System Sang Immortal

System Sang Immortal
Menyerang Array


__ADS_3

Di dalam kesadaran-nya Zhou Fan dapat melihat seluruh pasukan dari kedua kubu sedang berada di kondisi siaga, Ia tersenyum tipis ketika melihat beberapa orang kuat yang berasal dari kedua kubu, "Sesuai informasi yang ku-dapatkan, Ranah tertinggi di Alam 100 Pelangi hanya-lah Dewa Pemula... Itupun hanya dua orang saja" Ucap Zhou Fan lalu menimpali-nya, "Sedangkan Alam Agung memiliki tiga orang ranah Dewa Pemula, Namun aku baru menemukan satu orang saja di dalam kesadaran-ku..." Timpal Zhou Fan dengan nada pelan.


Setidaknya untuk saat ini Zhou Fan sudah memperkirakan kekuatan yang dimiliki kedua kubu, "Masalah yang ku-miliki sekarang adalah... Siapa pembuat dari array ini, Jika saja pembuat array ini berpihak pada kedua kubu, Aku tidak tau apa yang terjadi nanti karena aku belum mengetahui jelas kekuatan-nya" Ucap Zhou Fan sambil menatap ke arah kubah hitam raksasa di bawahan-nya.


Sesaat setelah mengucapkan itu, Tiba-tiba saja Mo Fuli muncul di hadapan-nya sambil menunduk-kan badan, "Salam, Kaisar. 15 Pilar saat ini sudah menghentikan kapal terbang mereka masing-masing, Dan sekarang mereka hanya perlu menunggu perintah dari anda..." Ucap Mo Fuli dengan nada hormat.


Zhou Fan hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan, Ia melambaikan tangan kanan-nya dan sebuah pedang mewah berwarna hitam pekat muncul di udara, "Perintahkan mereka untuk pergi ke arah barat dan buat markas sementara di luar kubah raksasa ini... Dan juga siapkan 5 pilar beserta pasukan-nya untuk berjaga-jaga di area sekitar markas sementara" Ucap Zhou Fan memberi perintah.


Mo Fuli yang masih menunduk-kan badan langsung menjawab, "Sesuai perintah anda, Kaisar..." Jawab Mo Fuli dan melesat pergi dari sana.


Zhou Fan hanya diam ketika melihat kepergian Mo Fuli. Beberapa saat kemudian, 16 kapal terbang yang sedang melayang di udara langsung melesat ke arah barat.


Melihat itu Zhou Fan langsung mengangkat tangan kanan-nya yang memegang pedang hitam berwarna hitam pekat itu ke atas, "Teknik Pedang Iblis, Ke-9: Pembelah Dimensi..." Ucap Zhou Fan lalu mengayunkan pedang-nya ke arah kubah raksasa di bawah-nya.


~Slasssshhh~


Sebuah lekungan aura hitam muncul dari pedang Zhou Fan dan melesat cepat ke arah kubah raksasa.


~Whoooooshhhhh~


~BOOOOMMM~


Ledakan di sertai angin kencang muncul di area serangan Zhou Fan dan membuat kedua kubu terkejut ketika mendengar ledakan tersebut.


Zhou Fan sendiri hanya diam ketika melihat serangan-nya barusan tidak menggores kubah raksasa di bawah-nya, "Ternyata benar, Array tingkat Dewa sangat berbeda dengan Array tingkat kuno ke bawah..." Ucap Zhou Fan dengan nada tenang.


Zhou Fan melambaikan tangan kiri-nya ke samping dan muncul sebuah pedang hitam mewah yang mirip dengan pedang yang ada di tangan kanan-nya.

__ADS_1


Zhou Fan kemudian mengangkat kedua pedang-nya ke atas lalu melakukan teknik yang sama seperti sebelum-nya, Ia melakukan hal itu berkali-kali dan membuat kebisingan terjadi di area medan tempur.


Orang-orang yang berasal dari kedua kubu langsung bersiap siaga ketika mendengar ledakan yang terus bermunculan di area medan tempur.


***


Di Dalam Kubah Raksasa.


Fang Lin berdecak kesal ketika diri-nya mengetahui kalau ada seseorang yang terus menyerang array-nya, "Ck, Mengganggu sekali..." Ucap Fang Lin lalu mengeluarkan satu boneka bayangan-nya.


~Whooooshhhh~


Sebuah aura hitam keluar dari bayangan Fang Lin dan membentuk seorang manusia di hadapan-nya.


Sosok manusia itu langsung berlutut di udara dengan kepala yang sudah menunduk ke bawah.


Boneka bayangan yang berada di hadapan Fang Lin langsung mengangguk patuh, "Baik tuan..." Ucap boneka bayangan dan disaat yang bersamaan aura hitam kembali mengelilingi-nya.


Beberapa saat kemudian, Aura hitam tersebut perlahan menghilang dan memperlihatkan sosok yang mirip dengan Fang Lin.


"Kalau begitu, Saya pergi dulu tuan..." Ucap boneka bayangan yang sudah merubah wujud-nya persis seperti Fang Lin.


Fang Lin sendiri hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan dan setelah itu boneka bayangan di hadapan-nya menghilang tanpa jejak.


Melihat kepergian boneka bayangan-nya Fang Lin hanya diam, "Yue, Bisa-kah aku memindahkan para pasukan bayangan-ku secara instan? Aku terlalu bosan untuk menunggu para pasukan baru-ku masuk ke dalam bayangan-ku" Ucap Fang Lin bertanya.


[Bisa saja tuan. Selama Qi anda masih ada di dalam para pasukan bayangan, Maka tuan dapat meneleportasikan mereka]

__ADS_1


Fang Lin sendiri langsung mengangkat satu alis-nya ketika mendengar itu, "Beneran bisa? Tunggu jangan bilang... Sejak dulu aku memang bisa melakukan-nya?" Tanya Fang Lin memastikan.


[Ya, Tuan...]


Mendengar jawaban Yue, Fang Lin langsung menepuk jidat-nya dengan tangan kanan, "Kenapa kau tidak mengatakan hal itu?" Tanya Fang Lin sambil menggelengkan kepala-nya pelan. Jika ia bisa meneleportasikan bayangan-nya, Maka diri-nya telah membuang-buang waktu karena telah menunggu para pasukan baru-nya untuk masuk ke dalam bayangan-nya.


[Yue pikir tuan sudah mengetahui-nya. Sebenar-nya Yue sempat bingung karena tuan memasuk-kan bayangan dengan cara yang lama, Tetapi Yue berpikir tuan sengaja melakukan-nya karena ingin ber-isitirahat sembari menunggu para pasukan baru tuan masuk ke dalam bayangan tuan]


Fang Lin yang mendengar penjelasan Yue langsung menggelengkan kepala-nya pelan, "Kenapa kau berpikir seperti itu? Apakah aku terlihat kelelahan?" Tanya Fang Lin dengan nada heran.


[Tidak tuan. Namun tuan selalu membuat kursi es dan menduduki-nya, Jadi Yue berpikir tuan membutuhkan istirahat]


Mendengar jawaban Yue, Fang Lin langsung menggaruk-kan kepala-nya yang tidak gatal. Sebenar-nya ia membuat kursi es bukan karena kelelahan namun ia hanya ingin terlihat keren di mata orang lain.


Fang Lin menggelengkan kepala-nya pelan sambil tersenyum kecut, "Lupakan itu..." Ucap Fang Lin sedikit malu lalu meneleportasikan seluruh pasukan baru-nya ke dalam bayangan-nya.


~Whoooooshhh~


Seketika jutaan pasukan yang berada di area medan tempur langsung menghilang tanpa jejak, "Jika saja aku tidak bertanya, Mungkin aku harus menunggu hingga esok hari" Gumam Fang Lin pelan lalu mendongak-kan kepala-nya ke atas.


Di ujung array, Fang Lin dapat melihat bola api yang cukup besar sedang melayang di udara, Ia menjentik-kan jari-nya dan seketika bola api tersebut menghilang dan membuat suasana menjadi gelap serta dingin.


Fang Lin dengan segera melesat ke atas dan di saat yang bersamaan array milik-nya menghilang tanpa meninggalkan jejak.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2