
Di Altar, Tempat Ujian Dewa Perang.
"Haah... Haah... Haah Ini sungguh melelahkan" Ucap Fang Lin yang nafasnya masih memburu.
Beberapa menit Fang Lin bangun dari tidur telentangnya, Nafasnya mulai teratur dan kini dia mulai memposisikan dirinya menjadi bermeditasi. Fang Lin mulai melakukan pernafasan naga agar tubuhnya yang memar akibat tekanan tadi pulih.
...
1 Jam berlalu
Fang Lin perlahan membuka matanya, Kini staminanya sudah pulih dan luka-lukanya juga sudah sembuh. Fang Lin langsung berdiri dan menengok ke arah altar yang diatasnya ada sebuah kotak emas. Altar tersebut terbuat dari batu hitam pekat dan memiliki design yang bulat disertai dengan sebuah lambang 2 pedang menyilang dan membentuk angka 'X', Sedangkan kotak emas yang diatas altar tidak ada yang spesial, Menurut Fang Lin itu hanyalah kotak berwarna emas yang sedikit menyilaukan jika dilihat dari dekat.
Tanpa basa-basi dia langsung membuka kotak emas tersebut, Saat kotak emas terbuka Fang Lin melihat sebuah pil polos berwarna biru cerah namun mengandung sebuah energi yang kuat.
"Ini pil apa?" Tanya Fang Lin sambil memegang pil tersebut dengan 2 jarinya.
"Itu adalah pil yang berisi 50% kekuatanku" Terdengar sebuah suara pria didepan Fang Lin.
Mendengar suara orang lain didekatnya membuat Fang Lin mundur beberapa langkah dan menatap tajam ke arah pria yang sedang duduk disebuah kursi.
"Eh, Dimana ini?" Tanya Fang Lin sambil mengedarkan pandangannya.
Kini Fang Lin berpindah tempat ke sebuah ruangan yang berisi aksesoris seperti lukisan bertema perang atau sebuah patung kecil yang memiliki gambar seorang manusia menaiki kuda sambil membawa sebuah pedang. Ia juga melihat sebuah meja dan kursi yang terbuat dari kayu dan terlihat seorang pria berwajah tampan yang memiliki kulit yang halus serta rambut hitam pekat yang panjang juga memiliki mata dengan pupil berwarna biru cerah.
Pria berwajah tampan tersebut menatap Fang Lin dengan tatapan serius dan beberapa saat dia menatap Fang Lin dengan sedikit heran.
"Kenapa aku tidak bisa melihat ingatanmu?" Tanya pria tampan tersebut.
"Kau tidak sopan ya paman, Ingin melihat ingatanku tanpa seizin orangnya" Ucap Fang Lin santai seraya memasukkan pil tersebut kedalam inventorynya.
"Setidaknya perkenalkan dirimu paman, Biar aku tau namamu" Ucap Fang Lin meraih sebuah kursi yang berada didekat meja tersebut dan duduk berhadap-hadapan dengan pria tampan tersebut.
Pria tampan tersebut menaikkan sebelah alisnya, Dia tidak menyangka pewaris kekuatannya begitu santai didepannya.
__ADS_1
"Haah, Kau akan terkejut nak, Aku adalah Yuan Zhong Sang Dewa Perang, Dewa yang tidak pernah kalah dalam peperangan!" Ucap Yuan Zhong dengan nada bangga sambil menepuk-nepuk dada kirinya berulang kali.
Selesai Yuan Zhong mengatakan itu, Suasana menjadi begitu sepi. "Hahaha, Anak itu sepertinya mati terkejut kalau yang dihadapannya sekarang adalah seorang dewa" Batin Yuan Zhong sambil tersenyum bangga.
~BUKK~
"Uwaahh!! Aku terkejut!" Teriak Fang Lin yang berpura-pura terkejut sambil memukul meja.
Yuan Zhong yang tadinya tersenyum lebar sekarang berubah menjadi raut wajah yang jelek, Baru kali ini dirinya menerima sebuah penghinaan yang membuatnya malu.
"Bocah kampret!!! Setidaknya kau harus benar-benar terkejut dong!" Ucap Yuan Zhong dengan nada kesal.
"Kenapa mengatur?" Jawab Fang Lin dengan wajah datar.
Mendengar jawaban diluar dugaannya dan melihat wajah pewarisnya yang datar membuat wajah Yuan Zhong merah kesal, Yuan Zhong mengacak-acak rambutnya hingga berantakan.
"Apakah kamu menjadi gila?" Ucap Fang Lin dan lagi-lagi membuat Yuan Zhong kesal hingga memukul meja, Alhasil meja tersebut langsung hancur setelah Yuan Zhong pukul.
Setelah Yuan Zhong memukul meja, Suasana menjadi hening.
"Ah... Sayang sekali, Padahal meja ini dibuat dari kayu yang bagus" Ucap Fang Lin dengan wajah datar sambil memegang meja yang sudah hancur.
Lagi-lagi mendengar perkataan Fang Lin membuat Yuan Zhong marah, Dirinya langsung berjalan ke arah pintu dan membukanya dengan lebar.
Fang Lin berdecak kagum melihat pemandangan yang ada diluar, Ia melihat sebuah taman yang memiliki bunga-bunga indah dipinggir tembok dan terlihat sebuah air mancur ditengah-tengah bunga-bunga tersebut. Dia melihat Yuan Zhong mengeluarkan energi bola yang sangat kecil namun memiliki aura yang kuat, Setelah itu dia langsung melesatkan dengan cepat ke arah taman yang Fang Lin lihat..
~BOOOOOMM~
Suara ledakan begitu besar terjadi serta tanah yang Fang Lin tempati bergetar hebat membuat dirinya sedikit pucat. Disisi lain Yuan Zhong tersenyum lebar melihat pemandangan didepannya, Taman yang tadinya indah kini berubah menjadi sebuah lubang kawah yang sangat dalam dan gelap.
Yuan Zhong langsung berbalik dan menengok ke arah Fang Lin dengan senyum lebar yang penuh makna.
Fang Lin yang melihat senyuman lebar Yuan Zhong hanya tersenyum kecut, Fang Lin mengerti, Yuan Zhong tersenyum lebar seperti itu mengisyaratkan bahwa dirinya sangat kuat atau memamerkan kekuatannya.
__ADS_1
Yuan Zhong dengan senyum lebarnya, Mulai berjalan ke arah Fang Lin dengan senyum kemenangan, Namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara dibelakangnya.
"Bocah sialan! Kenapa kau sangat berisik dan membuat tempat ini hancur!" Teriak seorang pria tampan yang tiba-tiba muncul di belakang Yuan Zhong.
Mendengar suara yang familiar Yuan Zhong langsung menengok ke arah belakang dan melihat seorang pria tampan yang memiliki kulit yang putih dan mata yang merah juga tajam disertai rambut merah yang pendek.
"Hey! Jangan panggil aku bocah! Dan juga ini kan tempatku jadi bebas mau melakukan apa saja" Teriak balik Yuan Zhong kesal.
"Kau memang masih bocah! Dan kita memiliki rumah yang cukup dekat sialan! Jadi wajar aku marah karena aku dan istriku sedang beristirahat" Balas teriak pria tampan berambut merah tersebut.
"Cih, Sudah menjadi dewa untuk apa beristirahat atau jangan-jangan..." Ucap Yuan Zhong menutup mulutnya namun tersenyum nakal.
Pria tampan yang mengetahui arti dari senyuman Yuan Zhong langsung membuat api seukuran bola kecil dan melemparkan ke arah Yuan Zhong.
Yuan Zhong yang melihat serangan mengarahnya secara reflek langsung menghindarinya.
Disisi lain Fang Lin yang sedari tadi melihat pertengkaran mereka menjadi panik melihat serangan mengarahnya, Ia langsung memakai perisai tak kasat mata ke seluruh tubuhnya dari jurus 'Pertahanan Naga Emas', Lalu membuat pedang roh berlapis-lapis dan menjadikannya tameng.
~KRAKK~
~KRAKK~
Bola api tersebut menghantam pedang rohnya yang sudah dibuatnya namun langsung hancur seperti tidak ada terkena apa-apa, Hingga bola api mengenainya langsung.
Yuan Zhong melebarkan matanya dan langsung menengok ke arah belakang.
"Sial!" Ucap Yuan Zhong langsung melesat ke arah Fang Lin, Namun sia-sia sedetik sebelum dia melesat, Bola api tersebut sudah terkena Fang Lin.
~DUARRR~
Ledakan besar terjadi dan membuat gempa yang lemah.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.