System Sang Immortal

System Sang Immortal
Giant Api vs Yang Ho


__ADS_3

Beberapa hari setelah perang dimulai, sudah ada banyak korban yang berjatuhan dari kedua kubu. Tetapi berkat bantuan dari Aliansi Lima Bintang Penjaga, kubu Kaisar Iblis hanya menerima kerugian kecil saja.


Di sebuah Istana yang begitu gelap, Wang Ling berulang kali mengetuk sandaran tangan singgasananya, raut wajahnya tampak buruk ketika mengetahui dirinya menerima kerugian besar hanya dalam kurun waktu beberapa hari saja.


"Jika terus begini, tidak ada kesempatan bagiku untuk menang dalam perang ini." Wang Ling berdecak kesal, keberadaan sosok Diablo saja sudah membuatnya sakit kepala dan sekarang kelompok-kelompok besar yang telah gagal direkrutnya malah bergabung dengan pihak musuh.


"Yang Ho..." panggil Wang Lin, dan dalam sekejap muncul seorang pemuda yang mengenakan jubah ungu gelap-- sebagian wajahnya rusak dan terdapat kalajengking berwarna kuning di pundak kirinya.


"Yang Ho menghadap Dewa Iblis..." pemuda itu berlutut dengan kepala yang menunduk ke lantai.


"Bunuh musuh sebanyak yang kau bisa, jangan pernah kembali sebelum aku mendengar kabar yang bagus darimu." titah Wang Ling.


Yang Ho mengangguk pelan dan menjawab, "Saya akan memenuhi perintah anda, Dewa Iblis."


***


Hari-hari yang penuh dengan keributan telah terjadi selama satu minggu terakhir, kedua kubu saling membunuh satu sama lain tanpa mengenal yang namanya lelah. Mau itu pagi ataupun malam, bunyi-bunyi ledakan selalu terdengar di seluruh wilayah Alam Iblis.


Di atas langit yang gelap gulita, seekor Kalajengking raksasa yang besarnya puluhan kilometer sedang bertarung dengan sekelompok Goblin bersayap hitam.


Meskipun Goblin Sayap terkenal dengan kecepatan yang tinggi, tapi di hadapan Kalajengking raksasa itu-- mereka tidak lebih dari semut belaka. Kabut hitam yang bahkan tidak bisa ditembus oleh cahaya matahari kini sedang menyebar luas di langit, kandungan racun di dalam kabut tersebut membuat pergerakan Goblin Sayap melambat.


Satu-persatu Goblin Sayap terbunuh dengan cara yang sadis, Yang Ho berdiri di atas kepala Kalajengking kuning itu dan ia berulang kali tertawa lantang ketika menyaksikan kematian musuhnya.


"Hahahahaha~ Menyenangkan sekali! Sungguh menyenangkan!" Yang Ho menepuk tangannya dengan antusias-- seakan baru menyaksikan hiburan yang menyenangkan.


Namun beberapa detik setelah itu, raut wajah Yang Ho berubah menjadi serius. Di dalam kesadaran spiritualnya, ia menemukan sejumlah ras Giant Api sedang mengarah ke tempatnya berada.


"Huuuh! Merepotkan." gerutu Yang Ho, lalu melakukan segel tangan dengan cepat.


Di sisi lain, lima Giant Api memasuki kabut hitam dengan sangat cepat. Masing-masing dari mereka kemudian mengeluarkan elemen api yang terkenal dengan kekuatannya itu.

__ADS_1


Ketika itu terjadi, kabut hitam yang menyebar di langit perlahan mulai berkurang dikarenakan Elemen Api yang dikeluarkan oleh Giant Api.


"Sudah kuduga, kelemahan kabut ini adalah Api. Sebarkan Api kalian dalam radius seratus kilometer!" Giant Api berwajah garang berkata dengan suara lantang.


Keempat Giant Api yang mendengar itu tanpa banyak bicara langsung menyebarkan Api mereka ke segala penjuru. Dalam waktu yang relatif singkat, sebagian besar kabut hitam yang menutupi langit menghilang sepenuhnya.


Di kejauhan, Yang Ho yang mengetahui itu hanya mendengus dingin. Ia kemudian membentuk segel tangan dan menciptakan ratusan dinding pelindung.


Tidak lama setelah itu, kelima Giant Api akhirnya sampai tidak jauh dari kalajengking raksasa berada. Sorot mata mereka langsung mengarah ke tempat Yang Ho berdiri, dan kemudian aura kultivasi kelimanya merembes keluar dari tubuh.


"Aku mengenalmu... Raja Iblis, Yang Ho." Giant Api berwajah garang berkata dengan suara berat.


"Oho! Bangga sekali! Bangga! Sepertinya aku sangat terkenal!" Yang Ho menepuk tangannya antusias, seringai lebar diperlihatkan olehnya.


"Kudengar di antara sepuluh Raja Iblis yang ada, dia adalah Raja Iblis terlemah, dan juga sifatnya sangat tidak bisa ditebak." Giant Api yang ukurannya paling kecil tersenyum tipis saat mengatakan itu.


Alis Yang Ho langsung mengerut ketika mendengarnya, "Raja Iblis terlemah katamu?! Aku ini kuat! Kuat! Bahkan Raja Iblis lainnya hormat kepadaku!" seru Yang Ho kesal, ia kemudian menunjuk ke arah Giant Api yang ukuran paling kecil itu lalu berkata dengan suara lantang, "Aku pastikan akan membunuhmu! Tidak! Akan kusiksa terlebih dahulu sampai sampai kau berpikir menyesal lahir di dunia ini!"


Kelima Giant Api langsung menyebar dan mengepung kalajengking raksasa itu. Mereka kemudian sama-sama menciptakan bola api yang begitu besar, lalu di arahkan ke monster di depan mereka.


Bam! Bam! Bam! Bam! Bam!


Ledakan beruntun terjadi ketika serangan bola api itu mengenai kalajengking raksasa, kepulan asap memenuhi langit tetapi hanya berlangsung selama beberapa saat saja.


"Apa..." kelima Giant Api menjadi terkejut ketika kalajengking raksasa itu sama sekali tidak terluka.


"Bagaimana bisa..."


"Serang lagi! Jangan berikan dia kesempatan untuk menyerang!" Giant Api berwajah garang berseru lantang, api besar kemudian tercipta di kedua telapak tangannya, "Jurus Api: Rentetan Api!"


Rentetan bola api langsung keluar dari bola api raksasa yang dipegang oleh Giant Api. Kalajengking raksasa menerima serangan beruntun itu dari berbagai arah, perlahan dampak dari serangan tersebut mulai terlihat dan membuat kelima Giant Api menjadi tambah semangat melihatnya.

__ADS_1


Yang Ho yang berdiri di atas kepala Kalajengking peliharaan langsung mengeluarkan beberapa jurus miliknya. Lingkaran kuno tercipta di atas langit, dan hujan racun mematikan turun dari sana.


Kelima Giant Api tidak tinggal diam melihatnya, mereka langsung menciptakan beberapa lapisan pelindung Qi untuk melindungi diri masing-masing.


Ketika hujan racun itu mengenai lapisan pelindung, betapa terkejutnya mereka saat mendapati lapisan pelindung mereka meleleh dengan sangat mudah.


"Bahaya! Gunakan Api kalian untuk melindungi diri!" salah satu Giant Api langsung berseru lantang, gelombang api yang begitu dahsyat keluar dari tubuhnya.


Hujan racun yang tadinya hampir mengenai Giant Api itu langsung menghilang menjadi uap panas. Tetapi sayangnya, dia tidak sengaja menghirup uap tersebut dan membuat organ dalamnya meleleh dengan cepat.


Ugh!


Giant Api itu mengeluarkan muntahan darah yang begitu kental dari mulutnya, seluruh lubang di wajahnya juga mulai mengeluarkan darah.


Keempat Giant Api yang mengetahui itu tidak bisa untuk tidak terkejut melihatnya, sebenarnya mereka berniat untuk membantu rekannya itu tetapi masih ada hujan racun yang membuat pergerakan mereka terbatas.


"Sialan! Kakak Jang! Cepat telan pil penyembuh!" Jung An berkata sembari berusaha melindungi dirinya dari hujan racun.


"Keughh... Tidak berguna... Pil penyembuhnya tidak berguna!" Giant Api yang dipanggil kakak Jang mengumpat marah, muntahan darah terus keluar dari mulutnya.


kakak Jang terhuyung di udara-- pandanganya perlahan menggelap, dan tak lama kemudian ia kehilangan kesadarannya lalu terjatuh ke daratan.


"Kakak Jang!!!" teriak Jung An dan berusaha untuk menyelamatkannya.


"Tidak! Hei! Jangan ke sana!" Giant Api berwajah garang langsung melarangnya tetapi sama sekali tidak dihiraukan oleh Jung An.


Belum sempat meraih kakak Jang, perut Jung An ditembus oleh sebuah panah Qi yang mengandung racun mematikan.


"Apa..." mata Jung An melebar ketika menemuka lubang di perutnya, sorot matanya mengarah ke tempat Yang Ho berada dan tepat setelah itu tubuhnya meledak menjadi ratusan potongan daging.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2