
Fang Lin mencoba menginterogasi Ti Lay, Namun dia sama sekali tidak ingin membuka mulut-nya, "Kau benar-benar tidak ingin membuka mulut?" Tanya Fang Lin lalu menginjak perut Ti Lay dengan keras.
~Bukk~
Ti Lay langsung memuntah-kan darah segar dari mulut-nya ketika menerima injakan dari Fang Lin. "Keughh.... Bahkan jika kau mengirim-ku ke neraka sekalipun, Aku tidak akan berbicara hahahaha...." Ucap Ti Lay lalu tertawa mengejek.
Fang Lin sedikit menaikkan alisnya ketika mendengar itu, Ia lalu berlutut dan memegang wajah Ti Lay dengan tangan-nya, "Bahkan ke neraka sekalipun? Baiklah... Akan ku-kabulkan permintaan-mu" Ucap Fang Lin lalu menggunakan jurus ilusi-nya.
~Whooshh~
Beberapa saat pandangan Ti Lay menjadi kabur, Ia memejamkan mata-nya sebentar lalu mulai membuka-nya kembali secara perlahan.
Mata-nya seketika melebar ketika dirinya sedang melayang di sebuah ruangan yang memiliki tembok batu dan di bawah-nya terdapat sebuah lahar api.
"D-dimana i-ini??!!" Tanya Ti Lay dengan nada ketakutan saat melihat lahar api di bawahnya.
Ti Lay kembali terkejut ketika kaki dan tangan-nya tumbuh kembali, Dia lalu mencoba mengingat kembali kejadian sebelum-nya.
Seingatnya dia sedang di interogasi oleh pria bertopeng hitam dalam keadaan anggota tubuh-nya putus, Tetapi saat ini kaki dan tangan-nya sudah kembali utuh seperti sebelum-nya.
"Apakah ini ilusi? Tetapi bagaimana mungkin?" Gumam Ti Lay mencoba menebak. Dia tidak merasa kalau dirinya terjebak oleh ilusi sebelumnya.
"Jika benar ini ilusi, Maka..." Ti Lay langsung melesat ke arah lava dibawah-nya tanpa ragu. Dia berpikir mungkin ilusi-nya akan menghilang jika dirinya mati.
Akan tetapi tebakan-nya salah total, Ti Lay tidak mati meskipun dirinya sudah tenggelam di lava, Tubuh-nya perlahan pulih kembali di dalam lava dan membuat-nya berteriak kesakitan.
"ARRGGGGHHHH.... TOLONG AKU.... TOLONG AKU!!!!" Teriak Ti Lay dengan nada kesakitan. Ia mencoba untuk keluar dari kolam lava tersebut, Akan tetapi dia tidak dapat melakukan-nya.
Semakin dirinya berusaha untuk keluar, Maka lahar tersebut semakin menarik-nya ke dalam. Kejadian ini sama seperti terjebak di sebuah pasir penghisap.
Di sisi lain, Fang Lin yang mendengar teriakan Ti Lay langsung memenggal kepala-nya. Kini jiwa Ti Lay akan selama-nya terjebak di dalam ilusi-nya.
__ADS_1
"Nikmati ilusi neraka itu semau-mu, Hahaha..." Ucap Fang Lin sambil tertawa pelan.
Fang Lin lalu mengambil kepala dan mengaktifkan Mata Dewa-nya, Seketika pupil mata Fang Lin berubah menjadi warna emas.
Dalam sekejap, Fang Lin dapat melihat seluruh ingatan yang dimiliki oleh Ti Lay, Ia membuang ingatan yang tidak penting dan hanya melihat yang berguna saja.
Tak butuh waktu lama, Fang Lin mengetahui siapa yang menyuruh Ti Lay dan lainnya untuk mengikuti dirinya serta Li Fan.
Dia adalah Li Shi Ting dan Li Ru Mi, Seorang Patriak dan istri dari Keluarga Li. Dalang di balik pembunuhan ayah dan ibu Li Fan.
***
Fang Lin sedikit mengepalkan kedua tangan-nya ketika melihat ingatan Ti Lay. Beberapa minggu yang lalu ibunya Li Fan, Ning Zu'er diculik olej Ti Lay dan di bawa olehnya ke kamar Li Shi Ting.
Li Shi Ting yang melihat kedatangan Ning Zu'er langsung memperkosa-nya, Semua ini dia lakukan untuk melakukan drama dengan istrinya.
Meskipun istrinya tidak menyuruh-nya untuk melakukan hal intim ke Ning Zu'er, Akan tetapi dirinya tetap melakukan-nya karena menurutnya sangatlah di sayangkan jika menyia-nyiakan sebuah kesempatan emas.
.....
Li Ru Mi sedikit marah karena melihat mereka berdua melakukan hubungan intim, Namun dia tidak ingin rencana-nya berantakan karena rasa cemburu-nya.
Dia dengan segera membangunkan suami-nya beserta Ning Zu'er dalam keadaan pura-pura marah.
Di sisi lain, Ning Zu'er langsung berteriak histeris ketika mendapati tubuhnya yang sedang telanjang bersamaan dengan pemimpin klan Li.
Tetapi teriakan histeris-nya di hentikan oleh suara marah Li Ru Mi. Ia terkejut karena saat ini dirinya seperti seorang pelacur yang kepergok
......
Berita tentang Ning Zu'er dan pemimpin klan langsung menyebar ke seluruh anggota klan, Mereka semua langsung mengumpati Ning Zu'er sebagai pelacur.
__ADS_1
Berbeda dengan pemimpin klan, Dia saat ini seperti tidak ada salah sama sekali dan dengan santai-nya berjalan-jalan di wilayah Klan Li. Tidak ada satupun orang yang berani mengumpat Li Shi Ting karena dia adalah pemimpin mereka.
Di tempat lain, Li Mubai merasa tidak percaya ketika mendengar kabar itu, Ia memastikan hal tersebut kepada istrinya dan hati-nya langsung hancur berkeping-keping ketika istrinya membenarkan hal itu.
Rumah tangga Li Mubai langsung hancur berantakan dan membuat Li Fan kabur dari rumah. Ia sudah tidak tahan di rumahnya karena ayah dan ibunya terus menerus ribut.
......
Hingga suatu hari, Li Fan yang berada di sebuah gang sepi, Tiba-tiba ditangkap dan dibawa ke kediaman keluarga Li.
Saat sampai di halaman keluarga Li, Dia terkejut ketika melihat ayah dan ibunya kini sedang dipasung di sebuah kayu dalam keadaan tubuh bersimbah darah.
Li Fan langsung memberontak ketika melihat itu, Ia mencoba untuk menolong ayah dan ibunya, Namun dirinya ditahan oleh salah satu tetua.
Li Fan hanya bisa menangis histeris ketika melihat ayah dan ibunya, Para anggota klan yang menyadari keberadaan-nya hanya mengumpati dan tidak ada yang menolong sama sekali.
Mereka semua menganggap ibu Li Fan sebagai aib klan dan hukuman untuk membersihkan aib tersebut adalah hukuman mati hingga ke akarnya.
Seluruh anggota klan setuju untuk menghukum mati Ning Zu'er dan Li Mubai, Karena mereka sudah menganggap keluarga itu sebagai aib klan.
Setelah kematian Li Mubai dan Ning Zu'er di depan mata Li Fan sendiri, Ia langsung kabur dari sana dan berjanji kepada langit untuk membantai keluarga Li suatu hari nanti.
Li Shi Ting yang mengetahui itu hanya diam, Dia membiarkan Li Fan pergi karena ingin menyiksa-nya melalui mental.
Li Shi Ting diam-diam tertawa dalam hati karena drama yang dia lakukan bersama istrinya berhasil. Mereka berdua melakukan drama seperti ini karena tidak ingin keluarga Li diambil alih oleh Li Mubai hanya karena dia mempunyai seorang keturunan, Sedangkan Li Shi Ting dan Li Ru Mi tidak punya keturunan sama sekali.
***
Fang Lin hanya menghela nafas panjang ketika selesai melihat masa lalu kelam yang dimiliki oleh murid-nya, "Keluarga Li... Tindakan kalian di masa lalu akan berbuah di kemudian hari, Lihat saja nanti..." Gumam Fang Lin pelan sambil menatap langit yang mulai malam.
Fang Lin lalu menggunakan elemen api-nya dan membakar mayat-mayat yang sudah tergeletak di tanah. Setelah itu, Dirinya berjalan pelan ke lokasi murid-nya saat ini.
__ADS_1
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.