System Sang Immortal

System Sang Immortal
Alasan Penindasan Arthur


__ADS_3

Tiga jam berlalu, Fang Lin menyudahi sparring mereka karena waktu sudah berada di angka delapan malam.


"Tidak seperti sebelumnya, kau bertahan lebih lama meskipun aku sudah meningkatkan kesulitannya." ucap Fang Lin sembari tersenyum.


"Itu semua berkatmu, Master!" Arthur tersenyum lebar saat menjawabnya, "Sekarang, aku sudah bisa menghajar para bajingan itu!"


"Hahahaha... Aku senang mendengarnya." Fang Lin tertawa puas, lalu bertanya, "Omong-omong, dua orang yang menindasmu pada malam itu tidak ada di kelas. Apakah mereka tidak masuk atau memang berasal dari kelas yang berbeda?"


"Mereka berasal dari kelas lain." Arthur menjawab, lalu menambahkan, "Master, apa kau ingin mengetahui alasan aku ditindas oleh dua orang itu?"


Fang Lin sebenarnya tidak peduli dengan itu, tetapi tidak ada salahnya untuk mendengarnya sehingga ia menganggukkan kepala untuk menanggapi pertanyaan Arthur.


"Sebenarnya, mereka berdua adalah bawahan dari anak yang bernama Marco. Dia adalah teman masa kecilku, dan karena alasan yang tidak jelas dia mulai menindasku semenjak ibunya meninggal." Arthur menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya dengan tenang, "Lebih sialnya lagi, dia adalah seorang Jenius yang sangat hebat sehingga aku menjadi lebih sering menjadi tempatnya untuk pelampiasan."


Fang Lin mendengar cerita muridnya itu dengan seksama, tidak ada satu katapun yang terlewat dari telinganya.


"Aku sudah melihat ingatanmu dan itu semua benar, tetapi masalahnya adalah ayahmu." ucap Fang Lin, lalu duduk di singgasana es yang dirinya ciptakan, "Ayahmu adalah seorang Pembunuh Bayaran, dan dia kemungkinan telah membunuh Ibu dari anak yang bernama Marco ini."


Mata Arthur melebar karena terkejut, informasi ini adalah hal baru baginya. Semua keterkejutan saat ini kemudian berubah menjadi pertanyaan, "Bagaimana bisa Master mengetahuinya? Apakah semua itu berasal dari ingatanku yang telah anda baca?"


"Begitulah..." jawab Fang Lin tenang.


"Tapi, bagaimana bisa? Aku bahkan tidak mengetahui kalau Ayahku adalah seorang Pembunuh Bayaran..."


"Mudah saja. Ayahmu mengatakan kalau dia adalah seorang Pekerja di sebuah toko pakaian, tetapi nyatanya itu hanya pengalihan untukmu dan juga ibumu." ucap Fang Lin, dan dengan segera menambahkan, "Kau beberapa kali pernah memergokinya sedang meracik sesuatu di ruangannya, bukan? Saat kau menanyakan apa itu, dia selalu menjawab kalau itu adalah obat untuk sebuah tanaman. Namun, apa kau yakin dia memberikan jawaban jujur padamu?"


Arthur menahan nafasnya dan ia mulai memikirkan semua hal kejanggalan yang masih bisa dirinya ingat.


"Ayahmu meninggal beberapa minggu setelah Ibu dari Marco dibunuh, kemungkinan keluarga Marco yang sudah membunuh ayahmu. Namun semua itu masihlah sebuah fragmen dalam puzzle, kemungkinan benarnya memang cukup besar akan tetapi tidak menutupi kalau apa yang baru saja kukatakan adalah kesalahan." Fang Lin menambahkan supaya tidak menciptakan variabel berbahaya.


Suasana hening selama beberapa menit sebelum suara hembusan keras keluar dari mulut Arthur.

__ADS_1


"Itu artinya, keluarga Marco adalah keluarga yang baik, bukan?" Arthur bertanya dengan raut wajah serius.


Fang Lin tersenyum tipis, lalu mengangguk pelan, "Itu benar. Mereka sudah mengetahui ayahmu adalah pembunuhnya, tetapi berita tentang hal itu tidak sampai ke telinga penduduk kota Heinz. Lalu, kau dan ibumu tidak diminta pertanggungjawaban atas pembunuhan yang dilakukan ayahmu. Mungkin tindakan Marco adalah dendam pribadinya terhadap keluargamu."


Arthur kembali terdiam sebelum mengangguk sekali, "Jika apa yang Master katakan adalah kebenarannya, aku akan menerimanya kalau dia menindasku." ucap Arthur sembari mengangkat kepalanya ke langit-langit, "Sepertinya motivasiku untuk berlatih sudah menghilang."


Fang Lin sudah memperkirakan hal ini dan ia langsung bertanya, "Jadi, apakah kau ingin berhenti latihan? Setidaknya dengan kemampuanmu yang sekarang, kau bisa menjadi murid terbaik di Akademi Bintang."


Arthur menggeleng cepat dan tersenyum, "Tentu saja aku tidak mau, Master! Bukankah anda sudah bilang kalau aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan semacam ini?"


"Itu benar, lalu bagaimana dengan motivasimu yang sudah menghilang? Mungkin tanpa itu, kau tidak mempunyai alasan yang kuat untuk menjadi kuat."


Sebenarnya tidak masalah jika Arthur tidak mempunyai motivasi untuk menjadi kuat, selama Fang Lin adalah orang yang melatihnya maka seorang bayi sekalipun bisa menghancurkan dunia dengan tangan mungilnya.


"Motivasiku yang baru, ya? Apakah menjadi sekuat Master?" Arthur memegang dagunya.


"Gunakan akal sehatmu jika ingin mengatakan sesuatu." Fang Lin memasang ekspresi datar.


"Bahkan jika kau berlatih selamanya denganku, aku sendiri tidak yakin kau bisa melampauiku." ucap Fang Lin memberitahu.


Fang Lin mempunyai berbagai jenis Tubuh Spesial, Elemen Es Suci, Tiga Api Surgawi, Mata Kehancuran dan beberapa hal lainnya. Semua itu tidak bisa diberikan melalui skill Gift jadi mustahil bagi Arthur untuk bisa melampauinya tanpa memiliki mempunyai hal sebanding dengannya, kecuali, ada sosok yang memberikannya berkah.


Arthur menganggukkan kepalanya beberapa kali, memang perkataan Master-nya ini sangatlah sombong tetapi ia tidak mempunyai alasan untuk tidak mempercayainya.


"Kalau begitu, mari kita akhiri latihan hari ini."


Ketika sudah tidak ada pembicaraan yang diperlukan, Fang Lin bangkit berdiri dari singgasana es-nya dan menjentikkan jarinya


Domain Penjara Es Suci langsung menghilang dalam sekejap dan mereka berdua kembali ke kamar asrama Arthur.


"Eh?!"

__ADS_1


Arthur tentu terkejut ketika dirinya sudah berada di kamarnya.


"Karena kau sudah menjadi lebih kuat dari sebelumnya, aku harap kau bisa menyembunyikan fakta tersebut sampai aku keluar dari akademi ini." Fang Lin memegang pundak Arthur, dan seketika Mana Circle pemuda itu turun dari tingkat empat menjadi tingkat dua, "Mana Circle-mu memang terlihat seperti bintang dua, tetapi kau bisa memanfaatkan seluruh Mana milikmu seperti berada di tingkat empat."


"Ah, aku mengerti, Master." ucap Arthur sembari tersenyum.


"Kalau begitu, sampai jumpa di kelas besok."


Fang Lin menghilang dalam sekejap usai mengucapkan hal tersebut, sementara Arthur menundukkan kepalanya serendah mungkin ke tempat Master-nya berada sebelumnya lalu mengucapkan rasa terima kasih dengan perasaan tulus.


***


Keesokan harinya.


Seperti apa yang Fang Lin perkirakan, di dalam aula gedung asrama lantai dasar ada banyak sekali murid perempuan dari berbagai kelas.


Sepertinya rumor tentang ketampanan Fang Lin sudah menyebar luas dalam satu malam.


"Untung saja aku memeriksanya terlebih dahulu." Fang Lin menghela nafas panjang sebelum menggunakan sihir Stealth-nya.


Material yang dibangun untuk gedung Asrama bisa menangkal Kesadaran Mana sehingga tidak satu orangpun bisa mengintip ke dalam kamar Fang Lin.


Itu adalah suatu keuntungan bagi Fang Lin yang harus menghadapi situasi seperti ini.


Setelah menggunakan sihir Stealth, Fang Lin langsung menggunakan teleportasi untuk pergi ke gedung utama Akademi.


Alasan Fang Lin menggunakan sihir Stealth bukan untuk menghindari keramaian dari para murid perempuan itu melainkan untuk berjaga-jaga jika ada orang di dekatnya setelah melakukan teleportasi.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2