
Hadiah spesial yang Fang Lin maksud adalah makanan-makanan enak yang dia beli di shop system, Sepertinya Ayam Bakar, Sop Sapi dan lain-lain.
Fang Lin kembali memilih makanan yang ada di shop system, "Yue, Apa makanan yang paling kamu rekomendasikan?" Tanya Fang Lin ke Yue. Dia yakin jika Yue memiliki selera yang bagus, Meskipun Yue sendiri belum memiliki raga.
[Tuan memangnya ingin makanan berkuah atau tidak?]
Fang Lin yang mendengar itu langsung mengeluskan dagunya, "Hmm... Aku tidak ingin makanan kuah dan lebih menyukai makanan yang memiliki bumbu yang enak untuk dimakan" Ucap Fang Lin mencoba menjelaskan.
[Makanan rendang? Apakah tuan ingin?]
[Makanan tersebut terbuat dari daging sapi dan terdapat bumbu rendang yang enak untuk dimakan, Bahkan Yue yakin kalau tuan lebih menyukai bumbunya dibandingkan daging sapi itu sendiri]
Fang Lin sedikit menaikkan satu alisnya ketika mendengar penjelasan Yue, Bahkan Yue sampai memberi nilai plus ke bumbu 'Rendang' tersebut.
"Hmm, Kalau begitu aku beli 3 rendang dan jika bisa bumbu rendangnya sedikit lebih banyak" Ucap Fang Lin dan seketika ribuan poin Systemnya terpakai untuk membeli makanan 'Rendang'.
Fang Lin lalu mengalihkan pandangannya ke Mue Lian dan Shui Ru yang sedang duduk di kursi kayu sambil menatapnya balik.
Di sisi lain, Mue Lian sedikit mengerutkan alisnya ketika melihat tingkah aneh Fang Lin, "Fang Gege, Kenapa dirimu selalu bertingkah aneh? Apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan?" Tanya Mue Lian dengan nada penasaran.
Sedangkan Shui Ru yang mendengar itu langsung menatap Mue Lian dengan tatapan heran, "Jadi maksud-mu Fang Gege sudah sering bertingkah aneh seperti tadi?" Tanya Shui Ru dengan nada heran.
Mue Lian hanya menganggukkan kepalanya tanpa menatap Shui Ru, Ia saat ini sedang fokus menatap Fang Lin dengan tatapan curiga.
Fang Lin sendiri yang mendengar pernyataan Mue Lian hanya menggarukan kepalanya yang tidak gatal, Ia dengan segera memutar otaknya untuk mencari alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan dari Mue Lian.
"Aku sebenarnya sedang memilih-milih makanan di dunia jiwaku" Ucap Fang Lin sambil menampilkan wajah tersenyum.
"Di dunia jiwaku terdapat Artefak tingkat Langit, Artefak tersebut memiliki fungsi memunculkan makanan dengan instan" Lanjut Fang Lin menjelaskan.
Mue Lian sedikit mengangkat alisnya ketika mendengar itu, "Hmm... Apakah Fang Gege benar-benar yakin akan hal itu?" Tanya Mue Lian sambil menyipitkan matanya.
__ADS_1
Fang Lin yang melihat itu hanya tertawa pelan, "Tidak mungkin aku berbohong" Jawab Fang Lin berbohong.
"Lalu jika ucapan-mu bukan kebohongan, Dimana makanan yang kamu pilih saat ini" Tanya Shui Ru yang ikut penasaran.
Fang Lin hanya tersenyum tipis mendengar itu, Ia dengan segera mengeluarkan seluruh makanan yang baru saja dia beli dari Inventory dan dalam sekejap banyak sekali makanan-makanan yang sangat harum muncul di meja kayu dekat mereka.
Mata Mue Lian dan Shui Ru langsung melebar ketika melihat banyak makanan yang muncul dari ruang hampa, "Fang Gege, Kau benar-benar tidak berbohong" Ucap Shui Ru dengan nada tidak percaya.
Fang Lin langsung mengangkat pundaknya sambil tersenyum, "Ya... Memang aku tidak berbohong" Jawab Fang Lin santai. Dia lalu menyuruh kedua calon istrinya berdiri dan disaat mereka berdua berdiri, Dia langsung memindahkan kursi kayu mereka berdua ke dekat meja yang berisi makanan tersebut.
"Kalian duduk dan makanlah disana, Tidak perlu ragu untuk menghabisinya karna aku akan membiarkan kalian makan sepuasnya" Ucap Fang Lin tersenyum sambil mempersilahkan duduk ke kedua calon istrinya.
Mue Lian dan Shui Ru yang mendengar perkataan Fang Lin langsung menganggukkan kepalanya semangat, Mereka dengan cepat duduk di kursi mereka masing-masing dan mulai menatap makanan di meja dengan tatapan tidak sabar.
Tentu mereka tidak sabar dikarenakan aroma-aroma harum yang keluar dari makanan tersebut, Bahkan selama mereka hidup, Mereka berdua tidak pernah mencium bau yang kuat dan harum dari sebuah makanan.
Di sisi lain, Fang Lin yang melihat rasa antusias mereka hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan, "Ayo makan" Ucap Fang Lin sambil mengeluarkan 3 piring dan juga sendok.
Tak butuh waktu lama, Setelah mereka mendapatkan piring dan juga sendok, Mereka berdua langsung memakan makanan di meja tanpa memandang sekitar.
Sedangkan Fang Lin yang melihat itu hanya tersenyum lembut dan membiarkan kedua calon istrinya memakan makanan di meja.
.....
Hampir 20 menit mereka baru dapat menghabiskan makanan di meja, Mue Lian lalu menatap Fang Lin dengan tatapan berbinar-binar, "Fang Gege, Lain kali kita harus makan makanan seenak ini" Ucap Mue Lian dengan penuh harap.
Fang Lin yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya pelan, "Baiklah... Aku akan memberikan kalian itu semua, Tetapi kalian jangan lupa untuk berkultivasi" Ucap Fang Lin sambil tersenyum.
Mue Lian dan Shui Ru langsung menganggukkan kepalanya berkali-kali, Sedangkan Fang Lin yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Baiklah, Kalian menetap saja disini, Aku harus mengurus sesuatu diluar" Ucap Fang Lin sambil beranjak berdiri.
__ADS_1
Mue Lian yang mendengar itu sedikit tersentak, "Apakah harus sekarang?" Tanya Mue Lian dengan nada heran.
Mendengar itu Fang Lin langsung menjawab, "Benar"
Mue Lian hanya bisa menganggukkan kepalanya pasrah ketika mendengar itu, Sebenarnya dia tidak ingin berpisah terlalu lama dengan Fang Lin, Namun menurutnya dia tidak boleh terlalu manja dan harus memiliki pemikiran yang dewasa.
Melihat raut pasrah Mue Lian, Fang Lin hanya menggelengkan kepalanya pelan, Ia lalu memasukkan seluruh piring kotor ke inventorynya, "Tenanglah... Aku tidak akan lama" Ucap Fang Lin setelah memasukkan seluruh piring kotornya ke inventory.
Mue Lian dan Shui Ru hanya mengangguk, Shui Ru sebenarnya tidak terlalu sedih dengan kepergian Fang Lin, Karena dirinya percaya kalau dia dan Fang Lin akan bertemu kembali.
Fang Lin langsung teleportasi ke wilayah inti setelah melihat anggukan dari kedua calon istrinya. Ia ke wilayah inti ingin membetulkan kawah yang telah terbuat akibat malapetaka petir Bai Hu.
***
Wilayah Inti Hutan Terlarang.
Tiba-tiba muncul seorang pemuda tampan berjubah biru yang sedang melayang di atas kawah. Yap, Dia adalah Fang Lin yang sedang menatap kawah dengan tatapan datar.
Fang Lin langsung mengeluarkan piring kotor yang sebelumnya dia makan dan menjatuhkannya ke dalam kawah.
.....
Setelah semua piring kotornya sudah berpindah tempat ke dalam kawan, Fang Lin langsung menggunakan elemen tanahnya dan dalam beberapa detik, Kawah yang sebelumnya luas dan dalam kini sudah tertutup tanah dengan rapi.
Melihat kawah tersebut sudah tertutup rapi dengan tanah, Fang Lin langsung menyebarkan kesadarannya keseluruh arah dalam radius 1 juta kilometer.
Dia berencana untuk mencari tempat yang bagus untuk dijadikan Kolam Suci.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1