System Sang Immortal

System Sang Immortal
Kota Patron II


__ADS_3

Beberapa hari berlalu setelah Fang Lin beserta keluarga dan bawahannya pindah ke kota Patron.


Banyak bawahannya yang minta izin untuk pergi keluar dari kota, alasan mereka tentu saja hanya ingin berjalan-jalan dan menikmati Dunia sihir ini. Kemudian, Li Fan dan Sylvia datang pada Fang Lin lalu meminta izin untuk pergi karena ingin menyelesaikan suatu keperluan di luar sana.


Fang Lin tentu mengetahui alasan kepergian mereka, ia hanya berpesan untuk berhati-hati sembari mengirim diam-diam dua boneka bayangannya agar keamanan keduanya lebih terjamin.


Sementara itu, berita mengenai seperempat wilayah kota Patron yang diambil alih oleh sekelompok orang membuat penduduk kota menjadi heboh.


Para penduduk kemudian menanyakan alasan mengapa pemimpin kota mereka yang tidak lain adalah Alvan Melric bertindak demikian


Kepala keluarga Melric sendiri langsung melakukan pengumuman secara langsung di alun-alun kota, dan kemudian ia mengatakan alasan mengapa dirinya membagikan seperempat wilayah untuk kelompok tersebut.


Mendengar alasan yang diberikan oleh pemimpin kota, para penduduk mulai memahaminya meskipun tidak semua dari mereka bisa menerimanya.


Meskipun begitu kehebohan tersebut hanya berlangsung selama beberapa hari saja, dan suasana kota sekarang ini sudah kembali seperti sebelumnya.


"Ah~ Aku bosan berlatih, ayah!" Qiao Mi Lian menbuang pedangnya ke tanah, dan meninggalkan Fang Hai yang menjadi lawan tandingnya, "Ayah~ Aku mau jalan-jalan. Ayolah~ Ayolah~"


Qiao Mi Lian yang berada di depan Fang Lin langsung mendongakkan kepalanya dan memasang ekspresi muram.


"Jalan-jalan? Ke mana?" Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya.


Qiao Mi Lian langsung memegang dahunya dan memasang ekspresi wajah berpikir, sementara Fang Lin mengalihkan pandangannya ke anak-anaknya yang lain dan menemukan mereka sudah menghentikan latih tanding mereka.


"Sepertinya kalian juga mau jalan-jalan." Fang Lin menghela nafas, lalu berkata, "Kalau begitu, ayo kita akhiri latihan hari ini."


"Asikkk~ Selesai juga!" Fang Li Dao yang paling pertama bereaksi, diikuti Shui Ling Fang dan juga Fang Hai.


Yihua yang sedang berkultivasi tidak jauh dari sana perlahan membuka matanya, ia kemudian bangkit berdiri dan mendekati ayahnya sembari tersenyum.


Melihat kelima anaknya sudah berada di sekitar, Fang Lin tersenyum lalu menghubungi para Istrinya dan mengajak mereka untuk berjalan-jalan.


Tentu saja kelima istrinya senang mendengar ajakan tersebut, mereka muncul pada waktu yang hampir bersamaan.


"Ke mana kita akan berjalan-jalan, sayang?" tanya Qiao Yu penasaran.


Fang Lin langsung mengangkat pundaknya, lalu matanya teralih pada Qiao Mi Lian yang masih terlihat berpikir.


"Bagaimana? Apa kamu sudah memutuskannya?" Fang Lin bertanya.


"Umm... Karena aku belum mengetahui kota ini secara menyeluruh, bagaimana jika kita mengelilingi kota?" tanya Qiao Mi Lian semangat sembari menatap mata ayahnya.


Fang Lin terdiam sejenak sebelum mendengar itu, pasti hal ini akan menarik perhatian para penduduk dan mungkin membuat masalah yang tidak perlu.

__ADS_1


Setelah Fang Lin memikirkan itu, ia terpikirkan sebuah cara yang di mana ia memanipulasi pikiran semua orang yang memasuki kota Patron.


Sebelum menjalankan rencananya, Fang Lin meminta pendapat dari kelima istrinya lewat telepati. Pastinya mereka berlima akan langsung mengerti alasan mengapa dirinya bertindak demikian.


"Kurasa itu bukan masalah besar, lagipula hanya memanipulasi pikiran mereka agar kita semua dipandang sebagai orang-orang biasa." Yue tidak mempermasalahkannya.


Karena telepati di antara mereka saling terhubung, kelima istrinya mulai berbincang satu sama lain.


Sementara Fang Lin meminta Qiao Mi Lian untuk menunggu dengan alasan kalau dirinya sedang memikirkan sesuatu.


"Tapi apa itu akan baik-baik saja? Bagaimana jika ada orang dari luar kota yang menyadarinya?" Xue Hua sediikit memiringkan kepalanya.


"Tidak masalah, Fang Gege pasti bisa mengatasinya." Shui Ru menjawab.


"Itu benar, aku akan mengatasinya." timpal Fang Lin cepat.


"Kalau begitu, tidak masalah."


Mereka kemudian bertukar beberapa kata sebelum Fang Lin memutuskan telepati, ia diam-diam menciptakan kubah Qi tipis yang menutupi kota Patron.


Setelah itu, Fang Lin menggunakan kemampuannya yang bisa memanipulasi semua pikiran para penduduk di kota ini. Hal tersebut hanya berlangsung kurang dari satu menit saja sebelum dirinya berhasil melakukannya.


Perlu diketahui, Fang Lin hanya memanipulasi pikiran mereka mengenai dirinya dan semua orang yang ia bawa ke kota ini. Jadi, mau semenarik apapun rupa mereka dan yang lainnya maka di mata para penduduk itu adalah hal yang biasa.


Sesaat setelah Fang Lin selesai, ia langsung mengajak anak dan juga istrinya untuk pergi.


***


Dimensi putih tanpa batas.


"Sungguh mengejutkan melihat Diablo dan Khatz menjadi bawahannya."


Seorang pemuda berambut merah tersenyum tipis, ia mempunyai wajah tampan dan sepasang pupil mata merah yang mempunyai simbol aneh.


Di sebelahnya terdapat pemuda lainnya, dia tidak mempunyai penampilan yang menarik selain wajah tampannya saja.


"Tidak kusangka dia melakukan perpindahan antar Alam Semesta, siapa dia sebenarnya?"


"Shen Xiong, kau lah yang menciptakan jiwa pemuda itu dan kau sendiri yang kebingungan?"


"Aku tidak ingat pernah melepaskan jiwa yang mempunyai potensi sepertinya." Shen Xiong menggelengkan kepalanya pelan, "Apa kau akan membiarkannya, Ainz?"


"Selama dia tidak melakukan hal besar dalam teritoriku, aku akan membiarkannya." sahut Ainz sembari tersenyum tipis, "Apa kau mau bertemu dengannya?"

__ADS_1


"Tidak, karena akar kekacauan yang terjadi di dalam Alam Semestaku bukan berasal dari dia." ucap Shen Xiong, lalu melanjutinya ketika matanya tertuju pada Yue, "Lagipula ada seseorang yang mempunyai kemampuan setara Absolute Universe bersamanya, pasti akan menyulitkan untuk bertemu dengannya."


"Dia bukan seorang Absolute tetapi kemampuannya setara dengan kita, apa itu sesuatu yang masuk akal?" Ainz sedikit memiringkan kepalanya.


"Entahlah, mungkin saja akan ada peristiwa yang besar di masa depan nanti." Shen Xiong membalas, lalu mengubah topik pembicaraan, "Omong-omong, apa kau sudah mendapatkan Calon Peserta?"


"Hm, untuk sekarang masih belum. Namun, aku baru mendapatkan satu calon kandidat lagi akhir-akhir ini." Ainz menjawab sembari tersenyum.


"Siapa dia?" Shen Xiao langsung bertanya.


"Rahasia." Ainz terkekeh kecil, "Lagipula, peserta kita nantinya akan menjadi lawan di Turnamen itu."


"Pelit sekali."


"Hahaha... Tapi, bagaimana denganmu? Bukankah slotmu hanya tersisa satu lagi?"


"Aku sudah mengisinya."


"Eh, siapa?"


"Huh, kau saja tidak memberitahuku mengenai calon kandidatmu, mengapa aku harus melakukannya?"


"Ah, kau benar." Ainz tertawa kecil, lalu bertanya kembali, "Omong-omong, bagaimana dengan dua calon kandidat milik mereka?"


"Keduanya sudah mati di tangan kandidatku." Shen Xiong menjawab dengan tenang.


"Wah, gila. Mereka berdua pasti marah, bukan?" Ainz memasang ekspresi tertarik.


"Yah, hanya seorang saja yang marah karena dia telah memberikan senjata kuat pada kandidat tersebut, tetapi senjatanya itu malah direbut oleh kandidatku."


"Sepertinya senjata tingkat kosmis, ya?"


"Ya, benar."


"Hahahaha... Berani sekali dia memberikan senjata tingkat itu pada calon kandidat yang bukan berasal dari Alam Semestanya sendiri, apakah dia terlalu percaya diri?"


"Kau sudah tau jawabannya, kenapa kau masih bertanya?"


Ainz yang mendengar itu langsung tertawa langsung sampai menggetarkan kekosongan tanpa batas itu.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2