
Sesampainya di lantai 3, Fang Lin dan Li Fan di giring oleh Zhuyan Ni ke salah satu ruangan yang cukup besar.
Di dalam ruangan tersebut ada sebuah meja dan beberapa kursi yang terbuat dari batu giok berwarna putih, Fang Lin juga melihat ada beberapa orang di atas panggung kayu yang sudah siap-siap untuk memainkan alunan musik.
Sedangkan Li Fan hanya bisa berdecak kagum ketika melihat ruangan yang dia masuki ternyata sangatlah mewah, Ia melihat beberapa lukisan yang terpajang di dinding dan juga 2 patung naga kecil yang di tempatkan di samping panggung.
Fang Lin yang melihat ke-antusiasan Li Fan hanya tersenyum tipis, "Fan'er, Kemari-lah... Kau harus memilih makanan yang ingin kau makan, Setelah itu kau bisa melihat-lihat ruangan ini lagi" Panggil Fang Lin.
Li Fan yang mendengar panggilan guru-nya langsung berjalan ke arah meja, Ia kemudian duduk di salah satu kursi dan mengambil menu makanan yang ada di meja.
Saat melihat-lihat menu makanan-nya, Li Fan langsung menelan ludah kasar ketika melihat banyak sekali makanan enak yang terpampang di menu makanan, "Guru? Aku dapat memesan makanan yang banyak bukan?" Tanya Li Fan sambil menatap gurunya.
Fang Lin hanya mengangguk-kan kepalanya dan membuat Li Fan tersenyum lebar, Ia lalu menatap kembali menu makanan yang dia pegang saat ini, "Kalau begitu, Aku ingin memesan yang ini, ini, ini, ini, ini dan ini" Ucap Li Fan tanpa ragu sambil menunjuk makanan yang dia inginkan.
"Guru, Anda ingin makan apa?" Tanya Li Fan sambil menatap guru-nya.
Fang Lin yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya, "Guru tidak ingin makan" Jawab Fang Lin lalu mengalihkan pandangan-nya ke Zhuyan Ni, "Berikan aku satu teh hangat saja" Ucap Fang Lin pelan. Sebenarnya dia ingin sekali meminum arak, Akan tetapi dirinya sama sekali tidak dapat mabuk dan tentu membuat-nya kesal akan hal itu.
Zhuyan Ni langsung menunduk-kan kepalanya dan berkata dengan nada sopan, "Baiklah tuan, Saya akan kembali sambil membawa pesanan anda" Ucap Zhuyan Ni lalu mengambil daftar menu yang ada di meja.
Zhuyan Ni langsung pergi keluar dari ruangan dan beberapa saat setelah dia keluar tiba-tiba terdengar sebuah alunan musik di atas panggung, Lalu beberapa penari wanita cantik mulai muncul di depan panggung mengenakan pakaian yang cukup seksi.
Li Fan yang melihat para penari itu langsung memalingkan pandangan-nya ke arah yang lain dengan wajah yang memerah, Sedangkan Fang Lin yang melihat kepolosan murid-nya hanya tertawa pelan.
Fang Lin kemudian melambaikan tangan-nya ke arah penari sebagai kode untuk pergi, Seketika itu juga para penari langsung pergi dari sana dan hanya tersisa beberapa orang yang sedang memainkan alat musik.
Li Fan yang melihat kepergian para penari langsung mengetahui kalau guru-nya yang melakukan itu, Ia hanya diam lalu mulai berjalan mengelilingi ruangan.
__ADS_1
Li Fan berdecak kagum ketika melihat banyak sekali pajangan atau aksesoris yang berharga, "Ternyata lantai ketiga mempunyai fasilitas yang bagus" Gumam Li Fan dengan nada senang. Dulu dia dan keluarganya sering datang ke restoran ini, Namun mereka hanya bisa makan di lantai 1 karena ayah dan ibunya belum mencapai ranah Kaisar Surgawi, Ia waktu itu sangat penasaran dengan isi dari lantai 3 dan sekarang rasa penasaran-nya sudah terbayarkan berkat guru-nya.
.....
Setelah Li Fan selesai melihat-lihat, Ia langsung duduk didekat guru-nya. Mereka berdua lalu mengobrol kecil sambil menunggu makanan datang.
Tak lama kemudian, Pintu ruang makan terbuka dan menampilkan Zhuyan Ni sedang membawa teh bersama dengan beberapa pelayan masuk sambil membawa makanan.
Li Fan yang melihat makanan yang dibawa pelayan hanya menelan ludah-nya, Aroma makanan yang enak membuat perutnya kembali berbunyi.
Setelah para pelayan menaruh makanan di meja, Mereka semua langsung keluar kecuali Zhuyan Ni yang sedang berdiri di dekat Fang Lin.
Fang Lin yang menyadari hal tersebut hanya diam dan melepas topeng-nya, Ia lalu melihat Li Fan yang sedang menatap makanan dengan tatapan rakus.
Zhuyan Ni sedikit terkejut ketika Fang Lin membuka topeng-nya, Jantung-nya berdegup kecang saat melihat ketampanan Fang Lin yang tidak manusiawi, Ia langsung mengalihkan pandangan-nya ke bawah dengan keadaan wajah yang memerah.
Fang Lin yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, "Bukan-kah kau lapar?" Tanya Fang Lin sambil tersenyum.
Li Fan langsung menepuk jidatnya ketika mendengar itu, Ia dengan segera memakan makanan di meja dengan lahap. Fang Lin yang melihat nafsu makan Li Fan hanya tersenyum.
.....
30 menit kemudian.
Seluruh makanan yang ada di meja kini sudah habis tak tersisa, Li Fan saat ini sedang bersandar di kursi sambil memegang perutnya yang sudah buncit.
Fang Lin yang melihat Li Fan sudah menghabiskan makanan-nya langsung menyebarkan kesadaran-nya ke langit.
__ADS_1
Fang Lin ingin tau apakah langit masih siang atau sudah mulai sore, Jika saja sudah mulai sore dia mau tak mau harus kembali ke dunia Abyss karena esoknya para penghuni hutan sudah berkumpul di wilayah inti.
Saat kesadaran-nya sudah sampai di luar, Fang Lin dapat melihat kalau langit sudah mulai sore, Ia lalu menarik kesadaran-nya dan menatap Li Fan yang sedang bersandar, "Kau sudah selesai Fan'er?" Tanya Fang Lin memastikan.
Li Fan yang sedang memejamkan matanya langsung membuka matanya, Ia lalu menatap guru-nya, "Sudah guru, Apakah kita ingin pergi?" Tanya Li Fan yang mulai beranjak berdiri.
Fang Lin hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab itu, Ia lalu mengenakan topeng-nya kembali dan berdiri dari duduknya, "Bisa kau total-kan sekarang?" Tanya Fang Lin sambil menatap Zhuyan Ni yang didekat-nya.
Zhuyan Ni sendiri langsung mengangguk cepat dan mengatakan dengan terbata-bata, "T-total s-semuanya 50 koin emas tuan"
Fang Lin langsung mengeluarkan 50 koin emas dari inventory-nya dan mengulurkan tangan-nya yang sedang memegang koin emas ke Zhuyan Ni.
Zhuyan Ni langsung mengambil 50 koin emas tersebut dan langsung membungkuk-kan badan-nya, "Terima kasih tuan karena telah memilih makan di tempat kami, Semoga anda puas dengan pelayanan kami dan kembali lagi kemari" Ucap Zhuyan Ni sedikit lantang.
Fang Lin yang mendengar itu hanya mengabaikan-nya dan langsung pergi dari sana bersama Li Fan.
Setelah keluar dari rumah makan Raja Masak, Fang Lin dan Li Fan langsung berjalan ke arah jalan keluar kota Tang Zhuwan.
Fang Lin saat ini sedang memancing sekelompok orang yang sedang mengikutinya sedari tadi ke arah luar kota, Ia sedikit penasaran tentang siapa yang mengirim mereka untuk memata-matainya.
Menurutnya tidak mungkin kalau mereka adalah suruhan dari keluarga Fung, Karena salah satu bayangan-nya baru saja mengancam keluarga itu jadi tidak mungkin bagi mereka untuk bergerak secepat itu, Kecuali mereka mempunyai nyali yang besar dan tidak takut akan kematian.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: Alur slow ya, Karna kalo cepet-cepet bakal gampang tamat ni novel.
__ADS_1