
Fang Lin menepis pikirannya yang ingin meminta Yue sebagai teman latih tandingnya, "Tidak, tidak... Lupakan saja tentang itu. Dia telah disibukkan oleh anak-anak, aku tidak boleh memberikan beban tambahan untuknya." gumam Fang Lin sembari menggeleng pelan, lalu mulai bangkit berdiri, "Hm, aku ingin melihat peringkat kubahku terlebih dahulu..."
Fang Lin menghilang dalam sekejap dari domain Penjara Es Suci, lalu pergi ke Dunia Abyss. Ia muncul kembali di sebuah padang rumput tanpa ujung, dan bisa menemukan langit malam yang begitu sunyi.
"Yue pernah mengatakan kalau memeriksa peringkat kekuatan tempur setiap kubah Turnamen Semesta hanya perlu menemukan Tugu Batu yang melayang di angkasa." gumam Fang Lin pelan, lalu melanjutinya, "Meskipun sudah mengetahuinya, aku belum pernah mencobanya. Jadi bisa dibilang, ini adalah pengalaman pertamaku..."
Fang Lin perlahan menutup matanya, Kesadaran Spiritualnya dengan cepat menyebar ke atas langit dan menembus angkasa di atasnya.
Memerlukan waktu yang cukup lama bagi Fang Lin untuk menemukan Tugu Batu yang Yue maksud, ia bisa melihat kalau Tugu Batu tersebut tertulis angka tujuh.
"Huh, peringkat tujuh?" Fang Lin mengerutkan alisnya, namun tidak lama setelah itu dirinya tersentak ketika baru mengingat sesuatu, "Ah, benar... Kekuatan tempur kubah hanya akan dihitung dari setiap makhluk yang ada di Dunia Abyss, jadi semua bawahan termasuk Yue sekalipun tidak dihitung sama sekali."
Fang Lin kemudian mengeluarkan semua Boneka Bayangan dan makhluk bayangannya yang telah menginjak ranah Absolute, dan dalam sekejap mata tulisan di Tugu Batu tersebut berubah menjadi angka dua.
"Bahkan dengan semua ini, aku tidak memperoleh peringkat pertama? Gila..." Fang Lin merasakan takjub sekaligus ngeri pada saat yang bersamaan, ia kemudian memasang ekspresi serius, "Omong-omong, sudah banyak peserta yang mempunyai kekuatan tempur melebihi ranah Absolute. Apalagi mereka yang berada di peringkat sepuluh besar, kekuatan tempur mereka pasti benar-benar mengerikan."
Fang Lin cukup yakin kalau Turnamen Semesta nantinya tidak akan mudah mengingat dengan kekuatannya yang sudah berada di tingkat ini saja menduduki peringkat dua.
"Yah, tapi itu tidak masalah. Kurang lebih Turnamen Semesta akan dimulai dalam 400 ribu tahun lagi, itu waktu yang cukup untuk memperkuat pondasi diriku." ucap Fang Lin percaya diri, namun meskipun begitu ia tidak mempunyai rencana malas-malasan sebelum Turnamen tersebut berakhir.
Fang Lin kemudian berhenti memikirkannya, lalu memasukkan kembali boneka bayangan serta makhluk bayangannya. Sesaat setelah semua makhluk bayangan tersebut menghilang dari sana, satu sosok tiba-tiba saja muncul di hadapan pemuda tampan itu.
Sosok tersebut adalah Absolute Iblis dari Sembilan Absolute yang menjadi bawahan setia Celestial Absolute.
"Kau... Ada apa?" Fang Lin sebenarnya cukup terkejut, namun ia memilih untuk tidak mengekspresikannya.
__ADS_1
"Pertama-tama, perkenalkan, nama saya adalah Leng Jin." Absolute Iblis menangkupkan tangannya, lalu melanjutinya, "Maafkan saya karena telah mengganggu anda, tapi saya mempunyai sesuatu untuk dibicarakan."
Fang Lin sedikit mengerutkan alisnya melihat kesopanan dari Absolute Iblis tersebut, samar-samar ia mulai mengetahui tujuannya menghadap ke dirinya.
"Silahkan berbicara..."
Karena dia telah bertindak sopan, tidak ada salahnya bagi Fang Lin untuk menanggapinya dengan baik.
"Setelah 500 ribu tahun berlalu semenjak anda melepaskan saya dan teman-teman dekat saya dari segel Tungku Keabadian, saya sudah memikirkan berulang kali tentang permintaan terakhir beliau..." ucap Leng Jin dengan tatapan mata yang kuat, kemudian berlutut menggunakan satu kaki, "Jadi, alasan saya berada di sini adalah meminta izin pada anda supaya saya diberikan kesempatan untuk memenuhi permintaan terakhir beliau, yaitu, melayani pewarisnya."
Fang Lin sedikit melebarkan matanya, meskipun telah memperkirakannya ia tetap saja terkejut mendengarnya.
"Kau sudah memutuskannya matang-matang mengenai itu?" Fang Lin bertanya memastikan, ia tidak ingin ada penyesalan darinya di masa depan nanti.
Fang Lin tersenyum tipis, lalu kembali bertanya, "Apakah teman-temanmu sudah mengetahui hal ini?"
Jujur saja, Fang Lin tidak terlalu peduli dengan tanggapan dari Absolute lainnya tetapi yang ia khawatirkan adalah konflik yang kemungkinan besar bisa terjadi nantinya.
"Pilihanku adalah kehendak dari diriku sendiri, mereka semua tidak mempunyai hak untuk melarangku." Leng Jin menjawab dengan tegas.
Fang Lin diam-diam tersenyum pahit, secara tidak langsung dia mengatakan kalau tidak ada pemberitahuan sama sekali mengenai hal ini.
"Yah, sudahlah..." Fang Lin menghela nafas panjang dan tak lagi mencoba memikirkannya, untuk apa juga ia takut pada mereka? Mengingat waktu sudah berlalu sangat lama, dan kekuatan tempurnya telah meningkat sampai ke titik yang cukup tinggi, "Baiklah, aku akan memberikanmu kesempatan untuk memenuhi perintah terakhir Celestial Absolute. Mulai dari sekarang, tolong jangan kecewakan beliau dan juga diriku sendiri..."
"Saya mengerti, Tuan." Leng Jin menundukkan kepalanya ketika menjawab itu.
__ADS_1
Fang Lin tersenyum tipis dan ketika dirinya ingin mengatakan sesuatu, ada tiga sosok lainnya muncul di dekat mereka berdua.
"Apa yang sudah kau lakukan, Leng Jin?" Ma Feng, Absolute Manusia bertangan empat bertanya dengan raut wajah sinis.
"Mengkhianati kita dan Celestial Absolute, kau sama buruknya dengan Heng Zhanjin." Absolute Kera menimpali, ia menatap Leng Jin dengan tatapan merendahkan.
"Apakah keputusanmu itu sudah benar-benar bulat, Leng Jin?" Hong Zhun bertanya, raut wajahnya tampak datar tetapi bada suaranya seperti menyimpan kemarahan.
"Untuk apa kalian kemari? Kalau hanya untuk menghinaku karena mengabdi pada Tuanku yang baru, lebih baik enyahlah." Leng Jin perlahan kembali berdiri, lalu menatap ketiga Absolute yang baru saja datang, "Wing Chun, Ma Feng, Hong Zhun... Apakah kalian bertiga masih berpikir kalau keputusan untuk melanggar perintah terakhir Celestial Absolute adalah pilihan yang benar?"
"Apa menurutmu mengkhianati Celestial Absolute adalah hal yang patut dibenarkan?" Wing Chun tidak menjawab, dia malah melemparkan pertanyaan.
"Lucu sekali... Kenapa kau berpikir bahwa aku adalah seorang pengkhianat? Bukankah julukan semacam itu lebih pantas kalian dapatkan daripada aku?" Leng Jin perlahan memasang ekspresi dingin, lalu melanjuti perkataannya, "Dengan melanggar perintah terakhir beliau, cap pengkhianat sudah sewajarnya ditulis di dahi kalian, bukan?"
"Pengkhianat? Setia padanya adalah sebuah pengkhianatan bagimu? Kau sepertinya sudah gila."
"Perintah tetaplah perintah, pasti ada sebuah alasan dibalik rencananya. Aku akan menuruti perintah terakhir Celestial Absolute, dan melayani pewarisnya."
"Sepertinya tidak ada cara untuk mengubah keputusanmu, aku akan pergi dari sini." ucap Hong Zhun acuh tak acuh, dan dalam sekejap menghilang dari tempatnya.
Sementara itu, Ma Feng dan Wing Chun memberikan tatapan tidak senang pada Leng Jin, namun itu tidak berlangsung lama dan mereka menghilang dari sana dalam sekejap.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1