System Sang Immortal

System Sang Immortal
Ao Zhang Vs Dian Wei


__ADS_3

Mendengar pernyataan dari Ao Zhang tentu membuat para prajurit Alam 100 Pelangi keheranan, Namun mereka tidak bertanya lebih lanjut mengenai hal itu dan pergi dari sana.


Ao Zhang sendiri yang melihat kepergian mereka hanya diam, Ia kemudian melirik ke arah kawah besar yang ia buat sebelum-nya, "Aku tidak menyangka kalau ada satu orang yang selamat setelah terkena serangan-ku" Ucap Ao Zhang sembari menggelengkan kepala-nya pelan.


Tak lama setelah berkata seperti itu, Seorang pria yang memiliki umur 30-an muncul dari dalam kawah besar tersebut dan melayang ke hadapan Ao Zhang.


"Hahaha... Dasar bajingan, Aku tidak menyangka akan ada serangan mendadak seperti itu" Ucap pria tersebut sambil menutup seluruh luka yang ada di sekujur tubuh-nya menggunakan Qi.


Ao Zhang sendiri yang mendengar-nya hanya tersenyum tipis, "Bahkan seorang ranah Spiritual God juga ikut dalam perang? Hmm... Apakah kalian tidak merasa malu?" Tanya Ao Zhang dengan nada sinis.


Pria yang berada di hadapan Ao Zhang hanya diam ketika mendengar itu, Ia mengeluarkan sebuah pil emas dari ruang hampa dan dengan segera menelan-nya.


~Glek~


Beberapa saat setelah menelan pil emas tadi, Tubuh pria tersebut mengeluarkan sinar terang berwarna putih dan di saat yang bersamaan luka-luka yang ada di tubuh-nya perlahan menghilang.


Di sisi lain, Ao Zhang yang melihat hal itu hanya diam dan mengamati, Ia sengaja membiarkan orang di depan-nya menyembuhkan diri, Karena diri-nya ingin menjadikan orang itu sebagai samsak sebelum melawan orang-orang kuat dari Alam Agung.


Beberapa saat kemudian, Cahaya yang keluar dari tubuh pria tersebut perlahan memudar dan di saat yang bersamaan pria itu mengeluarkan sebuah kapak besar di udara, "Kau adalah orang sewaan dari Alam 100 Pelangi bukan?" Tanya pria tersebut dengan tatapan tajam.


Mendengar itu Ao Zhang sedikit menaik-kan alis-nya, "Hmm? Bukan, Aku hanya-lah kultivator pengembara saja" Jawab Ao Zhang tanpa berbohong sedikit-pun.

__ADS_1


"Kultivator pengembara?" Gumam pria tersebut dengan alis yang ter-angkat.


"Kalau begitu, Kenapa kau ikut campur dalam perang ini? Setau-ku kultivator pengembara tidak ingin terikat dengan sesuatu yang merepotkan-nya" Tanya pria tersebut dengan nada heran.


Ao Zhang mengangkat pundak-nya ketika mendengar hal itu, "Siapa yang tau... Aku ikut serta dalam perang ini karna bosan saja, Lagi pula aku juga di tawari sesuatu yang menarik oleh Yun Fu" Jawab Ao Zhang dengan nada santai.


Mendapat jawaban seperti itu membuat pria yang berada di hadapan Ao Zhang terdiam, Dia menunduk-kan kepala-nya seperti sedang memikirkan sesuatu.


Tak lama kemudian, Pria tersebut kembali mengangkat kepala-nya dan berkata, "Jika kau tertarik, Kau dapat bergabung dengan Alam Agung" Ucap pria tersebut lalu menimpali-nya dengan cepat, "Tidak lupa, Aku akan memberikan apa yang Yun Fu berikan sebanyak 2x lipat" Timpal pria tersebut dengan nada serius.


Ao Zhang yang mendengar-nya langsung mengangkat satu alis-nya, "Sepertinya kau sangat percaya diri dengan kata-kata mu, Memang-nya kau siapa?" Tanya Ao Zhang dengan nada penasaran.


Pria itu langsung tersenyum lebar ketika mendengar pertanyaan Ao Zhang, "Aku adalah Dian Wei, Seorang pangeran ke-2 yang berasal dari Alam Agung" Jawab Dian Wei memperkenal-kan diri.


Dian Wei yang mendengar itu langsung mengerut-kan kedua alis-nya, "Apa maksud-mu?" Tanya Dian Wei dengan nada heran.


Ao Zhang tersenyum tipis dan berkata, "Yun Fu berjanji akan memberikan salah satu kitab dewa milik Alam 100 Pelangi setelah perang ini selesai sebagai hadiah untuk-ku, Dan kau ingin memberikan apa yang dia berikan secara 2x lipat? Apakah kau menyanggupi hal itu?" Tanya Ao Zhang dengan nada meremehkan.


Dian Wei yang mendengar itu cukup terkejut, Ia tidak menyangka kalau Alam 100 Pelangi akan memberikan sebuah kitab dewa kepada orang sewaan mereka, "Sepertinya raja di Alam ini benar-benar ingin mempertahankan artefak dan juga kitab milik mereka" Gumam Dian Wei berdecak pelan.


"Sepertinya aku memang tidak bisa merekrut-mu ya..." Ucap Dian Wei lalu mengeluarkan aura Spiritual God perak bertanda merah. Meskipun diri-nya adalah seorang pangeran, Ia tidak bisa menyerahkan kitab dewa milik Alam Agung hanya untuk merekrut orang.

__ADS_1


Ao Zhang sendiri yang melihat Dian Wei mengeluarkan aura Spiritual God-nya hanya tersenyum tipis, Ia kemudian memuncul-kan sebuah anak panah dari ruang kosong lalu mengarahkan busur-nya ke arah Dian Wei, "Sepertinya kau menarik tawaran-mu" Ucap Ao Zhang lalu menarik anak panah-nya di tali busur.


"Ck, Sepertinya dia ingin melakukan serangan yang sama seperti sebelum-nya" Gumam Dian Wei dan dengan segera melesat cepat ke arah Ao Zhang, "Kalau dia ingin memakai busur sebagai senjata-nya, Aku hanya perlu mendekati-nya" Ucap Dian Wei dan mempercepat lesatan-nya.


Di sisi lain, Ao Zhang yang melihat Dian Wei melesat terbang ke arah-nya dengan cepat hanya diam, Ia menghela nafas-nya dan menatap ke arah lesatan Dian Wei dengan tatapan fokus, "Teknik Panah Bulan, Ke-3: Akurasi Tertinggi..." Ucap Ao Zhang dan langsung melepaskan anak panah yang di pegang-nya.


~Swooooshhhh~


Sebuah anak panah yang dilapisi energi Langit dan Bumi langsung melesat dengan cepat ke arah Dian Wei.


Dian Wei sendiri yang melihat anak panah itu melesat ke arah-nya dengan kecepatan tinggi langsung terkejut, Ia dengan segera menghindar ke arah samping namun sayang-nya tangan kanan-nya masih berada di jangkauan panah tersebut


~Slashhhhh~


Tangan kanan milik Dian Wei langsung terputus dan membuat-nya melebarkan mata, Ia dengan segera menghentikan pendarahan tangan kanan-nya lalu menatap ke tempat Ao Zhang berada, "BAJINGAN! Kau akan menyesal karna telah memotong lengan-ku!" Teriak Dian Wei mengunpat.


Ao Zhang sendiri hanya tertawa pelan, Ia sekali lagi mengangkat tangan kiri-nya ke samping dan tak lama kemudian muncul tiga buah anak panah berwarna perak, "Hey... Kau hanya bisa mengumpat ya?" Tanya Ao Zhang sambil menaruh 3 anak panah di tali busur milik-nya.


Dian Wei yang mendengar-nya hanya mengabaikan hal itu, Ia menggertak-kan gigi-nya ketika melihat Ao Zhang yang ingin menyerang-nya lagi, "Sudah bisa dipastikan kalau dia berada di ranah dewa. Aku harus cepat-cepat pergi dari sini sebelum dia menyerang-ku lagi" Ucap Dian Wei lalu melesat pergi dari sana dengan kecepatan penuh.


Dian Wei saat ini bertujuan untuk kembali ke Zona milik Alam Agung dan menyembuh-kan diri-nya, Setelah itu ia akan melaporkan hal ini pada ayah-nya.

__ADS_1


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2