System Sang Immortal

System Sang Immortal
Boneka Bayangan Fang Lin Vs Zhou Fan


__ADS_3

5 Menit Yang Lalu.


Boneka bayangan yang sudah merubah wujud-nya menjadi Fang Lin kini telah berada di luar array.


Di sisi lain, Zhou Fan yang menyadari ada sosok yan keluar dari kubah raksasa di bawah-nya langsung menghentikan serangan-nya, "Hmm? Apakah dia pemilik dari array itu?" Gumam Zhou Fan penasaran.


"Kultivasi yang dimiliki-nya cukup tinggi... Jika saja dia ingin bekerja sama dengan-ku, Mungkin aku akan menjadikan-nya sebagai raja iblis..." Ucap Zhou Fan saat melihat kultivasi sosok tersebut berada di ranah Dewa Merah.


Zhou Fan lalu terbang menuju sosok yang dilihat-nya, Begitu juga sebalik-nya boneka bayangan Fang Lin juga terbang menuju Zhou Fan.


"Apakah kau pemilik dari array itu?" Tanya Zhou Fan dengan nada tenang saat mereka sudah saling berhadapan-hadapan.


Boneka bayangan Fang Lin tidak menjawab-nya, Tetapi langsung melontarkan sebuah pernyataan, "Jangan serang array ini lagi, Jika kau masih menginginkan hidup-mu..." Ucap tiruan Fang Lin dengan nada datar.


Mendengar itu Zhou Fan langsung mengerut-kan alis-nya, Ia merasa kalau kultivator di hadapan-nya ini adalah orang gila, "Sepertinya kau tidak tau dimana posisi-mu sekarang..." Ucap Zhou Fan dan seketika dia melesat ke arah sosok tiruan Fang Lin.


Boneka bayangan Fang Lin yang melihat itu tidak tinggal diam, Ia langsung membuat pedang Qi di kedua tangan-nya lalu melesat ke arah Zhou Fan.


~Booom~


~Booom~


Mereka berdua langsung menukar serangan satu sama lain dan membuat ledakan kecil di setiap serangan mereka bertemu.


Zhou Fan sekali lagi mengerut-kan alis-nya ketika melihat tiruan Fang Lin yang terus menyerang-nya dengan kekuatan penuh, Ia sedikit heran kenapa sosok di depan-nya ini langsung mengeluarkan kekuatan penuh.


Tiruan Fang Lin dan Zhou Fan langsung mengambil jarak ketika mereka berdua sudah bertukar serangan selama 3 menit.


Tiruan Fang Lin langsung mengangkat kedua pedang-nya ke atas lalu mengayunkan-nya ke arah Zhou Fan.

__ADS_1


~Slasshhh~


~Slasshhh~


Dua tebasan aura berbentuk X muncul di kedua pedang tiruan Fang Lin dan melesat ke arah Zhou Fan dengan cepat.


Zhou Fan sendiri yang melihat itu hanya diam, Ia tau kalau dua tebasan aura itu mengandung Qi Dewa yang cukup tebal, "Qi Dewa ya... Apakah dia berasal dari Alam Dewa?" Batin Zhou Fan bertanya-tanya sembari mengangkat pedang di tangan kanan-nya ke arah kiri.


Saat tebasan aura yang berbentuk X itu sudah hampir mendekati Zhou Fan, Dia langsung mengayunkan pedang yang ada di tangan kanan-nya ke arah kanan.


~BOOOOM~


Ledakan yang cukup besar terjadi dan membuat awan yang ada di atas langit menghilang.


"Dari cara bertarung-mu, Aku berani bertaruh bahwa kau hanya memiliki sedikit pengalaman bertarung saja" Ucap Zhou Fan dengan nada tenang. Ia berkata seperti itu setelah diri-nya melakukan pertukaran serangan tadi.


Zhou Fan menyadari kalau serangan yang dilakukan oleh tiruan Fang Lin sangat-lah mendasar, Tidak ada tipuan maupun taktik untuk mengalahkan musuh.


Zhou Fan yang tau kalau sosok di depan-nya mengabaikan diri-nya lagi hanya berdecak pelan, "Ini sedikit menyebalkan..." Gumam Zhou Fan yang mulai kesal.


Di saat mereka berdua ingin bertarung kembali, Tiba-tiba saja muncul seorang sosok di tengah-tengah mereka.


"Hentikan..." Ucap Fang Lin dengan nada tenang.


Zhou Fan dan boneka bayangan Fang Lin langsung berhenti ketika melihat sosok Fang Lin yang muncul tepat di hadapan mereka.


Boneka bayangan Fang Lin langsung menghilang-kan pedang Qi-nya lalu berlutut sembari menunduk-kan kepala-nya ke bawah, Sedangkan Zhou Fan hanya bisa mengerut-kan alis-nya ketika melihat sosok yang mirip dengan orang yang di lawan-nya tadi.


"Kalian kembar? Kenapa pakaian serta aura kalian mirip sekali?" Tanya Zhou Fan dengan nada penasaran.

__ADS_1


Mendengar itu Fang Lin hanya tersenyum tipis, Ia menoleh kepala-nya ke arah boneka bayangan-nya dan berkata, "Kembali ke wujud asli-mu dan masuk-lah ke dalam bayangan-ku" Ucap Fang Lin memberi perintah.


"Baik tuan..." Ucap boneka bayangan lalu merubah wujud-nya menjadi sosok pria dengan pakaian serba hitam dan mengenakan sebuah sebuah kain hitam yang menutupi hidung sampai mulut-nya.


Melihat itu Zhou Fan langsung melebarkan mata-nya karna terkejut, "Seorang Necromancer?!" Ucap Zhou Fan dengan nada terkejut.


Fang Lin sendiri mengangkat alis-nya ketika mendengar ucapan Zhou Fan, "Hoo... Kau mengetahui job-ku? Sepertinya kau bukan sembarang orang..." Ucap Fang Lin sambil tersenyum tipis. Karena yang mengetahui job Necromancer hanya-lah ras tertentu saja.


"Kau juga, Sepertinya orang seperti-mu berasal dari Alam Tinggi..." Ucap Zhou Fan dengan nada tenang. Ia yakin kalau Fang Lin berasal dari Alam Tinggi karena orang yang memiliki job necromancer bukan-lah sembarang orang saja.


Fang Lin hanya tersenyum tipis mendengar-nya, "Jika aku memberitahu-nya kalau aku berasal dari Alam Kecil, Mungkin dia tidak akan percaya" Batin Fang Lin lalu menimpali-nya, "Apakah kau ingin ikut campur dalam peperangan ini? Memang-nya apa yang ingin kau dapat-kan?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.


"Hmm? Kenapa kau berpikir, Aku akan menjawab pertanyaan-mu?" Tanya Zhou Fan dengan nada yang sedikit sinis sambil mengangkat satu alis-nya.


Fang Lin yang mendengar itu langsung terdiam, Ia menghela nafas panjang lalu menggelengkan kepala-nya pelan, "Aku berkata seperti itu karena ingin memastikan saja..." Ucap Fang Lin lalu menimpali-nya, "Karena seluruh Senjata, Artefak dan kitab Dewa milik kedua kubu sudah ku-ambil alih, Jadi lupakan saja jika kau ingin merebut barang tingkat Dewa dari kedua kubu" Timpal Fang Lin dengan nada santai.


Mendengar ucapan Fang Lin membuat Zhou Fan menggelengkan kepala tidak percaya, "Kau pikir aku sebodoh itu? Meskipun kau kuat tetapi kau tidak dapat mengambil barang tingkat Dewa milik mereka jika tidak melakukan-nya secara paksa..." Balas Zhou Fan mengejek. Ia yakin kalau Fang Lin hanya membual saja, Karena sebelum-nya ia sudah melihat kalau pasukan yang dimiliki kedua kubu masih cukup banyak.


Jadi tidak mungkin Fang Lin dapat mengambil senjata, Artefak dan kitab Dewa tanpa membunuh pasukan kedua kubu.


Fang Lin yang mendengar-nya hanya tertawa pelan, Ia langsung membuat meja es yang cukup besar di hadapan-nya lalu menjentik-kan jari-nya.


~Klik~


Seketika muncul 14 Barang muncul di atas meja es tersebut, Masing-masing dari barang tersebut mengeluarkan aura yang kuat.


Di sisi lain, Mata dan mulut Zhou Fan terbuka lebar ketika melihat Senjata, Artefak dan Kitab tingkat Dewa ada di atas meja es tersebut, Jantung-nya langsung berdegup kencang ketika melihat itu semua.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2