat sisi dari piringan tersebut.


[Piring Yin dan Yang, Sebuah Piringan yang dapat mengendalikan elemen kegelapan dan cahaya secara mutlak, Namun memiliki batasan sendiri sesuai hukum yang ada di Alam Semesta]


Mendengar penjelasan Yue membuat Fang Lin kebingungan, "Apa yang kau maksud 'Secara Mutlak'?" Tanya Fang Lin kembali dengan nada penasaran.


[Tuan dapat mengendalikan hukum dari kedua elemen tersebut secara mutlak. Jadi jika tuan berhadapan dengan musuh yang ahli dengan elemen cahaya atau kegelapan, Tuan dapat mengendalikan kedua elemen yang dimiliki musuh secara mutlak menggunakan artefak ini]


[Kegelapan dan Cahaya itu sendiri bahkan dapat tuan gunakan selama tidak melanggar hukum yang di tetapkan Alam Semesta ini]


Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya mengerti ketika mendengar apa yang dikatakan Yue, "Artinya piringan Yin dan Yang ini akan berguna bagi-ku di masa depan nanti" Ucap Fang Lin saat melihat piringan Yin dan Yang di tangan kanan-nya.


Fang Lin kemudian menaruh piringan tersebut ke dalam inventory-nya lalu melihat kembali kotak kayu yang ada di atas meja.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


NOTE: Di novel ini, Author buat Alam sama Planet itu sama ya... Soalnya masing bingung.


__ADS_2