System Sang Immortal

System Sang Immortal
Fang Lin Vs Ah Shui III


__ADS_3

Beberapa tetesan keringat dingin mulai terlihat di wajah Ah Shui, tubuhnya hampir mencapai batas sementara energi di tubuhnya baru terpakai sebagian saja.


Boooom!


Ketika Ah Shui berhasil melancarkan jurusnya pada Fang Lin, ia langsung melebarkan jarak untuk berpikir sejenak.


Di sisi lain, Fang Lin menangkis serangan Ah Shui dengan tenang. Karena kekuatan lawannya semakin mengurang seiring berjalannya waktu, ia tidak sewaspada seperti sebelumnya.


"Sepertinya dia hampir mencapai batas, ya?" Fang Lin bergumam sembari menatap Ah Shui dari kejauhan, mata mereka berdua saling bertemu namun tidak ada percakapan sedikitpun yang keluar di antara mereka berdua.


Ah Shui sendiri menghilangkan pedang Qi di tangannya, tidak lama setelah itu fluktuasi energi yang begitu luar biasa keluar dari tubuhnya sehingga menciptakan gelombang energi mematikan.


"Rupanya kau masih mempunyai trik lain..." Fang Lin tidak merasa tidak senang ketika melihat itu, ia menyimpan pedang peraknya dan mengangkat pedang Raja Surgawi ke depan, "Kalau begitu, aku juga akan serius."


Pedang Raja Surgawi bersinar terang dan dalam sekejap gelembung cahaya yang tak terhitung jumlahnya memenuhi Domain Penjara Es Suci.


Ah Shui begitu terkejut ketika melihat gelembung-gelembung cahaya itu, perasaan gelisah seketika mengalir di hatinya dan membuatnya tak bergerak sedikitpun.


Gelembung yang tidak terhitung jumlahnya itu kemudian saling membentur dan menciptakan rentetan ledakan yang memekakkan telinga.


"Uaggggggh~!"


Suara teriakan Ah Shui terdengar jelas di telinga Fang Lin, ia sendiri hanya melipat kedua tangannya di depan dada sembari memperhatikan dalam diam.


Perlu diketahui, ledakan yang disebabkan oleh gelembung cahaya sama sekali tidak berpengaruh pada Fang Lin, alasannya adalah karena dia adalah pemilik dari pedang Raja Surgawi.


Pada saat ledakan beruntun sedang berlangsung, Fang Lin bisa menemukan kalau Ah Shui sedang melesat ke tempatnya berada tanpa peduli dengan gelembung cahaya.


Setiap bagian tubuh Ah Shui yang hancur akibat ledakan langsung beregenerasi dengan sangat cepat, hal itu jelas sedikit mengejutkan Fang Lin.


"Kecepatan regenerasinya meningkat? Itu mengejutkan..."


Fang Lin sudah mengetahui kalau Ah Shui mempunyai kemampuan regenerasi setelah bertukar serangan dengannya, hanya saja regenerasi miliknya tidak terlalu cepat dan bahkan kalau jauh dengan dirinya.


Ketika jarak antara Ah Shui dan Fang Lin sudah semakin dekat, pemuda tampan itu menarik pedangnya ke belakang dan aura Naga merembes keluar dari tubuhnya.


Whoooosh!


Lesatan Ah Shui menurun secara drastis ketika ditimpa oleh aura Naga, akan tetapi dia menggunakan energinya untuk menambah kecepatan lesatannya.

__ADS_1


"Mati kau~!"


Tangan kanan Ah Shui di angkat ke depan dan fluktuasi energinya semakin besar.


Fang Lin sendiri memejamkan matanya, pedang Raja Surgawi mengeluarkan elemen Cahaya yang bisa membutakan mata manusia.


Whooosh!


Fang Lin mengayunkan pedangnya itu secara diagonal dan menciptakan lekungan dari elemen cahaya.


Lekungan tersebut melesat ke arah Ah Shui, dan lekungan itu menyerap semua gelembung cahaya yang dilewatinya.


Booooooom!


Tidak lama kemudian, ledakan yang sangat besar terjadi lalu menciptakan gelombang energi diikuti dengan gelombang kejut.


Fang Lin tidak menerima dampak dari serangan itu dikarenakan sebelumnya ia sudah menciptakan Supreme Barrier yang membentuk kotak.


Ledakan berlangsung selama sepuluh menit lamanya hingga akhirnya berhenti dan memperlihatkan asap putih tebal.


Whooosh!


Menggunakan elemen angin, Fang Lin menghapus seluruh asap putih itu dari domain Penjara Es Suci. Pandangannya kemudian teralih ke sekitar dan menemukan Ah Shui yang sedang terkapar di lantai dengan tubuh sekarat.


Whooosh!


"Tadi adalah pertarungan yang luar biasa." ucap Fang Lin memuji, pujiannya tentu saja tulus dari hatinya.


Kepala Ah Shui sedikit bergerak, meskipun kelima indranya telah berhenti berfungsi dan tidak bisa lagi digunakan akan tetapi dia tau kalau Fang Lin berada di dekatnya.


"A-a-aku.... M-membencimu... K-keberadaanmu menghancurkan segala rencanaku." suara terbata-bata keluar dari mulut Ah Shui.


Fang Lin tidak menanggapinya, ia hanya diam dan memperhatikannya.


"A-aku... D-dao of The Hell, tolong pegang perkataanku. A-aku bersumpah padamu akan menyerahkan jiwaku jika kau bersedia memberikan balasan yang lebih buruk pada orang yang sudah membunuhku."


Fang Lin yang mendengarkan hal itu langsung memiringkan kepalanya, "Sepertinya dia melakukan sumpah langit, namun bedanya di sini dia bersumpah pada Dao." gumam Fang Lin pelan.


"Aku tidak takut sih dengan sumpahnya, tapi lebih baik berjaga-jaga saja." ucap Fang Lin sebelum mengeluarkan Boneka Bayangannya.

__ADS_1


"Saya menghadap, Raja."


Boneka bayangan yang sudah berubah bentuk menjadi seorang Manusia langsung berlutut di samping Fang Lin.


"Bunuh dia sekarang juga." ucap Fang Lin memberi perintah pada boneka bayangan tanpa mengalihkan pandangannya dari Ah Shui.


Boneka bayangan sendiri mengangguk patuh sebelum berdiri dan menatap tubuh Ah Shui yang sedang dalam proses meleleh.


"Sekalian hancurkan jiwanya." Fang Lin menambahkan.


Boneka bayangan sekali lagi mengangguk patuh, dia mengangkat tangan kanannya dan tidak lama setelah itu Laser Pembunuh keluar dari telapak tangannya.


Boom!


Tubuh Ah Shui langsung lenyap ketika terkena Laser Pembunuh milik Boneka Bayangan, tidak hanya tubuhnya yang hilang akan tetapi jiwanya juga mengalami hal serupa.


Pada saat keberadaan Ah Shui menghilang dari domain Penjara Es Suci, Fang Lin menghela nafas sebelum memerintahkan boneka bayangan untuk kembali.


"Kuharap sumpahnya tidak berlaku." Fang Lin bergumam kecil sebelum menghilang dari sana dalam sekejap.


***


Sekarang ini, Fang Lin sedang berada di atas langit kota Bintang Es. Dirinya bisa menemukan berlapis-lapis Array pertahanan tingkat tinggi yang menutupi kota tersebut.


"Mereka sangat ketakutan, ya?" Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya, "Haruskah aku membuat masalah di kota ini?"


Fang Lin mengalihkan pandangannya ke arah akses masuk kota ini, semua gerbang kota tersebut tertutup rapat dan dijaga sangat ketat oleh ratusan orang di ranah Profound Immortal sampai Golden Soul.


"Ah, lupakan saja. Aku malas jika harus melibatkan banyak nyawa." gumam Fang Lin sebelum pergi dari sana sembari memasang raut wajah kehilangan minat.


Fang Lin melesat di langit dengan kecepatan cahaya dan dalam waktu kurang dari lima menit dirinya menemuka dua kelompok besar yang kini saling berhadap-hadapan.


"Perang?'" Fang Lin bertanya-tanya dalam hati, ia kemudian menyebarkan Kesadaran Spiritualnya ke arah orang-orang yang mempunyai ranah Heavenly God di antara kedua kubu.


Beberapa saat kemudian, senyuman Fang Lin terukir karena dirinya telah berhasil menemukan sesuatu yang menarik.


"Masing-masing dari kedua kubu mempunyai 20 Heavenly God, dan di antara mereka mempunyai ranah yang hampir menembus Supreme Being." ucap Fang Lin, kemudian menarik kembali Kesadaran Spiritualnya, "Akan seru kalau aku ikut campur."


Fang Lin kemudian melesat ke arah satu kubu tersebut dan menyamar sebagai salah seorang Golden Soul, untuk sekarang ia akan mencari tau alasan perselisihan di antara kedua kubu.

__ADS_1


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2