System Sang Immortal

System Sang Immortal
Portal Hitam


__ADS_3

Di kekosongan tanpa batas, seorang pemuda berparas tampan muncul di sana. Kepalanya mengedar ke sekitar dan menemukan seorang wanita cantik yang tampak sedang menunggu dengan kedua tangan disilangkan di depan dada.


Fang Lin langsung tersenyum kecut dan berjalan kecil menghampiri Yue yang ada di dekatnya, ia menggaruk kepalanya lalu menyapa istrinya itu dengan tawa canggung, "Haha... Apa kamu sudah lama menunggu, sayang."


"Tidak, beberapa menit yang lalu aku baru sampai." balas Yue dengan tenang.


Keheningan terjadi setelah itu, mereka berdua saling menatap satu sama lain selama beberapa saat sampai akhirnya Fang Lin membuka mulutnya dan berkata, "Maafkan aku. Kamu benar, aku sepertinya terlalu senang setelah datang ke Multiverse ini."


"Terlalu senang? Apakah kesenanganmu sampai membuat nyawa makhluk hidup tak lagi berharga di matamu?" Yue sedikit memiringkan kepalanya.


Fang Lin sedikit melebarkan matanya sebelum menghembuskan nafasnya dari mulut, ia mulai menyadari kesalahannya dan memikirkan bagaimana jika kondisinya terbalik.


Melihat suaminya itu merenungkan kesalahannya membuat Yue menghela nafas panjang, "Aku mau ini menjadi yang pertama dan terakhir, jangan remehkan nyawa makhluk hidup semudah itu meskipun kamu bisa menciptakan kehidupan itu sendiri." ucap Yue dengan tegas.


"Maafkan aku... Aku benar-benar menyesal." ucap Fang Lin, suaranya pelan dan tatapannya menjadi sedikit sayu, "Mulai hari ini, aku akan menghilangkan sifat burukku. Maukah kamu memaafkanku?"


Yue terdiam sejenak sebelum senyum tipis terukir di wajahnya, ia menganggukkan kepala dan menjawab, "Ya, tentu saja. Aku tidak menyuruhmu menjadi baik, tetapi tolong jadilah Manusia yang bisa aku cintai."


"Aku mengerti." Fang Lin tersenyum tipis, kemudian mendekatkan wajah istrinya itu lalu mencium pelan bibirnya.


Yue tidak melawan sama sekali dan mengikuti alur ciuman dari suaminya itu, tanpa sadar keduanya mulai berpelukan lalu Fang Lin dengan sedikit ganas mencium leher istrinya.


Di kekosongan tersebut, mereka berdua melakukan hubungan seperti layaknya suami istri.


***


Sehari berlalu dan mereka berdua masih berada di kekosongan.


Fang Lin mengenakan jubah sederhana berwarna hitam, sementara Yue menatapnya dalam diam.


"Tujuanmu kembali ke Multiverse itu untuk apa? Mencari pengalaman bertarung?" Yue bertanya dan memecahkan keheningan yang ada.

__ADS_1


Fang Lin menatap istrinya sebelum mendongakkan kepalanya dan memasang raut wajah berpikir.


"Untuk sekarang tujuanku memang hanya berpetualang saja, kalau untuk pengalaman bertarung sepertinya itu tidak diperlukan."


"Hm, apa alasannya?"


"Kalau aku mau mendapatkan pengalaman bertarung, aku bisa saja melakukannya denganmu. Soalnya pengalamanmu sangat banyak, bahkan tidak hanya di bidang pertarungan saja." Fang Lin sedikit tersenyum nakal, pipi Yue sedikit memerah ketika mendengarnya.


"Kamu sangat pandai berbicara." ucap Yue sedikit malu, lalu bertanya, "Kapan kamu mau mulai meningkatkan kekuatan? Bukankah kamu ingin cepat-cepat mencapai ranah Absolute?"


"Aku memang merencanakannya dalam waktu dekat, tapi aku ingin menundanya sementara waktu." jawab Fang Lin dengan tenang.


Yue menganggukkan kepalanya beberapa kali, lalu berkata, "Kalau begitu, sampai jumpa. Jangan ulangi kesalahanmu itu dan kabari aku jika kamu menemukan masalah yang sulit dihadapi."


"Aku mengerti, sampai jumpa." sahut Fang Lin sebelum menghilang dalam sekejap dari sana.


Yue juga kembali ke Dunia Jiwa suaminya sesaat setelah itu.


***


Fang Lin muncul di sana dan menghela nafas panjang, ia cukup lega karena Yue tidak marah berlebih padanya.


"Aku harus ke mana?" Fang Lin bertanya-tanya dalam hati, lalu bergerak ke satu arah sembari menyebarkan Kesadaran Spiritualnya sampai batas yang dirinya bisa.


......................


Selama satu minggu penuh Fang Lin mencari Dunia yang mirip seperti Dunia Wuxing, namun tidak ada satupun Dunia semacam itu selama proses pencariannya.


Ketika sedang melesat di kekosongan, Fang Lin menemukan sebuah portal berwarna hitam yang berada jauh di depannya.


Portal hitam itu berada di kekosongan angksa dan tidak ada satupun makhluk hidup yang berada di sekitar sana.

__ADS_1


Fang Lin memutuskan untuk mendekatinya dan berhenti tepat beberapa meter di depannya, ia bisa merasakan kalau ada gravitasi kuat yang mencoba menariknya masuk ke dalam portal tersebut.


"Portal ini seperti lubang hitam."


Fang Lin hendak menyebarkan Kesadaran Spiritualnya ke dalam portal tersebut akan tetapi Kesadaran Spiritualnya itu selalu terpental setiap kali dirinya mencoba melakukannya.


"Mencurigakan, tapi tidak ada salahnya jika aku masuk ke dalam sana."


Sebenarnya Fang Lin cukup ragu untuk memasuki portal hitam itu, tetapi selama Yue masih berada di sisinya ia akan merasa tenang.


Fang Lin melewati pintu portal dan seketika dirinya berpindah tempat ke sebuah daratan mati yang begitu luas.


"Tempat apa, ini?" Fang Lin mengedarkan pandangannya, alisnya perlahan mengerut ketika mengetahui Kesadaran Spiritualnya tidak bisa dikeluarkan, "Apa-apaan...? Aku tidak bisa menyebarkan Kesadaran Spiritualku di tempat ini."


Fang Lin mulai merasa sedikit was-was karena Kesadaran Spiritual adalah salah satu aspek penting bagi para kultivator termasuk dirinya sendiri, dan sekarang aspek penting tersebut tidak bisa digunakan olehnya di tempat yang luas ini.


Kekhawatiran Fang Lin semakin menjadi setelah mengetahui kalau teleportasi juga tidak bisa digunakan, ia tadinya ingin menghubungi Yue tetapi niatnya diurungkan dan terbang ke atas langit.


Pupil mata Fang Lin yang tadinya berwarna biru safir kini berubah menjadi emas, dan jarak pandangannya seketika menjauh menjadi belasan juta kilometer.


Kepala Fang Lin mulai dialihkan ke segala arah, kemudian dirinya berhenti ketika menemukan sekelompok Manusia beserta hewan buas sedang berkumpul di satu wilayah dan sedang mengumpulkan Kristal yang tertancap di daratan mati.


"Kalau tidak salah, itu adalah Kristal Energi, bukan?" alis Fang Lin sedikit mengerut, dirinya jelas mengetahuinya karena barang itu termasuk sumber daya yang berharga bagi Kultivator.


Perlu diketahui, Kristal Energi adalah sebuah barang berharga yang menyimpan Energi dalam jumlah banyak. Ada beberapa tingkat untuk Kristal Energi, antara lain: Rendah, Menengah, Tinggi, Immortal, Surgawi, Bintang dan Suci.


Dahulu Fang Lin pernah membeli satu Kristal Energi tingkat Suci di system shop, dan itu menyimpan Energi Dewa yang sangat banyak sekali. Namun, harganya begitu mahal dan menurut Fang Lin lebih efektif jika membeli Cairan Penyerapan Surgawi dan berkultivasi di Dunia Abyss.


Akan tetapi kasusnya menjadi sedikit berbeda kalau tidak ada Dunia Abyss karena fungsi Cairan Penyerapan Surgawi hanya untuk mempercepat penyerapan, kalau saja Fang Lin menggunakan cairan itu di Dunia yang minim akan Energi maka lebih baik menggunakan Kristal Energi daripada Cairan Penyerapan Surgawi.


"Tapi, sepertinya Kristal Energi itu sedikit berbeda dari yang pernah kulihat." gumam Fang Lin, lalu memutuskan untuk menghampiri kelompok tersebut secara diam-diam menggunakan sihir Stealth.

__ADS_1


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2