
Domain Penjara Es Suci.
Saat ini, Fang Lin dan Yue sedang berdiri tepat di depan Penjara Es yang di dalamnya terdapat seorang Iblis Kerbau, Chun Xien.
"Apakah kamu siap, Yue?" tanya Fang Lin dengan ekspresi serius.
Yue tersenyum tipis, lalu menganggukkan kepalanya untuk menanggapi itu.
Fang Lin menciptakan pelindung es dan terbang menjauh dari sana, kemudian ia terdiam sejenak sebelum melenyapkan Penjara Es tersebut.
Ketika Penjara Es menghilang, sosok menyeramkan sedang duduk dalam posisi lotus sembari memejamkan matanya.
Chun Xien seketika membuka matanya dan menyerang Yue dengan sangat cepat menggunakan tombak tajamnya.
Tombak yang Chun Xien lesatkan menembus perempuan cantik itu, seolah Yue adalah Roh yang tidak bisa disentuh oleh objek mata.
Alis Chun Xien mengerut dan tidak lama setelah itu matanya melebar diikuti dengan serangannya yang mulai berhenti. Dia terjatuh bertekuk lutut di hadapan Yue, dan kemudian tergeletak tanpa menerima luka sedikitpun.
Fang Lin yang melihat itu jelas terkejut bukan main, bagaimana bisa Yue melakukan hal tersebut pada seorang Supreme Being tingkat puncak?
"Jurus macam apa yang dia pakai?" Fang Lin bertanya-tanya dalam hati, dan di detik selanjutnya mendapatkan telepati dari istrinya itu.
"Aku sudah selesai, kembali lah sebelum rohnya keluar dari tubuhnya." ucap Yue tenang.
"Eh, apa...?" Fang Lin melebarkan matanya dengan sempurna, "Apa dia mati, bukan pingsan?"
"Ya, aku baru saja membunuhnya. Kamu tidak melihatnya, kah?" suara Yue tampak bingung, tetapi kedengarannya ia mengetahui keterkejutan suaminya.
"Aku melihatnya..." Fang Lin langsung terbang mendekati Yue dan mayat Chun Xien usai berkata demikian, lalu menghilangkan perisai esnya, "Jurus macam apa itu, sayang?"
"Jurus itu disebut sebagai Manipulasi Kematian, atau bisa dibilang Manipulasi Takdir." jelas Yue dengan tenang, lalu menjelaskan lebih rinci supaya suaminya tidak kebingungan, "Seorang Absolute mampu memanipulasi takdir seseorang selama masih dalam batasannya. Jurus semacam ini tidak akan berguna pada sesama Absolute, tapi untuk yang di bawahnya... Itu semudah membalikkan telapak tangan."
"Begitu, ya? Jadi kamu memanipulasi takdirnya menjadi kematian?" Fang Lin bertanya setelah mendengar penjelasan dari Yue.
"Kurang lebih seperti itu...." jawab Yue dengan tenang.
Fang Lin mengangguk paham, pandangannya kemudian teralih pada Chun Xien yang tergeletak di lantai es kemudian mengangkat tangan kanannya ke arah Iblis Kerbau itu.
__ADS_1
"Omong-omong, apa kamu tidak menyerap energinya dan membuat dia mengalami kemunduran kultivasi?" tanya Fang Lin penasaran.
"Setelah kupikirkan beberapa kali, sepertinya itu tidak diperlukan. Selama aku di sisimu, seharusnya semua bisa berjalan dengan lancar." jawab Yue sembari tersenyum.
Fang Lin terdiam sejenak usai mendengar itu dan memutuskan untuk tidak bertanya lebih jauh lagi.
"Bangkitlah..."
Setelah Fang Lin mengucapkan itu, energi kegelapan seketika menyebar ke mana-mana dan raungan yang mirip seperti suara Chun Xien tiba-tiba terdengar.
"Dasar bajingan!!!!! Apa yang ingin kau lakukan padaku?!" roh Chun Xien berusaha keluar dari tubuhnya, aura mendominasi merembes keluar dari rohnya dan membuat Fang Lin merasakan tekanan yang hebat.
Yue yang melihat itu tidak tinggal diam saja, ia langsung melenyapkan aura tersebut menggunakan auranya sekaligus membuat diam roh Chun Xien.
Fang Lin yang melihatnya hanya diam dan mengamati proses pembangkitan, tubuh serta roh Chun Xien perlahan dilahap oleh kegelapan tak berujung.
Proses pembangkitan itu berlangsung selama sepuluh menit lamanya karena Chun Xien adalah makhluk terkuat yang pernah Fang Lin bangkitkan selama ini.
Setelah proses pembangkitan selesai, sosok makhluk bayangan dengan ukuran yang mencapai lima meter muncul dan berlutut tepat di hadapan Fang Lin.
"Makhluk rendahan ini menghadap ke Dewa Bayangan..."
Fang Lin berdecak kagum melihat basis kultivasi Chun Xien berada di ranah Supreme Being tingkat puncak.
"Hm, kuberikan nama apa ya dia?" Fang Lin mengelus dagunya sembari memikirkan nama yang cocok, namun baru saja berkata demikian Yue menghalanginya.
"Untuk sekarang, jangan berikan dia sebuah nama." ucap Yue sembari menatap suaminya.
"Kenapa?" Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya dan bertanya dengan nada penasaran.
"Ada baiknya memberikan dia nama setelah kamu berada di ranah Absolute. Kamu bisa saja mati kehabisan Qi jika memberikan nama makhluk bayangan yang mempunyai ranah di atasmu." jawab Yue menjelaskan, lalu menambahkan, "Dan kalau memberinya nama di ranah Absolute, mungkin saja dia bisa berevolusi menjadi Absolute juga."
Fang Lin sedikit melebarkan matanya karena merasa terkejut, seandainya itu terjadi mungkin Chun Xien akan menjadi makhluk bayangan pertamanya yang mencapai ranah Absolute.
Seketika senyum lebar terukir jelas di wajah Fang Lin, ia langsung memeluk makhluk bayangan di depannya dan berkata dengan nada lembut, "Oh, sayang... Kamu akan menjadi kesayanganku mulai sekarang."
Yue langsung memasang ekspresi datar melihat kelakuan suaminya, ia pikir tingkah kekanak-kanakannya sudah menghilang tetapi ternyata dugaannya salah besar.
__ADS_1
"Yah, tapi biarkan saja dia begitu..." Yue tersenyum lembut, "Dia lucu kalau bertingkah seperti itu."
......................
Setelah puas memeluk makhluk bayangan barunya, Fang Lin kembali dalam ekspresi serius lalu menanyakan tentang kebenaran portal hitam padanya.
Meskipun roh Chun Xien sudah dibersihkan oleh Job God Necromancer tetapi ingatannya di masa lalu tidak akan menghilang sedikitpun.
Selain menanyakan tentang kebenaran portal hitam pada Chun Xien, Fang Lin juga menanyakan seluk beluk kelompok Setan Kuno.
......................
Butuh waktu dua jam bagi makhluk bayangan Chun Xien untuk menjawab secara rinci pertanyaan yang ditanyakan oleh Dewa Bayangan.
"Lian Zhiping, seorang Putri Matahari yang mempunyai Api Hitam Abadi, dia sangat seksi dan mempunyai ukuran dada yang tidak masuk akal. Tujuannya membentuk kelompok Setan Kuno adalah untuk mencari letak dimensi peninggalan Celestial Absolute itu." Fang Lin mengulangi ucapan dari makhluk bayangan Chun Xien, dan Yue sekali lagi menatap suaminya dengan tatapan datar, "Hahaha... Maaf, maaf. Aku hanya bercanda."
Yue mendengus kecil, lalu bertanya, "Seharusnya dengan mengetahui kunci dari tiga dimensi dan juga portal hitam, kenapa dia tidak turun tangan langsung?"
"Karena di Alam Semesta itu terdapat penjaga yang merupakan seekor Naga di ranah Absolute. Dia ada sebelum Multiverse diciptakan, dan termasuk jajaran terkuat di antara semua Absolute di Multiverse." ucap makhluk bayangan Chun Xien menjelaskan.
"Apa alasannya dia menjaga Alam Semesta itu?" tanya Fang Lin penasaran.
"Untuk itu, saya tidak mengetahuinya." jawab makhluk bayangan Chun Xien sembari menggeleng pelan.
"Kalau hanya menjaga, bukankah tidak masalah bagi Lian Zhiping untuk masuk ke sana? Selama dia tidak berbuat apa-apa, seharusnya tidak masalah, 'kan?" Fang Lin kembali bertanya.
"Naga Absolute itu tidak menyukai keberadaan Absolute lain di wilayahnya, jadi dia membuat pernyataan akan membunuh Absolute manapun yang berani menginjakkan kaki di wilayahnya."
Fang Lin dan Yue saling menatap ketika mendengar jawaban dari makhluk bayangan itu, untung saja keduanya mendapatkan informasi penting semacam ini kalau tidak mungkin mereka bisa dalam bahaya.
"Tetapi kenapa dia tidak datang ketika kita berdua bertemu di kekosongan yang sudah ditandai olehmu?" Fang Lin bertanya sembari menatap istrinya.
"Entahlah, aku tidak tau. Tapi ada kemungkinan kalau Naga Absolute itu tidak akan peduli dengan Absolute lainnya yang berada di dimensi lain meskipun berada di Alam Semesta yang sama.' jawab Yue dengan tenang.
Fang Lin terdiam sejenak sebelum menganggukkan kepalanya beberapa kali, menurutnya jawaban itu cukup masuk akal.
Fang Lin kemudian melakukan beberapa diskusi dengan istrinya, kemudian pergi dari sana setelah memasukkan kembali makhluk bayangannya.
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.