
Di kediaman Klan Lu.
Kedatangan Lu Tong beserta rombongannya disambut hangat oleh para anggota klan Lu.
"Akhirnya nak... Kau sampai juga. Bagaimana kabarmu?" Seorang wanita berusia 40 tahun-an datang menghampiri Lu Tong.
Dia adalah Lu Ning, ibu dari Lu Tong. Memiliki wajah cantik yang awet muda dengan rambut putih menawan.
Di sebelah Lu Ning terdapat seorang pria paruh baya berjubah biru. Pria tersebut sangat gagah dan mengeluarkan aura yang berwibawa, dia tidak lain adalah Lu Qin Shan, ayah dari Lu Tong sekaligus Ketua Klan Lu.
Lu Tong tersenyum dan menjawab, "Tentu... Aku baik-baik saja. Bagaimana dengan kabar ayah dan ibu?"
"Kami berdua baik-baik saja nak." Jawab Lu Qin Shan lalu melirik ke arah rombongan yang ada di belakang anaknya.
"Apakah mereka adalah orang-orang yang kau sewa nak?" Tanya Lu Qin Shan penasaran.
Lu Tong menganggukkan kepalanya dan sebelum ia mengatakan sesuatu, ayahnya terlebih dahulu berjalan menuju rombongan.
"Kau pasti ketua dari kelompok Serigala Hitam bukan? Perkenalkan namaku adalah Lu Qin Shan, dan aku adalah Ketua Klan Lu." Ucapnya memperkenalkan diri kepada pria berjubah hitam mewah.
Fang Lin sedikit mengangkat alisnya ketika mendengar itu, "Kau salah orang, bukan aku tapi dia." Balasnya sambil menunjuk ke arah pria botak yang ada di belakangnya.
Lu Qin Shan tentu terkejut mendengarnya, Lu Tong juga tidak tinggal diam dan menjelaskan bahwa Fang Lin adalah seorang kultivator pengembara yang ia sewa.
Pria botak yang menjadi ketua dari kelompok Serigala Hitam tentu merasa kesal dengan kejadian tersebut, namun ia tidak meluapkannya dan mulai memperkenalkan diri.
Ketika itu terjadi, Lu Qin Shan langsung meminta maaf, "Kupikir dia adalah ketuanya, karena pakaiannya berbeda sendiri dari yang lain." Ucapnya sambil tersenyum canggung.
Melihat kelakuan ayahnya, Lu Tong hanya menggelengkan kepalanya pelan, ia kemudian menuntun kelompok Serigala Hitam dan Fang Lin ke Gedung Serbaguna Klan Lu.
***
Di Gedung Serbaguna.
Lu Tong, kedua orang tuanya, kelompok Serigala Hitam dan Fang Lin kini sedang melakukan rapat mengenai perjalanan besok.
Karena jarak kota Jhang Wen sangat jauh mereka semua harus melewati beberapa kota besar, dan pastinya akan membutuhkan waktu satu bulan lebih untuk melakukan perjalanan tersebut.
__ADS_1
Fang Lin yang mendengarnya langsung berpikir, "Satu bulan lebih? Untuk melakukan perjalanan, itu sangat membuang-buang waktuku... Lebih baik aku memburu hewan buas dan menjual Inti monster mereka di pelelangan." Fang Lin membatin. Ia hanya perlu membantai puluhan monster tingkat tinggi dan menjualnya di pelelangan, dan kemungkinan besar koin emas yang ia dapatkan lebih banyak dari gaji dirinya mengawal perjalanan ini.
Ditengah diskusi, Fang Lin berdiri dan membuat semua perhatian tertuju padanya.
"Apakah ada sesuatu yang terjadi, tuan Lin?" Tanya Lu Tong penasaran.
Fang Lin menggelengkan kepalanya lalu menjawab, "Tidak. Aku hanya ingin pergi ke kamar kecil, kalian lanjutkan saja rapatnya."
Tanpa menunggu balasan dari Lu Tong dan yang lainnya, Fang Lin langsung berjalan keluar dari sana.
Perginya pria bertopeng hitam itu membuat suasana ruang rapat hening selama beberapa saat. Lu Qin Shan selaku pemimpin rapat kembali melanjutkan pembicaraan.
***
Di area Klan Lu.
Fang Lin berjalan santai sembari melihat para anggota klan Lu beraktivitas, ia kemudian berhenti di salah satu pohon yang ada di sana lalu menyenderkan badannya.
Matanya terpejam dan kesadarannya dengan cepat meluas ke seluruh area Klan Lu. Di dalam kesadarannya, Fang Lin menemukan dengan cepat sosok Lu Xian.
Wanita yang dipanggil Lu Xian ini sangatlah cantik menurutnya, dia memiliki rambut seputih salju dan kulit putihnya yang begitu halus.
Saat ini Lu Xian sedang tertidur di salah satu ruangan yang ada di gedung utama Klan Lu. Dia mengenakan gaun merah muda dan membuatnya terlihat sangat cantik.
"Tubuh Reinkarnasi Dewi Es... Karena tubuh spesialnya itu, hawa dingin terus keluar dari tubuhnya." Fang Lin bergumam lalu kembali membuka matanya. Ia melihat ke arah sekitarnya dan suasananya terbilang cukup sepi.
Swosssh!
Fang Lin dengan cepat menghilang dari tempatnya, dan di detik selanjutnya ia sudah berada di samping tempat tidur Lu Xian.
"Dia seperti putri es dalam cerita dongeng yang sering kubaca waktu kecil..." Fang Lin diam-diam tersenyum di balik topengnya, ia kemudian melambaikan tangannya ke samping dan seketika api emas melapisi tubuh wanita cantik itu.
Hawa dingin yang begitu pekat tiba-tiba saja merembes keluar dari tubuh Lu Xian dan menciptakan angin kencang di dalam ruangan itu.
Tentu suara gemuruh tercipta dan mengejutkan anggota klan Lu yang berada di sekitar sana.
Salah satu dari mereka langsung melaporkan kejadian ini kepada Ketua Klan mereka yang tidak lain adalah Lu Qin Shan.
__ADS_1
Dalam waktu kurang dari 10 menit, Lu Qin Shan, Lu Ning dan Lu Tong sudah berada di kamar tidur Lu Xian. Mereka bertiga terkejut sekaligus panik ketika mendapati tubuh Lu Xian mengeluarkan hawa dingin yang begitu mengerikan.
"Apa-apaan?!! Anakku! Kenapa tubuhnya dilapisi api emas?!" Lu Qin Shan bertanya dengan nada khawatir, ia kemudian berjalan mendekati anaknya itu.
"Jangan menyentuhnya..." Sebuah suara terdengar jelas di telinga mereka bertiga.
Mereka bertiga langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut dan mendapati Fang Lin yang sedang duduk di pojok ruangan.
Mereka tentu terkejut, sebab sedari awal ketiganya tidak merasakan hawa keberadaan Fang Lin.
"Kau! Apakah kau yang telah melakukan ini pada anakku?!" Lu Qin Shan bertanya dan aura kultivasi tingkat Kaisar merembes keluar dari tubuhnya.
Fang Lin mengangkat tangannya dan memintanya untuk berhenti, "Aku dapat menyembuhkan anakmu, dan api emas yang menyelimutinya sedang menyembuhkannya bukan melukainya." Ucap Fang Lin menjelaskan.
Lu Qin Shan mendengus kencang ketika mendengarnya, ia mengeluarkan pedang panjang dari cincin penyimpanannya, "Kau pikir aku bodoh dan termakan bualanmu?!" Ia melesat ke arah Fang Lin dengan cepat, namun ketika dirinya sudah berjarak beberapa meter dari pria berjubah hitam itu, tubuhnya terjatuh seolah sebuah batu besar baru saja menimpanya.
Melihat ayahnya terjatuh membuat Lu Tong terkejut, ia dengan segera mengangkat kedua tangannya dan meminta Fang Lin untuk berhenti.
Fang Lin sendiri langsung menarik aura naganya, ia menjentikkan jarinya dan seketika jalan keluar dari ruangan tersebut tertutup oleh bongkahan es.
Lu Tong terdiam dengan raut wajah yang tidak bisa dijelaskan, begitu juga dengan Lu Ning.
Pria tampan berambut hijau itu menghampiri ayahnya lalu membangunkannya, "Ayah... Apakah kamu baik-baik saja?"
Lu Qin Shan memegang kepalanya yang sedikit sakit, lalu menatap Fang Lin dengan tatapan terkejut sekaligus takut.
"Kau tenang saja... Aku tidak berniat melukaimu dan keluargamu. Aku hanya membantu menyelamatkan Lu Xian, karena Lu Tong telah membantuku di gerbang kota tadi."
Setelah Fang Lin menyelesaikan kata-katanya, hawa dingin yang merembes keluar dari tubuh Lu Xian langsung menurun secara drastis dan disaat yang bersamaan angin kencang di dalam ruangan itu mulai mereda.
"Sepertinya anakmu sudah pulih... Biarkan dia beristirahat. Aku akan pergi dari sini." Fang Lin berkata dan dalam sekejap dia menghilang dari sana.
Beberapa detik kemudian, Api emas yang melapisi tubuh Lu Xian menghilang dan bongkahan es yang menutupi jalan keluar dari ruangan tersebut hancur berkeping-keping.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1