
Satu jam berlalu.
Sebelum mereka pergi ke kota Patron, Fang Lin mengatakan kalau ia akan lebih dulu memastikannya.
"Apa kamu mau ikut, ayah?" tanya Fang Lin pada putrinya yang ia bopong.
"Tentu!" Qiao Mi Lian menjawab dengan senyuman lebar.
Fang Lin tersenyum tipis, lalu memandangi anak-anaknya yang lain, "Bagaimana dengan kalian?"
"Aku tidak mau..." Fang Hai, Fang Li Dao dan Shui Ling Fang langsung menolak tanpa banyak berpikir.
Yihua sebenarnya ingin ikut, tetapi dirinya tidak mau membuat ayahnya kerepotan, "Aku... Juga tidak mau, ayah." ucap Yihua, suaranya terdengar pelan.
"Jangan berpikir kalau kamu membuat ayah repot." Fang Lin jongkok di hadapan putrinya yang satu itu, lalu mengelus pelan kepalanya, "Ayah akan senang jika kamu ikut."
Yihua yang tadinya sedikit memperlihatkan raut wajah murung mulai tersenyum, "Benarkah, ayah?"
"Tentu, mari..." Fang Lin membopong Yihua di tangan kirinya, kemudian berdiri kembali, "Kalau begitu, aku akan pergi."
"Ya, sayang!"
"Baik, Tuan!"
"Sampai jumpa, ayah!"
Fang Lin tersenyum mendengar tanggapan dari mereka sebelum dirinya menghilang dari sana dalam sekejap bersama kedua putrinya.
***
Halaman depan Mansion keluarga Melric.
Ketika Fang Lin muncul di sana, ia bisa menemukan belasan orang yang menunggu dirinya datang dalam diam.
Kehadiran Fang Lin secara tiba-tiba tentu mengejutkan mereka, kepala keluarga Melric segera melangkah maju dan mendekati pemuda tampan itu.
"Jadi, apa kalian sudah memeriksanya?" tanya Fang Lin yang langsung pada intinya.
"Untuk masalah gelombang monster saya masih belum bisa memastikannya, tetapi sihir jahat yang membuat tanah kota ini menjadi mati sudah tidak ada lagi." kepala keluarga Melric menjawab dengan hati-hati.
"Jadi, bagaimana dengan kesepakatannya?" Fang Lin kembali bertanya setelah mendengar jawaban dari pria tua itu.
"Saya sudah mendiskusikannya bersama orang lain, dan kami setuju dengan kesepakatan anda." jawab kepala keluarga Melric, raut wajahnya kemudian berubah menjadi serius lalu melanjuti perkataannya, 'Tapi, jika anda melakukan aktivitas yang menimbulkan pengaruh buruk pada penduduk dan juga kota ini maka kami akan membatalkan kesepakatannya."
Fang Lin tersenyum tipis sebelum menganggukkan kepalanya sekali, "Itu tidak masalah."
Kepala keluarga Melric cukup lega mendengarnya, untuk sekarang ia bisa berpikir kalau Fang Lin bukanlah orang yang arogan.
"Kalau begitu, saya akan mengantarkan anda ke wilayah yang sudah ditetapkan." ucap kepala keluarga Melric.
Fang Lin hanya mengangguk pelan untuk menanggapi itu, dan pria tua tersebut langsung terbang ke langit.
Fang Lin tentu langsung mengikutinya dari belakang.
"Ayah, ayah. Apakah dia manusia dari Dunia Evangellion?" tanya Qiao Mi Lian penasaran.
"Ya, kan kita sudah berada di Dunia Evangellion." jawab Fang Lin cepat.
"Ah, kamu benar, ayah." Qiao Mi Lian tertawa malu.
Sementara itu, Yihua hanya diam sembari menatap ke bawah. Di daratan dia bisa melihat ada banyak sekali orang yang sedang beraktivitas.
Ketika Fang Lin dan Qiao Mi Lian saling mengobrol sembari bercanda, keduanya berhenti berbicara saat Yihua mengajukan sebuah pertanyaan.
"Ayah, kenapa kamu tidak membuat kota saja? Bukankah itu akan lebih mudah daripada harus bersepakat dengan mereka?"
Karena Yihua sudah mendengar sebagian besar cerita ayahnya sewaktu di Dunia Jiwa, itu membuatnya merasa cukup penasaran.
"Hm... Kenapa, ya? Apakah kalian berdua bisa menebaknya?" tanya Fang Lin sembari tersenyum.
Mereka berdua terdiam selama beberapa waktu ketika mendapati pertanyaan itu, keduanya memasang ekspresi serius dan tampak berpikir keras.
Melihat keseriusan dari raut wajah kedua putrinya membuat Fang Lin tertawa kecil.
Di sisi lain, kepala keluarga Melric sesekali melirik ke arah belakang yang di mana Fang Lin bersama dua anak kecil sedang mengobrol satu sama lain.
"Sebenarnya siapa dia ini? Aku tidak berpikir kalau dia adalah salah seorang dari kesembilan Sage yang ada." kepala keluarga Melric bertanya-tanya dalam hati, "Apakah keputusanku sudah tepat?"
Kepala keluarga Melric menghela nafas panjang ketika memikirkan itu, ia berharap dirinya tidak akan menyesal di masa depan nanti karena telah membuat keputusan semacam ini.
***
__ADS_1
Setelah sampai, kepala keluarga Melric berbalik lalu mengeluarkan sebuah peta berukuran sedang yang mempunyai warna coklat.
"Ini adalah peta yang sudah diberikan garis tanda, seperempat wilayah milik anda mulai sekarang diberikan penjaga sehingga para penduduk tidak bisa melewatinya." ucap kepala keluarga Melric menjelaskan.
Tangan mungil Qiao Mi Lian mengambil peta tersebut, lalu memperlihatkan pada ayahnya.
Fang Lin mengamati peta itu dalam diam sebelum menganggukkan kepalanya, "Terima kasih."
Kepala keluarga Melric mengangguk sekali, lalu bertanya, "Apakah anda memerlukan pelayan untuk menjaga kebersihan Mansion yang anda dan orang-orang anda tempati?"
"Tidak perlu, itu tidak termasuk dalam kesepakatan kita." Fang Lin menggeleng pelan, lagipula keluarga dan bawahannya sudah cukup mandiri untuk mengurus diri sendiri serta kebersihan di sekitarnya.
"Kalau begitu, saya pergi." kepala keluarga Merlic izin pamit, dia terlihat sangat sopan sekarang ini.
"Baiklah."
Karena tidak ada pembicaraan lagi, kepala keluarga Merlic segera terbang pergi dari sana sementara Fang Lin menyebarkan Kesadaran Spiritualnya sampai ke wilayah kota Patron yang menjadi miliknya.
Setelah itu, keberadaan Fang Lin bersama kedua putrinya menghilang dari atas langit dan kembali muncul di sebuah Mansion paling besar di wilayah barunya.
Meskipun wilayah yang diberikan oleh kepala keluarga Melric bisa dibilang tidak pernah dihuni manusia tetapi setiap Mansion dan bangunan selalu dijaga dengan baik.
"Apakah kita akan tinggal di sini mulai sekarang, ayah?" tanya Yihua penasaran.
"Benar, apakah kamu menyukainya?" Fang Lin menanggapi sembari tersenyum.
"Selama ada ayah, aku menyukainya!" jawab Yihua cepat, dan Qiao Mi Lian segera menimpalinya, "Aku juga, aku juga!"
"Hahahaha... Ayah senang mendengarnya." Fang Lin tertawa cukup keras.
Mereka bertiga kemudian mengobrol selama beberapa saat sebelum Fang Lin memutuskan untuk mengeluarkan keluarga dan juga para bawahan intinya dari Dunia Jiwa.
"Uwaahh! Mantap!" Bai Hu bersorak senang ketika mengedarkan pandangannya, "Aku tidak sabar untuk bertemu dengan monster!"
"Oi, tenanglah..." Hu Jiazhen menggelengkan kepalanya pelan saat melihat tingkah temannya itu.
"Santai saja, Jiazhen. Kita di sini untuk menikmati Dunia sihir!" Bai Hu menyahuti dengan riang.
Hu Jiazhen tadinya ingin mengatakan sesuatu tetapi Yun Feng memegang pundaknya, "Sudah, biarkan saja dia. Toh, akan seru kalau tuan memarahinya."
"Yah, benar sih." Hu Jiazhen mengangguk beberapa kali.
Fang Lin tidak memberikan menjawab melainkan memperlihatkan senyum yang lembut.
"T-tuan... Ayolah, masa kau marah." suara Bai Hu langsung bergetar, entah kenapa ia terkadang merasa kalau senyuman Tuannya mengartikan sesuatu yang menyeramkan.
Fang Lin tertawa lantang melihat raut wajah ketakutan Bai Hu, kemudian berkata, "Hahahaha... Bai Hu benar, untuk apa juga aku marah?"
Bai Hu yang mendengar itu langsung menghela nafas lega sembari mengusap dada bagian kirinya.
"Dengar tuh!" Bai Hu memasang ekspresi sombong dengan dagu yang sedikit terangkat.
Hu Jiazhen dan Yun Feng langsung mendengus pada waktu yang hampir bersamaan.
Fang Lin yang melihat tingkah mereka hanya menggeleng pelan kepalanya, ia kemudian membagikan ingatannya pada mereka semua tentang seperempat wilayah yang sudah menjadi miliknya selama beberapa waktu ke depan.
"Karena kota Patron ini akan menjadi rumah kita selama beberapa waktu, aku minta kalian untuk tidak melakukan hal yang menarik perhatian seperti menghancurkan Kerajaan atau semacamnya." ucap Fang Lin dengan tenang, lalu menambahkan, "Jika kalian ingin melakukan sesuatu yang besar, harus izin terlebih dahulu padaku. Mengerti?"
"Kami mengerti, Tuan!"
Para bawahan inti langsung menjawab secara serempak ketika mendapatkan peringatan dari Tuan mereka.
Fang Lin mengangguk pelan, dan kemudian mengatakan kalau mereka bebas untuk tinggal di mana saja selama masih berada di batas wilayah.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
Anggota Keluarga:
- Fang Qin (Ayah) | Ranah: Dewa Hijau Level 11
- Xia Mei (Ibu) | Ranah: Dewa Hijau Level 13
- Li Fan (Murid) | Ranah: Dewa Terakhir Level 18
Anak:
Fang Hai (Laki-laki), adalah anak Fang Lin dari Qiao Yu. Ranah: Saint bintang 2
Fang Li Dao (Laki-laki), adalah anak Fang Lin dari Xue Hua. Ranah: Kaisar bintang 7
__ADS_1
Shui Ling Fang (Perempuan), adalah anak Fang Lin dari Shui Ru. Ranah: Kaisar bintang 4
Qiao Mi Lian (Perempuan), adalah anak Fang Lin dari Mue Lian. Ranah: Kaisar bintang 5
Qixuan Yihua (Perempuan), adalah anak Fang Lin dari Yue. Ranah: Kaisar Surgawi bintang 1
Istri:
- Qiao Yu, Ranah: Dewa Merah Level 16
- Xue Hua, Ranah: Dewa Merah Level 13
- Mue Lian, Ranah: Dewa Merah Level 17
- Shui Ru, Ranah: Dewa Hijau Level 13
- Yue (Manusia) | Ranah: Unknown
Bawahan Inti:
- Yang Jian ( Manusia ) | Ranah: Dewa Perunggu Level 5
- Guo Ren ( Manusia ) | Ranah: Dewa Terakhir Level 18
- Bai Hu ( Harimau Putih > Manusia ) | Ranah: Dewa Perunggu Level 27 | Tingkat Tubuh: To God Level 8
- Hu Jiazhen ( Naga Hitam) | Ranah: Dewa Asal Mula Level 12
- Pi Yu ( Manusia ) | Ranah: Dewa Asal Mula Level 3
- Ji Xi ( Iblis ) | Ranah: Dewa Perunggu Level 9
- Yun Feng ( Serigala Bintang ) | Ranah: Dewa Asal Mula Level 25
- Nie Li ( Roh Hutan ) | Ranah: Dewa Perunggu Level 6
- Hua Ran (Naga Putih) , Ranah: Dewa Asal Mula Level 11
- Zhou Fan ( Iblis ) | Ranah: Dewa Emas Level 22
- Fang Ji ( Phoenix Api ) | Ranah: Dewa Hitam Level 17
- Zhong Li ( Manusia) | Ranah: Dewa Asal Mula Level 22
- Fei Yulan ( Dewi Teratai ) | Ranah: Dewa Petarung Level 31
- Diablo ( Iblis Primordial ) | Ranah: Unknown
- Sylvia ( Elf ) | Ranah: Unknown
- Khatz ( Rubah Ungu Ekor 9 ) | Ranah: Unknown
- Diao Chan (Setengah Serigala Es) | Ranah: Spiritual God Perak tanda Hitam
- Raja Puma | Ranah: Dewa Biru Level 9
- Mo Chan ( Iblis) | Ranah: Dewa Petarung Level 6
- Lian Qianchen ( Manusia) | Ranah: Spiritual God Berlian tanda Putih
- Li Yuan ( Anak Li Fan dan Sylvia ) | Ranah: Supreme Being
Bayangan Inti:
- Zu ( Beruang ) | Ranah: Dewa Baja Level 17
- Zhao ( Singa ) | Ranah: Dewa Baja Level 11
- Zhuan ( Manusia ) | Ranah: Dewa Perak Level 23
- Xuan ( Manusia) | Ranah: Dewa Baja Level 2
- Glu ( Manusia ) | Ranah: Dewa Perunggu Level 22
- Glo ( Manusia ) | Ranah: Dewa Perunggu Level 22
- Liu Bei ( Manusia ) | Ranah: Dewa Baja 15
Boneka Bayangan:
- Jumlah 1.000, Ranah: Dewa Kuno Level 20
__ADS_1